
"Jadi dia model baru yang akan direkrut untuk photoshoot terbaru kamu?" tanya Tania ikut memilah-milah foto Vi yang masih berserakan di atas meja.
Dalam keterkejutan Jayden dan Sean hanya ide itu yang tiba-tiba mampir ke kepala Jayden. Untung saja foto Vi dan Lana yang hanya beberapa helai itu berhasil Jayden singkirkan dan dia masukkan ke dalam laci meja kerjanya.
"Tapi kenapa hanya foto dia saja. Kandidat lain tidak ada?" tanya Tania lagi.
"Baru itu yang masuk. Yang lain menyusul" jawab Jayden berusaha menetralkan nafasnya.
Sedang diseberang meja, Sean tampak sedang bersusah payah menahan tawanya agar tidak meledak. Sean benar-benar terhibur melihat wajah pias Jayden. Benar-benar seperti orang yang ketahuan selingkuh.
Eits tahu benar rasanya ketahuan selingkuh..sudah pernah ya? Sean langsung menggelengkan kepalanya.
Sedang Jayden hanya bisa menggeram kesal. Melihat Sean yang menertawakannya di balik punggung istrinya.
"Awas kau Sean, bukannya membantu malah menertawakanku" ancam Jayden dalam hati.
"Jadi sebenarnya ada apa kamu kemari. Tidak menghubungiku sepertinya" tanya Jayden mengalihkan pembicaraan.
"Tidak ada apa-apa. Aku bosan dikantor. Jadi aku ke sini" ucap Tania.
"Kamu ingin melakukan sesuatu untuk menghilangkan kebosananmu" goda Jayden. Membuat Sean langsung memutar matanya malas.
"Aku balik dululah kalau begitu" pamit Sean. Dia tahu arah pembicaraan Jayden. Hingga tidak ingin mengganggu pasangan uwu itu.
"Ya pergilah" usir Jayden.
Sean berucap tanpa kata saat akan keluar dari pintu ruangan Jayden.
"Jangan lupa kunci pintu"
Jayden langsung mengedipkan sebelah matanya tanda mengerti. Lantas menekan tombol dibawah meja. Membuat pintu ruangannya terkunci otomatis.
Tak berapa lama Jayden sudah menarik tubuh Tania untuk duduk di pangkuan Jayden. Langsung menyambar bibir Tania. Melu***nya tanpa sisa. Namun Tania yang sekarang bukan Tania yang dulu. Kini dia begitu lihai membalas serangan sang suami. Bahkan terkadang lebih liar dari Jaysen.
Tangan Tania sudah melingkar di leher kokoh sang suami. Memberikan double efek pada sesi pemanasan mereka. Dengan gerakan yang terus memancing libido Jayden.
Hingga detik berikutnya Jayden sudah membawa Tania masuk ke kamar pribadinya. Melanjutkan pemanasan mereka ke level yang lebih tinggi. Dan siang yang panas itu menjadi semakin panas di kamar pribadi Jayden.
Pakaian keduanya sudah berserakan di lantai. Sedang pemiliknya sudah bergelut panas di atas ranjang king size itu. Suara desa*** penuh kenikmatan langsung terdengar memenuhi kamar kedap suara itu.
Membuat hubungan keduanya semakin erat meski sudah bersama dua puluh tahun lebih. Menikmati ribuan kali sesi panas mereka tanpa ada rasa bosan sedikitpun. Semakin mereka melakukannya, semakin manis rasa yang mereka kecap.
Hingga tiap ******* yang keduanya capai, merupakan gambaran betapa pasangan masing-masing mampu memuaskan satu satu sama lain.
***
"Malam Ma, Pa" sapa Lana yang malam itu memutuskan pulang ke rumah. Sejak menikah. Jayden memutuskan untuk pindah ke rumah mereka yang baru.
Rumah yang sengaja Jayden bangun sesuai dengan design rumah impian Tania. Sekali lagi membuat Tania merasa sangat bahagia memiliki Jayden disisinya.
Kredit Instagram @luxuryworld886
"Baru pulang?" tanya Tania.
Lana mengangguk. Lantas ikut mendudukkan diri di sofa di mana kedua orang tuanya berada.
"Ada masalah?" tanya Jayden.
"Lana ketemu orang gila bin menyebalkan. Bikin Lana bad mood aja" curhat Lana.
"Siapa?" tanya Tania.
"Orang tidak penting sih. Ah namanya saja Lana lupa" jawab Lana. Membuat Jayden sedikit memindai putrinya.
Semoga putrinya itu tidak kecantol Vi.
"Sudah makan, Kak?" tanya Tania melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan malam.
"Sudah tadi ditraktir pak CEO rumah sakit yang ganteng" cengir Lana.
Jayden dan Tania tahu siapa orangnya.
"Sedang free dia?" tanya Jayden.
"Ada operasi dadakan jam sembilan. Makanya Lana langsung diantar pulang. Tadinya mau nunggu Archie sama Young Jae tapi keduanya masih di jalan kejebak macet. Jadi ya sudah dibatalin hang outnya. Besok lagi" jelas Lana.
Jayden dan Lana manggut-manggut.
"Udah ah Lana mau naik dulu. Mandi tadi habis buatin pesanannya Mr Chen gerah. Lana naik dulu" pamit gadis manis itu.
Meninggalkan sepasang insan yang kembali bermesraan.
Lana langsung masuk ke kamarnya di lantai dua. Lantai dua memang hanya berisi kamarnya dan kamar Young Jae. Pintu kamar mereka saling berhadapan.
Kredit Google.com
Kredit Google.com
Masih jam delapan lebih. Jadi Lana memutuskan untuk berendam di bath upnya yang luas. Berusaha menghilangkan sisa pegal di badannya. Akibat kejadian semalam yang mengharuskan dia jadi runaway couple dengan pria yang dinginnya kayak frezeer.
Membayangkan wajah Vi membuat Lana kembali sebal. Membuat gadis itu menenggelamkan diri di bath upnya sejenak. Berharap rasa sebalnya akan berkurang.
Hampir satu jam berlalu. Sesi berendam itu selesai. Kini Lana kembali merilekkan diri di tempat favoritnya. Di kamar Lana, ada spot yang sengaja dibuat dengan bintang-bintang sebagai langit-langit kamarnya.
Kredit Google.com
Lana sudah berbaring di kasur mininya yang berbentuk bulat. Menatap pemandangan langit malam di langit-langit kamarnya.
Di telinganya sudah ada air pods yang terpasang. Sebuah lagu dari Shinee berjudul Fire terdengar mengalun lembut di telinganya.
...Hajimete kimine deatta hi ga...
...atarashi birthday...
...umare kawaru kimino tameni...
...niao you ni lady...
...Daremoga umareta tokiniwa fukanzen...
...kaketa kokoromo kado wo kakuse nakute...
...Dakizimetai no ni kizutzuke attari...
...yorisoi nagara yori kakatebakari...
...Sono ai de kanzen ninaru tameni...
...umarete kittanda mirai wo terashite dashite...
...ima made no oroka na bokuwo...
...yakitzuku shite yo ai no fire fire...
...tokashite kono kokoro mou don't look back...
Sejenak dia melirik ponselnya. Dia mengerutkan dahinya. Ada satu pesan dari nomor baru.
"Aku keluar"
Bunyi pesan itu.
"Haish pesan apa itu" gerutu Lana.
Merasa tidak mengenal nomor itu. Lana membiarkan pesan dari Vi. Tanpa ingin membalasnya. Perlahan Lana mulai memejamkan matanya. Seiring lagu di air podsnya mulai berganti menjadi lagu milik Super Junior KRY yang berjudul In My Dream, seolah menjadi lagu pengantar tidur yang tepat bagi Lana. Gadis itu mulai terlelap di bawah kerlap-kerlip bintang di kasur mininya.
Sementara diujung sana. Vi langsung melempar ponsel barunya. Kesal, pesannya hanya dibaca tanpa dibalas. Benar-benar bikin emosi ya, pikir Vi.
Pria itu sudah berbaring shirtless diatas ranjang king size-nya. Di kamarnya yang super mewah. Kamar yang didominasi warna putih. Dengan sedikit sentuhan warna gelap di gordennya.
Kredit Google.com
Warna kamarnya cerah, namun berbanding terbalik dengan pemiliknya yang super cool. Dingin, tak tersentuh.
"Oke, kau berani mengabaikanku gadis judes. Lihat apa yang bisa aku lakukan padamu" ucap Vi dengan seringai misterius di wajahnya.
Perlahan dia mulai merebahkan diri di ranjangnya. Meraih ponselnya. Lantas mulai memainkannya. Vi mulai mengulik akun sosial media Lana. Dimana banyak foto Lana di sana. Foto Lana dengan ayah ibunya. Dengan sepupunya. Dan yang mendominasi tentu saja foto Lana dan dua sohib terbaiknya. Membuat Vi berdecak sebal. Melihat kedekatan Lana dan Archie juga Riko.
"Sudah seperti pacar saja. Foto main peluk-peluk" gerutu Vi.
Namun mata Vi terhenti di sebuah foto seorang wanita dengan tatapan teduh penuh kasih sayang. Sebuah caption tertera di sana
..."Happy birthday my mother. The best mom ever"...
Begitu caption itu berbunyi. Vi nampak menatap foto itu lama. Ada sesuatu yang aneh yang dia rasakan kala menatap foto itu. Perasaan rindu, perasaan kasih dan juga sayang. Tidak terasa air mata Vi mulai mengalir.
Dia begitu terharu melihat foto Tania. Seolah dia sudah mengenal wanita itu lama.
"Ma, Vi rindu pada Mama" ucap Vi pelan pada foto Tania.
"Perasaan apa ini? Aku bahkan belum pernah bertemu dia. Tapi kenapa dia sepertinya tidak asing untukku. Perasaan yang aneh" batin Vi.
Mengusap kasar air matanya. Melow bukanlah bagian dari dirinya. Dia anti menangis. Anti menjadi lemah.
Perlahan Vi menyingkirkan ponselnya. Dia tahu dimana Lana tinggal. Tahu dimana kantor gadis itu. So, lihat saja besok. Vi memejamkan matanya. Mulai menyusul Lana disisi lain yang sudah lebih dulu terbang ke alam mimpi.
***