The Story Of "A"

The Story Of "A"
Belajar Membuka Hati



"Sudah aku kirim. Kau bisa mengeceknya" ucap Rafa.


Gadis itu meraih ponselnya. Mencoba menghubungi dokter David Tan. Sedang Rafa langsung mendudukkan dirinya di sofa. Mata elangnya menatap gadis cantik yang tampak cemas. Menunggu panggilan teleponnya diangkat.


"Ya halo, Val" terdengar suara diseberang"


"Halo David, apa ada yang mengirim uang ke rekeningmu? Kalau iya gunakan itu untuk mengoperasi papaku. Sekarang" ucap gadis itu.


"Akan aku lihat. Jika memang ada akan kusiapkan operasinya sekarang. Jangan khawatir" jawab pria bernama David.


"Baik terima kasih. Aku akan menunggu" jawab gadis itu.


Hening sejenak. Baik Rafa maupun gadis itu hanya diam. Hingga satu pesan masuk ke ponsel gadis itu.


"Ada tranferan ke rekeningku dan jumlahnya cukup untuk operasi pemasangan ring jantung papamu. Aku akan segera menyiapkan operasinya sekarang juga"


Gadis itu langsung menarik nafasnya lega.


"Bagaimana? Kau percaya padaku" tanya Rafa.


Gadis itu terdiam. Dia menggigit bibir bawahnya. Menandakan kegalauan hebat yang tengah dia rasakan.


"Pergilah" ucap Rafa.


Gadis itu menatap wajah tampan Rafa. Seolah tidak percaya dengan apa yang Rafa katakan.


"Pergilah. Aku tidak berencana untuk bercinta denganmu atau apapun yang ada di kepalamu itu" ucap Rafa tajam.


Gadis itu masih terdiam. Membuat Rafa perlahan bangkit dari duduknya. Meninggalkan gadis itu. Tapi gadis itu memberanikan diri menahan tangan Rafa. Membuat Rafa mengerutkan dahinya.


"Apa?" tanya Rafa.


"Aku tidak ingin mempunyai hutang" ucap gadis itu lirih.


"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Rafa.


Sejenak hening sesaat.


"Aku akan memberikan apa yang seharusnya kau dapat dengan memberiku lima ratus juta yuan" jawab gadis itu.


Sejurus kemudian gadis itu berjinjit, sedikit menarik leher kokoh Rafa. Lantas mencium bibir seksi Rafa. Membuat pria itu membulatkan matanya. Sedikit terkejut dengan aksi berani gadis itu.


Bukannya menolak, pria langsung menyambut dan membalas ciuman gadis itu. Membuat gadis itu kelabakan.


"Kau yang memulainya. Ingat aku tidak pernah memintamu tidur denganku. Tapi kau sendiri yang menyerahkan dirimu padaku" ucap Rafa. Sejenak dia mengurai ciumannya.


Menatap dalam wajah gadis yang kini tepat berada di depan wajahnya. Berada dalam dekapannya. Pelan gadis itu mengangguk.


"Jangan pernah menyalahkan aku" ucap Rafa dan detik berikutnya pria itu mencium gadis itu dengan liar. Membebaskan has***nya yang sejak tadi sudah terpancing.


Hingga malam itu menjadi malam panas pertama bagi seorang Rafael Deandra Liu dengan seorang gadis, yang bahkan nama saja dia tidak tahu. Satu yang pasti. Gadis itu mampu membuat Rafa tidak bisa berhenti hingga dini hari menjelang.


****


"Berapa?" tanya Vi.


"..."


"Lana sudah gila" batin Vi.


"Oke tidak masalahlah" ucap Vi pada akhirnya.


"..."


"Kirimkan aku gambarnya. Aku penasaran dengan "Heart Of The Ocean" itu" ucap Vi.


"..."


Vi menutup panggilan teleponnya. Memijat pelan pelipisnya. Sebuah notifikasi email ke ponselnya. Vi dengan cepat membuka laptopnya.



Kredit Google.com


Vi jelas bertambah pusing. Menatap foto berlian yang berjuluk "Heart of The Ocean".


"Benda sekecil ini dan aku harus membayarnya semahal itu. Dasar wanita memang gila kalau lihat berlian" umpat Vi.


Sesaat membaca keterangan berlian yang baru saja ia menangkan lelangnya. Menang melawan Lana.


Perlahan Vi merubah tampilan laptopnya. Sedetik kemudian Vi tersenyum. Melihat bagaimana Lana memukul Rafa. Saking kesalnya. Juga Lana yang langsung pergi dari tempat pelelangan itu.


***


"Masih ingin disini" tanya Hyun Ae.


Karen terdiam. Membuat Hyun Ae ikut terdiam. Hening sesaat. Baru kali ini Hyun Ae benar-benar kehabisan kata kala berhadapan dengan orang lain.


"Karen..." panggil Hyun Ae.


"Ya?" Karen gelagapan mendengar Hyun Ae memanggil namanya.


"Apa kamu punya pacar?" tanya Hyun Ae.


"Ha?" Karen melongo mendengar pertanyaan Hyun Ae. Namun pelan Karen menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu jadilah kekasihku" pinta Hyun Ae membuat Karen bingung.


"Maksudmu?" tanya Karen.


"Aku rasa aku jatuh cinta padamu" jawab Hyun Ae menatap dalam wajah Karen.


"Tapi..."


"Apa yang kau ragukan? Soal siapa dirimu?" tanya Hyun Ae.


Karen menundukkan wajahnya.


"Aku tidak peduli siapa kamu. Yang aku tahu, aku jatuh cinta padamu" ucap Hyun Ae.


"Apa kamu tidak salah jatuh cinta padaku. Aku bukan siapa-siapa" jawab Karen sambil menunduk.


"Bukankah aku sudah bilang. Aku tidak peduli siapa kamu. Karena bersamamu aku merasa nyaman juga bahagia" ucap Hyun Ae.


Cup,


Karen melebarkan matanya. Kala bibir Hyun Ae mencium bibirnya. Ini adalah kali pertama seorang pria mencium dirinya. Sejenak keduanya terhanyut dalam ciuman yang membuat debaran jantung keduanya berpacu layaknya mereka sedang lomba maraton ribuan kilo.


"Karen, kamu tahu aku bukan pria yang pandai berkata manis. Atau merayu. Aku bukan tipe pria seperti itu. Tapi aku pastikan aku akan selalu membuatmu bahagia. Asal jangan menyuruhku untuk pergi darimu"


Hening sejenak.


"Aku hanya ingin dirimu dalam hidupku. Tidak peduli siapa kamu. Karena bagiku kamu sangat berharga" ucap Hyun Ae.


Membuat mata Karen berkaca-kaca. Baru kali ini ada seorang pria yang berani bicara seperti itu padanya. Terlepas karena nama Liu yang disandangnya. Juga karena memang sifat Karen yang begitu tertutup. Jangankan sampai mengucapkan kata cinta. Mendekati Karen sama seperti orang yang kalah sebelum berperang. Jawabannya sudah pasti. Pasti ditolak.


Tapi Hyun Ae, pria dihadapannya ini begitu berbeda. Terlepas karena posisi dan kekuasaan yang dia miliki. Hyun Ae benar-benar memiliki keberanian luar biasa untuk menghadapi Karen.


"Hyun Ae, aku tidak menjanjikan apapun padamu. Kamu tahu aku kan?" ucap Karen.


Hyun Ae mengangguk.


"Kamu akan kecewa padaku" ucap Karen.


"Soal?" tanya Hyun Ae.


Karen terdiam.


"Karen Liu, kamu jelas putri Luna dan Luis Liu. Jomblo akut sampai sekarang. Pacar tidak punya. Dan aku berani menjamin kalau kamu masih virgin" bisik Hyun Ae.


Karen mendelik mendengar ucapan Hyun Ae.


"Kenapa marah? Aku juga sama sepertimu" ucap Hyun Ae santai.


"Jadi buat apa aku kecewa padamu. Kita sama-sama jomblo akut. Lama sekali aku menemukanmu" tambah Hyun Ae sambil tersenyum.


"Tidak tahunya Rafa punya berlian yang aku cari" guman Hyun Ae.


"So...bisakah kamu beri aku kesempatan. Beri kita kesempatan.. Karen Liu" ucap Hyun Ae pada akhirnya.


Karen berdecih kesal. Membuat Hyun Ae mengerutkan dahinya.


"Ada yang salah?" tanya Hyun Ae.


"Tadi kamu bilang bukan tipe yang pandai bicara. Nyatanya dari tadi kamu ngoceh tidak berhenti. Kamu menipuku ya!" kesal Karen.


"Hanya denganmu aku akan mengoceh tiada henti" jawab Hyun Ae manis.


"Ciih menyebalkan!" maki Karen.


"Jadi kita deal ya?" tanya Hyun Ae penuh harap.


"Soal?"


"Kita pacaran" putus Hyun Ae.


"Aku belum menjawab Hyun Ae" kilah Karen.


"Jadi apa jawabanmu?" tanya Hyun Ae. Semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Karen.


"Hei...hei...kamu mau apa?"


"Minta jawaban"


"Kau memaksaku"


"Tidak masalah. Asal jawaban "iya" yang aku dapat"


"Dasar tukang paksa" maki Karen.


"Oh Karen Liu kenapa kamu cantik sekali jika sedang marah" rayu Hyun Ae.


"Jangan merayuku!"


"So...apa jawabanmu, Karen Liu" tanya Hyun Ae.


"Aku perlu waktu"


"Tidak mau. Aku mau jawabannya sekarang" paksa Hyun Ae.


"Aiihh CEO LJ GROUP tukang paksa!"


"Jawabannya Karen Liu"


Hyun Ae semakin merapatkan tubuhnya. Membuat Karen gelagapan. Karena tubuh bagian depan mereka sudah menempel.


"Hyun Ae.."


"Karen Liu....


"Oke..oke...kita belajar membuka hati" putus Karen pada akhirnya.


Tidak tahan dengan desakan Hyun Ae.


"Yes....!" ucap Hyun Ae girang bukan kepalang. Melebihi menang tender puluhan trilyun.


Pria tampan itu langsung memeluk Karen Liu erat.


"Aku mencintaimu Karen Liu" ucap Hyun Ae lembut.


Membuat hati Karen melayang ke angkasa. Pertama kali hatinya tersentuh oleh ungkapan cinta dari seorang pria. Apalagi pria itu adalah Lee Hyun Ae. Pria yang memang telah lama menarik hatinya. Namun hatinya terlalu takut untuk mengungkapkan atau bahkan mengejarnya.


"Kita akan belajar bersama-sama membuka hati. Belajar saling mencintai. Aku akan selalu membuatmu bahagia" ucap Hyun Ae lagi.


"Gombal!" cebik Karen.


"Akan kubuktikan kalau semua ucapanku benar, Karen. Aku bahkan bisa menyuruh papa dan mamaku melamarmu besok" ucap Hyun Ae.


"Whatt!!!"


***


Heart ot the Ocean, nama berlian yang aku ambil dari film Titanic ya guys.. yang menurut info lelangnya menembus angka 280 milyar rupiah atau 20 juta dollar ( sumber karatvan.co.id)


***