The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 43 ~ Telat menyadari



"Apakah kakak yakin dia adalah Kak Mischelle?" Tanya Motty memastikan dengan raut wajah masih tidak percaya.


"Entahlah, aku merasa..,-


Fyona! Tiba - tiba Azazeal memanggilnya melalui telepati-nya.


Ah,!!! Pikir Erfyona terkejut.


"Merasa apa, Kak? Kalau yang kau bilang itu benar maka,-


"Diamlah sebentar Motty ... Aku sedikit lupa, biarkan aku mengingatnya lagi. Nanti akan ku jelaskan lagi." Sahut Erfyona berbohong.


"... Emh!" Angguknya polos percaya saja.


Iya, Tuan? Apa yang telah ter,- jawab Erfyona.


Kita harus segera kembali, Orion kedatangan tamu. Sahut Azazeal memberitahunya sesuatu.


Jangan - jangan! ... Pikir Motty terkejut, menduga kalau keluarga Lucifer yang sedang berbuat rusuh di sana.


Bergegaslah! Aku akan menunggumu di depan gerbang. Sambung Azazeal kemudian memutuskan telepati-nya.


Mendengar itu Erfyona langsung bangun dan bergegas. "Maaf Motty, ceritanya aku sambung lain kali." Ucapnya secara terburu - buru sambil berjalan pergi.


"Tunggu!" Teriak Motty menghentikan langkahnya.


"Apakah kakak akan kembali lagi ke tempat itu?" Tanya Motty dengan nada dan raut wajah sedih.


Erfyona kemudian berbalik. "Di sanalah tempatku, Motty." Jawabnya sambil sedikit tersenyum, kemudian lanjut berjalan pergi dengan terburu - buru.


"Tapi ceritanya!,- teriak Motty, namun Erfyona sudah terlanjur keluar dari kamarnya. Iapun kembali mengikutinya dari belakang, dengan maksud mau mengantarkannya sampai depan.


Setelah sampai di depan pintu kamar Gabriel, seketika Erfyona menghentikan langkahnya.


Kakak... Pikir Motty penasaran, kenapa dia berhenti di depan kamar Gabriel.


"Kakak..." Panggil Motty pelan dari belakang, berjalan pelan menghampirinya.


"Sampaikan salam ku padanya nanti, tidak enak, kan? kalau kakak ipar pergi tanpa berpamitan." Ucap Erfyona padanya.


"Kakak, kau!... Kau sungguh merestui hubungan kami!" Ucap Motty terkejut senang sekali.


Erfyona tersenyum. "Iya, kakak tidak pernah meragukannya sebagai orang baik." Kata Erfyona.


"Kakak?... Kau, kau akan datangkan saat hari itu tiba? Hanya kakak lah satu - satunya orang yang paling aku sayangi. Jadi aku mohon, Berjanjilah padaku!" Ucapnya dengan mata berbinar - binar memohon kepadanya.


"Kamu tidak perlu khawatir, kakakmu ini masih muda loh. Kakak tidak akan pernah lupa dengan janjinya hari ini." Ucapnya meyakinkannya hatinya.


Motty langsung memeluknya penuh kasih sebagai salam perpisahannya. "Kakak, kau berhati - hatilah!" Ucapnya dipelukan.


"Kamu juga, ya. jaga kesehatanmu baik - baik. Kakak senang bisa bertemu denganmu saat ini, kakak pamit dulu." Kata Erfyona kemudian melepas pelukannya dan mencium pipi adiknya tersebut.


Kemudian melepas tubuh Motty dan berjalan pergi untuk menyusul Azazeal yang tengah menunggunya di depan gerbang.


"Kakak..." Ucapnya pelan sedih dengan air mata menetes.


Walaupun sangat singkat, tapi aku senang bisa melihatmu kembali, Kak Fyona. kini hanya tinggal dia saja yang belum pernah menemui ku. hei Kak Mischelle, aku sangat ingin bertemu denganmu, lo. Pikirnya dalam kangen bercampur penasaran.


Setelah Erfyona sampai di gerbang.


"Maaf membuat Anda menunggu, Tuan!" Ucapnya dengan nafas terengah - engah karena berlari tergesa - gesa.


"Kau baik - baik, saja?" Tanya Azazeal.


"Saya tidak apa - apa, Tuan!" Jawabnya tegas dengan tatapan yakin.


"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Azazeal, kemudian mereka berdua terbang untuk kembali ke Orion.


Sementara itu Motty di depan kamar Gabriel hendak masuk menjenguknya sekalian menyampaikan salam Erfyona padanya. pada saat dia memegang gagang pintu, dia terkejut menyadari sesuatu.


Tunggu, ciri - ciri Kak Mischelle yang disebutkan oleh Kak Fyona itu!.. sama persis dengan Guardian yang menyembuhkan Gabriel tadi. Pikirnya yang mulai tersadar.


Kau tentu sudah tahu dengan ciri - cirinya, bukan? ... Rambut hitam pekat berkilau, kulit putih semu kekuningan, dan wajah yang sangat tampan. Kau pasti sudah tidak asing dengan ciri - ciri itu? Kata Erfyona terngiang di otaknya.


Aku memang belum pernah melihatnya selama ini. semua ciri - ciri yang di sebutkan mengarah padanya, dan juga matanya itu adalah... Mata sang penguasa. Pikirnya sambil mengingat kembali bentuk matanya pada saat dia berpapasan tadi di dalam.


Jangan - jangan dugaanku itu benar, Guardian itu adalah, Kak Mischelle! Pikirnya langsung berlari untuk mencari Azazeal.


Dia pasti masih berada di daerah sini,- Ah,!!! Pikirnya terkejut setelah melihat semua maid pingsan di sepanjang jalan.


"Semua maid-ku!" Ucapnya terkejut.


"Pasti dia tadi lewat sini ... (Berfikir sejenak) ... Taman kerajaan! ... Yah, dia pasti pergi kesana!" Sambungnya langsung pergi bergegas untuk menemuinya di sana.


Saat dia sampai di taman, ia terkejut melihat Alin sedang berada di sana. nampak dari matanya, ia sedang mengelapi hidungnya yang terus mengeluarkan darah sambil berjalan hendak kembali menjenguk Gabriel.


"Nona!" Kata Motty terkejut melihat Alin.


"Motty!" Ucap Alin terkejut sampai menjatuhkan saputangannya yang penuh noda darah setelah melihat Motty berdiri di depannya.


Dia pasti tadi bertemu dengan Guardian itu di sini! Pikir Motty dalam hati.


"Oh ini, a,- aku tadi merasa kepalaku sakit, jadi aku memutuskan keluar untuk mencari udara segar. Ini adalah darah kotor dari penyakit ku, setelah darah ini keluar, tubuhku menjadi terasa ringan dan tidak sakit lagi,- jawab Alin sambil mengambil kembali saputangannya yang jatuh.


"Bohong, kau pasti bohong! ... Tadi kau bersama dengannya, kan disini!" Bentak Motty kesal karena tahu dia sedang dibodohi.


"Apa yang sedang kau bicarakan Motty. dia, dia siapa yang kau maksud?" Tanya Alin dengan ekspresi wajah berpura - pura tidak tahu.


"Kau tidak usah berbohong lagi, KAU BERSAMA GUARDIAN ITU, KAN! DIMANA DIA SEKARANG!" Bentak Motty marah sekali sambil mencengkeram kedua pundaknya.


Ahh,!!! Pikir Alin terkejut dia mengetahuinya.


"DISEPANJANG JALAN AKU MELIHAT SEMUA PARA MAID-KU PINGSAN, KAU MASIH TIDAK MAU MENGAKU JUGA, YA?!" Bentaknya sekali lagi.


Sontak Alin merunduk tidak punya pilihan lain. "Kenapa kau mau mencarinya, dia sudah melukai Gabriel, kan?" Tanya Alin pelan dengan wajah terus merunduk.


Jangan - jangan! Pikir Motty menduganya sampai kedua matanya melotot terkejut.


"Apakah kau membunuhnya?... JAWAB AKU, APAKAH KAU MEMBUNUH!,-


"TIDAK! ... Aku tidak membunuhnya, dia baru saja pergi." Sahutnya sambil menahan rasa kesalnya.


"Cihh... kau hanya mengulur waktu saja!" Celanya kemudian berbalik dan pergi untuk mengeceknya di gerbang depan.


"Tunggu, Motty!,- teriaknya sambil melentangkan tangannya ke depan bermaksud mencegahnya, namun perkataanya sama sekali tidak di dengar olehnya dan tetap terus berlari menyusul Azazeal.


Setelah sampai di gerbang depan.


"Tuan Azazeal!" Panggilnya keras sambil berlari ke depan pintu gerbang.


Namun setelah pintu gerbangnya di buka, ia terkejut sedih waktu melihat sudah tidak ada siapa - siapa lagi disana selain para penjaga. Melihat itu Motty langsung berlutut lemas dan meneteskan air mata sedih karena dia gagal bertemu dengan orang yang dikira itu adalah kakaknya yang hilang selama ini.


Ia menangis sedih di tengah gerbang sembari menyalahkan dirinya sendiri. "Kenapa aku bodoh sekali, sampai tidak menyadarinya. padahal hanya itu tadi kesempatanku bertemu dengannya, hikss... Hiksss!" Ucapnya bersedih.


Para prajurit yang melihat calon Ratu mereka bersedih, salah satu dari mereka memutuskan untuk menghampirinya dan mengajaknya berbicara.


"Nona, kenapa Anda menangis? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah seorang prajurit.


"Guardian tadi, apakah dia sudah lama pergi?" Tanya Motty berusaha menghentikan tangisnya.


"Belum Nona, baru saja dia pergi lalu 10 detik kemudian Anda sampai." Jawabnya.


"Jadi begitu... sekarang aku tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi..." Ucapnya pelan dengan nada sedih.


"Nona apakah Anda lupa, bahwa Tuan Gabriel itu mengetahui semua letak istana para Guardian, termasuk Guardian Agung." Sambungnya.


Ah,!!! Kenapa aku baru kepikiran sekarang, prajurit ini benar. Gabriel pasti mengetahui semuanya! Pikirnya terkejut langsung bangkit dan berlari untuk menemui Gabriel.


"Nona apakah Anda sungguh tidak apa - apa!" Tanya prajurit itu keras sekali, namun Motty tidak mendengarkannya dan terus berlari.


"Hahh sepertinya dia tidak mendengarkan ku." Ucapnya pelan kemudian kembali ke posisinya semula.


"BRAKKHH!" dobrak Motty mengejutkan semua orang di dalam kamar Gabriel, nampak Alin juga sudah kembali.


"Motty! darimana saja kamu, sayang? Kenapa Kak Fyona tidak ikut denganmu?" Tanya Gabriel pelan penasaran.


"Itu tidak penting! ... Gabriel, apakah kau tahu dimana letak Istana Tuan Azazeal?" Tanya Motty mengejutkan semua orang.


"Nona ada apa dengan Anda? Kenapa tiba - tiba bertanya hal mengejutkan seperti itu?" Tanya Andora Michi terkejut.


"Motty apakah kau sadarkan dengan pertanyaan mu? Tuan Azazeal itu bukan tipikal orang yang senang di kunjungi oleh wanita, maaf bukan bermaksud untuk merendahkan mu, tapi. kami Bidadari surga pun tidak bisa masuk ke sana, apalagi dirimu!" Sambung Alin.


"Itu benar, aku bisa saja mengantarkan mu ke sana. tetapi belum tentu respon mereka akan baik kepadamu, bisa saja mereka malah berbalik menyerang mu karena mereka mengira kau iblis jahat. dengar Motty aku ini sangat menyayangimu, aku tidak mau terjadi apa - apa denganmu." Ucap Gabriel sedih mendengar pertanyaannya.


"Itu tidak ada hubungannya dengan kalian! Aku tanya sekali lagi, Apakah kau mengetahui letaknya?" Tanya Motty menatap tajam ke arah Gabriel.


Aku tidak menyangka Motty akan jadi seperti ini, kukira selama ini dia hanya gadis yang baik, polos dan lugu. Karena masalah ini, aku jadi tahu sikapnya yang lain. Pikir Gabriel sambil membalas tatapannya.


"Motty, sekarang aku tanya padamu. kemana kau tadi saat Tuan Azazeal di sini, kenapa kau tidak mengajaknya berbicara? ... Sekarang setelah dia pergi, kau malah ingin mencarinya." Tanya Gabriel.


Motty terkejut mendengar pengakuannya, kalau Guardian tadi adalah Tuan Azazeal yang di ceritakan oleh Erfyona.


Jadi itu tadi adalah Tuan Azazeal! Berarti tadi itu yang datang adalah... Kak Mischelle! Orang yang selama ini aku cari. Pikirnya dalam terkejut melotot kedua matanya, tubuhnya hanya bisa terdiam dan meneteskan keringat dingin.


"Kau tahukan, kesempatanmu hanya itu tadi. pergi ke Orion itu sama saja dengan kau menyetor nyawa. Apakah kau sudah lupa bagaimana perbuatan Sam padamu waktu itu, yang dengan brutal dan tanpa ampun ingin membunuhmu, untunglah hanya Sam saja yang datang waktu itu bukan pelayan yang lain." Sambung Gabriel.


"Orion itu adalah tempat bagi berkumpulnya makhluk - makhluk kuat di seluruh tingkatan langit, hanya Guardian inti (Posisi 2-5) saja yang bisa masuk ke sana. dan sekarang kau malah ingin pergi ke sana," Jelasnya.


......Hening sesaat......


"MOTTY APA KAU SUDAH TIDAK MENGHARGAI NYAWAKU LAGI! AKU SUDAH MATI - MATIAN MELINDUNGI MU DARI KEKEJAMAN SAM, BAHKAN AKU RELA MENERIMA KUTUKAN INI DEMI DIRIMU, DAN SEKARANG KAU MALAH MAU PERGI KE SANA MENYETORKAN NYAWAMU, APAKAH KAU INI SUNGGUH MOTTY YANG SELAMA INI AKU KENAL, HAH?!" Tanya Gabriel marah dengan isak tangis mengeluarkan segala isi hatinya.


Teriakan marahnya tersebut membangunkan Motty dari kesedihannya, sontak dia menjadi sadar dengan keinginan egoisnya tersebut.


Semua orang juga turut merasa sedih menyaksikan pemandangan tidak enak tersebut, mereka hanya bisa diam merunduk seperti batu tidak mampu berbicara sepatah kata pun.