
Berpindah ke Kerajaan Norman yang memperlihatkan Anastasya melukis dirinya sedang memangku kepala Vergile yang lelap tertidur di hamparan padang rumput yang luas. senyum manis terukir diwajahnya tatkala dia mewarnai wajah putranya tersebut. goresan demi goresan ia usapkan pada kanvas polos tersebut dan setelah lukisan tersebut selesai Anastasya nampak begitu senang dengan hasilnya dan menghayalkan hal tersebut jikalau benar terjadi.
"Itu adalah lukisan yang sangat bagus ibu" ucap seseorang dari belakang menghancurkan fantasi Anastasya. ternyata itu adalah suara Calista yang kini penampilannya telah berubah. dia tumbuh menjadi gadis dewasa yang sangat cantik dan menjadi kebanggaan ayahnya Norman.
Semenjak peristiwa itu tubuh Calista menjadi subur karena berhasil menyerap sebagian kekuatan Dementor dari bulu Azazeal yang Anastasya temukan dulu. alhasil kini separuh dari rambutnya berwarna putih seperti milik Gill. tubuhnya kini semakin proporsional sangat ideal sebagai seorang gadis remaja perawan, wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang sexy berhasil membuat mata pria tergoda bahkan kedua saudara laki-lakinya juga terpikat padanya.
"Aku kira siapa, kamu bikin ibu terkejut saja" jawab Anastasya.
Ia lalu memeluk tubuh Anastasya dari belakang sembari berandai-andai berharap Gill mau kembali bersatu menjadi keluarga yang utuh lagi. Anastasya juga mengaharapkan hal tersebut tapi suami dan ketiga anaknya yang lain sangat membenci Gill.
Scene berpindah kepada Gill yang sedang membantai seluruh penduduk desa bangsa iblis, dia membinasakan semua iblis yang ada mulai dari iblis anak kecil, perempuan hamil, semuanya tanpa terkecuali.
Semua iblis histeris lari ketakutan, anak kecil menangis ditinggal ibunya yang telah lari menyelamatkan diri, balita yang sudah jatuh dari timangan ibunya akan dibiarkan begitu saja tersampar, terpijak oleh ramainya warga yang berhamburan menyelamatkan diri.
Lokasi pembantaian itu terjadi tak jauh dari batas wilayah kekuasaan Norman dengan Kerajaan Leviatan di selatan. dengan cepat berita hangusnya desa tersebut langsung menyebar ke seluruh Underworld bahkan sampai kepada telinga Norman. mengetahui hal itu Anastasya langsung menyelinap pergi tanpa sepengetahuan Norman dan mengeluarkan seekor merpati putih yang selanjutnya ia terbangkan ke tempat kekacauan itu terjadi.
Desa itu sudah berubah menjadi lautan api tatkala merpati putih Anastasya terbang di atas awan mengitari area tersebut. merpati itu lalu bertengger di sebuah puing kayu bekas rumah warga yang hancur tak jauh dari tempat Gill berdiri. dia berdiri diantara tumpukan para mayat iblis yang bergeletakan di tanah, terkapar dengan kondisi tubuh yang tercerai berai tak beraturan.
Anastasya langsung syok melihat tragedi berdarah tersebut, bahkan disaat terakhir ia masih melihat Gill menggenggam erat pedangnya dengan sangat kuat kekeh dengan ambisinya yang gelap tersebut. saat Gill hendak berbalik pergi seseorang datang dari kobaran api yang sangat besar memanggil namanya dengan sangat jelas.
"Berhenti Gill!" ucap suara tersebut.
Gill sedikit terkejut dengan suara tersebut, ia lalu memutar badannya perlahan melihat siapa orang yang memanggilnya itu. Anastasya yang melihat sosok dibalik suara tersebut juga di buat terkejut, lelaki yang memakai zirah besi tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Haliman saudara kandung dari ayah Gill Norman.
"Kami sudah tahu cerita apa yang disembunyikan oleh ayahmu, kami turut berduka dengan apa yang telah menimpamu tapi tidak seharusnya kau melakukan ini pada mereka semua." sambung seseorang wanita misterius yang muncul dari belakang Haliman.
Gill hanya diam memasang tatapan tajam elang, memyimak sejenak apa yang ingin mereka sampaikan. dalam benaknya Anastasya terus bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan terhadap putranya tersebut, ia cemas bagaimana pun saudara Norman itu adalah orang dewasa yang pengalaman dan wawasannya sangat luas. bagi Anastasya sekuat apapun Gill saat ini dia tetap lah anak kecil dimatanya.
"Dia adalah bibi mu Susan, setidaknya sapa lah dia meskipun baru pertama kali bertemu." ucap Haliman ingin mencairkan suasana. namun sama seperti sebelumnya tak ada tanggapan sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
"Tidak mau bicara ya, baiklah terus terang saja," ucap Susan yang dibarengi dengan keluarnya pasukan iblis dari balik kobaran api datang menyerbu Gill dari segala arah. Susan sedikit terkejut atas responnya yang sama sekali tidak takut, dia lalu memujinya dengan sambil bertepuk tangan.
"Untuk seorang anak kecil yang polos sepertimu mungkin aku bisa paham alasan kenapa kamu tidak takut, kau pasti berfikir bahwa bisa mengalahkan kami sendirian sama seperti saat kau membantai mereka," Susan lalu tersenyum dan menertawakannya, "Anak seusiamu memang lagi lucu-lucunya." ejeknya.
"Untuk seorang anak remaja yang gemar membunuh, menebar teror dimana-mana dan menghanguskan lebih dari 20 kota. sebagai seorang kerabat kami tidak akan membiarkan mu menggila lebih jauh lagi!" ucap Haliman mengeluarkan senjata utamanya berupa pedang jagal yang sangat besar.
Haliman lalu memasang posisi kuda-kuda andalannya dan berlari dengan kencang serempak diikuti oleh para pasukan yang sebelumnya telah mengepung Gill dari segala arah, teriakan pengobar semangat tak takut mati menggema di tempat tersebut. "Mati lah dengan tenang Gill, akan kusampaikan kepada ibumu kalau pelaku pembantaian itu adalah kamu. sampai saat ini dia selalu menepis fakta yang sebenarnya dan beranggapan kalau kau adalah anak yang baik. Wanita itu sungguh sangat bodoh!" hina-nya perih menusuk di hati.
Gill segera mengambil kuda-kuda pamungkasnya, memfokuskan semua indera pada musuh sekitar. pelan seperti air, ringan seperti udara, kelopak mata Gill turun memejam mata biru tersebut. pedang hitam terkutuk perlahan ia tarik keluar dari sarung yang telah meyegelnya.
"SRINGH SLASH SWASH!"
Waktu seperti melambat, arah tebasan Souvereign terlihat tajam layaknya retakan kaca yang membelah pencerminan. dalam hitungan detik tubuh Haliman langsung terpotong menjadi beberapa bagian lengkap dengan zirah dan pedangnya yang hanya menyisakan puing-puing kecil.
Gill lalu menebaskan pedangnya 160° ke belakang tepat ke arah pasukan iblis yang mengepungnya. sesuai gelar yang disandang oleh pedang tersebut, Sovereign menunjukan eksklusifitas-nya sebagai Divine Sword Legendaris. dalam sekali ayunan pedang semua benda yang masuk dalam lingkup 160° dibuat musnah olehnya. api desa yang semula bergejolak tinggi langsung padam seketika, pepohonan rusak tak menyisakan rantingnya, keempat gunung besar kokoh menjulang di buat hancur terbelah menjadi dua, bahkan air laut yang berjarak sekian mill juga turut mendapatkan dampaknya.
Susan langsung terdiam bengong menyaksikan apa yang barusan matanya lihat, dia tetap tidak percaya dengan kenyataan tersebut. ia ketakutan mengambil beberapa langkah mundur sambil terus memaki Gill dengan kata-kata umpatan yang menyakitkan. "Tidak, ini pasti hanya ilusi. kau monster tidak seharusnya ada disini, bodohnya Norman karena tidak menghabisi mu dari dulu!" ucapnya keras gugup karena takut.
Tudung penutup kepala Gill menjadi terbuka karena hempasan angin dahsyat tersebut, ia lalu membalikan pandangannya ke arah susan dengan tatapan mata dingin dan tajam. wanita itu ketakutan spontan langsung berlari menyelamatkan diri, tak tinggal diam Gill lalu mengeluarkan Elemen kristalnya dan membentuknya menjadi sebuah tombak yang runcing.
Dia langsung melesatkan tombak tersebut ke arah Susan yang sedang berlari dan berhasil mengenai kaki kirinya. tombak tersebut menancap di tanah menembus lapisan kulit kakinya. Susan jatuh tersungkur di tanah berteriak kesakitan sambil memegangi kakinya yang cidera tersebut.
Gill lalu menghampirinya di ikuti oleh merpati Anastasya yang dari tadi terus memperhatikannya. Susan panik saat melihat Gill mendekat, khawatir akan keselamatan dirinya. "Apa yang akan kau lakukan padaku?" ucapnya gugup bercampur takut.
Gill lalu mencabut tombak kristal yang menancap di kaki Susan dengan keras sehingga membuatnya teriak kesakitan. kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh Susan untuk kabur namun tak semudah itu untuk kabur darinya, Gill balik menusuk kaki kananya dengan sangat keras membuat kakinya bersimbah darah berlumuran ke tanah.
Anastasya syok melihat penyiksaan yang Gill lakukan pada wanita tersebut. dalam hatinya Anastasya bertanya, 'Masih adakah rasa cinta dihati putranya itu atas semua tindakan kejamnya tersebut?' setelah melihat langsung aksi pembabantaian tersebut Anastasya pun menangis merasa gagal menjadi ibu yang baik untuk putra kesayangannya tersebut.
Tak puas jika hanya mencederai dua kaki, Gill lanjut menusuk pergelangan tangan Susan kiri dan kanan hingga membuatnya teriak kesakitan menangis memohon ampun. setelah membuatnya tak berdaya Gill berusaha melucuti armor besi yang melindungi tubuhnya secara paksa. Susan menjerit kesakitan karena armor tersebut cukup susah untuk dilepas sehingga membuat tekanan rasa sakit pada setiap kristal yang menancap di tubuhnya.
Saat Gill akan menusuk jantung Susan, munculah anak panah yang melesat tajam dari arah depan. spontan Gill langsung menghindar dari serangan tersebut, berkat kekuatan mata Dementornya Gill dapat melihat benda kecil yang tak kasat termasuk setetes racun pada ujung anak panah tersebut. saat Gill akan mendeteksi keberadaan musuh, munculah lesatan anak panah kedua yang kali ini menimbulkan ledakan yang cukup besar.
"Aku akan membuatmu membayar karena telah berani melukai ibu ku!" ucap orang misterius di balik lesatan anak panah tersebut. jika di dengar dari suaranya pemanah misterius itu adalah anak laki-laki yang seumuran dengan Gill.
Susan yang mendengar suara anaknya datang menjadi senang dan langsung meresponnya berkata untuk lebih berhati-hati kepada Gill. orang misterius itu mengiyakan apa yang dikatan oleh Susan dan berjanji akan segera membunuh Gill tepat di hadapannya.
Gill yang sudah mulai muak dengan drama ibu dan anak tersebut langsung mengeluarkan Arigma miliknya dan melesatkan anak panahnya ke arah pepohonan yang lebat. tempat tersebut langsung gundul terkena damage area Arigma yang sangat luas. Namun ternyata suara yang keluar dari tempat tersebut hanyalah sebuah pengalihan, suara misterius itu keluar dari burung gagak yang telah dikendalikan oleh seseorang.
Pelaku yang sebenarnya ternyata sedang mengendap tepat di belakang Gill, dia berniat menusuk Gill dengan sebuah pedang yang tajam. pria misterius tersebut memiliki sebuah zirah yang sudah dilapisi oleh mantra tembus pandang yang kuat. pedang yang ia gunakan nampaknya juga bukan pedang biasa, saat pedang tersebut ditarik keluar dari sarungnya anehnya tak mengeluarkan suara sedikitpun, benar-benar senyap.
"JLEEBH!" pedang perak itu menembus tubuh Gill dengan mudahnya.
Susan tersenyum bangga melihat putranya tersebut berhasil membunuh Gill, "Tak peduli siapa lawan yang kuhadapi, akan ku bunuh orang yang berani menentang keluargaku!" ucapnya puas mengancam Gill yang telah tertusuk pedangnya. tubuh Gill langsung ambruk jatuh ke tanah.
Anastasya yang melihatnya langsung di buat syok hampir pingsan, putra yang selama ini dia sayangi mati terbunuh ditangan keponakannya sendiri. air mata kesedihan langsung meluber keluar dari kelopak matanya berlinang membasahi pipi. tubuh Anastasya seperti tak ada energi dan langsung roboh berlutut ke lantai, tatapannya kosong seperi kehilangan tujuan hidup. Anastasya tak pernah sesedih ini dalam hidupnya.
Orang yang membunuh Gill tersebut bernama Bertoelt. namanya diketahui setelan Susan memanggilnya meminta bantuannya untuk melepaskan cengkeraman kristal yang menancap di tubuhnya. Bertoelt tersenyum dan memcabut segera pedangnya dari tubuh Gill, memasukannya kembali ke dalam sarung.
"Dasar sombong!" ucap Gill dari belakang tubuh Bertoelth.
Bertoelt terkejut sampai kedua alisnya terangkat ke atas, begitu pula dengan Susan yang awalnya sudah sangat senang dengan kematian Gill kini dia harus menelan pil pahit kenyataan yang menyakitkan. berbanding terbalik dengan Susan, Anastasya langsung bangkit berdiri layaknya tubuh mati yang terisi ruh kembali. ia kini dapat bernafas lega dan segera mengusap air matanya, membuka kembali pengelihatan jarak jauhnya dari dalam cermin di depannya.
Bertoelt segera menarik keluar pedangnya dan memutar tubuhnya untuk menyerang Gill di belakangnya. namun sayang usahanya tersebut tak berguna, dia kalah cepat dan dalam lima kali tebasan pedang kepalanya jatuh menggelundung dengan mata mendelik layaknya orang terkejut. disusul oleh termutilasinya tubuhnya menjadi empat bagian.
Susan berteriak histeris keras sekali menyebut nama putranya yang telah tewas tersebut. Gill lalu mengambil kepala Bertoelt yang telah terpenggal dan menaruhnya tepat di dada Susan dan membuat wajah mereka berdua saling bertatap muka.
"Kau tak perlu menangisinya sampai seperti itu, dia mati karena kebodohannya sendiri. Berpikir bisa mengalahkan ku dengan teknik kuno seperti itu!" ucap Gill berdiri di sampingnya.
Susan menjadi murka dan marah kepadanya. karena sudah tidak bisa apa-apa, dia hanya bisa melampiaskan kemarahanya itu melalui hinaan dan celaan. "Dasar kau makhluk terkutuk, suatu saat akan ada yang membunuh mu dan saat kau dimasukan ke dalam Neraka yang sama denganku. Aku akan menghancurkan mu sehancur-hancurnya, meremukan tulangmu, mencongkel matamu, kau akan menerima semua balasan dari perbuatan mu!" ancamnya dengan mata mendelik.
Seperti biasa Gill hanya diam dan tak menghiraukan semua perkataannya, namun semakin lama ancaman Susan itu membuat telinganya menjadi panas. Gill yang tahu kalau saat ini Susan sedang mengandung tak banyak pikir ia langsung menginjakan kakinya tepat di perut buncitnya tersebut.
Susan langsung menjerit keras sekali sampai suaranya serak. Gill terus menginjakan kakinya di perut Susan sampai pendarahan hebat mengalir keluar dari ***********.
Dalam hati Anastasya merasa miris melihat sifat anaknya yang sudah terlampau kejam. dia tahu betul rasa sakit yang wanita itu rasakan karena dahulu sebelum lahirnya Gill ia juga pernah mengalami beberapa kali keguguran. Namun Anastasya tidak bisa menyalahkan Gill seratus persen, sampai saat ini dia masih merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan dulu kepadanya.
Suara Susan nyaris habis karena ia terus berteriak, setelah puas menyiksanya Gill lalu menyayat kulit Susan lumayan dalam. meskipun berteriak suranya sudah tidak terlalu berisik seperti di awal, rasa sakit dari sayatan tersebut hanya bisa tergambar dari raut wajahnya.
"Aku tidak akan membunuh mu, kau bisa pergi sekarang." ucap Gill pelan mencabut kembali semua kristal yang menancap di tubuhnya.
Gill lalu mengeluarkan sayap birunya bersiap untuk terbang, sebelum pergi ia melirik tajam kepada burung elang yang bertengger di ranting pohon tak jauh dari tempatnya. Gill sadar bahwa pertarungannya tadi diamatai oleh seseorang dari kejauhan melalui perantara hewan yang telah dikendalikan.
Segera Gill mengaktifkan mata Dementor bentuk ketiga dan orang yang sedang memata-matai dirinya pun akhirnya terungkap. dia adalah seorang wanita muda seumuran dengan Erfyona, berambut hitampendek dan berdandan rapi nan seksi. dengan balutan piyama polos berwarna putih dan hot pants warna hitam, penampilanya sungguh modis seperti wanita kantor modern namun dengan style seksi layaknya model aktris.
I SEE U...
Bisik Gill di telinga wanita tersebut. dia terkejut dan langsung berbalik ke belakang, nampak ia panik dan sedikit takut. namun semua itu hanyalah gertakan yang Gill gunakan untuk menakut-nakuti lawan. setelah itu Gill terbang untuk kembali pulang yang tanpa sadar merpati putih Anastasya terus membuntinya dari belakang.
Kembali ke Susan yang saat ini mulai siuman dan nyeri sakit pada perutnya sudah sedikit berkurang. dengan tertatih-tatih ia berusaha bangkit berdiri, "Tunggu saja kau Gill, setelah kondisiku membaik akan ku balas perbuatan mu. dengan kekuatan ke empat Raja Iblis Underworld mengalahkan mu hanyalah masalah kecil, aku yakin mereka mau membantuku!" gerutunya sambil berusaha bangkit dengan tatapan penuh dendam.
Ia lalu mengamati keadaan sekitar, "Sepertinya dulu aku pernah melewati tempat ini dan menemukan ada Desa kecil di balik bukit- Susan langsung terdiam karena terkejut saat ia membalik badan ke belakang, dirinya sudah di sambut oleh empat ekor serigala Underworld yang sangat ganas. tubuh mereka besar layaknya harimau, taring mereka tajam seperti singa, lengan mereka kekar di tambah oleh cakar yang runcing tajam.
Susan langsung meraih kristal yang sebelumnya menancap di kakinya sebagai senjata pertahanan, namun koloni serigala itu semakin bermunculan dari balik semak dan pepohonan yang lebat. semua ini sudah masuk dalam prediksi Gill, alasan kenapa ia menyayat kulit Susan sebelum pergi adalah untuk memudahkan para serigala Underworld tersebut dalam mencabik-cabik tubuhnya.
Tangan dan kaki Susan sudah Gill lumpuhkan, dia tidak bisa berlari atau melawan di tambah pendarahan dan rasa sakit akibat keguguran membuatnya tak dapat leluasa bergerak. pada akhirnya Susan harus tewas di terkam oleh puluhan serigala yang lapar. Menyusul suami dan anaknya yang telah pergi duluan ke Neraka.