Triple Story

Triple Story
epilog



"pagi mamah...." sikembar 3 telah berada diruang makan menyapa nasya yang sedang menata sarapan, Habil mencium pipi kanan, hasybi pipi kiri dan hail kening nasya. Mereka pun duduk rapi diposisi masing-masing habil dan hasybi disisi kanan kemudian hail disisi kiri samping sang ibu. Tak lama kemudian muncullah araf, "pagi sayang ayah semua...." kemudian araf mengambil ciuman bibir istrinya. Anak-anaknya yang sudah hafal dengan tingkah sang ayah hanya cuek saja melihat.


Tak terasa sikembar telah beranjak rwmaja usia mereka kini 14 thun masing-masing sudah kelas 3 smu. Karena kepintaran mereka yang mmenurun dari nasya mereka sekolah dengn jalur akselerasi. Bahkan sebelum mereka lulus pun mereka sudah mendapat beasiswa dari kampus ternama didalam dan luar negeri.


Setelah memberi satu persatu sarapn nasi goreng di piring suami dan anak-anaknya nasya mengambil duduk disisi kiri sebelah hail.


"mamah aku suapin..." ujar hail manja.


"udah gede masih aja minta suapin malu-maluin" ketus hasybi


"biarin..." rungut hail


"biarin aja bi... kamu itu sama ade ga boleh judes gitu" ucap sang mama sambil menyuapi swndok isi nasi goreng pada putra bungsunya.


"anak-anak ayah katanya dapat beasiswa ya?" araf membuka mulutnya untuk disuapi nasi goreng setelah bertanya pada anak-anak mereka.


"iya yah..." si triple menjawab kompak


"coba terangkan sama ayah dimana aja?" tanya araf lagi


"yang pasti kampus unggulan didalam maupun luar negeri yah..." jawab habil mewakili adik-adiknya.


"terus kalian mau pilih yang mana?"


"kalau habil pribadi sih pengen ambil yang di harvard yah ga tau deh yang lain" habil menoleh pada 2 saudaranya yang lain.


"hasybi mau ambil yang dijerman yah. Sekalian ambil spesialis"


"hail?" araf menoleh pada si bungsu yang masih disuapi sang istri


"hail mau ke jepang yah mau jadi animator terkenal" jawabnya


Seketika wajah nasya merengut, dia tampak lesu. Menyadari itu suami dan anak-anaknumya saling pandang. Araf yang mulai peka pada istrinya menggenggam tangan istrinya, "kamu kenapa mah?" tanya araf lembut


"kenapa sih kalian harus kuliah jauh-jauh. Diindonesia juga banyak kok kampus ternama yang bagus" nasya memandang penuh permohonan pada ke-3 putranya.


"sayang mereka kan ingin menggapai cita-cita mereka. Kita harus dukung dong" ucap araf mencoba bijak


"mamah ga setuju" tegas nasya


"alasannya apa mah?" diantara triple twins hasybi lah yang paling kritis dan logik.


"kalian baru 14 tahun masa udah mau ninggalin mama jauh-jauh. Mama bakalan kesepian banget dong" Nasya berkata dengn tatapan sedih. Membuat triple twins saling pandang tak twga pada ibu mereka.


"mah... kita kan keluar negeri juga kuliah bukan main-main" jawab hail.


"bukan begitu ma..." habil mencoba menenangkan mamanya dengan berdiri mendekati mamanya dan berjongkok memegang tangan mama tercinta.


"anak-anak mama belum cukup umur untuk mama lepas, kamu habil memang lebih dewasa dari pada adik-adik kamu tapi tetap aja mama takut dengan pergaulan serba bebas di sana. Hasybi lagi ambil kuliah kedokteran ngapain jauh-jauh ke jerman kamu anak mama yang paling sulit bergaul mama takut kamu mengalami kesulitan beradaptasi disana apalagi hail..." menatap anak bungsunya lekat yang ada disisinya, "kamu anak mama yang paling hyperaktif dan sering terlibat masalah. Gimana kalau kamu jauh dan mama sama ayah ga ada?"


"ma percaya sama kita deh... habil janji akan cepat menyelsaikan kuliah habil ga sampai 3,5 tahun habil usahakan untuk lekas lulus" habil masih mencoba merayu ibunya.


"kalau habil dan hail mama percaya bagaimana dengan hasybi kuliah kedokteran itu lama belum koas-nya. Belum lagi kamu mau ambil spesialis" tatapan nasya menjadi tambah sedih.


"ma... hsybi juga usahakan kok untuk kuliah cepat. Hasybi akan rajin belajar supaya bisa lekas pulang dan membahagiakan mama" kali ini hasybi menatap penuh permohonan.


"mas..." kali ini nasya menatap pada suaminya meminta dukungan.


"sayang... kita sebagai orang tua harusnya mendukung apa yang menjadi cita-cita mereka. Beri mereka kepercayaan. Mereka laki-laki yang suatu saat harus bertanggung jawab dengan hidup mereka dan kelurga di masa depan mereka harus belajar mandiri sayang" si triple twins memang paling suka jika mereka berdebat dengan sang ibu tentang masa depan didepan sang ayah. Karena sudah pasti ayah mereka akan mendukung mereka.


"kalian ini mentang-mentang mama sendiri perempuan ga ada yang mendukung mama. Mama kan ga mau jauh-jauh dari anak mama yang masih kecil" tutur nasya sedih.


"ma... kita udah remaja ya bukan anak kecil lagi" protes habil


"kecuali hail tuh emang dia masih balita makan aja masih disuapin" ujar hasybi.


"ma... bang hasybi tuh ma..." rengek hail pada sang ibu manja.


"sudah-sudah jangan bertengkar, hasybi kamu jangan begitu sama adik kamu" araf menatap pada hasybi.


"terserah kalian lah mama hanya menurut aja. Toh pendapat mama ga pernah ada yang dukung" nasya beranjak dari tempatnya. Dia segera mengambil jubah dokternya bersalamanndengan sang suami dan berangkat kebih dulu dari mereka.


Triple twins saling pandang, "yah..." mereka kompak menatap sang ayah


Araf menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat pada ke-3 putranya, "ayah mau tanya apa kalian sungguh-sungguh dengan keinginan kalian?" wajah araf sangat serius. Mereka serempak mengangguk.


"apa kalian bisa bertanggung jawab minimal kalian bisa menjaga diri baik-baik dan ga terpengaruh dengan dunia bebas diluar negeri" lanjut araf.


"ayah percayalah sama kami, kami ingin cita-cita kami terwujud yah. Kami janji akan lulus dengan cepat" ucap habil mewakili saudara-saudaranya meyakinkan sang ayah.


"Sebenarnya ayah ga masalah hanya saja mama kalian itu kan sangat sensitif apalgi kalau kalian ga ada dia pasti bakalan merasa sedih dan kesepian. Tapi... ayah akan coba bicara nanti..." ucap araf pada para putranya. Mereka pun memeluk sang ayah, "makasih ayah" ucap mereka serempak.


"iya sayang tapi kalian harus janji terus jadi anak-anak ayah yang baik dan soleh"


"in shaa Allah" mereka menciumi wajah araf kemudian mencium telapak tangan ayahnya dan beranjak berangkat sekolah.


🌸🌸🌸🌸


hai guys gimana nih menurut kalian cerita lanjutan dari bidadari syurga? aku ambil cerit triple stori dari 3 cerita yang mau aku unggah karena author ambil suara terbanyak. Dan ternyata triple story lebih banyak peminatnya guys. so, happy reading. jangan lupa ya untuk like, coment dan vote ya terimankasih πŸ™