The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 8 ~ The Beginging Afther the End



Michael terbaring di tempat yang sangat gelap.


Sambil meratapi nasibnya yang menyedihkan, ia sangat penasaran kenapa mereka semua begitu membencinya. Namun takdir berkata lain. Belum sampai dia menemukan jawabannya, Tuhan sudah memanggilnya.


'Kenapa aku se-rapuh ini. Noah, Enry, semuanya (mengingat senyum mereka semua). Semoga kalian selalu bahagia walau tidak ada aku di sana.' katanya dalam hati sedih.


"Bangunlah pelayanku." Kata suara misterius di dalam kegelapan. Kemudian Michael mulai terbangun dan lekas membuka mata.


"Dimana ini,... Enry!" Dia kebingungan sedang berada dimana dan baru kepikiran kalau dia punya janji dengan Enrylind.


"Bangunlah!" Terdengar suara besar dari atas langit.


Michael kaget dan kebingungan dengan suara tersebut


Dia menoleh ke sekeliling tempat tersebut dan nampak di hadapannya banyak sekali anak tangga yang menjulang ke atas dan di setiap langkahnya terdapat Malaikat yang berjejer rapi baik di kanan dan kirinya.


"Bangunlah Azazeal, masa hukuman-Mu telah usai." Katanya.


"Azazeal? Aku?" Tanya Michael bingung menunjuk dirinya sendiri.


"Tentu saja. Kau. Siapa lagi?" Jawab-Nya.


"Maaf tapi namaku Michael, bukan Azazeal. Anda pasti salah orang." Jawabnya dengan wajah bingung.


"Tidak, kaulah orangnya." Katanya yakin kemudian memberikan ingatannya kembali.


Setelah Michael sadar kalau dia adalah Azazeal, ia langsung berlutut memberinya hormat. "All Hail Greatest Lord! Azazeal menghadap Anda." Ucapnya sopan.


"Senang melihatmu kembali, Azazeal." Balasnya.


"Tubuh ini?" Katanya terkejut baru menyadarinya dan berusaha mengingat kejadian sebelumnya.


"Argh!" Rintihnya merasa kesakitan berusaha keras untuk mengingatnya sampai darah keluar dari lubang hidungnya.


"Apakah semua itu nyata?" Tanya Azazeal memastikan ingatannya tersebut.


"Seperti itulah." Jawab-Nya.


"Baru kali ini aku merasa dikhianati. Aku tidak menyangka akan sesakit ini!" Kata Azazeal mengeluarkan isi hatinya.


"Itu karena kau memakai tubuh manusia yang lemah. Tubuh itu sangat peka terhadap rasa di sekitar berbeda dengan tubuhmu yang dulu." Jelas-Nya.


"Aku punya tugas baru untuk mu, Azazeal. Sekarang kau akan menjadi pemimpin para Guardian di luar sana. Aku melihat beberapa dari mereka mempunyai sifat yang menyimpang, jauh dari kata terhormat." Perintahnya.


"Apakah Anda mengusirku dari tugas utamaku, Tuhan?" Tanya Azazeal dengan wajah sedikit kecewa.


"Kali ini lebih penting daripada tugasmu yang sebelumnya. Tugasmu disini akan digantikan oleh Gremona (Salah satu Bidadari perkasa yang bertugas di Istana Tuhan)." Jawab-Nya.


"Saya akan berusaha yang terbaik." Jawab Azazeal patuh.


"Pejamkan matamu, Azazeal. Akan ku kembalikan tubuh dan kekuatan dahsyat-Mu." Perintah-Nya, seketika Azazeal langsung bangkit dan memejamkan kedua matanya. Kemudian tubuh Azazeal melayang di udara dan bersinar berubah ke wujud aslinya.


Dengan tubuh gagah perkasa, wajah yang sangat tampan, dan sayap indah berbulu warna warni. Azazeal adalah Malaikat yang memiliki wujud sempurna. Memiliki bola mata sangat indah di sisi kanan berwarna biru cerah permata, sedangkan sisi kiri merah darah menyala. Dengan simbol penguasa di tengahnya. Rambut hitam berkilau dan kulit putih bersih. Dia adalah Malaikat yang paling digilai oleh seluruh Bidadari di langit.


"Pergilah Azazeal. Tunaikan tugasmu!" Perintah-Nya.


"Hamba permisi!" Membungkuk kemudian pergi.


Pada tingakatan langit 100 Azazeal membuat sebuah Kerajaan megah bernama Orion Kingdom. Dia menciptakan segala Makhluk, mulai dara bangsa Archangel sampai bangsa Demonic.


Setelah selesai dengan Kerajaannya dan para penghuninya, dia kembali menciptakan dua makhluk istimewa yang akan Ia jadikan tangan kanannya dan hanya mempunyai tugas khusus.


Ciptaan pertama adalah Sam seorang laki - laki dari bangsa Dementor. Dia diberi tugas lapangan yakni pengintaian dan pembunuhan.


kedua adalah Acquila seorang perempuan dari bangsa Archangel yang sangat cantik memiliki wajah dan aura yang kalem, diberi tugas untuk melakukan penjagaan dan pengirim pesan kepada seluruh Guardian.


Azazeal menciptakan Guard terkuat dari semua pasukan di jagad raya ini. Ia adalah Elemental Dragon Lord. Naga perkasa ciptaan dari Azazeal dengan kekuatan yang sangat besar dan dahsyat. Ia memiliki tugas melindungi Orion dan Azazeal dari segala ancaman mengerikan.


"Sam. Kemarilah!" Panggilnya.


Kemudian Sam berdiri dan mulai berlutut dihadapannya.


"Ajak Gabriel pergi ke Lockheim bersamamu! Iblis - iblis itu pasti sedang merencanakan sesuatu."


"Ada sedikit masalah yang perlu kubereskan!" sambungnya.


"Baik Tuan, permisi." Jawabnya patuh membungkuk sopan mematuhi perintahnya. Azazeal mempersilahkannya kemudian Sam pergi menemui Gabriel.


Cluenon Kingdom adalah kerajaan milik Gabriel dengan banyak sekali Pegasus beterbangan disekelilingnya. Kerajaan tersebut berdiri menjulang di antara dua gunung tinggi yang sangat indah.


Dia juga dapat menciptakan suatu makhluk. Kesenangannya adalah menciptakan Pegasus dan Grifon. Ia juga menciptakan berbagai pasukan tempur yang sangat kuat secara mendetail. Gabriel diberkati oleh Tuhan dengan wajah yang tampan dan enak dipandang. Waktu Sam datang ke Cluenon Kingdom.


Hari itu juga bertepatan dengan kunjungan Alin Xaverias kepada Gabriel.


"Bagaimana Kabarmu, Gabriel?" Tanya Alin sambil berjalan menghampirinya.


"Baik. Bagaimana denganmu, Alin?" Sambil mengajak berjabat tangan.


"Baik." Jawab Alin dengan tersenyum dan menerima jabat tangan dengannya.


Kemudian Gabriel mempersilahkannya duduk dan mereka mengobrol sejenak.


"Bagaimana? Apakah Anda sudah mendengar kabar dari Tuan Azazeal?" Tanya Alin kepada Gabriel.


"Belum, dia sangat misterius." jawabnya merenung berfikir.


Alin terus memandangi wajah tampan dari Gabriel. Dia sangat menyukainya sejak pertama mereka saling bertemu di depan Sang Pencipta.


"Saat ini beliau adalah ketua dari 100 Guardian Angels." Jelas Gabriel.


"Apa! Dia pasti makhluk yang sangat kuat! Sampai mendapat gelar tersebut." jawab Alin dengan ekspresi terkejut.


Saat mereka sedang asik mengobrol berdua.


Tiba - tiba Sam datang dan mengagetkan mereka berdua dengan sayap dilentangkan gagah, langsung berjalan menghampiri mereka berdua. Gabriel yang melihatnya seketika langsung bangkit dari kursinya mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya kepada Sam.


"Berhenti! Siapa kamu,?!" Tanya Gabriel dengan lantang.


"Apakah kau yang bernama Gabriel?" Tanya Sam.


"Ada perlu apa kamu mencariku?" Jawabnya.


"Berhati - hatilah Tuan. Dia bukan makhluk biasa." imbuh Alin. Gabriel mengangguk menerima saran darinya.


"Katakan! Apa tujuanmu datang kemari,?!" tanya Gabriel sedikit keras.


"Namaku Sam. Aku kemari karena diutus oleh Tuan Azazeal untuk menyampaikan pesannya. Beliau memerintahkanku dan kamu untuk pergi ke Lockheim mengumpulkan informasi mengenai Lucifer."


"Kemanakah Tuan Azazeal sampai dia mengutus mu untuk menemui kami?" Tanya Alin kepada Sam.


"Beliau sedang pergi, ada beberapa urusan yang perlu dia tangani." Jawab Sam.


'Urusan apakah kira - kira yang sampai membuatnya turun tangan?' Pikir Alin dengan termenung.


"Maafkan Alin, sepertinya kita tidak bisa lanjut mengobrol." Sambil melentangkan sayapnya.


"Tidak apa - apa, lain kali saja kita sambung." Jawabnya penuh pengertian.


"Aku jadi tidak enak. Kau bebas berjalan - jalan di Cluenon. Sekali lagi maaf, aku tidak bisa menemanimu. Kata Gabriel berpamitan.


"Sudah tidak apa - apa. Mungkin aku datang di saat yang tidak tepat. Berhati - hatilah, Gabriel..." Jawabnya.


"Baiklah, nikmatilah sisa waktumu." Kata Gabriel dengan senyum kemudian mereka berdua pergi....