
Setelah kepergian hail, nasya menelepon habil tapi tidak diangkat. Nasya tertunduk lesu, araf yang baru kelur dari toilet melihat nasya tertunduk duduk disamping nasya, "kamu kenapa sayang?"
Nasya mendongakkan kepalanya menatap pada suaminya sengan tatapan sedih, "habil kok ga angkat telepon aku ya mas?"
Araf tersenyum mengelus perut istrinya dan menciuminya. Nasya mengelus kepala suaminya, "apa habil ngambek ya mas karena kita pergi ga pamit dia?" nasya berasumsi sendiri.
Araf melihat jam ditangannya, "sayang ini udah jam 8 pagi disingapura itu artinya dijakarta jam 9 habil pasti lagi kuliah. Kalau dia didalam kelas pasti disilent ponselnya. Nanti juga dia telepon kamu kalau udah senggang. Jangan khawatir ya" araf memcium kening istrinya kemudian berlanjut mencium perut buncit nasya.
"sebelum pergi dede boleh ditengok ayah dulu ga ya?" araf bicara dengan logat seorang anak kecil.
Nasya yang sudah paham dengan tingkat kemesuman suaminya yang tak pernah berubah sedari muda berdecih, "ihhh... mesum dasar"
"Sebentar aja sayang kan sekarang udah masuk bulan ke-6 jadi udah boleh dong ditengokin. Masa kamu tega sih nyuruh aku puasa terus" araf memasang wajah dengan mode melas dan tatapan anak anjing yang membuat nasya tersenyum kecut.
"tapi pelan-pelan ya mas" pinta nasya yang diangguki araf. Tanpa menunggu lagi araf langsung mengeksekusi nasya.
Araf sangat suka jika nasya sedang hamil itu artinya tubuh nasya menjadi semakin berisi. Sebenarnya araf lebih suka jika nasya sedikit gemuk tapi nasya tak suka jika dia menjadi gemuk karena pasti nasya tidak datang bulan dan sesak nafas itu kenapa setiap nasya hamil araf menjadi khawatir jika nasya mengalami sesak nafas. Makanya kalau nasya hamil araf akan sering mengajak nasya jalan pagi atau malam setelah makan malam agar nasya ga sesak nafas. Dikehamilan ini pun araf meminta nasya untuk ikut yoga dan senam hamil agar bisa mengatur nafas jika agak sesak. Agar kejadian seperti kehamilan pertama tidak terulang.
Saat hamil triple h nasya ga akan kuat jalan dan sering sesak nafas. Hingga dokter menyarankan dirumah harus selalu siap tabung oksigen dan seorang suster untuk membantu araf mengurus nasya dan mendapat pertolongan pertama secepatnya jika terjadi sesuatu pada nasya.
Perut nasya pun dulu sangat besar karena dia hamil bayi kembar membuat nasya lebih cepat lelah, pusing dan mual. Araf selalu setia disisi nasya melewati masa-masa kehamilan yang menyulitkan. Berbeda dengn sekarang nasya hanya menjadi lebih pelupa tapi dia ga mengalami mual berelebihan atau sesak nafas yang terlalu sering seperti kehamilan pertama.
Setelah araf melakukan akyifitasnya pafa nasya dia segwra menyelimuti nasya yang sudah tertidur kelelahan. Araf mencium kening nasya lembut membelai setiap inci wajah nasya. Tak terasa sudah hampir 22 tahun mereka berumah tangga tapi tak sedikit pun araf merasa bosan pada nasya bidadari syurganya.
Setiap mereka berduaan araf tak pernah lepas memeluk nasya dan mencium nasya entah kenapa nasya seperti candu untuk araf. Selalu membuat dia ketagihan tak pernah bosan. Araf pun selalu bersyukur memdapat istri yng tak pernah menuntut apapun dari araf. Cerdas dan tau bagaimana dan kapan saat menjadi teman, istri atau orangtua untuk araf dan anak-anaknya. Selalu berdoa kepada Allah untuk keselamatan keluarganya dunia akhirat.
Saat araf sedang asyik kemikmati makhluk ciptaan Allah didepannya dia mendapat telepon dari kantornya yang berada disingapura. Araf berbalik dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, "ya halo"
"pak saya diva manager cabang singapura ingin melaporkan sesuatu yang sangat penting apa bapak ada waktu?" seseorang bertanya padanya.
"kamj kesini diantar pak arif segera" ucap araf penuh wibawa.
"baik pak"
Araf segera menutup teleponnya.
"kenapa sayang?" tanya araf khawatir
"anak kamu udah mulai nendang-nendang mas tapi kenceng banget" keluh nasya. Araf mengelus dan mencium perut nasya dengan lembut.
"dede jangan nakal ya, kasian mama kalau kamu nendang kekencengan. emang dede mau jadi pemain bola iya?" araf bicara pada perut nasya membuat nasya tertawa geli.
"mas kayanya emang fia caper sama kamu, coba pegang sebelah sini" nasya memegang telapak tangan nasya dan diarahkan kesebelah kanan perut nasya. Araf merasa kedutan halus disebelah sana.
"dia gerak sayang" ucap araf takjub yang diangguki nasya dengn senyum sumringah.
"kayanya mau ditengok lagi deh yang" ucap araf yng mendapat tepukan dipunggung araf.
"mesum banget deh" ujar nasya yang disambut tawa dari araf.
"udah ah yuk siap-siap kita jadi kan mas ke gardens by the bay?" nasya mengingatkan araf.
"nanti ya sayang setelah kedatangan orang kantor. Sebentar lagi mereka dateng" nasya mengangguk setelahnya dia bangun dari tempat tidur memakai gamisnya dan beranjak kekamar mandi untuk mandi. Araf masih asyik dengan ponselnya.
Nasya masih membasuh dirinya dengan shower saat araf masuk dan mencuci wajahnya diwestafel. Setelahnya araf segera keluar dan berpakaian memghampiri orang kantor yang sudah datang.
Setengah jam nasya menunggu araf yang sedang berkutat dengan pekerjaan sambil menonton tv dikamarnya. Setelah selesai araf segera menghampiri nasya dikamar, "sayang aku mandi dulu sebentar ya" nasya hanya mengangguk saja mengiyakan suaminya. Dia masih asyik menonton drama melayu ditv. Setelah araf selesai dia memakai pakaian yang sudah disiapkan nasya. Mereka berangkat dengan diantar supir kantor araf yang datang lagi setelah mengantar diva kembali kekantor. Nasya menikmati perjalanan mereka hari ini dimarina by the bay. Banyak spot mereka untuk berfoto bersama. Menjelang sore hari araf mengajak nasya untuk menikmati malam di pantai yang mereka lewati saat hendak pulang.
Mereka berjalan sambil nasya membuka sepatunya, saat ada bangku panjang kosong nasya duduk disana mensejajarkan kakinya diatas paha araf yng duduk disebelah nasya.
"kaki kamu udah bengkak sayang kamu pasti lelah banget ya sayang?" tanya araf sambil memijat kecil kaki nasya. Nasya mengangguk mengiyakan, "tapi aku puas mas rasanya kaya merefresh otak aku" ucap nasya yang disambut senyum araf.
"Setelah shalat maghrib kita cari makan malam ya sayang habis itu kita pulang istirahat"
"iya mas"
Setelah beristirahat 30 menit mereka berjalan lagi memcari mushalla terdekat untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Setelah selesai araf mengajak nasya kesebuah restauran pinggir pantai untuk menikmati dinner mereka. Nasya bahagia sekali hari ini begitupun araf yang tak henti menyunggingkan senyum diwajahnya. Selesai makan araf dan nasya kembali kekondominium untuk beristirahat. Setelah membersihkan diri nasya bertanya pada art-nya tentang keberadaan hail namun art-nya bilang jika hail belum kembali.