Triple Story

Triple Story
bab 46



Penyidik dari kepolisian datang kerumah sakit hendak memeriksa saksi yang merangkap sebagai korban yang kini sedang dirawat dirumah sakit yang sama dengan nasya. Namun inara tak bergeming dari duduknya ditepi ranjang dan melihat ke arah jendela. Tatapan matanya benar-benar kosong. Polisi sudah berulang kali datang namun haailnya nihil. Inara bukan hanya tak bisa dimintai keterangan dia pun bahkan tak merespon jika ada yang memanggil namanya. Trauma yang dialami inara benar-benar sangat dalam.


"bagaimana ini, dia sama sekali tak bisa diajak bicara" keluh seorang polisi kepada temannya.


"kita udah dapat hasil visum dan keterangan dokter ini sudah cukup. Kita pergi"


2 orang polisi berpapasan dengan hilman dipintu, salah seorang menegurnya, "kami akan meminta keterangan anda da .para security lagi yang berjaga saat malam itu. Tolong kerjasamanya"


"baik pak" hilman membungkukkan badannya. Para polisi itu bergegas ke ruangan dokter yang menangani inara meminta penjelasan pada dokter itu mengenai kondisi inara. Juga meminta dokter teesebut untuk dimintai keterangan dan menjadi saksi dipengadilan. Hilman mendekat pada inara menatap gadis itu dengan sangat lembut tapi merasa sedih.


"Ra hari ini aku udah mulai masuk keeja maafkan aku terlambat datang" Hilman menunduk sambil menggenggam tangan inara. Tak tertahankan lagi hilman menangis karena inara tak juga merespon. Dia bangkit dan memeluk inara kuat-kuat sambil menangis tersedu tapi inara sama sekali tak merespon apapun pergerakan hilman.


Dokter menyarankan agar inara dibawa kerumah sakit jiwa atau berkonsultasi dengan psikiater karena kondisi inara yang semakin mengkhawatirkan. Dia tak bisa makan bahkan sering berteriak dan histeris. Hilman merasa berat membawa inara kerumah sakit jiwa. Namun keadaan inara benar-benar membuatnya frustasi. Tak jarang inara sering ingin melakukan bunuh diri. Dokter dan suster yang merawatnya menjadi kewalahan.


Akhirnya dengan sangat terpaksa hilman membawa inara kerumah sakit jiwa. Dengan sangat berat hati hilman merelakan inara didalam. Hilman meminta fasilitas vip agar pengawasan terhadap inara diperketat.


_


Setelah kejadian pemukulan tersebut annasya dilaporkan kepolisi oleh erika. Tak sampai 1 hari annasya ditangkap dan dibawa kepenjara. Annasya tak mengelak semua tuduhan itu. Dia juga tak menampik saat polisi membawanya. Araf segera menelepin pengacaranya untuk mengajukan penangguhan penahanan karena kondisi nasya yang belum stabil.


Tapi entah erika mendapat kekuatan darimana dia tak membiarkan nasya kekuar dari penjara dengan alasan apapun. Habil berpikir keras apa yang harus dilakukannya agar ibunya bisa keluar. Dia meminta hail untuk membantunya mencari informasi mengenai erika. Ini adalah hal yang sangat mudah untuk hail.


"ayah mau kemana?" tanya habil saat melihat araf hendak pergi, "habil harap ayah ga akan menemui ular betina itu lagi" tegas habil.


"ayah harus bertemu dengan dia, ayah akan mengekuarkan ibumu dari penjara" dengan nada dingin araf berkata.


"ayah hanya boleh fokus pada kesehatan mama dan perusahaan selebihnya urusan kami anak-anak ayah" habil tak kalah dingin.


"apa yang bisa kamu lakukan? kalian hanya anak kecil yang belum tau apa-apa" araf menatap tajam putranya.


Habil balik menatap tajam pada araf, "setidaknya kami tau cara melindungi keluarga (menghela nafas) ayah gak perlu tau apa yang akan kami lakukan. Yang pasti kami ga akan mengampuni orang yang membuat mama menjadi seperti ini. Ayah hanya perlu memperhatikan mama" habil langsung pergi dari hadapan araf. Araf tak menyangka anaknya yang seharusnya bisa melewati ulang tahunnya yang ke 15 dengan hangat dan bahagia kini diusia mereka yang masih remaja harus mengalami hal menakutkan seperti ini. Membuat mereka menjadi dewasa sebelum waktunya. Memaksa mereka berurusan dengan hal yang seharusnya orang dewasalah yang menyelesaikan.


_


Leni dan hana ,menangis saat menjenguk nasya didalam penjara. Leni terisak tak lagi bisa menahan tangisnya.


"sya kenapa lu bisa bertindak impulsif begini? Ini bukan nasya yang gue kenal. Annasya biasanya sangat tenang dan masa bodoh" hana menyeka airmatanya.


Annasya menunduk tapi dia tak merasa salah melakukan ini. Justru perasaannya menjadi lega, "maaf" hanya itu kata yang terucap dari bibir mungil nasya.


"bagaimana keadaan dipenjara nak? apa mereka memperlakukan kamu dengan baik?" pertanyaan leni diangguki oleh nasya.


"ngomong-ngomong papi sama abang tumben ga ngikutin?"


"maafkan papi sama bang zaki belum bisa nengokin lu ya sya. Mereka lagi sibuk ngurusin yayasan" jawab hana


"kenapa?" nasya belum tau soal yayasan yang mendapat masalah karena inara yang diperkosa oleh salah seorang guru disana bersama teman-temannya.


"bu inara seorang guru yang belum genap setahun mengajar diyayasan diperkosa oleh pak herman kamu tau kan pak herman guru olahraga disekolah kita. Selain diperkosa oleh pak herman dan teman-temannya dia juga mengalami kekerasan" terang hana


"ya Allah..." nasya terkejut bukan main. Inara adalah guru cantik favourite hail yang selalu hail gambar dibukunya, "terus keadaan bu inara gimana?"


"dia mengalami trauma hebat sya sekarang dia bahkan ga bisa bicara. Jangan diajak bicara dipanggil namanya pun ga merespon. Traumanya sangat dalam" hana menghela nafasnya berat.


"kasihan pasti hilman dan keluarganya merasa sedih" lirih nasya.


"inara besar dipanti asuhan, dia sekolah sampai lulus dengan jerih payahnya. Dia ga punya keluarga selain hilman yang awalnya ingin menikahi dia sebelum kejadian ini" hana merasa sedih jika mengingat tentang inara mengingatkannya tentang alana anak gadia semat wayangnya, "anak lelaki lebih mudah diawasi tapi jika punya anak perempuan lengah sedikit berakibat fatal. Semoga Alana selalu dalam lindungan Allah" hana bicara sendiri tapi nasya yang mendengarnya menjadi sangat sedih terlebih dia baru saja kehilangan putrinya bahkan kini tak bisa lagi dia memiliki anak.


"jam berkunjung udah habis nak mami pulang dulu besok mami kesini lagi membawakan kamu makanan" leni memeluk nasya erat seperti enggan melepaskan, "jaga diri baik-baik sayang kalau ada masalah didalam lekas kabari mami"


"mami tenang aja ya nasya baik-baik aja. Mami kan ingat pengaruh om danu disini juga sangat kuat mereka ga akan ada yang berani macam-macam. Lagipula siapa yang berani menyentuh menantu keluarga abinaya?"


"Tetap aja kamu dipenjara, apa danu dan faiqa udah kesini?"


Nasya menggeleng, "kan nasya juga baru masuk pagi ini mi, mereka mungkin belum tau"


"benar juga kamu, Mami pergi dulu sayang" Leni menciumi menantunya itu dan beranjak pergi dengan hana.


Baru saja nasya duduk dan berdzikir dia sudah mendapat kunjungan lagi, "bu nasya ada yang berkunjung" Nasya mengira mungkin faiqa atau danu. Sebenarnya dia malu untuk memghadap mereka tapi nasya juga merindukan pamannya.