
"Apa kamu sudah bertemu Vi setelah hari itu?" tanya Jayden pada Lana.
Gadis itu menggeleng pelan. Jayden menarik nafasnya.
"Jika kau benar-benar menyerah kali ini. Lihat saja. Aku akan menghajarmu sampai habis" batin Jayden.
Menatap sang putri yang setelah kejadian hari itu. Menjadi lebih pendiam.
"Apa kamu sudah memutuskan pada siapa pilihanmu?" tanya Jayden pada putrinya. Pelan pria paruh baya itu mengusap lembut puncak kepala Lana.
"Tapi bagaimana jika Vi yang justru mundur sekarang?" tanya Lana.
"Apa dia mengatakan sesuatu?" tanya Jayden.
"Tidak Pa. Tapi sejak kemarin dia tidak menghubungiku. Biasanya dia akan terus menggangguku tanpa henti setiap hari" keluh Lana.
"Tapi kamu suka kan?" goda Jayden.
Lana mendengus kesal mendengar godaan sang Papa.
"Bukannya menghibur. Malah godain. Buat tambah kesal saja" gerutu Lana.
Jayden terbahak melihat kekesalan putrinya.
"Papa sih pakai acara uji nyali segala. Kabur kan orangnya" lagi Lana menggerutu kesal.
"Lah kalau nggak pakai diuji nanti tidak tahu baik buruknya malah bahaya" balas Jayden.
"Pa, kurang bukti apa lagi? Kalau cowok lain. Lana sudah habis dari dulu. Cuma Vi yang paling banter ciuman sama Lana. Nggak berani lebih" bela Lana.
"Alah nggak berani lebih. Siapa tahu dia malah melempen di ranjang" ledek Jayden.
"Tahu gitu jawaban Papa. Harusnya waktu itu aku mau aja dibuat mlendung sama Vi. Biar papa yahok"
"Hush! Ngomong sembarangan!" ucap Jayden keras.
"Habisnya Papa ngeremehin Vi banget sih. Papa tahu nggak Lana itu sudah penasaran sama bodi Vi yang bikin ngiler. Pengen sentuh gitu. Eh Papa malah bikin drama uji nyali lagi"
Satu toyoran melandas di kepala Lana. Begitu Lana selesai bicara.
"Aduh! Sakit Papa!" pekik Lana.
"Makanya ngomong itu pake filter. Anak perempuan kok ngebet kelihatan banget. Pake gengsi dikit dong, Na"
"Biarin. Gengsi tinggi-tinggi. Nanti Vi di ambil orang. Lana lagi yang rugi"
"Astaga" Jayden menepuk jidatnya pelan. Dia pikir hanya Vi seorang yang bucin pada Lana. Ternyata anak perempuannya sendiri tak kalah bucinnya dengan putra Vera dan si brengsek, Bryan itu.
"Kalian itu ngapain sih ribut mulu" ucap Young Jae yang datang dari pintu depan.
"Baru pulang kamu?" tanya Jayden.
Young Jae mengangguk. Menghempaskan tubuhnya di sebelah Lana.
"Iihh bau tahu!" gerutu Lana.
"Ye maklum aja. Eike kerja di pabrik kain yang penuh debu. Nggak kayak elu yang kerja sama berlian. Yang bersih dan adem" sungut Young Jae.
"Ha..ha...juragan batik ngaku!" ledek Lana.
Young Jae mencebik kesal. Mendengar ocehan sang kakak.
"Sukanya pada ngeledekin aja. Njelehi!" gerutu Young Jae.
Lana tertawa senang mendengar kekesalan sang adik. Keributan itu berhenti. Ketika ART Jayden menyela.
"Mbak Lana dicari Mas Vi didepan" ucap ART itu sopan.
Membuat Lana langsung melompat saking senangnya.
"Cie yang diapelin pacar" ledek Young Jae yang dibalas juluran lidah oleh Lana.
Lana langsung berlari ke pintu depan. Meninggalkan Jayden yang sedikit heran.
"Vi biasanya akan masuk sendiri tanpa disuruh" batin Jayden.
Di depan rumah, Lana langsung menghambur memeluk Vi yang masih duduk manis di motor Kawasakinya.
"Kenapa baru datang? Ayo masuk" ajak Lana menggamit lengan Vi.
Namun Vi bergeming. Membuat Lana heran.
"Kita bicara di sini saja" ucap Vi pelan.
Perlahan Vi membuka helm full face-nya. Memperlihatkan wajah tampan yang terlihat lelah.
"Ada apa?" tanya Lana.
Vi sejenak menatap Lana dalam. Betapa Vi, sangat mencintai gadis cantik yang kini berada di depannya ini. Ingin sekali Vi bisa melihat wajah cantik Lana setiap hari. Tapi satu keputusan telah Vi ambil.
"Mari untuk tidak lagi saling bertemu setelah ini" ucap Vi dengan bibir bergetar.
Deg,
Tubuh Lana membeku mendengar ucapan Vi.
"Maksud kamu apa? Bukankah kita sudah sepakat untuk berjuang bersama sampai Papa memberikan restu?" tanya Lana.
"Aku minta maaf. Tapi aku berubah pikiran" jawab Vi sendu.
"Tunggu dulu.Apa sekarang Papamu juga mempengaruhimu? tanya Lana.
Vi menggeleng.
"Ini tidak ada hubungannya dengan siapapun. Ini murni keputusanku" jawab Vi.
"Aku tidak mau berpisah denganmu Vi. Aku tidak mau. Aku mencintaimu" ucap Lana.
"Aku juga mencintaimu Lana. Sangat mencintaimu. Tapi aku benar-benar tidak pantas untukmu. Keluargaku tidak pantas untukmu" batin Vi.
"Apa alasanmu ingin memutuskan hubungan ini?" tanya Lana galak.
Lana tertawa mendengar alasan Vi.
"Sejak kapan kau jadi tidak percaya diri seperti ini Vi. Mana Vi yang kemarin berteriak lantang akan berjuang bersama sampai akhir? Ha? Sekarang kamu sudah berubah. Mengingkari kata-katamu sendiri" ucap Lana pedas.
Vi hanya menundukkan kepalanya. Tidak berani menatap atau menjawab perkataan Lana.
"Tidak menjawab? Pengecut!" teriak Lana.
Bola matanya mulai berkaca-kaca.
"Lana...mohon mengerti keadaanku" pinta Vi.
"Tidak! Aku tidak mau mengerti!" ucap Lana lantang.
"Lana aku mencintaimu. Benar-benar mencintaimu. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Tapi....aku tidak bisa" bisik Vi lirih.
"Kenapa? Kau dapat perempuan lain yang lebih cantik dariku? Kau dapat...hmmppttt
Ucapan Lana tenggelam dalam ciuman yang tiba-tiba Vi lakukan. Pria itu mencium bibir Lana lembut dan dalam. Bersamaan dengan air mata yang mulai turun di pipi Vi.
Vi mengurai ciumannya setelah beberapa waktu. Menatap dalam wajah Lana.
"Kamu akan jadi satu-satunya wanita pemilik hatiku. Selamanya. Tapi untuk bersama. Aku rasa mustahil. Jadi aku akan mewakili diriku melalui benda ini. Benda ini akan bersamamu selamanya" ucap Vi sambil menyerahkan satu kotak perhiasan cantik.
"Heart Of The Ocean" guman Lana begitu membuka kotak itu.
"Kau yang mengalahkanku dalam lelang itu" tanya Lana.
Tapi Vi hanya terdiam. Tanpa menjawab.
"Dia akan jadi ganti diriku" ucap Vi pelan.
Lantas berbalik. Meninggalkan Lana yang berdiri mematung mendengar ucapan Vi.
"Klotakk!"
Bunyi kotak yang berisi berlian incaran Lana yang terjatuh di depan Vi.
"Aku tidak ingin berlian itu. Aku ingin kamu!" teriak Lana.
"Aku menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan ini!" balas Vi tidak kalah keras.
"Bodo amat! Aku ingin kau yang bersamaku bukan berlian itu!" teriak Lana.
Seiring Vi yang berjalan mendekat ke arah Lana. Vi kembali mencium Lana sembari menyelipkan kotak itu di saku celana pendek Lana.
"Aku mencintaimu. Aku akan selalu merindukanmu. Mari kita akhiri semua ini. Kita putus!" ucap Vi lantas berbalik. Berjalan menjauh dari Lana. Menuju ke arah motornya.
"Vi kembali!...Kembali!" teriak Lana.
Seiring motor Vi yang berjalan menjauhi Lana.
"Alvian Andrew Aditama....kembali!" teriak Lana keras. Seiring air mata yang mengalir bersamaan di pipi dua orang itu.
"Aku membencimu Vi...." teriak Lana
"Aku mencintaimu Lana, selamanya" bisik Vi. Keluar dari gerbang rumah Lana.
***
"Brengsek! Bajingan! Pengecut!" maki Lana dalam kamarnya.
Kamarnya seperti kapal yang baru saja kena hantam topan Catherina. Benar-benar hancur berantakan. Young Jae yang masuk ke kamar kakaknya langsung menganga. Melihat kehancuran yang dilakukan kakaknya dalam kamarnya sendiri.
"Woi kalau mau minta renovasi ulang bilang aja. Nggak perlu sampai mengeluarkan jurus bikin kapal pecah kali. Kasihan bik Sum yang bersih-bersih" seloroh Young Jae.
"Diam kamu!" bentak Lana.
"Ceilah yang lagi putus cinta" ledek Young Jae.
"Gue nggak putus cinta ya. Gue nggak terima diputusin gitu aja. Enak aja main putusin sesuka hatinya. Dia pikir siapa" ucap Lana tajam.
Sejenak Young Jae menatap kakaknya yang benar-benar tampak frustrasi. Baru kali ini sang kakak terlihat begitu galau soal hubungan cinta.
"Elu pengen buat Vi balik lagi ke elu" pancing Young Jae.
"Tentulah. Gue nggak mau kehilangan dia begitu aja" jawab Lana yakin.
"Gue ada ide. Dan gue jamin kalau ide gue bakal bikin Vi nunjukin kalau dia cinta banget sama elu. Care banget sama elu" ucap Young Jae sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Apa rencananya elu?" tanya Lana kepo.
Perlahan Young Jae membisikkan sesuatu ke telinga sang kakak. Sedetik kemudian, Lana tersenyum penuh arti.
"Ide yang bagus, boy" ucap Lana.
"Mari kita bermain judi sekarang. Dengan taruhan kau akan kembali padaku atau aku yang hancur karena kehilanganmu" batin Lana.
Bertukar pandang penuh arti dengan Young Jae.
****
Kredit Instagram @ xukai_miya
Abang Vi kira-kira mau diapain ya sama neng Lana
Kredit Instagram @falling_into_yoursmile
Kira-kira rencana apa ya yang Young Jae bisikkan ke kakak judesnya.
Alhamdulillah masih bisa up. Semoga si boy makin naik HB-nya. Tranfusi darah dua kali ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
***