
Hasybi sedang asyik di laboratoriumnya, dia terlihat sangat serius. Dosen yang mendampinginya menggeleng takjub pada anak remaja didepannya yang selalu membuatnya terpukau. Apalagi jika bukan karena kecerdasannya. Banyak buku yang dilahap hasybi hanya dalam waktu singkat. Jika anak-anak muda akan selalu sibuk dengan masa muda mereka selepas kuliah maka hasybi akan mengikuti dosennya ke rumah sakit untuk mempelajari pasien yang sedang diperiksa dosennya.
Sang dosen yang merupakan pria paruh baya berusia sekitar 50-an itu sangat menyukai hasybi. Hasybi hanya menggunakan waktunya untuk belajar dan ibadah. jika dia ada waktu senggang hanya digunakannya untuk menelepon orangtuanya dijakarta.
"good hasybi u can be a good doctor" sang dosen memuji hasybi yang selesai membantunya memeriksa pasien dengan teliti. Hasybi menerima uluran tangan sang dosen menyalami dan mengucap terima kasih.
"thank you sir, without your guidance i'm nothing (terima kasih pak tanpa bimbingan anda saya bukan apa-apa" ucap hasybi merendah.
Sang dosen tertawa mendengarnya, "your the one working hard and smart. i so proud of you (kamulah yang bekerja keras m. saya bangga padamu)" sang dosen tertawa setelahnya dia pergi meninggalkan hasybi. Hasybi tersenyum puas.
Dia segera melipat jas lab-nya dan mengambil ponsel disakunya menelepon orang tuanya dia jakarta. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Hasybi khawatir mengganggu tidur orangtuanya dia mengurungkan niatnya menelepon ibunya. Seharian ini hasybi sangat sibuk hingga tak ada waktu menelepon mereka. Hasybi membaca pesan nasya yang selalu mengingatkannya untuk makan, shalat dan istirahat. Mungkin untuk kebanyakan orang hal ini sangat sepele. Tapi untuk hasybi ini merupakan bentuk perhatian dan cinta nasya untuknya.
hasybi pun mengetik pesan membalas pesan nasya yang tak sempat dia balas.
Hasybi:
ma... maaf baru membalasnya
hasybi baru istirahat
mama jaga kesehatan ya
bilang ke ayah juga
I love you mama ayah 😘
Setelahnya hasybi meletakkan ponselnya kedalam sakunya lagi. Hasybi hendak pulang namun seorang gadis bule dengan tinggi menjulang wajah cantik mempesona dengan rambut blondenya memanggil haybi.
"hasybi..."
Hasybi menoleh dia mebghembuskan nafas kasar saat melihat siapa yang memanggilnya. Dia adalah Maria anak dari dosen pembimbingnya. Dengan acuh hasybi berjalan menjauh tanpa peduli panggilan dari maria.
"hasybi wait" maria meraih tangan hasybi
"dont touch me" hasybi paling tak suka disentuh oleh wanita terkecuali saudaranya atau ibunya. Untuk joana karena hasybi merasa joana adalah sahabatnya.
"what?!" dengan ketusnya hasybi bertanya pada maria.
"no, (maria menundukkan kepalanya) i just want ask you follow me to the party tonight" hasybi menggelengkan kepalanya malas membalas ucapan maria. Jangankan di jerman di jakarta saja jika bukan paksaan dari saudaranga hasybi akan sangat malas pergi ke keramaian.
"bi please..." maria memohon tapi hasybi tak menggubris, "bi..." maria masih mengejar hasybi.
"no" karena kesal hasybi membentak maria yang merengek padanya seperti anak kecil, "please dont disturb me ok! (tolong jangan ganggu saya ok!)"
"if you dont want i tell with my father for stop being your guide (kalau kamu ga mau saya akan bicara dengan ayah saya agar berhenti menjadi pembimbingmu)" ancam maria
"i dont care! (aku tak peduli)" wajah hail terlihat merah menahan marah.
"hah... owh my god!" maria shock untuk kesekian kalinya dia ditolak oleh hasybi.
"hasybi..." joana tiba-tiba merangkul tangan hasybi
"jo... ngapain lu disini? bukannya ini bukan musim liburan diindo?" hasybi terkejut mendapati joana ada disini. Joana tersenyum lebar tapi tidak maria dia mendekati mereka dan mendorong hasybi dengan kasar.
"you dont want me to touch but she can touch you. hah! owh my god! (kamu tak mau saya menyentuhmu tapi dia bisa menyentuhmu! hah ya tuhan!" geram maria
Joana menatap bingung pada hasybi tapi hasybi tak peduli dia menarik joana pergi dari sana tanpa peduli pada maria yang memanggil-manggil hasybi.
Hasybi dan joana duduk ditaman dengan 2 gelas cola dan sandwich ditangan masing-masing. Joana mulai menggigit sandwichnya.
"jo lu belum bilang kenapa lu ada disini?" tanya hasybi pada sambil mengunyak makanannya.
"karena kangen lu" hasybi terdiam kaku sejenak mendengar jawaban joana melirik tajam pada gadis disampingnya, "becanda hahahha" tawa joana pecah.
Hasybi menepuk punggung joana, "ngeselin gue kira beneran!"
"mang kalau beneran boleh?!" tanya joana yang pura-pura cuek sambil menggigit makanannya. Hasybi melihat kedepan menghela nafas.
"hmmm...(sejenak berpikir) ga"
"kok gitu?"
"gue selalu serius bi tapi gue bilang becanda karena gue ga mau lu menjauh dari gue" batin joana.
"berapa hari lu disini?"
"3hari lagi gue pulang"
"cepet banget"
"mau ngapain lama-lama toh lu sendiri ga akan ada waktu buat ngajak gue jalan"
"besok sore gue usahain kita jalan" ucap hasybi membuat joana tersipu. Dia sangat senang mendengarnya.
"beneran?" tanya joana girang hasybi hanya mengangguk saja.
"sebentar" ponselnya hasybi berbunyi dia melihat ibunya menelepon dirinya.
"assalamu'alaikum ma"
"wa'alaikumsalam wahhh ada joana juga disana?" nasya melambaikan tangannya disambut joana
"iya tante. Tante apa kabar?"
"Alhamdulillah baik... kamu kapan sampai sana jo?"
"kemarin tante ayah bilang ada tugas disini gantiin om araf makanya aku sama bunda ikut" ucap joana
"iya dikarenakan tante kurang sehat om jadi ga bisa kesana" terdengar sedih suara nasya membuat joana merasa bersalah.
"jo jadi bisa ketemu sama anak tante kan karena ayah bisa kesini (berbisik) aku kangen tau sama anak tante hihihi" nasya tertawa dibuatnya. Hasybi menjitak joana, "aduhhh tante liat tuh aku dijitak hasybi"
"bi... baik-baik sama menantu mama"
"ihh.. mama... udah tidur jadi bangun ya karena aku balas pesan mama?" hasybi mengalihkan pembicaraan
"ga kok mama sama ayah baru pulang habis dinner terus jalan-jalan sebentar"
"ayah mana ma?" tanya hasybi melihat ke arah ponselnya
"ditoilet kamu jangan makan sandwich terus bi, kamu harus makan yang bener" nasya melihat sandwich ditangan joana yang sedang menggigit makanan. Hasybi langsung menurunkan tangan joana membuat joana bingung.
"sesekali aja kok mi tmga setiap hari juga"
"jo..." panggil nasya
"ya tante" jawab joana
"selama kamu disana pastikan hasybi makan nasi dan sayur jangan sandwich terus" pinta nasya
"siappp tante, sebagai calon menantu yang baik joana akan laksanakan!"
"ngayal aja lu!" hasybi menggoyangkan tubuh joana
"bi..."
"mama apaan sih jangan bilang calon mantu terus sama dia bikin dia besar kepala aja"
"mana kepala gue masih sama kok"
"hahahah" nasya tertawa senang melihatnya. Nasya paling suka jika hasybi didekat joana karena joana bisa membuat hasybi lebih banyak bicara dan bercanda.
.
.
.
jangan lupa like, koment, vote and rate
terimakasih 🙏