Triple Story

Triple Story
bab 18



Hail berjalan kearah kelas habil sambil tersenyum pada orang-orang yang menyapanya termasuk para gadis. Dipertengahan jalan dia bertemu dengan hasybi yang berjalan sambil memainkan ponselnya. Begitulah hasybi yang dikenal tak pernah lepas dari ponsel atau buku ditangannya. Hail tersenyum dikejauhan melihat abangnya tengah serius melihat pada ponselnya saat dekat hail membalikkan tubuh hasybi dan merangkul untuk mengikutinya. Hasybi mendongak sejenak setelah tau bahwa hail yang merangkulnya dia pun kembali fokus pada ponselnya.


Setelah sampai dikelas habil dilihatnya habil sedang berdiskusi dengan seorang murid laki-laki dengan serius sambil memberikan beberapa arahan. 10 menit hasybi dan hail menunggu sampai habil mengakhiri diskusinya.


"kalian dah lama disini?" tanya habil menengok pada adiknya yang duduk tak jauh dari habil.


"10 menit" jawab hasybi singkat


Habil mengangguk, "yuk kekantin" ajak habil pada adik-adiknya.


"sebentar bang" hail merogoh kantongnya,"nih" menyerahkan secarik kertas bertuliskan alamat dan nomor telepon.


"apa ini il?" hasybi pun melihat pada kertas itu saat habil bertanya dan merenggangkan kertas kecil itu.


"alamat dan nomor telepon bapaknya rilley" jawab hail


"owh ya udah nanti abang cari dia dismp"


"ngapain dicari orangnya tinggal kirim via whatssap" ujar hail


"abang ga punya nomor teleponnya" dengan santainya habil berujar membuat hail menepuk jidatnya.


"tugas lu il cari tau nomor telepon rilley" hasybi berucap sambil memainkan ponselnya tanpa melihat pada hail yang memandangnya.


"ah... abang cari sendiri aja. Aku dah laper mau makan" hail beranjak dari kelas habil diikuti hasybi dan hail.


Saat hail keluar kelas dia menabrak seorang wanita cantik yang kemarin memberinya minum dilapangan basket indoor. Gadis itu tersenyum, "hai..." sapa gadis itu.


Hail hanya tersenyum singkat mengangguk dan berlalu namun tangannya ditarik oleh cio gadis yang mengejar hail, "sombong amat sih"


Hail menepis tangan cio, cio mendekat, "jangan terlalu kesal sama aku nanti kamu akan suka sama aku" bisik cio ditelinga hail membuat hail merinding dan menyingkir dari hadapan cio. Cio pun beranjak dari sana meninggalkan hail yang berdiri sendiri. Adegan itu tak lepas dari pengamatan habil dan hasybi.


Habil dan hasybi mendekati adiknya, "lu kenal sama cio il?" tanya habil pada adiknya sambil merangkul dan membawanya ke arah kantin.


"ga bang namanya aja gue ga tau. Mang dia siapa bang?" tanya hail penasaran.


"namanya susah banget Grizelle lacio aderes kalau ga salah" jawab habil salah-salah ingat, "tapi panggilanya cio. Dia murid kelas 1 disini tapi dia termasuk murid cerdas selalu peringkat 1 untuk semua nilai. Bahkan dia paling cerdas diantara kelas 1 yang lain. Dia bahkan pernah jadi asistennya hasybi waktu lomba kimia nasional ya kan bi?"


Hasybi yang fokus pada ponselnya mendongak, "hah... ga tau lupa" jawab hasybi singkat dan fokus lagi ke ponselnya membuat habil meggelengkan kepalanya.


"bang hasybi mah cuma inget sama joana. Ga ada lagi selain dia. Cinta pertama bang hasybi itu" ejek hail yang ditatap tajam oleh hasybi.


 


\*


 


Rilley duduk sendiri dipinggir taman sambil membaca buku, sesaat dia teringat dengan habil lelaki baik yang sudah menolongnya dan memberikan hidup lebih baik kini, dia memejamkan matanya menghirup udara segar dan bergumam, "satu hari lagi terlewati tak ada yang berbeda masih sendiri semua tak terasa aneh" Rilley tersenyum sambil memejamkan matanya.


Namun dia terkejut saat ada seseorang yang menempelkan minuman dingin dipipinya, "ngapain senyum-senyum sambil merem?" Rilley merasa seperti mimpi lelaki yang baru saja melintas dipikirannya kini ada didepannya.


"wajahmu kenapa merah banget kaya kepiting habis direbus" habil mengambil duduk disisi rilley


"habil tumben kesini?" rilley mwncoba mengalihkan pembicaraan.


Habil menenggak minuman milk shake dingin ditangannya, "iya ada yang harus diserahkan sama kepala sekolah kalian"


"owh..." terlihat raut wajah kecewa diwajah rilley namun habil tak memeperhatikan. "aku pikir nyariin aku... rilley sadar dong lu pikir lu siapa" batin rilley.


"nih..." habil meyerahkan selembar kertas kecil pada rilley, gadis itu melihat pada kertas tersebut.


"apa ini kak?" tanya rilley yang mengambil alih kertas dari tangan habil


"alamat dan nomor telepon ayah kamu" jawab habil singkat.


"Alhmdulillah terima kasih kak" ucap rilley senang yang diangguki habil.


"good luck ya..." ucap habil pada rilley yang diangguki gadis itu. Hail pamit dari sana meninggalkan rilley sendiri yang memperhatikan kepergian habil dari hadapannya. Rilley merasa senang melihat habil walaupun dari jauh dia tersenyum senang, "aku akan bekerja keras untuk bisa sukses agar aku bisa layak untuk mendapatkanmu" gumam rilley pelan.


 



 


"untuk LDKS nanti kita akan bergabung dengan anak-anak smp dari yayasan kita. Sebelumnya kita belum pernah melakukan ini saya harap kali ini kita bisa melaksanakan dengan baik yang paling penting disini adalah tim konsumsi dan keamanan harus bekerja ekstra jangan sampai kurang dan untuk tim lain sebisa mungkin kita bantu 2 tim ini agar lebih maksimal. Dalam 1 tenda saya meminta masing-masing perwakilan untuk memberikan daftar nama ketua mereka agar bisa mengontrol anggotanya" Habil adalah ketua osis dalam 1 tahun ini sebelum memberikan jabatannya kepada murid kelas 2 untuk season selanjutnya karena habik sudah kelas 3 dia pasti akan disibukkan dengan pelajaran dan ujian.


Rapat dihadiri dari berbagai anggota osis smu dan smp diyayasan tempat habil sekolah, "ada pertanyaan?"


Karena tak ada yang menjawab habil pun berseru kembali, "baiklah kalau tak ada pertanyaan kita akhiri rapat ini. Nanti mendekati LDKS akan dimulai kita adakan rapat rutin untuk membahas berbagai masalah dan kemungkinan yang terjadi disana" semua bersiap membereskan barang mereka.


Hasybi dan hail pulang lebih dahulu karena mereka bukan anggota osis. Kini habil pulang sendiri sebenarnya dia bisa saja menelepon hilman untuk menjemputnya namun urung dia lakukan karena dia kasihan jika hilman harus bolak balik. Maka dia pun order transportasi online. Saat sedang menunggu digerbang sebuah mobik berhenti didepannya ternyata faiqa yang sedang menjemput aqila dan ivan.


"bil mau bareng?" teriak faiqa membuka jendela mobilnya


"ga usah oma habil udah order online" jawab habil.


"bareng aja bil, tar abang ojeknya kasih uangnya aja biar aman" teriak ivan


"gapapa om aku naik online aja terima kasih tawarannya" habil tersenyum manis


"ya udah kita tunggu sampai ojeknya datang baru kita pulang" ucap faiqa yang diangguki anak-anaknya.


"ga usah khawatir oma aku udah besar" seru habil


"untuk orang tua kalian anak-anak tetaplah anak-anak" ucap faiqa.


Tak lama kemudian ojek yang dipesan habil datang. Setelah bersalaman dengan faiqa habil menaiki ojek dan pulang kerumah.