
Setiap memori yang terkenang
Kau bernafas dalam diriku
Dengan helaan kerinduan
Kau bernafas dalam diriku
Dan membuat hatiku berdebar
Satu-satunya yang membuat dunia menjadi indah adalah
Karena adanya dirimu
.
.
.
Araf tersenyum memandang istrinya yang duduk dikursi taman rumahnya. Istrinya menciumi boneka kelinci berwarna kuning pemberian habil. Nasya menciumi boneka itu dengan sangat senang.
"bil..." nasya memanggil anaknya menarik tangan habil digenggamnya tangan habil kemudian meraih tangan suaminya.
"ya ma..." jawab habil
"mas kamu sama habil harus saling menguatkan, berjanjilah kalian untuk ga menangis atau sakit hati karena mama"
"kamu ngomong apa sih sayang?" araf mencium rambut nasya
"dengarkan aku dulu mas, selagi aku masih bisa ingat . Sebelum aku ngelupain semuanya" pinta nasya
"ma..." wajah habil terlihat memelas
"dengarkan aja sayang, kalian adalah orang yang paling dekat sama mama sekarang. Terutama kamu mas aku minta maaf banget kalau suatu hari nanti aku bahkan lebih merepotkan dari sekarang. Tolong jangan menangis, atau sakit hati jika suatu saat mama lupa sama kalian. Tapi percayalah hati mama selalu ada kalian" habil merangsek memeluk nasya.
Habil berusaha tegar dia tak ingin menangis sekarang, "ma... seperti mama yang bersabar mengurus kami sedari lahir. Maka itu pun yang akan kami lakukan anak-anak mama untuk mama. Kami cinta mama" nasya mengusap punggung anaknya.
****
2 tahun kemudian
Hail dan habil lulus bersamaan, hail segera pulang ke jakarta setelah dia dinyatakan lulus dengan cumlaude. Bahkan dengan prestasinya dia mendapat banyak tawaran kerja dari banyak perusahaan it. Tapi itu tak dilakukannya. Dia hanya ingin segera pulang dan bertemu ibunya. Dia ingin membayar semua waktu yang terlewat untuk mengurus ibunya sambil bekerja dirumah.
Saat hail swdang merapikan lokernya dia masih melihat kotak makanan yang selama 2 tahun ini hail tak pernah mencari tau dari siapa. Namun untuk hari ini dia akan mencari tau siapa orang baik yang selalu meletakkan kotak makan dilokernya.
Hail segera beranjak dari sana dan bersembunyi, hingga waktunya makan siang dia melihay seorang gadis berdiri dilokernya. Dia tak tinggi berkulit putih bak porselen yang rambutnya dikepang. Wanita itu mengeluarkan kotak dari dalam tas kain kemudian memasukkan makanan ke dalam loker hail.
"mulai besok ga usah dibawain lagi ya? Tetima kasih sudah kasih saya makan 2 tahun ini" ucap hail uang berdiri dibelakang wanita itu. Seketika gadis itu berbalik dan tertunduk. Hail tau dia sedang canggung. Dia mengulurlan tangannya, "hail"
"zivana chen" gadis itu menyambut tangan hail
"mau makan siang sama saya?" tanya hail yang diangguki oleh ziva.
Hail dan ziva sampai disebuah taman kampus mereka duduk berdua.
Hail memangku makanan didepannya bertanya, "kenapa selama 2 tahun ini kamu sangat baik memberikan saya makan siang gratis?"
Zivanna terdiam tak langsung menjawab, hail bersabar untuk pertama kalinya hail bisa bersabar dengan wanita selain ibunya dan inara.
"saya tau" ucap gadis itu
"ya?" hail melihat ke gadis disampingnya yang sedang tertunduk dalam.
"saya tau kamu tak pernah benar-benar memakannya walaupun saya udah bilang halal dikertas"
"maafkan saya" dengan lembut berucap seperti menyesali perbuatannya yang diketahui si pemilik.
"tak apa... saya pun paham kan abang tak mau makan apapun yang abang meragukannya. Itulah kenapa saya nak kasih abang makan. Kerana saya suka abang sangat teliti" gadis itu tertunduk.
"nevermind. Why you like me till like this? you know i never eat but you still give me?" (tak masalah. kenapa kamu menyukai aku seperti ini. kamu tau aku tak pernah memakan tapi kamu masih berikan) ziva mendongak untuk pertama kalinya dia menatap netra madu hail.
"coz i love you" sontak jawaban ziva membuat hail terdiam beberapa saat.
"ah..." hanya itu jawaban hail disertai anggukan kepalanya. Hail tersenyum kemudian berdiri, "i'm sorry, i can't reply to your feelings" (maafkan saya. Saya tidak bisa membalas perasaanmu) hail membungkuk sedikit kemudian berdiri tegak lagi, "i need to go. Thank you for kindness" (saya harus pergi terimankasih atas kebaikanmu).
Ziva segera bangkit dari duduknya membungkuk sebentar kemudian berkata, "nevermind" tak ada lagi percakapan karena hail segera pergi dari sana. Ziva hanya memandang kepergian hail dengan pandangan nanar. Walaupun terlihat perjuangannya sia-sia tapi dia sudah cukup senang pada akhirnya bisa ngobrol dengan hail. Lelaki yang selama 2 tahun ini membuatnya belajar memasak makanan halal.
Setelah membereskan beberapa barang dia segera mengantarkan maid-nya kembali ke agen singapura. Karena sang maid tak mau kembali ke indonesia. Dia masih ingin bekerja. Setelah berterima kasih dan berbasa basi pada agent hail segera beranjak ke bandara fiantar supir kantor ayahnya yang berada disingapura.
"pak arif terima kasih selama saya disini bapak menjaga saya" hail memeluk lelaki yang selama 2 tahun ini selalu dia repotkan walaupun lelaki itu selalu menjawab "sudah tugas saya den" Hail melepas pelukkannya.
"den titip salam sama bapak dan ibu. Saya hanya bisa mendoakan kesehatan mereka" ucap pak arif yang diangguki hail.
"terima kasih pak itu lebih baik" tak lagi basa basi hail segera beranjak dan check in tiket pesawatnya kemudian ke imigrasi. Dia sudah tak sabar untuk pulang karena dia sangat merindukan ibunya. Ibu yang mulai lupa siapa dirinya tapi hail tau didalam hatinya ibunya selalu mencintainya.
Saat hail baru saja duduk di vip lounge ponselnya berbunyi ternyata dari sean temannya sedari smu yang masuk kekampus yang sama dengan dirinya. Hanya saja sean masuk sana dengan kekuatan uang orangtuanya bukan beasiswa seperti dirinya.
sean:
kok lu pulang ga pamitan kita?
hail:
sorry bro w kangen banget ma nyokap jadi lupa segalanya hahaha
sean:
lu lupa sama kita tapi sempet makan siang ama ziva temwn macam apa lu
Hail hanya membalas sean dengan emot tertawa dan dibalas sean dengan emot sedih
Hail:
see you in jakarta salam buat arthur
Sean membalas dengan emot jempol.
2 jam dipesawat akhirnya mendarat di bandara soekarno hatta terminal 3. Seperti biasa hail tak melihat ada yang menjemputnya. Dia mendorong koper trolley yang berisi 4 koper besar miliknya. Saat dia hendak memesan taksi online habil mengejutkannya dengan menepuk pundak hail.
"loh abang jemput?" habil hanya mengangguk.
"yuk pulang mama sama ayah udah nunggu kita"
"makasih abang" habil mengusak rambut hail. Mereka pun berjalan ke lantai parkir paling atas tempat supir menunggu mereka.