Triple Story

Triple Story
bab 17



Saat aku menutup mata


Aku melihat mata itu


Hatiku terasa sakit


Jadi aku ingin melupakannya


Jika ini mimpi biarkan aku bangun


Apakah benar ini takdirku jatuh padamu


.


.


.


Hail melempar tas ke sembarang arah dikamarnya. Dia benar-benar bt dan frustasi hari ini, "ternyata begini rasany jatuh cinta tapi tak berbalas hufhhh" gumam hail. Habil dan hasybi menyelonong masuk tanpa permisi dan ikut rebahan disisi hail.


"lu kenapa sih il?" hasybi bertanya sambil menatap pada adiknya.


"gue bt bang... ternyata cinta tak berbalas itu rasanya sakit ye bang" keluh hail yang kemudian menelungkupkan badanya. Habil menepuk bahu hail.


"tapi bang habil biasa aja padahal dia dah 3 tahun jatuh cinta sama maya" hasybi berucap dengan santainya.


"ck.. ishh..." kesal hail


"karena abang bisa kendaliin diri ga terlalu menginginkan abang sadar abang terlalu muda jalan abang masih panjang untuk meraih masa depan. Banyak hal yang harus abang lakukan daripada hanya dipusingin soal cinta" jelas habil.


"tapi cinta pertama itu sulit dilupakan bang" hail merendahkan suaranya sambil membenamkan wajahnya dikasur kamarnya.


"lo yakin dia cinta pertama bukan cinta monyet?" hasybi berucap tanpa menoleh pada adiknya yang menatapnya kesal


"emang susah ngomong sama orang yang ga peka dan ga pernah jatuh cinta!" sungut hail


Habil hanya tersenyum mendengar perdebatan mereka.


....


Selesai makan malam triple h tak ada yang naik kekamar, mereka berkumpul diruang tengah menonton tv bersama annasya dan araf. Mereka menonton drama, terkadang sesibuk apapun keluarga harus memiliki waktu untuk berkumpul bersama walaupun hanya sekedar nonton drama.


Hail dan hasybi memeluk ibunya disamping kanan kiri sedang habil duduk disisi ayahnya sambil memainkan ponselnya.


"ma..." panggil hail masih dengan tatapan matanya yang menonton acara tv


"hmmm" sahut nasya


"waktu mama menikah sama ayah apa mama pernah merasa galau?" tanya hail


"pastilah kan ayah playboy" ketus hail yang membuat ayahnya melempar kulit kacang dan disambut tawa yang lain.


"dan yang nurunin sekarang kamu" nasya menyentuh hidung hail dengan telunjuknya.


"bedalah ma... ayah kan siapa aja mau kalau aku kan masih pilih-pilih" hail membela diri.


"kalian ini..." wajah araf tampak kesal karena di bully anak-anaknya.


"ga ma aku ga seperti ayah kok tenang aja. Aku udah tobat" hail memeluk ibunya dengan erat.


"ada yang galau ma karena ada yang kalah saing dengan bodyguardnya" celetuk araf.


Nasya memandang pada puteranya satu persatu, "hail yah?" tanya nasya yang diangguki semua kecuali hail.


"iyalah ma masa bang hasybi ga mungkin banget dia kan manusia tanpa perasaan" celetuk hail yang dilempar bantal oleh hasybi.


Annasya memandang anak-anaknya lalu ke suaminya, "mungkin hanya cinta monyet yang sejenak lalu hilang. Pesan mama jangan pernah permainkan perasaan perempuan ya il"


"kata hail bukan cinta monyet ma tapi cinta pertama" habil berucap sambil memakan kacang kemulutnya.


"sampai-sampai meminta ayah untuk mengganti bodyguard karena takut kalah saing" araf menimpali yang dilirik tajam hail.


Annasya mendesah pelan dia tau anak-anak sekarang sangat cepat dewasa. Sebenarnya nasya khawatir tapi dia pun tak bisa mengontrol perasaan anak-anaknya. Dia melihat habil yang selalu memendam perasaanya dan menuruti perkataanya, hasybi yang tak tersentuh dia sangat menjaga jarak dengan wanita walau begitu nasya pun sama khawatirnya jika anaknya ini tak membuka hati dimasa depan, hail anaknya yang satu ini selalu mempermainkan perasaan wanita tapi sekarang dia sedang jatuh cinta dan tak berbalas.


"lagian jatuh cinta sama yang jauh lebih tua ya ga bakalan direspon. Pastinya dia bakal lebih milih pak hilmanlah untuk dijadikan pacar" ucap hasybi walaupun santai tapi telak membuat perasaan hail down.


"ma... tadi ada yang meminta ayah untuk menggantikan pak hilman dengan yang lain loh" kali ini araf bicara dengan nada sedikit mengejek.


Nasya menatap pada hail, "il..." panggil mamanya lembut, "sekalipun kamu meminta hilman digantikan dengan yang lain tapi jika perasaan mereka saling mencintai kamu ga bisa menghalangi mereka"


"kalau ga bisa ketemu saat nganter kamu, mereka akan bertemu saat hilman selesai bekerja atau mereka libur" araf menimpali.


"ma... hail cinta sama bu inara" hail menunduk sedih


"hail tau ga hadist riwayat ahmad yang mengatakan sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai kamar-kamarnya disyurga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya 'siapa mereka' 'mereka adalah orang-orang yang mencintai karena Allah 'azawajalla" semua menoleh kepada nasya. Nasya tersenyum dengan tatapan serius anak-anak dan suaminya pada nasya.


Sambil menggenggam tangan hasybi dan hail nasya meneruskan ucapannya, "maksud mama adalah mama ga akan pernah melarang kalian untuk mencintai siapa pun, mama hanya ingin kalian mengendalikan diri dari mencintai seseorang dengan nafsu. Mama ingin kalian mencintai karena Allah agar mendapat cahaya yang indah yang Allah sediakan untuk kalian disyurga. Karena sejatinya kita hidup didunia bukan untuk selamanya tapi hanya sementara. Cintailah orang lain dengan benar"


"nikmati masa muda kalian dengan cara yang benar sesuai ajaran islam" lanjut nasya.


Triple h mengangguk paham dengan ucapan nasya mereka memeluk nasya erat, "terima kasih ma. Maaf hail sempat emosi" ucap hail dipelukan mamanya. Nasya hanya tersenyum dan mengelus pundak anak-anaknya.


Araf tersenyum melihat nasya yang tak pernah berubah, dia tak pernah cerewet tak jelas atau marah-marah dengan tingkah laku anak-anaknya yang terkadang diluar kendali atau dirinya yang terkadang terlalu sibuk hingga lupa keluarga. Nasya akan menasehati dengan pelan dan penuh cinta seperti saat ini. Araf sangat bangga dengan istrinya betapa beruntungnya dia mendapat istri yang paham agama, taat pada Allah dan suami. Araf pun mendekat pada mereka dan ikut memeluk nasya, bidadari syurga yang tak pernah padam menjadi pelita untuk keluarganya.


"cintailah seseorang sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci dan bencilah sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. kalian tau hadist siapa?" tanya nasya pada anak-anak dalam pelukannya.


"HR attirmidzi ma" jawab triple h kompak membuat nasya dan araf tersenyum senang.


"jadi mama minta pada kalian sukailah sewajarnya ya jangan sampai membuat kalian uring-uringan"


Walaupun anak-anaknya pintar secara akademis namun nasya selalu mengutamakan mengajarkan anaknya tentang agama. Bukan hanya nasya sendiri yang mengajari tapi dia juga memanggil guru privat untuk mengajari mereka. Araf pun tak pernah lelah untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan pada keluarganya. Bersyukur memiliki harta berlimpah, istri solehah dan anak-anak yang cerdas juga membanggakan.