The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 47 ~ Hadiah untuk Erfyona



"Nona Erfyona!" Panggil Exifilia yang seketika menghentikan langkahnya.


"Emh??" Berbalik dan menatapnya.


"Ada apa Exifilia?" Tanya Erfyona.


"Maaf, bukan maksud saya mencampuri urusan pribadi Anda tetapi. Tadi saya mendengar, Nona berbicara mengenai rencana Tuan Azazeal. Bisa tolong Anda jelaskan kepada saya detailnya?" Tanya Exifilia kepo.


Haduh gawat, bagaimana aku bisa keceplosan begitu sih. Sekarang aku harus menjawabnya apa...? Pikir Erfyona bingung.


"Nona?" Panggil Exifilia yang melihat Erfyona bengong.


"Eh! ... Itu...,- sebaiknya kau lupakan saja, ya? Tadi pikiranku sedang bingung, jadi aku meracau kemana - mana." Jawabnya mencari alasan.


"Nona, Apakah Anda sedang berusaha membohongi saya?" Tanya Exifilia curiga terhadap nada bicaranya yang meragukan.


"Tidak, untuk apa aku melakukannya. Sungguh aku tidak mengetahui apapun!" Sangkal Erfyona berusaha mengelabuinya.


Aneh sekali, jelas - jelas aku mendengarnya tadi. Kenapa Nona bersikeras merahasiakannya dariku, apa yang sebenarnya dia sembunyikan? Pikir Exifilia melihatnya penuh curiga.


Semoga saja dia percaya padaku, kalau sampai Tuan Azazeal tahu. Bisa - bisa citraku jadi buruk di matanya, itu tidak boleh terjadi. Tetapi apa yang bisa aku lakukan sekarang? Pikirnya panik mengeluarkan keringat dingin karena saking takutnya.


Percuma saja aku terus menekannya. Nampaknya dia bukan tipe wanita yang mudah di ajak blak - blakan,- pikir Exifilia sambil terus mengamatinya.


"Thek!" Suara langkah kaki mengejutkan mereka berdua.


"Tuan, Anda sudah kemb,-" wahh siapa anak tampan yang bersamanya itu? Ucap Erfyona dalam hati yang terpukau oleh wujud dewasa Gill.


Anak itu, Apakah dia anak yang sebelumnya? Dia sungguh sangat berbeda! Pikir Exifilia terkejut melihat perubahannya.


"Tuan, siapa anak yang bersama Anda ini?" Tanya Erfyona sangat tertarik padanya.


"Namaku Gill Fire, senang bertemu dengan kalian." Jawab Gill sambil membungkuk memberinya hormat.


"Gill? Itu nama yang sangat bagus!" Ucapnya senang langsung loncat dan memeluk Gill erat.


"Ah,!!! Apa yang Anda lakukan Nona?" Ucap Gill panik karena Erfyona yang maen nyelonong aja.


"Wah rambutmu indah sekali, kau sungguh berbeda dari Dementor yang lain." Pujinya di pelukan.


"Eh ... Terima kasih." Ucapnya pelan sedikit malu.


Bau ini, Iblis tirani! Pikirnya terkejut seketika langsung memberontak melepaskan pelukannya dan menyingkir dari Erfyona. Sontak dia langsung terkejut melihat reaksi Gill yang seketika berubah.


"Kau seorang Iblis! Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Gill terkejut langsung mengeluarkan wujud Dementor-nya.


"Soal itu..." Ucap Erfyona dengan nada dan raut wajah sedih.


Suasana menjadi tegang sesaat, setelah Gill mengetahui jati diri Erfyona. Ia menjadi sangat siaga dan fokus menatapnya dengan tajam. Exifilia juga tak kalah siaga dengan Gill, dia juga memasang posisi siap tempur dengan senjata di genggamannya.


"Kau tidak boleh membunuhnya, dia bukan musuh Mu." Ucap Azazeal melerai suasana tegang tersebut.


"Sesuai perintah Anda, Tuan." Ucap Gill langsung mematuhi perintahnya tanpa merasa keberatan sedikitpun.


"Kenapa kau sangat membenci para Iblis tirani? Padahal tidak semua dari mereka itu jahat. Aku tahu kau begini karena keluargamu tapi. Kenapa kau melampiaskannya kepada semua Iblis tirani, yang bahkan tidak ada kaitannya dengan hidupmu?" Tanya Erfyona penasaran dengannya.


"Jadi kau menganggap semua nyawa dari penduduk desa itu tidak berharga?" jawab Gill marah.


"Ah,- bukan seperti itu maksudku,-


"Aku bisa menerima semua luka ini, luka yang telah keluargaku perbuat padaku. Tapi mereka? Mereka tidak tahu apa - apa. Mereka hanya manusia biasa, makhluk netral yang tidak mempunyai kekuatan." Jawab Gill.


"Aku melihat sebagian dari mereka memperbudak manusia di Underworld, aku merasakan betul penderitaan mereka selama ini. Penderitaan yang hanya bisa di rasakan oleh mereka yang tidak berdaya, sama sepertiku waktu itu." Jelasnya yang membuat Erfyona terdiam merenung turut merasakan kesedihan yang sama, begitu juga dengan Exifilia.


"Mungkin kau benar, tidak semua dari para Iblis itu jahat. Dulu aku mengira ibuku lah wanita terbaik yang aku miliki, tetapi setelah aku tahu kebenarannya. Semua itu terasa sangat menyakitkan, yang aku dengar dari mulut sampah itu hanyalah "ini demi kebaikanmu"." Imbuhnya.


"Cihh! Kebaikan apanya. Mana ada kebaikan yang dimulai dari kebohongan, benar begitu kan, Tuan?" Tanya Gill.


"Kau benar." Jawab Azazeal singkat.


"Tuan, Anda membelanya?" Tanya Exifilia terkejut.


"Tidak Exifilia. Tuan Azazeal benar, kebaikan yang di awali dengan kebohongan itu adalah rupa dari pengkhianatan." Sahut Erfyona.


"Kau rupanya mengerti tentang rasa sakit ini. Kini aku tahu, kenapa Tuan melarangku membunuhmu. Kau ternyata berbeda dari semua Iblis yang pernah aku temui, baru kali ini aku mendengar perkataan jujur dari bangsa terkutuk sepertimu." Kata Gill salut dengan kejujuran Erfyona.


"Apakah kau membenciku, Gill?" Tanya Erfyona pelan.


"Secara bangsa iya, aku sangat membencimu! Aku tidak tahu kejelekan apa yang pernah kau lakukan dulu, mengingat kau Iblis yang berbeda dari yang lain. Aku yakin kau pasti kecil berbuat dosa dengan sikap feminim-Mu itu." Jawab Gill jujur.


"Kau menyukai sikap kewanitaan, Ku?" Tanya Erfyona sedikit memancingnya berkata jujur.


"Tidak. Maksudku kau berbeda saja dari wanita Iblis yang lain. Lagian mana ada wanita Iblis yang se-Feminim dirimu." Jawab Gill jujur dengan sedikit malu - malu.


"Membuang waktuku saja." Ucap Azazeal pelan kemudian berjalan pergi.


"Tuan..." Ucap Exifilia pelan menyadari kepergiannya dan mengikutinya.


"Syukurlah kamu menyukaiku apa adanya, aku jadi tidak perlu berpura - pura menjadi orang lain untuk berbaikan denganmu." Kata Erfyona senang sekali langsung memeluknya kembali untuk yang kedua kalinya.


Saat Erfyona sedang memeluknya hangat, tiba - tiba tubuh Gill menguap dan berubah kembali ke wujudnya yang semula ke remaja yang berusia 17 tahun. Sontak hal itu mengejutkan Erfyona dan Gill sendiri, kenapa dirinya mempunyai dua wujud normal.


"Kau kembali lagi?" Tanya Erfyona terkejut dengan perubahannya.


"Kenapa jadi begini? Aku bahkan tidak tahu kalau aku bisa berubah ke wujud semula." Jawab Gill tidak menyangka.


"Suaramu, suaramu berubah? Wahhh kau jadi tambah imut sekarang." Ucapnya sambil mencubit pipinya dengan gemes.


"Apa kau bilang! Aku ini Dementor tau, aku ini kejam dan ganas. Berani - beraninya kau mengatai ku imut. Itu penghinaan!" Sangkal Gill ngambek dengan suaranya yang asli nan lucu.


"Wahhh kau tambah imut lagi saat sedang marah. Ouhh tenang saja adik manis, tidak akan ada Iblis yang takut padamu kalau kau seimut ini." Godanya sambil terus mencubit pipinya.


"Aku bilang hentikaaaan,!!!!" Teriaknya yang terus di goda oleh Erfyona.


Sementara itu di Kingdom of Norman.


Anastasya tengah bersiap - siap mengemasi barang bawaannya untuk pergi ke Lockheim dan berharap putrinya bisa di selamatkan.


"Istriku, maafkan aku. Andai saja aku mendengarkan ucapan Mu,- ucap Norman menyesal sambil melihat ke arah Anastasya yang sedang mengemasi barang.


"Pssthh! (Membungkam mulut Norman dengan jari telunjuknya) Sudah, berhentilah menyalahkan diri sendiri. Semuanya sudah terjadi, tidak ada yang perlu kita sesali." Sahut Anastasya.


"Tetapi putri kita menjadi korban karena kebodohanku, kalau saja dulu aku mau mendengarkan mu dan merawat Gill dengan sabar. Tentu semua ini tidak akan terjadi, kalau saja aku tahu dia sekuat itu. Tentu aku akan menjadikannya anak emas ku." Ucap Norman sangat menyesal.


"Semuanya belum terlambat Norman. Kita masih bisa memperbaiki semuanya, aku tahu persis Gill itu anak yang seperti apa. Kau seharusnya bersyukur dari kelima anakmu, hanya dia seorang yang memiliki hati lembut." Ucap Anastasya.


"Apakah dia mau memaafkan ku?" Tanya Norman sedih dan putus asa.


"Tentu saja, dia pasti senang bisa berkumpul dengan keluarganya kembali. Dari dulu dia selalu mendambakan hal itu!" Jawab Anastasya yakin.


"Kau benar. Saat dia kembali nanti, aku akan memeluknya hangat. Aku rela memberikan tahtaku ini padanya, asalkan dia mau memaafkan ku." Kata Norman bersumpah penuh harap Gill mau memaafkannya.


"Kau tidak perlu sampai melakukan hal itu, Sudah! Sekarang bantu aku mengemasi barang - barang ini." Ucap Anastasya tersenyum senang melihatnya tidak bersedih lagi.


"Maaf, aku sampai lupa tidak membantumu." Kemudian langsung membantunya.


Sementara itu di taman Istana Orion.


Gill dan Erfyona sedang duduk berdua, nampak Gill masih saja kesal karena Erfyona tidak mau berhenti menggodanya.


"Sudah hentikan, wajahku bisa melar nanti." Ucap Gill sedikit kesal menatapnya datar.


"Nona hentikan, ku mohon. Jangan mempermalukan diriku lebih dari ini." Dengan tatapan mata berbinar - binar memohon.


Wahh, matanya berbinar - binar, manis sekali. Ucapnya dalam hati terkagum dengan kemanisan wajahnya.


Sepertinya dia lelah, kasian juga kalau aku terus menggodanya seperti ini. Pikirnya langsung menghentikan godaannya tersebut.


"Maaf ya aku sudah menggoda mu berlebihan, tapi jujur kamu itu manis sekali enggak ada seram - seramnya." Ucap Erfyona dengan senyum manis.


"Benarkah, kalau begitu gawat dong. Bagaimana nanti masa depanku?" Kata Gill panik.


"Pasti akan cerah, kesuraman hidupmu telah berakhir Gill. Kau sudah menjadi keluarga baru kami di sini, kau bisa memanggilku Kak Fyona. Kakak Erfyona Land Sankarea." Ucap Erfyona memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri.


"Kau nampak sangat percaya diri, padahal aku belum mengakui mu sampai sedekat itu." Jawab Gill jujur polos apa adanya.


"Jahat banget sih kamu, berkata blak - blakan seperti itu di depan seorang wanita!" Ucap Erfyona ngambek berusaha memancing kepekaan hatinya.


Eh!! Benarkah, lalu apa peduliku? Ucap Gill dalam hati datar.


"Gill?" Panggil Erfyona pelan.


"Emh?" Menoleh kearahnya penasaran dengan wajah polos.


"Apakah kau memiliki seorang Kakak yang sangat kau sayangi?" Tanya Erfyona penasaran.


"Kenapa tiba - tiba bertanya begitu?" Tanya Gill terkejut setelah mendengar pertanyaan mengenai urusan pribadinya.


"Tidak, hanya saja aku merasa. Kau ini sangat mirip dengan orang yang aku kenal." Kata Erfyona pelan menjelaskan.


"Jadi seperti itu alasannya... " Memahami perasaan Erfyona.


"Ya begitulah. Dulu aku pernah memilikinya tapi sekarang tidak lagi." Sambungnya.


"Kenapa? Apa yang telah terjadi?" Tanya Erfyona kepo.


"Kau tadi mendengarkannya, Kan?" Memancingnya untuk mengingatnya kembali.


"Jadi yang ikut membantai para penduduk desa itu adalah... Kakakmu?" Ucap Erfyona menyadarinya dan terkejut setelah mengetahui hal tersebut.


"Kenyataannya memang seperti itu." Ucap Gill sabar.


"Kau pasti sangat terpukul dengan apa yang telah kau alami, maaf ya aku tidak bermaksud membuatnya bersedih." Berusaha menguatkan hatinya.


"Tidak apa - apa. Lagipula memang itulah kebenarannya." Jawab Gill tabah.


"Rambut putih ini, Apakah ini berasal dari ayahmu?" Tanya Erfyona sambil mengelus rambutnya.


"Lebih tepatnya ibuku, dia yang memiliki rambut putih sama seperti ini." Jawab Gill.


"Jadi begitu, kalau boleh tahu. Siapa nama dari Ibumu?" Tanya Erfyona.


"Maaf bukan bermaksud kepo tetapi, aku pernah menjelajahi semua kerajaan di Underworld. Siapa tahu aku pernah bertemu dengan ibumu sebelumnya." Sambungnya.


"Namanya Anastasya Gulleen, dia Ratu dari Kerjaan Norman." Jawab Gill.


"Anastasya Gulleen? Baru kali ini aku mendengarnya. Apakah ayahmu itu manusia? Baru kali ini aku mendengar nama Kerajaan itu?" Tanya Erfyona sangat penasaran.


"Dia bukan ayahku!" Sahut Gill marah.


"Maaf soal itu, aku tidak tahu..." Kata Erfyona merasa bersalah.


"Lelaki itu adalah keturunan Iblis timur, East Monna!" Jawab Gill dengan wajah penuh dendam.


"East Monna? Kalau itu aku pernah dengar, jadi dia keturunan Iblis timur!" Ucap Erfyona terkejut.


"Kau mengetahuinya, ceritakan padaku?" Tanya balik Gill kepo.


"East Monna adalah nama marga dari para Iblis yang bertubuh gagah dan besar, mereka tidak mempunyai kekuatan sihir hitam sama sekali. Dengan kata lain kekuatan mereka hanya berasal dari fisik mereka yang kuat, dari segi kekuatan mereka tidak buruk. Mungkin aku bisa memberi mereka peringkat delapan dari sepuluh marga Iblis kuat lainnya." Jelasnya.


"Bagaimana kau bisa tahu sedetail itu?" Tanya Gill penasaran.


"Dulu aku pernah bertarung melawan salah satu dari mereka, yang mereka bilang dia adalah yang terkuat di antara Iblis East Monna itu." Jawabnya.


"Lalu hasilnya?" Tanya Gill sangat penasaran.


"Yah sesuai perkiraan Ku. Mereka sangat mudah di kalahkan, bahkan sihir lemah saja mampu menumbangkan mereka semua. Mungkin bagimu mereka bukanlah apa - apa." Ucap Erfyona enteng.


"Semudah itu, kah?" Tanya Gill memastikan karena terkejut mendengar kenyataan mengenai East Monna.


Erfyona hanya membalasnya dengan anggukan iya. Mendengar hal itu Gill terkejut dan merasa senang ternyata marga dari Iblis yang selama ini dia benci adalah marga terlemah di bangsa terkutuk itu.


"Apakah kau juga pernah mendengar marga Valuetans?" Tanya Gill penasaran dengan marga ibunya.


"Valuetans? Lucu sekali nama itu. Tidak, itu tidak ada dalam marga Iblis." Jawab Erfyona sambil menahan tawa.


"Coba kau ingat sekali lagi?" Tanya Gill terus menekannya.


"Apakah itu marga dari Anastasya?" Tanya Erfyona menduganya.


"Iya!" Angguknya.


Berusaha kembali mengingatnya. "Maaf Gill, seingat Ku tidak ada marga yang bernama Valuetans di Underworld. Bisa saja dia bermarga lain dan sengaja mengubahnya demi sesuatu." Jelas Erfyona.


"Jadi begitu... Lalu marga Iblis apa yang paling kuat di Underworld?" Tanya Gill sangat penasaran.


"Tentu saja Lucifer. Bukannya aku sombong, tetapi hampir semua Iblis di margaku menguasai semua jenis sihir hitam. Apalagi ayahku, Osmound Vanquisher. Dia adalah satu - satunya Iblis yang mampu melipat gandakan kekuatan sihir hitam menjadi sangat kuat." Jawabnya bangga.


"Kau dari marga Lucifer, ?!" Tanya Gill terkejut hebat.


"Iya, di Lockheim namaku adalah Erfyona Ella Vanya. Kalau suatu saat kau pergi ke Lockheim, kau pasti akan tidak asing dengan namaku ini. Mampirlah jika kau ke sana, akan aku hidangkan makanan yang enak untukmu!" Bujuknya.


"Itu berarti kau akan kembali lagi ke tempat terkutuk itu?" Tanya Gill heran.


"Iya. Walaupun di sini sangat menyenangkan, tetapi ini bukanlah rumahku. Dan meskipun di sana buruk, rumah tetaplah rumah. Disana lah tempatku berasal." Ucap Erfyona pelan dengan nada sedih sambil menatap langit.


"Kalau kau berambisi untuk memburu para Iblis, kau pasti akan keluar masuk Underworld. Saat kau masuk Underworld, jangan lupakan kakakmu ini, ya?" Dengan mata berbinar.


"Tunggu, sejak kapan aku menganggap mu sebagai kakakku?" Tanya Gill terheran.


"Jahat banget kamu ini, jahat!" Dengan nada ngambek sambil terus mencubit pipi Gill.


"Jangan mulai lagi, baiklah-baiklah! Aku akan menuruti apa yang kau mau, tapi tolong hentikan ini!" Ucap Gill tidak tahan karena di goda membuatnya jengkel sendiri.


Kemudian Erfyona menghentikan godaannya dan mulai berbicara serius padanya. "Aku akan sangat senang apabila kau mau mengunjungiku Gill, di sana aku kesepian. Tidak ada teman bicara, walaupun itu keluargaku sendiri." Ucapnya pelan bersedih.


Seketika Gill paham dengan apa yang Erfyona rasakan, selama ini dia juga merasakan hal yang sama pada saat ia diasingkan oleh Anastasya ke tengah hutan.


"Kamu jangan bersedih, kalau ada waktu. Aku pasti akan mengunjungimu!" Ucap Gill meyakinkan.


"Janji?" Mengacungkan jari kelingkingnya hendak membuat perjanjian dengannya.


"Dementor tidak akan ingkar setelah dia mengucap janji." Meraih kelingkingnya menerima janji tersebut.


Seketika Erfyona langsung memeluknya hangat erat sampai menangis di pelukan saking senangnya. "Senangnya! Akhirnya aku memiliki adik laki - laki yang baik, yang selama ini aku impikan!" Ucapnya bercampur tangis haru.


"Kak Fyona, mengapa kau menangis?" Tanya Gill keheranan, namun Erfyona malah semakin kencang menangis dan semakin erat juga memeluknya.


"Jangan malah di kerasin, Woy! Lihat kita menjadi pusat perhatian, Bagaimana nanti anggapan mereka kepadaku." Ucap Gill tidak enak karena melihat dirinya menjadi pusat perhatian dari seluruh pelayan yang lewat.