The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 4 ~ Menepati janji Gadis Malang



Akhirnya Michael sampai Raftell Kingdom, semua orang yang melihatnya merasa senang dia kembali.


"Itu dia, Michael!" Sambil menunjuk kearahnya.


mereka langsung datang mengerumuninya, menanyakan keadaannya. "Michael kamu dari mana?" Tanya salah satu prajurit.


"Syukurlah kamu kembali, kamu tidak apa - apa, kan?" Diikuti tanya prajurit lain.


"Iya aku tidak apa - apa, Maafkan aku teman - teman, aku gagal membawa pencuri itu kemari." jawabnya.


"Syukurlah kamu kembali, kami akan diberhentikan bekerja oleh Ratu kalau tidak membawamu kembali, dia sangat khawatir tentangmu." Kata Albert dengan nada ketakutan.


Mereka terus mengobrol tentang apa yang terjadi pada Michael dan dia enggan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ia mengarang cerita yang masuk akal agar mereka tidak curiga dan percaya padanya.


Tak berapa lama mereka mengobrol, Ratu Sherlyn memanggil Michael dari kejauhan.


"Michael!" Sambil berlari datang menghampirinya.


"Kamu darimana sayang, kamu tidak apa - apa, kan?" Sambil meraba - raba wajahnya karena takut Michael kenapa - napa.


"Aku pulang sayang." Katanya pada Sherlyn supaya hatinya menjadi lebih tenang.


"Selamat datang sayangku." Katanya sambil tersenyum manis.


Teman - teman prajurit lain yang melihat Michael dan Ratu mereka merasa tidak enak dan cuman menjadi Obat Nyamuk di tengah hubungan mereka yang romantis.


"Michael kami pergi dulu ya, masih ada pekerjaan lain, Syukurlah kamu tidak apa - apa, sampai jumpa nanti." katanya berpamitan kemudian mereka pergi meninggalkannya berdua.


"Sayang besok siang datanglah ke ruanganku, aku akan membuatkan mu makanan spesial untuk merayakan kepulangan mu, kamu juga boleh mengajak Noah untuk ikut makan siang bersama." Sambil memegang tangan Michael penuh cinta.


"Iya Ratuku tercinta, akan saya beritahu kepada Noah besok." Balasnya dengan nada romantis pula.


"Kalau begitu sampai jumpa lagi besok, aku sayang kamu." Sambil melambaikan tangan pergi.


"Sayang kamu juga." Balasnya dengan senyum manis.


Michael kemudian pergi ke dapur untuk makan karena dari pagi dia belum makan apapun, setelah selesai makan ia kembali berjaga sebentar dan setelah jam pekerjaannya selesai Michael pergi ke kamar untuk tidur.


Keesokan paginya seperti biasa Michael berangkat dan berjalan menuju tempatnya berjaga. Tak berapa lama Noah tidak sengaja lewat di depan ruang harta dan melihat Michael.


"Michael!" Sapa Noah.


Michael yang mendengar itu langsung menoleh kearahnya kemudian Noah datang menghampirinya.


"Michael, dari mana kamu kawan?" Tanya Noah penasaran.


"Aku mencari kamu dari kemarin, Kamu tidak apa - apa, kan?" sambungnya.


"Aku tidak apa - apa santai saja seperti yang kamu lihat," jawab Michael santai.


"Noah Ratu mengundangmu untuk ikut makan bersama kami nanti siang, Kamu bisa, kan?" Ajak Michael.


"Aduh gimana ya, maaf ya Michael sebelumnya, bukannya aku tidak mau tetapi hari ini aku ada janji dengan seseorang." jawab menolak dengan wajah yang tidak enak.


"Serius? Siapa dia?" Tanya Michael kaget sekaligus penasaran.


"Eheheh ada kok, Dia orang yang spesial untukku," dengan sedikit malu.


"Hemmh, jangan - jangan kau mempunyai pacar juga!" Sambil mencandainya.


"Siapa namanya, Aku jadi penasaran," sambungnya.


"Iya, itu anu, Apakah kamu masih ingat dengan wanita bernama Jenifer?" sedikit memberinya bocoran.


"Woahh, Benarkah aku sangat terkejut," dengan ekspresi kaget.


"Rencananya aku akan memberitahumu kemarin, tetapi karena tidak ada jadi aku baru bisa memberitahumu sekarang,"


"Iya, aku masih mengingatnya, yang waktu itu kan, yang pernah kamu ceritakan di tenda denganku"


"Selamat ya Noah, aku senang mendengarnya, Semoga hubunganmu awet dengannya."


"Terima kasih Michael, Tetapi kamu beneran tidak apa - apa, kan?" Tanya dia memastikan kembali.


"Beneran tidak apa - apa, Lihat!" Dengan memutar tubuhnya agar dia tahu.


"Syukurlah, aku senang sekali kamu kembali dengan selamat, ini aku ada sedikit hadiah untukmu," sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya kemudian mengulurkan tangannya untuk memberikan benda tersebut.


"Apa ini?" Sambil mengulurkan tangannya menerima dengan ekspresi penasaran.


"Ini adalah gelang tangan hasil anyamanku, yang aku buat setelah pulang dari sini, Aku juga memberikan ini kepada Jenifer satu dan satunya lagi untukmu, Aku berharap dengan hadiah ini kita masih menjadi teman akrab walaupun kita sudah mempunyai pasangan sendiri - sendiri,"


"Terima kasih Noah, aku sangat menghargainya," segera dipakainya gelang tersebut di tangan kanannya.


"Woah, aku tidak pernah menyangka kamu pandai membuat gelang rumit seperti ini; sangatlah keren!" Dengan wajah senang melihat gelang tersebut.


"Aku senang kamu menyukainya," dengan wajah senang melihat Michael sangat menyukai pemberiannya.


Kemudian Michael mengingat sesuatu di tengah rasa bahagianya mendapat gelang tersebut.


"Noah, hari minggu besok kamu sibuk, nggak? Aku perlu bantuan mu," Tanya Michael.


Karena Michael sangat percaya kepada temannya itu Noah sangatlah baik dan sosok teman sejati baginya.


"Ada apa, katakan saja hari minggu aku selalu Free," jawabnya.


"Kalau begitu minggu pagi kita bertemu di air mancur tengah kota, nanti untuk detailnya kuceritakan di sana." Kata Michael memberi tahu tempatnya.


"Oke, tentu saja," Jawab Noah mengiyakannya.


"Terima kasih, aku senang kamu mau membantuku." Kata Michael senang Noah mau membantunya.


"Tidak apa - apa, aku senang bisa melihatmu senang juga," Jawabnya Noah enteng.


"Aku pergi dulu masih ada hal lain yang aku kerjakan, sampai jumpa nanti." Kata Noah berbalik dan pergi.


Siang harinya Michael teringat janjinya dan segera menemui Sherlyn di ruangannya. Dia dipersilahkan masuk olehnya dan menyambut Michael dengan hangat penuh cinta. Ia memberitahunya kalau Noah tidak bisa ikut karena dia ada urusan lain.


Dia sangat menyayangkannya karena sudah membuat makanan yang banyak kemudian mereka melanjutkan makan siang dengan sangat romantis. Mereka saling menyuapi makanan satu sama lain dan juga bercerita tentang hal yang romantis pula untungnya Sherlyn tidak bertanya kepada Michael rinci tentang kejadian yang menimpanya kemarin.


Setelah jam istirahat selesai. Michael berpamitan kepadanya dan mengucapkan terima kasih banyak atas makanan dan sambutan hangatnya setelah itu dia pergi untuk bekerja kembali.


Di suatu malam yang hening. Enry yang sedang duduk diam menatap langit di depan halaman rumahnya yang kemudian dihampiri oleh Ayahnya.


"Nak, kamu itu seorang perempuan, jangan terlalu kau pikirkan masalah mencari makanan untuk para warga desa, biarkan mereka mandiri dan bertahan hidup dengan cara mereka." Kata Ayahnya padanya.


"Tetapi aku tidak bisa hanya diam melihat warga yang kelaparan dan menderita, Ayah."


"Iya, ayah paham, tetapi mau sampai kapan, ayah hanya tidak mau kamu bernasib sama seperti Kakakmu, ayah sangat menyayangimu."


"Enry juga sayang ayah... Ayah bisa tolong tinggalkan aku sebentar, aku sedang ingin sendiri untuk saat ini." Kata Enry.


"Tapi kamu segera masuk ya, malam semakin larut dan udaranya semakin dingin, ayah tunggu kamu di dalam."


Ayah Enry kemudian masuk kedalam rumah. Enry kembali menatap langit dan melihat bintang.


Tuan Michael, apa yang sedang Anda lakukan saat ini?... katanya dalam hati.


Minggu paginya Michael bagun lebih awal untuk pergi segera pergi ke Kios roti dan pertanian. Dia membeli banyak roti, benih jagung dan kacang tanah untuk nantinya dibawa ke desa Enry.


Karena dia yakin bendungan yang dilubanginya kemarin airnya pasti sudah mengalir banyak sampai ke desa Enry. Setelah semua dirasa siap dia pergi ke air mancur tengah kota untuk menemui Noah di sana.


Setelah sampai di tempat ternyata Noah sudah berada di sana bersama kekasihnya.


"Michael, Oeey sini!" panggil Noah dari kejauhan.


Michael pun segera menghampiri mereka berdua.


"Maaf aku terlambat, kalian sudah lama menungguku?" Tanya Michael.


"Kami baru saja sampai sehabis berjalan - jalan sebentar, Michael perkenalkan ini Jenifer yang aku ceritakan kepadamu kemarin." jawab Noah sambil memperkenalkan wanita di sampingnya.


"Hai, namaku Michael, salam kenal." menyodorkan tangannya.


Setelah kulihat Jenifer, aku merasa dia sangat cocok dengan Noah sebagai pasangannya, pikir Michael sambil mengamati wajah wanita tersebut.


"Iya Tuan, nama saya Jenifer, salam kenal." jawabnya sambil menjabat uluran tangannya.


"Panggil saja Michael, umurku tidak berbeda jauh dengan kalian dan Profesiku juga sama dengan kalian berdua, jadi panggil aku biasa saja, ya!" kata Michael merendah.


Seperti biasa kamu selalu rendah hati, aku salut padamu... Kata Noah dalam hati salut kepada Michael.


"Aku akan menunggumu di rumahku, sambil aku mempersiapkan barang - barangnya lagi." Kata Michael kemudian pergi.


Dia mengiyakannya.


Kemudian Michael berpamitan dan pergi meninggalkan mereka berdua untuk kembali mengecek barang yang mau dibawa.


Tak berapa lama Noah akhirnya sampai di rumah Michael. Dia menjelaskan semua tentang alasan dan tujuannya meminta bantuan dari Noah setelah ia jelaskan kepadanya panjang lebar akhirnya dia mengerti dan mau membantuku.


Mereka berdua memutuskan untuk segera berangkat. Di tengah hutan waktu di perjalanan Noah bertanya kepada Michael.


"Apa yang membuatmu menolong gadis itu, Apakah dia cantik?" Tanya Noah penasaran.


"Lumayan cantik dia, tetapi bukan itu yang membuatku menolongnya, tetapi tubuhnya yang kurus dan kering yang membuatku tidak tega mau meninggalkannya." Jawab Michael polos.


Noah membalasnya dengan senyum dan memuji tindakan baik yang telah Michael ceritakan kepadanya barusan. Mereka terus berjalan sambil membawa kantong berisikan makanan dan berbagai benih tumbuhan.


Mereka melewati jembatan kering yang kemarin tidak airnya dan sekarang sudah mengalir air.


Ternyata usahaku kemarin tidak sia - sia... Kata Michael dalam hati senang melihatnya.


Setelah berjalan cukup lama berjalan dengan membawa barang yang cukup berat akhirnya mereka sampai di desa Enry.


Mereka mulai memasuki desa tersebut.


Para warga desa yang melihat mereka berdua membawa kantong yang cukup besar merasa penasaran dan mengikutinya.


Michael berjalan menuju rumah Enry untuk menemuinya terlebih dahulu sambil mengecek keadaanya. Setelah dia sampai di depan halaman rumahnya ia disambut senyum sapa baik oleh Enry beserta keluarganya.


"Perkenalkan Enry, ini Noah sahabat baikku." kata Michael.


Mereka berdua kemudian berkenalan dan Noah disambut baik olehnya dan keluarganya.


Mereka segera membagikan semua makanan yang kami bawa kepada semua warga desa dibantu oleh Enry dan keluarganya. Mereka tampak senang sekali menerimanya dan berterima kasih kepada mereka berdua berdua.


"Tuan Michael aku ada kabar baik untukmu." Kata Enry.


"Apa itu?" tanya Michael penasaran.


"Sungai - sungai yang kemarin kering, sekarang sudah teraliri air kembali." Katanya dengan senang memberi tahuku.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya." dengan senyum diwajahnya.


Dia sengaja tidak memberi tahunya kalau dialah yang melakukannya. Setelah selesai membagi semuanya mereka dipersilahkan masuk ke rumah untuk berteduh.


"Bagaimana keadaanmu Enry, apakah lukamu sudah sembuh?" Tanya Michael.


"Aku sudah tidak apa - apa Tuan, terima kasih telah mengobati ku." dengan senyum bahagia.


"Maaf sebelumnya, kenapa desa kalian bisa seperti ini?" Tanya Noah penasaran kepada mereka.


Ayah Enry menejelaskan kepada mereka berdua panjang lebar dan mengobrol lumayan lama sambil menunggu mata hari sore.


Setelah mereka berbincang - bincang cukup lama dan waktu juga sudah sore Michael dan Noah kemudian memutuskan untuk berpamitan kepada mereka semua dan kembali pulang.


"Iy---."


"Iya pasti, kami akan mengunjungimu kembali." Sahut Noah.


Enry tersenyum senang mendengarnya.


Mereka berdua akhirnya pergi keluar dan meninggalkan desa untuk kembali pulang. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di kota Sanguin.


"Terima kasih Noah telah membantuku hari ini, aku senang sekali." Kata Michael berterima kasih.


"Tidak apa - apa malah aku senang hari ini, Apakah kamu tadi tidak melihat, Enry itu sangatlah cantik! bahkan dia lebih cantik dari pada Ratu Sherlyn kalau dia berhias diri, Oh,_


"Maaf Michael aku tidak ada bermaksud menyinggung perasaanmu." Kata Noah merasa bersalah.


"Tidak apa - apa aku mengerti, kamu menyukainya, ya?" Tanya Michael sambil menggodanya.


Dia malu mau menjawab.


"Tidak, tidak aku sudah mempunyai Jenifer." Sangkalnya.


"Kalau begitu sampai jumpa lagi besok." Sambung Noah kemudian pergi.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.


Sembari Michael berjalan dia melihat orang menjual perhiasan di pinggir jalan yang bagus. Ia memutuskan untuk mampir sejenak melihat barang - barang yang dia jual. Setelah diamati cukup lama semua barang dagangannya oleh Michael. Dia melihat ada satu Liontin yang sangat bagus yang menarik hatinya.


"Kalau ini harganya berapa, Tuan?"


"Itu harganya 500 keping emas." Jawabnya.


Mahal sekali, kalau aku memberikan ini kepada Ratu mungkin dia suka, terlebih dia kan seorang Ratu masa mau aku belikan perhiasan yang murah... Pikirnya.


Setelah dia berpikir panjang akhirnya walaupun harganya sangat mahal dia pun membelinya dan berharap Sherlyn menyukainya. Setelah membeli Liontin itu dia kemudian pergi.


Di tengah jalan Michael berpikir,


Mumpung sekarang aku lagi keluar sebaiknya aku mengunjungi rumah paman Sebas karena sudah lama aku tidak mengunjungi mereka.


Kemudian ia mengetuk pintu dan tak lama dibukakan oleh Rebecca.


"Hai Bi?" Sapa Michael di depan pintu.


"Hai Michael, ayo masuklah ke dalam." Sambut Rebecca padanya.


Dia kemudian segera masuk ke dalam rumah.


"Michael, tumben kamu pulang!" Kata Sebas sedikit terkejut.


"Iya kebetulan aku sehabis dari rumah temanku, Patricia kemana Paman?" Tanya Michael sambil melihat sekeliling mencari Adiknya.


"Tadi Ratu Sherlyn kemari dan mengajak Patricia berjalan - jalan." Jawab Rebecca.


Mendengar itu Michael langsung bergegas kembali ke kekerajaan menemui adiknya.


"Nak, kamu tidak mau makan dulu?" Tanya Rebecca.


"Tidak usah Bi, terima kasih, aku buru - buru." Sambil bergegas pergi.


Setelah Michael sampai di Kingdom dia segera mencari adiknya. Ia memutuskan untuk langsung pergi menuju ke ruangannya menemui sang Ratu.


"Tok!"


"Tok!"


"Ratu, ini saya Michael, Apakah saya boleh masuk?" Sambil mengetuk pintu dan tak berapa lama dia membukakan pintu tersebut.


"Ssssst," sambil menempelkan telunjuknya di depan mulut Michael.


"Adikmu sedang tertidur, dia lelah setelah aku ajak dia jalan - jalan," Sambungnya.


Kemudian menutup pintunya dan keluar agar tidak membangunkannya.


"Besok aku akan menyekolahkannya, dia anak yang baik," Kata Sherlyn.


"Apakah tidak merepotkanmu, sayang?" Tanya Michael sedikit tidak enak.


"Apa yang kamu bicarakan, dia kan adikmu secara tidak langsung dia adalah adikku juga," Jawab Sherlyn tulus.


"Biarkan dia tidur di sini, aku sudah meminta izin kepada ayah dan ibumu tadi." Sambungnya.


"Sayang aku ada sesuatu yang Spesial untukmu," Sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


"Apa itu, aku penasaran sekali," Katanya tidak sabar ingin melihat.


"Tutup dulu matamu sayang," Mintanya.


Dia kemudian langsung menutup mata karena sudah tidak sabar yang nampak dari raut wajahnya. Kemudian Michael memasangkannya di lehernya.


"Sekarang kamu boleh membuka mata." Perintah Michael.


Dia langsung membuka mata dan melihatnya. Ia nampak senang sekali menerima hadiah dari Michael kemudia membalasnya dengan perkataan mesra.


Hari selanjutnya berjalan seperti biasa.


Michael berjaga di depan ruang harta dan selama minggu - minggu ini tidak menemui kecurigaan atau kejanggalan sedikitpun.


Pada hari minggunya dia mempersiapkan semuanya seperti makanan dan pupuk tanaman kemudian langsung bergegas menemui Noah ditempat biasa untuk mengajaknya kembali berangkat bersama ke desa Enry.


Setelah sampai di sana kami lagi - lagi mereka disambut baik oleh semua orang.


"Selamat datang Tuan - tuan, terima kasih telah mengunjungi kami kembali." Sambut Enry kepada mereka berdua.


"Enry, kamu tidak usah memanggilku Tuan panggil aku kakak saja, kamu sangat cantik sekali hari ini." Kata Noah menggoda Enry.


Dia yang mendengar kata Noah wajahnya merah merona malu dan gugup seperti waktu itu.


"I-i-iya kak Noah." Jawabnya gugup.


Waah tidak salah lagi, dia adalah seorang Malaikat! Wajahnya yang sangat cantik dengan sedikit kemerah - merahan menahan malu, hatiku bisa dibuat hancur olehnya... Pikirnya dalam hati dengan ekspresi senang sekali.


"Sudah - sudah, Enry kami membawakan beberapa makanan dan pupuk tanaman untuk semua warga desa, tolong bantu kami membagikannya." Kata Michael.


Dia mengiyakan dan langsung membantu mereka membagi makanan dan pupuk itu kepada sem allua warga desa. Setelah selesai membagi pupuk kami diajak berteduh di dalam rumah Enry.


"Enry besok kamu minta apa kepada Kak Noah ini? Aku pasti akan memberikannya kepadamu." Tanya Noah.


"Enry malu mau minta sesuatu kepada Kak Noah." Katanya gugup.


Lagi - lagi ekspresi itu! Dik Enry kamu sungguh bisa menghancurkan hatiku yang keras ini... Katanya dalam hati senang melihat itu.


Kemudian Michael keluar ke halaman depan dan menemui ayah Enry ada di sana. dia diajak jalan - jalan untuk melihat desa sambil menjelaskan semuanya.


Setelah mereka keliling desa dan kembali ke rumah. Nampak Enry dan Noah menjadi sangat akrab mereka sudah seperti kakak dan adik.


"Siapa laki - laki itu, dia sangat baik kepada Enry, aku belum pernah melihatnya sebahagia itu setelah kepergian Kakaknya." Kata Ayah Enry.


"Dia adalah Noah Lewise teman baikku, aku mengajaknya kemari karena dia satu - satunya orang yang bisa aku percaya." Jawab Michael.


Ayah Enry langsung tersenyum bahagia melihat putrinya bisa bahagia seperti dulu lagi. Karena hari sudah semakin sore aku mengajak Noah untuk kembali pulang.


"Noah ayo kita pulang, hari sudah semakin sore." Ajak Michael.


"Kakak pulang dulu, besok aku akan kesini lagi membawakan bunga kesukaanmu." Kata Noah Sambil Berpamitan kepada Enry.


Seketika Enry langsung mencium pipi Noah. Dia sangat terkejut dan terbelalak matanya setelah mendapat ciuman dari Enry.


Apa ini, hatiku gemetar dicium olehnya, aku merasakan semua beban dihatinya dari kecupannya barusan, bahkan Jenifer belum pernah memberiku kecupan senikmat ini, benar - benar dia ini makhluk yang spesial... Kata perasaan Noah terkejut senang berbunga - bungan.


"Terima kasih Kak." Jawab Enry bahagia sambil memberinya senyuman manis.


Aku berjanji akan selalu membuatnya bahagia mulai dari sekarang sebagai keluarga barunya... Sambungnya.


Kemudian Michael berpamitan kepada keluarganya dan seluruh warga desa. Mereka akhirnya pergi meninggalkan desa tersebut.


Setelah lama kami berjalan melewati hutan akhirnya mereka sampai di kota Sanguin. Terlihat Noah masih tidak percaya dan menempelkan tangannya di pipi bekas ciuman Enry tadi.


"Kenapa kamu senyum - senyum sendiri?" Tanya Michael penasaran melihatnya.


"Aku tidak menyangka dia menciumku sehangat itu, Aku tidak menyangka dia melakukannya, padahal dia baru mengenalku beberapa hari yang lalu! Enrylind itu dia adalah gadis yang sangat baik nan cantik." Puji Noah padanya.


Aku yang pertama kali menyelamatkannya bahkan tidak mendapatkan ciuman itu, malah dia yang baru dua hari ketemu langsung mendapatkannya, ah aku memang buruk kalau masalah mengambil hati perempuan... Kata Michael iri dalam hati.


"Memang kau ini berbakat dalam mendapatkan hati wanita." Puji Michael pada Noah.


Dia hanya tersenyum malu dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke rumah masing - masing.


Minggu berikutnya Michael mengajak Noah untuk mengunjungi Enry lagi tetapi dia menolak tidak bisa karena ada tugas penting hari ini untuk mengantar Sherlyn ke sebuah tempat khusus.


"Michael aku titip bunga anggrek warna ungu untuknya serta gelang ini," Kata Noah memberikan bunganya.


"Gelang yang aku buatkan khusus untuknya permata hatiku itu, aku sangat menyayanginya sebagai adikku yang jauh, dan sampaikan permintaan maafku kepadanya karena aku tidak bisa mengunjunginya hari ini." Sambungnya.


"Iya tentu saja, Berhati - hatilah!" Jawab Michael.


Dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu Michael pergi sendiri ke desa Enry untuk memberikan bantuan seperti biasanya. Setelah sampai di sana semua orang menyambutnya dengan hangat dan terbuka.


"Selamat datang Tuan Michael aku senang Anda berkunjung kesini lagi." Sambut Enry.


Kemudian dia melihat kearah belakang Michael dan sekitarnya seperti mencari sesuatu.


"Maaf Tuan, Apakah Kak Noah tidak ikut hari ini?" Tanya Enry penasaran.


"Iya, dia sedang ada tugas untuk mengawal Ratu hari ini," Jawab Michael.


"Ini titipan dia kepadamu," Sambungnya sambil memberikan bunganya.


"Dia juga membuatkan gelang hasil buah karya tangannya untukmu, dia berharap kamu akan menyukainya, Gelang ini hanya diberikan bagi orang yang menurutnya berharga, dia menganggap dirimu sangat berharga baginya sebagai seorang adik yang sangat dia sayangi walaupun kau sangat jauh darinya," sambungnya.


"Dia juga meminta maaf karena tidak bisa ikut datang hari ini." Kata Michael menyampaikan salamnya.


Kak Noah aku tidak menyangka kamu akan menganggapku seberharga itu, semoga kamu baik - baik saja hari ini dan bisa mengunjungiku lagi besok, aku sangat menantikannya... Perasaanya sedih.


Dia nampak sedih menerima bunga dan gelang itu tanpa kehadiran Noah disampingnya.


"Sudah ya Enry, do'akan saja dia baik - baik saja, sekarang ayo bantu aku membagikan ini semua." Katanya sambil menepuk pundaknya.


Enry yang tengah sedih kaget akan tepukan itu dan segera membantu Michael membagikan makanan dan pupuk tanaman untuk warga desa. Setelah selesai kami masuk me dalam rumah untuk berteduh sejenak.


Di dalam rumah kami bercerita sedikit tentang keadaan kota Sanguin dan tentang Noah.


"Tuan Kak Noah itu orang yang seperti apa?" Tanya Enry penasaran.


"Dia ya,... Noah itu orangnya humoris dia juga pemalu dan juga memiliki hati yang lembut walupun dia seorang laki - laki, aku bahkan menganggapnya sudah lebih dari saudara saking dekatnya kami." Jawabnya.


Enry mulai tersenyum mengetahui kalau kakak yang baru dikenalnya itu ternyata orang yang luar biasa. Setelah lama mereka berdua mengobrol waktu mulai sudah sore akhirnya Michael memutuskan untuk berpamitan kepadanya dan keluarga untuk segera kembali pulang.


"Tuan Michael sampaikan salamku kepada Kak Noah." kata Enry.


"Iya, nanti pasti aku sampaikan kepadanya." Jawabnya meyakinkan.


Kemudian Michael mulai berjalan keluar desa untuk kembali pulang ke Kota Sanguin.