
Setelah cukup lama dia pingsan akhirnya Michael mulai terbangun dan lekas membuka mata.
"Dimana ini?" Katanya lirih kebingungan.
"Patricia!" Teriaknya panik langsung bangkit dari tempat tidur.
"Tenanglah Nak, Adikmu baik - baik saja ... Tidurlah kembali, Tubuhmu masih belum pulih." Kata seorang perempuan tua misterius disampingnya.
"Adikmu sedang tertidur, Tubuhnya panas sepertinya dia sakit." Sambung lelaki tua di samping Perempuan itu.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi padamu Nak? Kenapa kau bersama Adikmu di tengah hutan, hujan - hujan begini?" Tanya perempuan tua itu.
Michael kemudian menceritakan kejadian yang telah menimpanya tadi panjang lebar kepada mereka berdua dan mereka pun turut prihatin mendengarnya.
"Kamu boleh bermalam disini, Nak! sampai tubuhmu pulih kembali." Kata perempuan tua itu dengan senyum diwajahnya.
"Terima kasih Bi, Saya pasti akan membalas kebaikan Bibi suatu saat nanti." Kata Michael merasa bersyukur.
Mereka berdua hanya tersenyum.
"Sudah, jangan kau pikirkan, kami senang menolong kalian." Sahut lelaki tua itu.
Michael merasa sangat bersyukur karena masih ada orang baik di luar sana yang mau menyelamatkan dirinya dan Patricia. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Esok paginya Michael terbangun terkena silauan sinar matahari menembus kaca jendela kamarnya.
"Kamu sudah bangun, Nak?" Kata perempuan tua sambil membuka korden penutup jendela.
"Mari turun, Bibi sudah menyiapkan sarapan, Ayo kita makan bersama, Adikmu juga sudah menunggumu di bawah." Ajaknya sambil tersenyum.
Michael segera turun untuk menemui mereka dan sarapan bersama - sama. sambil makan mereka berbincang - bincang sejenak.
"Maaf Bi, ini dimana, ya?" Tanya Michael.
"Kota ini bernama Sanguin, di bawah kekuasaan Raftell Kingdom,"
"Kamu tidak perlu khawatir Nak, Kota ini aman di bawah pemerintahan Ratu Sherlyn." Sambung perempuan tua itu.
"Setelah ini kalian mau pergi ke mana, Nak?" Tanya lelaki tua disebelah wanita tua itu.
"Entahlah, mungkin aku akan mencari pekerjaan di sekitar sini." Kata Michael.
"Nak, Tinggallah disini, Karena ada kalian kemarin suasana rumah ini terlihat hidup!" Kata lelaki tua itu.
"Apakah Paman dan Bibi tidak keberatan saya bersama Adik saya tinggal disini?" Tanya Michael.
"Kami sudah menganggap kalian berdua seperti anak kami sendiri." Ucap perempuan tua itu.
"Kalau boleh kami tahu, Nama kalian berdua siapa?" Tanya lelaki tua itu.
"Perkenalkan, Nama saya Michael J Hamzah dan ini Adik perempuan saya Patricia J Hamzah." Jawab Michael.
"Kalian dari keluarga Josh Hamzah?"Tanya wanita tua itu terkejut.
"Iya benar, Apakah Bibi mengenal keluarga saya, atau pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Michael penasaran.
Mereka berdua sontak terkejut mendengar apa yang keluar dari mulut Michael barusan.
"Keluarga Josh Hamzah adalah keluarga ternama, dia termasuk ke dalam 4 Legenda ahli pedang terbaik sepanjang masa, Apakah kamu tidak mengetahui itu, Nak?" Tanya lelaki tua itu.
"Tidak, yang saya lakukan sehari - hari bersama Ayah hanyalah pergi ke ladang dan bercocok tanam di sana."
Jadi ternyata benar apa yang dikatakan bangsawan itu, bahwa Ayahku adalah seorang Ahli Pedang! ... Pikir Michael.
"Mungkin dia punya alasan lain tidak memberi tahu mu Nak, Tentu saja untuk kebaikan dirimu dan juga keluargamu." Kata perempuan tua itu.
"Kalian bisa memanggilku Sebas dan ini Rebecca." Kata lelaki itu memperkenalkan dirinya dan istrinya.
"Terima kasih Bi, sudah memberi Patricia dan Kak Michael makanan, Patricia senang sekali." ucap Patricia di samping Michael.
"Iya, sama - sama Nak, Ayo di makan lagi makanannya." Kata Rebecca sambil mengelus kepala Patricia.
"Nanti Paman akan membantumu mencari pekerjaan di sekitar sini." Sahut Sebas.
Setelah selesai makan, Michael di ajak berjalan keliling Kota Sanguin oleh Sebas melihat - lihat poster lowongan pekerjaan yang terpampang di sana.
di tengah perjalanan Michael melihat kerumunan orang disepanjang jalan. dia yang penasaran segera mendekati kerumunan itu dan bertanya kepada salah satu warga.
"Maaf Tuan, Ada apa ini? Ramai sekali?" Tanya Michael penasaran.
"Ratu Sherlyn akan melewati jalan ini setelah kembali berkunjung dari kerajaan sebelah." Jawab salah satu warga.
"Wah itu dia, Hidup Ratu Sherlyn!" Teriak salah satu warga diikuti oleh sorak warga lainnya yang melihat Rombongan Ratu mulai memasuki jalan.
Michael yang penasaran langsung masuk ke kerumunan itu dan ingin melihat Ratu Sherlyn dari dekat. Tak berapa lama rombongan Ratu Sherlyn lewat di depannya. Michael yang seketika itu melihatnya langsung terpukau oleh kecantikannya.
Wah, Cantik sekali! dia sangat Anggun dan Indah. Sanjungnya dalam hati.
Ratu Sherlyn menoleh ke arahnya sambil tersenyum manis. dia yang melihat itu seketika langsung malu dan merah merona wajahnya.
Mungkinkah itu tadi, Tidak, tidak ini pasti cuman mimpi!.. Katanya dalam hati serasa tidak percaya.
Setelah Rombongan Ratu Sherlyn selesai lewat. Michael langsung melanjutkan perjalanannya kembali mencari pekerjaan bersama Sebas.
Sewaktu diperjalanan mencari pekerjaan, dia menemukan sebuah Poster lowongan yang terpampang di tembok tengah Kota untuk profesi Prajurit Raftell Kingdom.
Dia langsung menghampirinya dan membacanya sejenak. Nampak penghasilan yang di berikan tidak terlalu besar tetapi Michael tetap mau mengambilnya dari pada hanya terus membebani Sebas dan Rebecca.
Dia kemudian meminta Sebas untuk mengantarkan dirinya ke tempat pendaftarannya.
"Paman hanya bisa mengantarkan mu sampai sini, Nak!" Kata Sebas.
"Semoga kau berhasil dengan keinginanmu." Sambungnya meyakinkan hatinya.
"Terima kasih Paman, Aku akan berusaha yang terbaik!" dengan wajah penuh semangat.
Sebas hanya mengantarkannya sampai depan Camp pendaftaran kemudian berbalik untuk pergi.
Dengan penuh percaya diri anak bernama Michael itu langsung masuk ke dalam dan segera mengikuti arahan selanjutnya dari panitia penyelenggara. Setelah melalui beberapa Tes fisik dan mental, dia juga memenuhi semua kriteria dan syarat yang tertulis di Poster tersebut. Akhirnya dia lulus dan diterima masuk sebagai calon Prajurit Raftell Kingdom.
Ia kemudian memulai pelatihan pertamanya dari berpedang terlebih dahulu kemudian dilanjutkan Memanah, Survival, dan berbagai pelatihan lainnya.
Tanpa ragu dan gentar Ia langsung memasuki Arena Pelatihannya untuk pertama kali dalam hidupnya.
Nampak Seorang pengujinya sudah berdiri menunggunya di tengah Arena tersebut. tubuhnya nampak Besar, Tinggi, dan Gagah berotot dengan pedang besar yang menancap di tanah yang ada di depannya.
Dalam hati kecil anak itu tersimpan sedikit perasaan grogi dan takut. Tetapi karena sudah sampai sejauh ini dia tidak mau membuang kesempatan emasnya dan berharap ini bisa merubah nasib hidupnya yang menyedihkan.
Dengan segenap perasaan nekat dalam hatinya, dia mencoba menggenggam erat pedangnya dan berdiri dengan kokoh di depan sang penguji.
"Apa yang kamu tunggu dasar pengecut! Ayo Serang aku!" perintahnya.
"Orang yang lemah hanya akan tersingkir di dunia ini dan yang kuat lah yang akan berkuasa!" Teriak Sang Penguji dengan angkuh.
Merasa tersindir dan merasa gagal melindungi keluarga yang dia sayangi, Michael tidak terima dengan perkataannya tersebut.
di genggam erat olehnya pedang itu dan perlahan melangkahkan kakinya maju sebelum akhirnya dia berlari dan melompat sambil mengangkat pedang bersiap menyerangnya.
"Ctingg!"
"Apa!" kata Michael terkejut.
Baju Armor yang digunakan oleh si penguji itu sangat keras dan mental seketika serangan darinya.
pelatih tersebut langsung mencabut pedangnya yang menancap di depannya dan di serang lah Michael yang masih terpental di udara. Dia yang kaget karena melihat serangan mendadak dari si pelatih, segera siaga dan berusaha menahannya dengan pedangnya.
"Ctingg!"
Michael terhempas jauh akibat benturan kedua pedang yang tidak seimbang. ia segera menancapkan pedangnya ke tanah untuk menghentikan hempasannya.
"Sial, Baju besi yang dia kenakan itu sangatlah mengganggu." Sambil menatapnya serius.
Tanpa putus asa sedikit pun Michael berusaha untuk bangkit berdiri, dan berlari mengitarinya untuk mencari titik lemah dari sang pelatih tersebut.
Dengan tatapan fokus dia terus berlari mengamatinya sampai menemukan apa yang di cari. Lelaki itu hanya berdiri diam dan tatapan matanya melirik mengikuti pergerakan dari Michael yang sedang mengitari dirinya.
Disana! Pikir Michael menemukan titik lemahnya.
Dia langsung berlari dengan sangat kencang bersiap menyerangnya untuk yang kedua kali. Lelaki yang menyadari dirinya hendak di serang dengan cepat melancarkan serangan kejutan dengan memutar tubuhnya dan mengayunkan pedangnya untuk menggagalkan serangan dari Michael.
Michael yang sudah memprediksi semua gerakan yang akan dia lancarkan untuk menghalanginya, akhirnya dengan mudah dia menghindari serangan tersebut.
"Apa!" kata sang pelatih terkejut serangannya berhasil di prediksi.
Dengan cepat Michael berhasil menyayat pinggang lelaki tersebut yang tidak terlindungi oleh baju tersebut. seketika darah mengalir keluar dari pinggangnya.
"Sialan kau, Bocah!" Teriaknya marah.
Dia yang terkena serangan dari Michael dan mengetahui kelemahannya seketika mulai waspada dan tidak menganggapnya remeh lagi.
Seperti dugaanku tubuhnya yang besar dan tinggi akan memperlambat gerakannya ... Pikirnya Michael.
Michael yang sudah mengetahui kelemahannya, seketika langsung berlari maju hendak menyerangnya menggunakan cara yang sama. ia melesat ke arah lelaki itu dan bersiap melancarkan serangan ketiganya. dengan percaya diri dia menghindari serangan yang dilancarkan oleh si penguji.
"Hemh!" Kata Lelaki itu tersenyum licik sambil melotot kearahnya.
"Sial!" kata Michael terkejut.
"Jdugg!"
"Hough!"
Ternyata serangan pedang yang dilancarkan lelaki itu hanyalah sebuah tipuan, yang kemudian di susul siku tangannya untuk memukul punuk leher belakangnya.
Michael yang sedang menghindari serangan pedang sebelumnya menjadi kaget dan tidak sempat menghindari serangan kejutan kedua darinya. Dengan keras dia terhempas ke tanah sampai mengeluarkan darah dari mulutnya saking kerasnya pukulan tersebut.
"Kalau begitu, Matilah kau bocah!" Sambil mengangkat pedangnya bersiap menusuknya.
Michael kemudian bergegas memutar tubuhnya dan segera berusaha menahan serangan susulan darinya tetapi karena posisinya tidak menguntungkan dia sedikit kesusahan menahannya.
"Ctingg!"
Dia berusaha menahan pedang yang akan menusuk perutnya dengan posisi terbaring di tanah.
"Hmmph!" Lelaki itu memperkuat serangannya.
"Ctassh!"
Pedang yang Michael gunakan menahan serangannya menjadi patah seketika, dan dengan cepat pedang tersebut menembus Baju besi yang melapisi tubuhnya.
"Huarrghh!" Teriak Michael kesakitan dengan memuncratkan darah dari mulutnya.
pelatih tersebut mengangkat kembali pedangnya dan menusukkannya kembali kebagian tubuh Michael yang lain. Michael yang sudah sekarat hanya dapat berteriak kesakitan menerima tusukan bertubi - tubi dari lelaki itu. nampak dari raut wajahnya, pelatih tersebut senang menyiksa Michael.
"Tamatlah Riwayatmu, Nak!" Sambil mengangkat pedangnya.
Dia bermaksud ingin menancapkan pedangnya ke arah jantung untuk menyudahi pertarungan ini.
"Ctingg!" Suara pedang menangkisnya.
"Apa yang kau lakukan Komandan, Tugasmu di sini untuk mengujinya apakah layak atau tidak! Bukan untuk membunuhnya! ... Pergi kamu dari sini!" Bentak perempuan itu.
Karena mata Michael yang sudah sayup menjadikan wanita tersebut tidak terlihat jelas olehnya.
Siapa wanita ini, Harum sekali baunya...Ucapnya dalam hati penasaran. kemudian Michael pingsan di tempat. Setelah beberapa lama dia pingsan akhirnya ia mulai membuka mata.
"Kamu enggak apa - apa?"
Wanita yang telah menyelamatkan Michael tersebut ternyata adalah Ratu Sherlyn. karena prihatin akan kondisi Michael dia dengan bar - bar bertanya kepada Michael dengan wajah yang sangat dekat sampai dia menjadi malu karenanya.
"Kamu sakit, Kah? Wajahmu merah banget." Tanya dia dengan sangat dekat.
Dia, Ratu Sherlyn! ... Katanya Kaget dalam hati.
Cantik sekali dia, Bola matanya indah banget ... gumam Michael dalam hati kecilnya.
Saking cantiknya perempuan itu sampai membuat hatinya menjadi grogi dan salah tingkah, yang berakibat wajahnya menjadi memerah karena berusaha menahan perasaan kagumnya.
"Ternyata benar kamu sakit, ya? Sebentar aku panggilkan Healler untukmu!" kata Ratu cemas hendak beranjak pergi.
"Ah ha ha, Tidak perlu Ratu, Saya tidak apa - apa." Sahutnya plin - plan.
"Maaf ya atas kejadian yang menimpamu tadi, Aku akan mencarikan pengganti pelatih untukmu besok, Aku benar - benar minta maaf." kata sang Ratu sambil membungkuk.
"Tidak apa - apa Ratu, Itu bukan salah Anda, Terima kasih telah berbaik hati menyelamatkan saya." kata Michael.
"Eh enggak, A--aku tidak sengaja tadi, hanya panik saja." Balasnya dengan gugup dan tampak memerah wajahnya.
Selang beberapa menit mereka mengobrol.
Patricia bersama keluarga barunya datang mengunjunginya setelah mendengar kabar tentang dirinya yang terluka waktu di pengujian. mereka terkejut ternyata Ratu juga ada di sana.
"Kakak!" teriak Patricia berlari ke arahnya dan langsung memeluk kakaknya tersebut.
"Hormat kami Ratu!" kata Sebas dan Rebecca memberinya salam sambil membungkukkan badan.
"Salam untuk kalian berdua!" jawab sang Ratu.
karena penasaran dengan wanita yang cantik itu, Patricia berpaling dari Michael dan menatap sang Ratu. "Kakak pacarnya Kak Michael, ya?" tanya Patricia.
Michael segera membungkam mulutnya karena dia malu atas perkataan adiknya yang tidak pantas barusan. Dia meronta - ronta ingin melepaskan tangan kakaknya yang sedang membungkam mulutnya.
"Maaf atas kelancangan putri kami Ratu, Tolong maafkan dia, Dia hanyalah anak kecil yang belum mengerti apa - apa." Ucap Sebas meminta maaf dengan membungkuk.
"Tidak apa - apa saya mengerti," Dengan memberikan senyuman kepada mereka.
"kamu cantik dan imut, Siapa nama kamu?" Sambung sang Ratu bertanya kepada Patricia.
"Kakak bisa memanggilku Patricia." Dengan ekspresi penuh percaya diri sambil menunjuk dirinya.
"Suatu hari nanti kamu akan tumbuh menjadi wanita yang cantik." Pujinya dengan senyum manis diwajahnya.
Patricia tersenyum senang mendengar pujian darinya.
Kemudian Michael menjelaskan kepada mereka mengenai apa yang telah terjadi dengannya tadi. Cukup lama mereka mengobrol dan berbincang - bincang bersama sampai akhirnya Ratu Sherlyn memutuskan untuk berpamitan pergi.
"Maaf ya semuanya, Aku harus segera kembali, Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan hari ini."
"Iya, Terima kasih Ratu atas kunjungan Anda kemari." Kata Rebecca.
Setelah itu Ratu pergi meninggalkan mereka dan kembali ke Kingdom. sedangkan Michael masih berbaring di tenda perawatan dengan di temani oleh adik dan keluarga barunya.
Setelah sampai di Kerajaan, Ratu segera masuk ke dalam ruang rapatnya. nampak dia sudah di tunggu oleh Paladin Raftell Kingdom di sana.
"Bagaimana, Apakah kamu sudah menemukannya? Tubuhmu sudah tidak kuat menahannya lebih lama." Tutur salah satu Paladin kepada Ratu Sherlyn.
"Sudah, Aku tinggal menunggu waktu saja." Jawabnya dengan senyum bengis diwajahnya.
Keesokan paginya Michael terbangun terkena silauan mentari pagi. nampak Patricia, Sebas dan Rebecca sedang bersiap mengemasi barang dan berpamitan kepadanya untuk kembali pulang. Selang beberapa lama mereka keluar Ratu Sherlyn datang.
"Hai, bagaimana keadaanmu, sudah membaik?" Tanya Ratu.
"Alhamdulilah, sudah lebih baik dari pada kemarin, Terima kasih atas perhatian Anda kepada saya." Jawabnya.
"Oh iya, kemarin kan aku berjanji mencarikan pelatih pengganti untukmu, Nah sekarang sudah aku bawakan dia kepadamu,"
"Pelatihnya masuklah!"Panggil sang Ratu kepada seseorang.
Kemudian seseorang mulai masuk menerobos pintu tendanya dengan menggunakan peralatan tempur yang bagus.
Pedang yang ia bawa itu bukanlah tipe pedang biasa melainkan Semi Profesional! Orangnya juga tampan dan kelihatannya ramah... kata Michael dalam hati sambil terus mengamati.
"Baiklah pelatih perkenalkan dirimu!" Perintah Ratu Sherlyn kepadanya.
"Baik, Perkenalkan nama saya Takeshi Hworang, Saya seorang Ahli Pedang yang di utus oleh Ratu untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Mohon kerja samanya." Ucapnya.
"Oh iya, Nama kamu siapa dari kemarin aku lupa mau bertanya tentang namamu?" Tanya Ratu kepada Michael.
"Anda bisa memanggil saya Michael." jawabnya.
"Baiklah, Michael dia adalah pelatih barumu! dia juga adalah pengawal pribadiku. Jadi berlatihlah dengan sungguh - sungguh, Maaf ya aku tidak bisa menemani kalian berlatih karena ada beberapa urusan." katanya.
"Sayang mengerti, Terima kasih Anda telah mencarikan pelatih pengganti untuk Saya! ... Saya sangat menghargainya." Dengan wajah senang.
"Sudah jangan dipikirkan, Aku pergi dulu!" katanya berpamitan.
Setelah Ratu pergi, Michael dan Takeshi memutuskan untuk menuju Arena pelatihan dan segera memulai latihannya. waktu berjalan begitu cepat sampai tidak terasa waktu sudah menjelang sore. mereka sangat kelelahan dan memutuskan untuk menyudahinya.
"Kita sudahi dulu latihan kita sampai disini, Aku harus segera kembali kepada Ratu Sherlyn, Sampai jumpa lagi besok Michael!" Kata Takeshi berpamitan.
"Terima kasih Tuan atas pelatihannya hari ini." jawab Michael.
Akhirnya Takeshi pergi meninggalkannya untuk kembali ke Kingdom menjalankan tugasnya sebagai pengawal Ratu. Sedangkan Michael kembali ke tendanya untuk mandi dan segera istirahat.
"Hai, Namamu Michael, kan?" Tanya seorang anak laki - laki misterius sebaya dengannya.
"Perkenalkan namaku Noah Lewise, kamu bisa memanggilku Noah, Bagaimana latihanmu hari ini dengan Tuan Takeshi?" Tanya seorang anak laki - laki sebaya sambil menghampiri Michael.
"Baik, Dari mana kamu tahu namaku, aku bahkan belum pernah bertemu denganmu?" Dengan wajah kebingungan.
"Bagaimana aku tidak tahu bahkan semua orang tahu tentangmu, Tentang kejadian pelatih gila yang menyerangm,- Maaf maksudku yang melatihmu waktu itu," Katanya menjelaskan.
"Kamu sangat beruntung bisa selamat, terlebih lagi yang menyelamatkanmu adalah Ratu Sherlyn, Yang mana adalah wanita tercantik di Raftell Kingdom ... Banyak orang iri tentang apa yang telah terjadi padamu." Sambungnya.
"Aku juga tidak menyangka dia akan menolongku, Tadi waktu aku tanya kepadanya dia hanya menjawab kebetulan lewat dan tidak sengaja." jawabnya polos.
"Ah itu hanyalah alasan Ratu untuk menutupi niatnya, mungkin dalam hatinya dia menyukaimu. Kamunya saja yang kurang peka, kamu polos banget sih." Ucapnya dengan nada canda.
"Mana mungkin Ratu menyukai orang sepertiku yang bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri," kata Michael menyangkalnya.
Noah tertawa mendengarnya.
Mereka berbincang dan mulai akrab satu sama lain. Tak terasa malam telah larut mereka akhirnya memutuskan untuk bergegas tidur.
Paginya Michael terbangun dan segera mandi setelah itu dia berangkat dan tidak sengaja bertemu Noah di jalan akhirnya mereka memutuskan berangkat bersama menuju tempat pelatihan.
"Sampai jumpa nanti, Michael!" kata Noah berpamitan.
Kemudian mereka berpisah.
Setelah menunggu cukup lama di tempat akhirnya Takeshi datang sedikit telat.
"Maaf aku terlambat, ada hal yang harus kukerjakan sebelum kemari." Ucapnya menjelaskan.
"Tidak apa - apa, Saya mengerti." kata Michael.
"Hari ini aku akan mengajarimu sebuah teknik berpedang Assasination Blade, Aku akan mengajarimu gerakan dasar dari teknik ini." Sambil menerangkan teknik yang mau diajarkannya.
*Note : Assasination Blade adalah sebuah teknik berpedang dengan cara memfokuskan serangan kepada titik - titik tertentu, sangat efektif digunakan untuk menyerang musuh yang sudah diketahui kelemahannya.
Setelah lama berlatih, akhirnya mereka menyudahi latihannya karena sudah sore dan nampak keduanya juga sudah kelelahan.
"Kerja bagus Michael teknik yang kuajarkan sudah mulai bisa kau kuasai, Tinggal kau mengasahnya lagi, Kita bertemu lagi besok, Istirahatlah." katanya.
Michael kembali ke tenda bersiap mandi, setelah itu dia mengobrol dengan Noah seperti biasa dan tidur apa bila malam telah larut.
Sementara di kerajaan Ratu Sherlyn telah kembali dari kunjungannya ke Bouls Kingdom beberapa hari yang lalu dan segera masuk ke dalam ruangannya.
"Catherine, Carikan data dari orang yang bernama Michael dan Patricia." Perintahnya kepada salah satu Pengawalnya.
"Baik Ratu." Sambil membungkuk.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Catherine datang membawakan data - data dari mereka berdua. Ratu yang melihat data mereka seketika langsung tersenyum merasa tertarik.
keesokan paginya seperti biasa Michael menunggu Takeshi di Camp pelatihannya. Setelah lama menunggu, akhirnya Takeshi datang dan langsung memulai latihannya seperti kemarin. Mereka terus berlatih setiap hari sampai Michael menguasai beberapa teknik yang diajarkan Takeshi.
Pada suatu hari setelah pulang latihan Michael merasa bosan dengan keadaan Camp pelatihannya, dan rindu dengan Adiknya serta keluarga barunya.
Akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan meminta ijin kepada penjaga Camp. setelah mendapatkan izin, dia segera bergegas untuk pulang karena hari sudah larut malam dan suasana kota menjadi sepi.
Dia berjalan sendiri menyusuri jalanan kota yang sunyi. Sewaktu berjalan Ia merasakan perasaan aneh seperti ada bayangan hitam yang membuntutinya dari belakang. Dia mempercepat langkahnya untuk bisa sampai rumah segera.
Setelah sampai di depan rumah, dia langsung mengetuk pintu rumahnya. tak berapa lama Sebas datang dan membuka pintunya.
"Nak, Kamu pulang! Kenapa tidak bilang sebelumnya? Paman bisa menjemputmu tadi." Katanya.
"Maaf paman, tiba - tiba aku kangen dengan suasana rumah, Patricia sudah tidur?" Tanya Michael.
"Patricia tidur di kamarnya, Dia kelelahan setelah membantu Bibi memasak, Ayo masuk kita lanjutkan ngobrolnya di dalam." ajak Sebas.
Michael kemudian masuk ke dalam rumah dan langsung disambut ciuman kasih sayang dari Rebecca karena sudah lama tidak bertemu dengannya. Dia menghidangkan makanan kesukaannya sembari mereka mengobrol bersama.
Perasaan dan suasana malam ini mengingatkan dirinya kepada Ayah dan Ibunya dulu, sebelum peristiwa itu terjadi.
Setelah mereka selesai mengobrol Michael kemudian pergi ke kamarnya untuk tidur. sewaktu dia sedang berbaring di tempat tidur, dia melihat seperti ada bayangan kepala seseorang dari balik jendela, seperti sedang memperhatikannya.
Michael yang curiga segera bangun dari tempat tidur dan membuka jendelanya untuk mengeceknya. tetapi Ia tidak menemukan siapa - siapa disitu.
Aneh sekali! aku yakin tadi itu ada seseorang di sini ... pikirnya kebingungan kembali menutup jendelanya untuk kembali tidur.
Keesokan Paginya Patricia datang mengendap - endap ke kamar Michael, karena mendengar Kakaknya pulang tadi malam dari Sebas.
"Kakak kemarin pulang, kok aku tidak dibangunkan?" Tanya Patricia sambil memeluknya.
"Paman bilang kamu kelelahan sehabis membantu Bibi, Kakak jadi tidak tega membangunkan mu." jawabnya.
Patricia, Ajak Kakakmu turun sarapannya sudah siap, Ayo kita makan bersama! Panggil Rebecca dari bawah.
Mereka segera turun untuk sarapan bersama.
Setelah selesai makan, Michael berpamitan kepada mereka kemudian pergi berangkat ke tempat pelatihan.
Sesampainya di tempat seperti biasa Takeshi selalu datang terlambat. cukup lama menunggu akhirnya dia datang dan segera memulai latihannya.
Setelah hampir seminggu Michael mempelajari teknik tersebut, akhirnya usahanya membuahkan hasil. dia akhirnya berhasil menguasainya dengan sempurna.
"Kerja bagus Michael, di luar dugaanku, kau menguasainya dengan sangat cepat! ... Besok akan aku ajarkan teknik baru padamu." Ucapnya dengan bangga.
"Terima kasih Tuan, Saya tidak sabar untuk besok!" Katanya penuh semangat.
Kemudian mereka berpisah dan kembali ketempat mereka masing - masing.
Michael yang sedang tiduran santai di atas ranjang terkejut Noah datang menghampirinya.
"Bagaimana latihan mu hari ini?" tanya Noah.
"Bagus, aku sudah menguasai teknik tersebut," Dengan nada santai.
"Kemarin kamu pulang? Aku mencarimu kemana - mana tapi tidak ada." Tanya Noah.
"Iya, karena sedang kangen dengan suasana rumah saja." jawabnya.
"Ehh kamu sudah punya pacar belum, Aku dengar ada seorang wanita cantik namanya Jenifer dari kelas pelatihan memanah, Dadanya wah enggak bisa didefinisikan, tubuhnya sungguh menggoda banget! Bagaimana kalau aku kenalkan kamu padanya besok!" Kata Noah.
"Emh aku enggak yakin dia semenarik itu." Jawabnya dengan santai.
"Hai lagi ngobrolin apa sih kok seru banget, gabung boleh gak?" Sapa Ratu Sherlyn yang datang bersama Takeshi.
"!!!" Sontak mereka berdua kaget mendengar itu.
"Hormat hamba Ratu, Anda sangat cantik hari ini." kata Noah sambil berlutut.
Sedangkan Michael yang panik segera mencari alasan lain. duh semoga saja dia tidak mendengarnya tadi ... kata Michael dalam hati ketakutan.
"Ah ini kami lagi ngobrolin masalah latihan tadi." kata Michael mencari alasan.
"Aku sudah melihat hasil latihan dari kalian berdua, besok datanglah ke Istanaku, Aku akan mengangkat kalian menjadi prajurit resmi Raftell Kingdom! Takeshi tolong urus data diri mereka berdua." Perintah sang Ratu.
"Akan hamba laksanakan Ratu." jawab Takeshi.
"Terima kasih Ratu atas kepercayaan Anda kepada kami." Ucap mereka berdua.
Setelah pembicaraan dirasa cukup Ratu Sherlyn dan Takeshi pergi kembali ke Kingdom.
Keesokan harinya mereka berdua berangkat bersama mengunjungi Kingdom untuk memenuhi panggilan sang Ratu. Setelah dilantik resmi akhirnya mereka berdua sudah sah menjadi prajurit kerajaan dan langsung diperbolehkan melaksanakan tugas pertama mereka..