Triple Story

Triple Story
bab 28



Annasya terbangun di malam hari dia merasa sangat lapar hingga membuatnya mual. Dia melihat suaminya masih terlelap tidur tak tega dia membangunkan dia pun beranjak dari tempat tidur ke arah dapur. Malam ini dia sangat ingin makan kebab dia melihat ke aplikasi online sudah tak ada yang buka. Dia mnghela nafas, dia membuat secangkir teh panas dan duduk dimeja makan.


"mama... kenapa belum tidur?" hail menghampiri ibunya yang duduk sendiri sambil meminum teh diruang makan. Annasya tersenyum pada putranya.


"mama laper..." ucap nasya dengan wajah memelas.


"mama mau makan apa? nanti hail buatin" hail menawarkan diri.


"mama pengen kebab il tapi cek di online tutup semua, mau bangunin ayah kasihan pasti ayah kamu capek karena seharian kerja" tanpa pikir panjang araf menggandeng tangan ibunya


"yuk ikut hail ma, kita beli kebab" wajah nasya langsung cerah seketika.


"sebentar sayang mama ambil cadar dulu" hail mengangguk memgiyakan. Nasya langsung berlari seperti anak kecil karena merasa senang.


"mama jangan lari ma, pelan-pelan aja" ucap hail setengah berteriak karena khawatir melihat ibunya berlari ke atas menuju kamar utama mereka. Nasya berbalik dan tersenyum lebar pada hail.


10 menit kemudian nasya dan hail membelah kota jakarta ditengah malam mencari kebab yang diinginkan nasya. Hail mengajak ibunya ke sebuah streetfood yang banyak pengunjung dan banyak orang berjualan juga. Mata annasya langsung terbuka lebar melihat banyaknya makanan yang jarang dia temui.


"sekarang kita ke counter kebab ya ma disebelah sana" hail menggandeng ibunya ke sebuah counter penjual kebab. Nasya mengangguk berjalan mengikuti langkah hail. Setelah memesan hail mencari tempat duduk untuknya dan nasya.


"mama duduk sini dulu ya biar hail yang ambilkan" nasya mengangguk. Nasya memandang punggung lebar hail. Bersyukurnya dia mendapat anak yang sangat pengertian saat lapar tengah malam bersedia mengajak nasya mencari makanan agar ibunya tak lagi lapar.


15 menit kemudian hail datang membawa 2 buah kebab jumbo pesanan nasya, "mama mau minum apa? biar hail carikan sambil mama makan kebab"


Nasya menengok kanan kiri hingga matanya tertuju pada rainbow fruit juice, "itu" tunjuk nasya. Hail berdiri dan berjalan ke arah counter juice dia membeli rainbow juice untuk ibunya dan juice pisang coklat untuk dirinya.


Hail duduk didepan ibunya yang sedang lahap memakan kebab, "enak banget ya ma?" nasya hanya mengangguk, "habis ini mau makan apalagi ma?" nasya nampak berpikir melihat kesekeliling namun dia tampak tak menginginkan sesuatu lagi.


"pulang aja yuk sayang mama khawatir ayah kamu bangun nyariin mama. Mama lupa minta izin" ucap nasya.


"ya udah ayo ma" hail menggandeng tangan mamanya menuntun berjalan pelan-pelan, "mama belakangan sering lapar dan haus ya kalau malam?" mereka sudah duduk didalam mobil dengan nasya yang menyetir mobilnya.


"beginilah sayang kalau orang hamil ingin makan sesuatu bukan hanya dalam keadaan lapar tapi benar-benar menginginkan kalau ga diturutin mood bisa jelek" terang nasya


"ayah juga bilang mama harus bisa jaga mood mama supaya selalu rilex dan ga sakit kepala. Dulu apa mama seperti ini juga saat hamil kami?" hail menoleh pada ibunya.


"kalau dulu mama sesak nafas sayang bukan sakit kepala karena mama kan hamil kembar 3 sedangkan waktu itu badan mama masih sangat slim usia mama juga belum genap 21 tahun saat hamil kalian. Makanya mama sering mengalami sesak nafas. Tapi Alhamdulillahnya ayah, nenek, kakek, om zaki tante hana sampai opa danu dan oma faiqa membantu mama dan ayah. Sebenarnya mama sangat rindu saat2 hamil karena disaat itu ayah akan selalu ada disisi mama hampir 24 jam menjaga mama. Ayah perhatian dan memanjakan mama berbeda dari biasanya yang selalu sibuk tak tau waktu. Ditambah kalian udah besar punya kesibukan sendiri mama jadi merasa kesepian saat mama menutup klinik. Mama kekamar kalian, kalian asyik sendiri" nasya curhat dengan anaknya.


"maafkam kami ya ma" ucap hail sungguh-sungguh. Nasya hanya tersenyum mendengarnya.


"ga ada yang perlu dimaafkan selagi kalian masih menjadi anak baik dan taat pada Allah itu sudah cukup untuk mama"


#####


"minum yah... teko didalam kamar habis airnya" jawab hasybi.


"didapur ada mama?" tanya araf pada putranya. Hasybi menggeleng


"ga ada pa memangnya kenapa?" hasybi bertany balik


"ya Allah kemana mama kamu malam-malam begini? ga biasanya dia ga bangunin ayah kalau pengen sesuatu" ucap araf pelan bingung. Dia meminta hasybi membantunya mencari. Saat hendak berjalan habil keluar, "ada apa sih yah?" habil mengucek matanya.


"mama ga ada dikamar bang" jawab hasybi mewakili ayahnya.


"ga ada ayo bantu ayah mencari mama, ayah tkut mama kamu sakit kepala kemudian pingsan" araf mulai panik. Habil dan hasybi mengekori dibelakang araf.


Sudah setiap sudut rumah dan taman dikelilingi mereka hingga membangunkan beberapa pembantu juga tukang kebun.


"kemana kamu sya..." araf yang kelelahan mencari nasya mendaratkan bokongnya disebua sofa ruang tamu dengan kasar. Dengan tergopoh-gopoh pak anwar security rumahnya menghadap kepada majikannya.


"tuan seingat saya tadi nyonya sama tuan muda hail keluar tuan" ujar pak anwar menunduk. Araf menatap pada pak anwar.


"yang benar pak?" tatapan mata araf terlihat tajam penuh selidik, pak anwar mengangguk.


"mungkin mama lapar yah" ucap habil yang mulai mengetahui kebiasaan orang hamil yang katanya sering lapar dimalam hari.


"bi minah coba cek hail ada dikamarnya ga" perintah araf yang diangguki oleh bi minah.


Belum juga bi minah melanglah jaub terdengar suara klakson mobil. Pak anwar yang bertugas berjaga malam segera beranjak dan berlari ke arah gerbang. Araf menghembuskan nafasnya kasar. Tak sampai 10 menit muncullah nasya dan hail bersamaan.


"darimana kalian?!" tanya araf terlihat marah


"assalamu'alaikum" nasya menyalami suaminya begitu pun hail.


"mama bilang pengen kebab yah, makanya hail ajak mencari kebab" jawab hail apa adanya.


"lain kali kalau pergi kasih kabar biar ga bikin orang panik" Araf bangkit dan meninggalkan mereka kekamarnya.


"ayah panik nyari mama, dipikir ayah mama pingsan makanya nyuruh orang rumah semua bangun dan mencari mama" jelas habil.


"maaf ya mama udah buat panik kalian semua. Sekarang kalian kembali kekamar ya. Hail terima kasih"


"iya ma"


Para art beranjak begitu pun anak-anak nasya kembali kekamarnya.