
'Hari berganti, persiapan pernikahan Vi dan Lana hampir siap. Rafa dan Hyun Ae memastikan kalau mereka akan datang di hari pernikahan Lana dan Vi.
Rafa bermaksud akan mengenalkan istrinya, Valerie Cassandra Liu pada keluarga besarnya. Yah pada akhirnya pria tampan itu berhasil menemukan gadis yang dicarinya dan menikahinya. Meski ada banyak drama di dalamnya.
Juga Hyun Ae yang akan mengenalkan Karen pada keluarga besarnya. Dan mengurus pernikahan mereka setelah pernikahan Lana dan Vi. Setelah Vi dan Lana. Dua kawan karib Lana juga akan segera menyusul. Arch sudah melamar pacar tomboynya, Marina dan langsung diterima.
Sedang Riko memang sudah melamar Kanaya sejak lama. Mereka tinggal menunggu tanggal yang tepat. Karena adik-adik mereka belum bisa pulang dalam waktu dekat ini.
Hani dan Anis masih menyelesaikan tahap akhir dari magangnya. Bersamaan dengan kabar Andra dan Hani yang resmi menjalin hubungan. Membuat Anis mewek seketika. Merasa akan ditinggal sendirian.
Namun sepertinya cupid, si peri cinta, memang tengah menebarkan panah asmara dalam keluarga mereka. Karena tidak lama setelah kabar Andra dan Hani yang menjalin hubungan. Anis mengeluh karena ada pria berwajah oriental yang mengejar-ngejar dirinya. Setelah tidak sengaja bertemu di bandara.
Dan betapa sempitnya dunia ketika Jayden meminta Kai untuk menyelidikinya. Sebab pria yang mengejar Anis tak lain dan tak bukan adalah Kenzo. Sepupu Rafael. Kenzo tidak sengaja bertemu Anis ketika Rafa terpaksa memintanya datang ke Jakarta untuk urusan Liu Corp.
Jatuh hati pada gadis imut bermata bulat. Tak ayal membuat Kenzo seperti orang gila kala mengejar Anis. Hingga Anis takut setengah mati.Gadis itu bahkan sampai bersembunyi di rumah Kai dan Natasya. Saking takutnya.
Dan Kenzo langsung disidang oleh Kai begitu dia ketahuan nguber Anis.
"Jatuh cinta ya boleh Ken. Tapi mbok ya jangan gitu caranya. Kamu tidak tahu apa Anis ketakutan setengah mati sama kamu. Dikiranya kamu mafia. Mau nyulik dia buat dijual" gerutu Kai sambil memijat pelipisnya yang pening karena ulah Kenzo. Keponakannya.
"Namanya Anis Om" tanya Kenzo antusias. Kenzo, China asli tapi suka mengikuti kebiasaan Rafa memanggil Uncle dengan sebutan Om.
"Nurul Mayzatul Anis, Ken. Di belakangnya ada nama Armando tapi Anis jarang menggunakannya" jelas Kai.
"Nurul...kenapa namanya susah sekali disebut" gerutu Kenzo.
"Nah sesuai namanya yang susah disebut. Jika kau benar-benar serius dengan Anis. Jalanmu akan sulit. Karena Anis muslim" tambah Kai.
Kenzo terdiam mendengar ucapan Kai. Dia bukan tidak tahu arti muslim apa. Seketika rasa bimbang menerpa hati Kenzo. Dia belum pernah merasa begitu tertarik pada seorang gadis. Seperti yang ia rasakan pada Anis.
"Tante, Anis takut. Nggak mau ketemu" terdengar suara rengekan manja dari arah dalam.
Membuat Kenzo mengangkat wajahnya. Mencari sumber suara.
"Dia ingin ketemu. Kenalan sama kamu" bujuk Natasya.
"Tapi Tan..." Anis bimbang.
"Kan ada Tante. Ada Om juga. Kenalan doang. Habis itu terserah Anis" bujuk Natasya.
Sepertinya Anis setuju karena tidak lama. Mata Kenzo membulat sempurna. Melihat gadis yang sudah dua hari ini dia uber bak diskon yang selalu diuber emak-emak. Kenzo kembali terpana melihat Anis yang tampak takut dan malu berdiri di belakang Natasya.
"Iishhh kita kayak punya anak gadis yang ditaksir cowok ya By" seloroh Natasya.
Membuat Kai tersenyum. Maklum dua anak mereka laki-laki semua.
"Halo cantik. Ketemu lagi" sapa Kenzo.
"Ha...halo juga" jawab Anis gugup.
"Astaga, merdu sekali suaranya" batin Kenzo.
Menatap takjup pada Anis.
"Jangan menakutinya Ken" Kai memperingatkan.
Kai tahu betul sifat Anis begitu tertutup. Pendiam. Tidak banyak bicara. Kenzo melirik Kai yang duduk di depannya.
"Kenalkan aku Kenzo Alexander Liu. Kamu bisa panggil aku Kenzo" Kenzo memperkenalkan dirinya. Sambil mengulurkan tanganya. Mengajak Anis berjabat tangan.
Anis jelas ragu saat Kenzo mengajaknya berjabat tangan.
"Nurul Maizatul Anis" jawab Anis singkat. Perlahan meraih tangan besar Kenzo.
Jemari tangan Anis tenggelam di dalam telapak tangan Kenzo yang besar. Seiring desiran halus terasa saat kulit mereka bersentuhan.
"Apa ini" batin Anis bingung menatap wajah Kenzo yang baru dia sadari ternyata sangat tampan.
"Lembut sekali tangannya. Dia gadis termanis yang pernah aku temui" batin Kenzo menatap lembut pada Anis.
"Jangan lama-lama. Belum muhrim" celetuk Kai.
"Eh..?"
Anis langsung melepaskan jabatan tangan mereka. Membuat Kenzo sedikit kecewa.
"Si Om mah ganggu" gerutu Kenzo.
Mendudukkan diri kembali di sofa. Disusul Anis dan Natasya.
"Jadi bener dia yang ngejar-ngejar kamu?" tanya Kai.
Anis hanya mengangguk. Menatap Kenzo yang kini menatapnya tajam. Sambil mengusap dagunya.
"Aku cuma pengen kenalan Om. Siapa tahu jodoh" seloroh Kenzo.
Anis langsung membulatkan matanya mendengar ucapan Kenzo yang begitu blak-blakan.
"Dia masih kecil Ken" Kai kembali memperingatkan.
"Yang bilang mau married sekarang siapa Om. Aku masih santai kok. Emang anak Om, bawa pulang anak gadis orang terus dinikahin. Untung tu cewek mau. Coba kalau nggak" gerutu Ken.
Teringat kejadian Rafa yang membawa pulang seorang gadis cantik. Dan keesokan harinya langsung menikah.
"Berarti dia sudah mengincar gadis itu lama. Nggak kayak kamu. Ketemu sekali main uber aja" bela Kai.
"Kan efisiensi waktu" cengir Kenzo.
Kai mendengus kesal. Terkadang Kenzo bisa jadi anak yang sangat menyebalkan di balik kepintarannya.
Pria tampan itu menatapnya hangat.
"Emang suruh ngomong apa?" jawab Anis gugup.
Anis sama sekali belum pernah dekat dengan pria manapun. Kalaupun dia jalan dengan pria. Pasti ada Hani yang menemani.
"Ngomong apa aja kek" sambar Kenzo.
Dia sungguh gemas dengan sikap malu-malu Anis. Pribadi Kenzo memang menyenangkan. Meski dia selalu dingin di luar. Tapi pria itu sebenarnya orang yang ramah dan juga humble.
"Tante tinggal dulu. Ada telepon dari Tante Nadya" pamit Natasya.
Sengaja ingin memberi ruang pada keduanya. Pun dengan Kai.
"Om ada di dalam. Teriak saja kalau dia kurang ajar. Atau kamu patahin aja tangannya pakai taekwondo kamu" bisik Kai pada Anis.
"Ya...kok ditinggal sih. Om....Tante!" pekik Anis takut.
"Nggak apa-apa kok. Aku nggak akan gigit kamu kok" ucap Kenzo santai.
"Setidaknya tidak sekarang" batin Kenzo.
Suasana jadi sedikit canggung saat mereka tinggal berdua. Tapi itu hanya bagi Anis. Sebab Ken yang sudah terbiasa bertemu dan menghandle banyak orang terlihat begitu santai saat bersama Anis.
"Sudah punya pacar?" tanya Kenzo to the poin.
Anis menggeleng pelan.
"Fix, gadis ini pasti masih virgin" batin Kenzo menyeringai penuh arti.
"Masih lama magangnya?" tanya Kenzo.
Anis langsung menatap wajah Kenzo.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Anis.
"Aku baru saja mencari tahu" jawab Kenzo.
Menunjukkan earpiece di telinganya.
"Anak buahku yang mencari tahu soal kamu" jelas Kenzo.
"Tinggal tunggu tugas akhir" jawab Anis singkat.
"Planning mau kemana?" tanya Kenzo.
Anis kembali menggeleng.
"Tidak tahu lagi" jawab Anis bimbang.
Dia memang bimbang soal hidupnya. Sang Papa, Reyhan Armando memintanya pulang. Saat proses magang Anis sudah selesai. Seorang teman Rey ingin mengenalkan Anis pada anaknya. Dengan kata lain ada perjodohan di balik itu.
"Ikutlah denganku. Aku jamin kamu akan terbebas dari perjodohan itu" ucap Kenzo cepat.
Anis melongo. Bagaimana Kenzo tahu soal perjodohan itu.
"Bagaimana kamu tahu soal itu?" tanya Anis. Kenzo hanya tersenĂ½um mendengar pertanyaan Anis. Tidak ingin menjawab.
"Ikutlah denganku. Masalahmu akan selesai" tawar Kenzo.
"Tapi..."
"Bilang saja kamu ikut Rafa ke Shanghai ingin cari pengalaman" kembali Kenzo berucap.
Anis sedikit memicingkan mata. Melihat Ken dengan santainya meminum tehnya.
"Kenapa kamu baik padaku?" tanya Anis.
Ken terdiam, menatap dalam wajah gadis yang baru dikenalnya dua hari lalu.
"Karena aku menginginkanmu. Mari saling mengenal satu sama lain" ucap Kenzo serius.
Anis kembali melongo mendengar perkataan Kenzo. Lama gadis manis itu hanya terdiam. Hingga satu kalimat terlontar dari bibir gadis cantik itu.
"Om ngomong apa sih?" tanya Anis polos.
Kenzo reflek memijat pelipisnya yang tiba-tiba pening. Baru menyadari kalau Anis masih terlalu polos.
"Boleh tidak jika aku karungin ni cewek buat dibawa pulang. Nggemesin banget sih. Pengen aku kelonin sampai pagi" batin Kenzo mesum.
***
Bonus pict Abang Kaizo Aditya.
Kredit Instagram @ lin_yi_my_love
masih ingat kan sama Kaizo Aditya..
Yang ini si cakep Kenzo Alexander Liu
Kredit Instagram @ mr czy
***