The Story Of "A"

The Story Of "A"
Seperti Adikmu



"Lana, sudah jangan marah lagi" bujuk Rafa.


Gadis itu langsung melesat keluar dari dalam mobil yang membawanya pulang dari pameran berlian. Yang pada akhirnya membuatnya kesal bukan kepalang.


"Kan Mas sudah bilang kamu bisa menggunakan privilege yang mas punya atau pinjam uang Mas atau Hyung" Rafa membujuk lagi.


"Tapi Mas, Lana maunya beli pakai uang Lana sendiri"


"Kamu keras kepala Lana. Uang kami, uangmu juga. Lihat karena kamu keras kepala kamu kehilangan hal yang sangat kamu inginkan" ucap Rafa.


Membuat Lana sadar.


"Heart of the ocean-ku" keluh Lana.


"Ngeyel sih kamu. Sudah jangan sedih. Nanti aku dan Hyungmu urus. Siapa tahu pembelinya masih mau menjualnya padamu" hibur Rafa.


"Memang bisa?" tanya Lana tidak percaya.


"Nanti kita coba" hibur Rafa.


Perlahan menuntun Lana masuk ke rumah utama. Bersamaan dengan mobil Hyun Ae yang masuk ke pelataran rumah utama.


"Kenapa dia?" tanya Hyun Ae.


"Kalah lelang" jawab Rafa singkat.


"Bagaimana bisa?"


"Dia ngeyel. Lawannya menaikkan harga penawaran. Lana tidak mau. Katanya budgetnya hanya segitu. Tak suruh pakai uangku atau uangmu dia nggak mau. Ya sudah hilang berliannya"


"Huwaaaaa" Lana menangis dramatis.


"Sudah-sudah. Nanti kita cari pembelinya. Kita negosiasikan lagi. Siapa tahu dia mau menjualnya lagi. Berapapun harganya kita jabanin" hibur Hyun Ae.


"Benar ya?" tanya Lana.


"Ya benarlah. Masak hyung bohong sama kamu" ucap Hyun Ae.


Perlahan Lana mengusap air matanya.


"Senyum dulu dong" goda Rafa.


Lana mengembangkan senyumnya meski sedikit terpaksa. Dia masih jengkel dengan orang yang mengalahkannya dalam lelang berlian itu.


"Ayo masuk" ajak Rafa.


Mereka bertiga masuk ke rumah utama.


"Karen jiejie mana?" tanya Lana.


"Aku mengantarnya ke apartementnya" jawab Hyun Ae sambil tersenyum.


Membuat Rafa dan Lana saling pandang.


"Hyung bener pacaran sama Karen jiejie ya" todong Lana.


Hyun Ae bingung harus menjawab apa.


"Baru saling belajar ya seperti itulah kira-kira" jawab Hyun Ae ambigu.


"Jawaban model apa itu?" guman Rafa.


"Ya mau bagaimana lagi. Setidaknya aku tidak ditolak kan" timpal Hyun Ae.


"Terserah hyunglah pokoknya" tambah Lana.


Menuju ruang tengah mereka sedikit terkejut karena ada banyak orang di sana.


"Ada apa?" tanya Rafa.


"Itu tuan muda. Tuan muda Kenzo...


Mendengar nama Kenzo disebut dengan penuh kepanikan. Membuat ketiganya setengah berlari menuju ruang tengah. Dimana dokter Lau sudah berada di sana.


"Ada apa?" tanya Hyun Ae.


"Kenzo terluka juga dalam pengaruh afro dosis tinggi" jelas dokter Lau singkat.


Mereka melihat Kenzo dibaringkan di sofa . Dipegangi oleh beberapa anak buah mereka. Kenzo meronta sekuat tenaga. Ingin melepaskan diri dari cekalan anak buahnya. Meski mereka lihat lengan pria itu berdarah.


"Lepaskan aku brengsek!" teriak Kenzo berulangkali.


Lana merasa dejavu melihat keadaan Kenzo. Teringat pada Vi. Bedanya Vi lebih bisa mengendalikan diri. Sesaat mata Lana bersirobok dengan mata Kenzo yang sudah dipenuhi gairah.


Sedetik kemudian gerakan Kenzo semakin liar bergerak ke arah Lana. Membuat semua orang panik. Rafa dan Hyun Ae sigap menyembunyikàn Lana di belakang tubuh kekar mereka.


"Berikan dia padaku! Berikan dia padaku!" teriak Kenzo.


Membuat Lana membeku. Dua kali dihadapkan pada situasi yang hampir sama. Tapi kali ini berbeda.


"Kau sudah memberinya antidot?" tanya Rafa pada dokter Lau.


"Sudah. Tapi sepertinya itu tidak efektif. Kita sedang menunggu serum dari profesor Luis" jelas Dokter Lau.


"Arrrggghhhhh"


Kenzo berteriak. Tubuhnya terus meronta.


"Oh my God. Do something!" teriak Hyun Ae ikut frustrasi melihat keadaan Kenzo.


Jangan tanya bagaimana keadaan Lana dibelakang tubuh Rafa dan Hyun Ae. Gadis itu mulai gemetar tubuhnya. Rasa lemas langsung menguasai dirinya. Perlahan tubuhnya merosot ke karpet tebal di ruang tengah itu. Hingga ketika tubuhnya benar-benar hampir ambruk. Sebuah tangan besar menahannya.


"Ini serumnya!" suara Alex terdengar di telinga Lana.


Sesaat Lana melihat wajah Alex yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Pria itu menahan pinggang ramping Lana. Mendekapnya erat.


Sejenak semua orang menatap pada Alex. Hingga detik berikutnya tangan Rafa mengambil serum itu dari tangan Alex. Memberikannya pada dokter Lau yang dengan cepat menginjeksikannya pada Kenzo. Yang masih terus meronta. Dengan mata terus menatap pada Lana yang kini berada dalam dekapan Alex. Setengah sadar.


"Aku akan membawanya ke kamar" ucap Alex. Mengangkat tubuh Lana. Membawanya dalam gendongan nyaman Alex.


"Jangan macam-macam kau Alex!" ancam Rafa.


Alex mengacuhkan ucapan Rafa. Berjalan menjauh dari ruang tengah.


"Hei...kau mau membawanya kemana? Berikan dia padaku!" Hei....!" teriak Kenzo.


Alex pun sama sekali tidak menggubrisnya.


"Aku akan mengikutinya" ucap Hyun Ae berjalan cepat menyusul Alex.


Alex berjalan menuju lift disusul Hyun Ae.


"Kau tahu apa yang terjadi?" tanya Hyun Ae pada Alex. Keduanya berjalan menuju ke kamar Lana.


"Wang Kak Choon kurang ajar itu!" desis Alex.


Perlahan merebahkan tubuh Lana di ranjangnya. Melepaskan sepatu Lana. Hyun Ae baru saja menyelimuti tubuh Lana. Ketika Rafa menerobos masuk ke kamar Lana.


"Kau tahu yang terjadi?" todong Rafa.


"Aku yang membawanya pulang. Si brengsek itu sengaja menyerang Kenzo. Menyerang reputasi Kenzo yang bersih. Kenapa kau mengirim Kenzo untuk menghadapi Wang Kak Choon" kesal Alex.


"Dia sendiri yang meminta"


"Kau tidak mempertimbangkan siapa lawannya. Lain kali kirim aku untuk menghadapi seorang bedebah seperti dia. Aku dan dia sama brengseknya!" marah Alex.


"Oke aku minta maaf kali. Aku salah mengirim Kenzo. Aku sendiri yang akan menjelaskan pada Uncle Steven dan Aunty Lin. Maaf" Rafa meminta maaf.


"Minta maaf pada Kenzo. Tapi aku tidak akan membiarkan bedebah itu bebas. Aku akan menghancurkannya. Tidak peduli dia bagian dari klan Wang" ucap Alex marah.


"Tunggu dulu Alex. Jangan gegabah. Kita harus menyusun rencana dengan cermat" Hyun Ae memperingatkan.


Membuat Alex berdecih kesal.


"Aku benar-benar tidak sabar ingin membalas perbuatan si bedebah itu. Dia memberi afro pada Kenzo akan kuberi dia dosis seratus kali lipat. Biar dia rasakan" geram Alex.


"Terserah kau mau apakan dia. Kau bunuh juga boleh" usul Rafa.


"Keenakan dia langsung mokat!" tolak Alex.


"Yang penting kalian harus rapi melakukannya" lagi Hyun Ae memperingatkan.


Hening sejenak.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Alex.


Rafa menarik nafasnya lega.


"Dia sudah membaik. Sangat baik. Serum papamu benar-benar luar biasa. Lukanya juga tidak terlalu parah" jelas Rafa.


Semuanya menghela nafasnya lega. Ketiganya masih duduk di sofa di kamar Lana. Mengawasi gadis itu.


"Mereka hampir saja menerkam Kenzo. Sungguh aku tidak bisa membayangkan jika aku terlambat sedetik saja" Alex berucap sambil menerawang.


"Kita harus mengawasi semua media. Jangan sampai mereka membuat berita yang tidak-tidak, berhubungan dengan kejadian ini. Wang Kak Choon akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan kita. Dan kali ini dia menargetkan Kenzo. Kita harus men-take down, jika ada berita yang merusak reputasi Kenzo" tambah Rafa.


Yang lain tampak mengangguk setuju.


"Aku akan meminta bagian IT untuk waspada" ucap Alex.


"Kau harus minta maaf padanya Alex" tagih Hyun Ae. Setelah beberapa saat terdiam.


"Iya-iya. Sorry, aku sungguh tidak bisa menahan diriku. Dia benar-benar menghilangkan akal sehatku" curhat Alex.


"Sudah tahu dia itu seperti adikmu masih saja tidak bisa mengendalikan diri" cibir Hyun Ae.


"Hei aku rasa kalian yang tidak normal. Bagaimana bisa kalian tidak tergoda dengan bodi seseksi Lana" ucap Alex santai membuat satu bantal sofa melayang ke wajah Alex.


"Sialan kau!" maki Alex.


"Dia adikmu Alex. Meski ya memang tidak ada hubungan darah di antara kalian" Rafa memperingatkan.


"Aku bahkan bisa menikahinya jika aku mau" lagi Alex berucap santai.


"Itu kalau dia mau. Kau tahu kan kalau dia sedang dekat seseorang. Kau sendiri tahu, kalau Lana juga sulit didekati seperti Karen, kakakmu" ucap Rafa menatap Hyun Ae dan Alex bergantian.


****



Kredit Instagram @mr_czy


Kenzo jika ada yang menginginkan visualnya. Imut dan tegas. Alex? Author belum dapat yang cocok dengan karakter Alex.