The Story Of "A"

The Story Of "A"
Rasa Baru



Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tujuh jam, Lana akhirnya tiba di Shanghai. Gadis cantik itu langsung sumringah melihat Mas Rafa-nya sudah menunggunya di ruang tunggu VIP bandara Pudong, Shanghai.


"Aaaa mas Rafa" teriak Lana langsung menghambur ke pelukan sepupunya itu.



Kredit Instagram@ratih_20740


Rafa hanya tersenyum melihat tingkah Lana.


"Lelah?" tanya Rafa.


"Tidak terlalu kan dibelikan tiket bisnis" seloroh Lana.


Rafa mengusap lembut kepala adiknya itu.


"Pulang sekarang atau masih betah disini?" goda Rafa.


"Pulanglah. Ngapain lama-lama disini. Nanti ketangkep paparazi baru nyahok lo" oceh Lana.


Sejak meneruskan kepemimpinan Liu Corp. Tiap kali Rafa ke Shanghai pasti ada saja paparazi yang menguntitnya. Maklum dengan pesona yang Rafa miliki juga kekuasaan yang ada dalam genggamannya. Siapa juga yang tidak penasaran dengan sosoknya.


"Kok tunggu nanti. La wong sekarang saja di depan sudah penuh" seloroh Rafa.


"Ha? Masak sih?" tanya Lana tidak percaya.


Rafa kembali tersenyum.


"Tunggu Om Thomas, dia yang akan membuka jalan untuk kita" ucap Rafa tenang.


Tak lama ponsel Rafa berbunyi.


"Ya Om"


"..."


"Oke aku akan segera keluar" ucap Rafa.


Rafa mematikan ponselnya.


"Ayo" ajak Rafa.


Menuntun langkah Lana keluar dari sana.Menuju pintu keluar khusus hingga para paparazi pun tidak bisa mengambil foto Rafa dan Lana. Mereka langsung disambut sebuah mobil van yang sudah menunggu di sana.


"Capek Mas" keluh Lana.


"Katanya tadi nggak capek" ledek Rafa.


Lana hanya nyengir mendengar ledekan Rafa.


"Oh ya ada kejutan lain menunggumu di rumah utama" ucap Rafa membuat Lana kepo.


"Kejutan apa?" tanya Lana.


"Ada deh" ucap Rafa semakin membuat Lana penasaran.


Van itu tak lama sampai di rumah utama keluarga Liu. Rafa dan Lana langsung disambut pelayan keluarga Liu. Namun bukan itu yang membuat Lana heboh. Bukan juga kehadiran Alex Liu yang menyambutnya di ruang keluarga.


Tapi kehadiran seorang pria yang paras tampannya sebelas duabelas dengan Rafa. Itu kata Lana lo. Jangan pada protes lo yo.


Pria itu adalah hyung kesayangannya. Hyun Ae, pria itu nampak mengembangkan senyumnya melihat Lana.


"Hyung....." teriak Lana.


Lana langsung menghambur memeluk hyungnya yang balik memeluknya erat. Berapa lama dia tidak bertemu Hyun Ae.



Kredit Instagram @thvology


"Apa kabar?" tanya Hyun Ae.


"Baik banget Hyung" sahut Lana cepat. Masih bergelayut manja di lengan Hyun Ae.


Hyun Ae tersenyum mendengar celotehan Lana.


"Hyung kenapa ada disini. Ada bisniskah?" tanya Lana lagi.


"Ada sedikit urusan" jawab Hyun Ae ambigu.


Sedang Rafa hanya mengulum senyumnya mendengar jawaban Hyun Ae.


"Kau tidak rindu padaku?" tanya Alex.


Lana memutar matanya jengah.


"Nggak tu" jawab Lana judes.


"Astaga Lana" teriak Alex.


"Apa?" lagi Lana bertanya.


"Rafa..." Alex mengadu pada Rafa.


Rafa mengangkat tangannya, tidak ingin membujuk Lana. Lana memang dari dulu illfeel dengan Alex, putra bungsu Luis Liu dan Alena. Karena sifat playboy Alex yang terbilang akut. Juga karena Lana pernah memergoki Alex sedang bercumbu dengan seorang wanita di apartemen Alex. Saat Lana berkunjung kesana karena suatu hal.


"Oh come on Lana. Kita sudah dewasa. Itu hal yang wajar untuk kita" kilah Alex.


Membuat semua orang mendelik ke arah Alex. Yang langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Seolah mengiyakan ucapan Lana.


"Tidak tahan Bro" guman Alex.


"Dasar playboy akut. Senggol dikit langsung bangkit" seloroh Kenzo. Yang tiba-tiba muncul dari arah lift. Kenzo putra tunggal Steven Liu dan Lin Qian.


"Kak Kenzo" seru Lana. Memeluk Kenzo. Membuat Alex menggerutu kesal.


Hal itu tentu saja membuat Alex bertambah meradang. Detik berikutnya saking kesalnya. Alex menarik tubuh Lana. Tanpa aba-aba langsung mencium Lana. Membuat semua orang memekik saking terkejutnya. Sejenak Lana membeku dengan perlakuan Alex. Sementara itu, pria palyboy itu tampak menikmati ciumannya dengan Lana.


Tangan Hyun Ae dengan cepat menarik tubuh Lana. Sejurus kemudian satu pukulan menghantam rahang kokoh Alex. Membuat pria itu terhuyung ke belakang. Pukulan itu berasal dari Kenzo, sepupu Alex.


"Ohh shittt!"


Baik Alex atau Kenzo mengumpat bersamaan.


"Bagaiamana kau bisa melakukan itu?" tanya Kenzo geram.


"Kenapa? Apa aku salah. Aku tidak masalah bukan menciumnya atau bahkan menidurinya.Aku tidak ada hubungan darah dengannya sama sekali" kesal Alex.


"Alex!!!" Rafa berteriak.


Suasana makin memanas. Lana bersembunyi di balik tubuh Hyun Ae. Gadis itu terlihat shock dengan apa yang baru saja Alex lakukan.


"Apa maksudmu mencium Lana?" tanya Hyun Ae.


"Aku penasaran dengannya. Ada juga yang bisa menolak pesonaku" jawab Alex santai dengan seringai penuh kemenangan menatap pada Lana.


"Astaga Alex!" pekik Rafa.


"Minta maaf pada Lana!" seru Kenzo.


Alex menatap Lana yang bersembunyi di balik tubuh Hyun Ae. Bukannya meminta maaf. Alex memilih berlalu dari ruangan itu.


"Alex! Alexander Liu!!" teriak Kenzo.


Lana jelas shock dengan kejadian itu. Beberapa hari ini. Lana begitu tertekan. Kejadian Vi yang tidak sengaja meminum afrosidiak yang harusnya ia minum. Hingga mengalami keadaan yang cukup parah. Membuat Lana khawatir luar biasa.


Belum lagi dia begitu terkejut dengan kenyataan bahwa Renolah yang ingin mencelakainya. Dengan rencana awal bahwa Lana akan meminum afrosidiak, lalu dia yang akan menidurinya.


Membuat sang ayah Jayden Lee, marah besar. Saking marahnya Jayden memutuskan mengusir Reno ke luar negeri. Tidak peduli kedua orang tua Reno memohon. Meminta Jayden tidak mendeportasi putra mereka.


Tapi orang tua Riko, setelah ditunjukkan bukti kelakuan Reno. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sejenak kejadian-kejadian itu berputar dikepala Lana. Membuat kepala Lana langsung pusing seketika. Detik berikutnya. Tubuhnya limbung. Beruntung dia berpegangan pada jas Hyun Ae.


Membuat Hyun Ae langsung berbalik begitu merasa ada tarikan di jasnya.


"Lana!" teriak Hyun Ae.


Dengan segera meraih tubuh Lana. Menahannya. Lantas dengan cepat menempatkannya dalam gendongannya. Kenzo dan Rafa langsung mendekat. Ketiganya panik seketika.


"Panggilkan dokter Lau" teriak Rafa pada kepala pelayan Lu.


Membuat pelayan Lau langsung meraih ponselnya. Sementara Hyun Ae dan yang lainnya langsung melesat naik ke lantai tiga. Dimana kamar Lana berada.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Kenzo cemas.


"Dia mengalami shock yang hebat" dokter Lau mengambil kesimpulan.


"Apakah berbahaya?" tanya Rafa.


"Tidak terlalu. Biarkan dia beristirahat. Perlahan dia akan pulih. Satu lagi, jangan membuatnya tertekan lagi" pesan dokter Lau. Memberikan beberapa resep vitamin.


"Dia cukup tertekan beberapa hari terakhir" ucap Rafa.


Ketiganya sudah duduk di ruang santai. Lebih pribadi dari ruang keluarga.


"Alex, benar-benar keterlaluan!" maki Kenzo.


"Apa yang ada dipikiran Alex sebenarnya? Dia punya stok banyak wanita untuk dia nikmati. Kenapa dia juga harus mencium Lana?" tambah Kenzo.


"Seperti yang Alex ķatakan. Dia penasaran dengan Lana. Bagi seorang playboy membuat setiap wanita jatuh pada pesonanya adalah kewajiban. Namun Lana tidak. Membuat harga diri Alex sebagai seorang playboy terluka" Hyun Ae berucap.


"Ciihhh harga diri kononnya" Kenzo berdecih.


Hyun Ae mengulum senyumnya. Kenzo yang anak tunggal sangat menyayangi Lana seperti adiknya. Apalagi Lana perempuan, seorang adik perempuan yang tidak pernah Kenzo miliki.


"Untuk sementara jangan pertemukan Lana dengan Alex. Itu akan membuat Lana shock. Aku takut dia trauma melihat Alex.


"Ya ada banyak hal terjadi pada Lana beberapa waktu terakhir ini. Membuat dia tertekan" ucap Rafa yang membuat Hyun Ae dan Kenzo langsung menatap wajah Rafa.


Sementara di tempat lain,


Alex sedang menikmati sesi panasnya dengan seorang wanita cantik bertubuh seksi di sebuah hotel langganannya. Tubuh kekar nan atletis itu terus bergerak liar. Memacu diri diatas tubuh partner bercintanya.


Alex bercinta dengan pikiran yang dipenuhi wajah Lana seorang. Wajah yang selalu membuatnya penasaran. Apalagi setelah tadi dia berhasil mencium bibir gadis itu. Merasakan betapa manis dan lembutnya bibir Lana. Membuat Alex ketagihan.


Alex belum pernah merasakan ada bibir selezat bibir Lana.


"Oohh shitt!" maki Alex.


Karena tidak bisa menghilangkan wajah Lana dari otakknya. Lana, gadis itu seolah memberikan rasa baru, sensasi baru. Sebuah rasa yang tidak pernah Alex rasa sebelumnya. Hingga rasa penasaran itu kian mendera.


***