The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 5 ~ Selamat jalan teman, Terima kasih kekasihku.



Michael kemudian mengangkat tangan kanannya dan melihat gelang yang diberikan oleh Noah itu kembali. Dia sangat menyukainya tiba - tiba terlintas dibenaknya untuk memberikan hadiah serupa untuknya.


Gelang ini sangatlah bagus, aku sangat menyukainya, dia memberikan gelang ini satu ke Jenifer dan satunya untukku... Pikirnya termenung sejenak.


"Kemarin aku juga baru saja memberikan Ratu Sherlyn hadiah serupa, tetapi aku belum memberikan sesuatu untuknya, semoga saja nanti aku menemukan yang menarik di jalan." Sambil berjalan pergi.


Sewaktu di tengah perjalanan dia menjumpai kerumunan orang di depan sebuah Kios. Karena penasaran Michael memutuskan untuk mampir sejenak.


la menjumpai lapak itu menjual berbagai barang souvernir yang sangat bagus. Dia melihat sebuah gelang yang sangat bagus dan memutuskan untuk memberikan gelang tersebut kepada Noah.


"Maaf Bu, kalau ini harganya berapa?" Tanya Michael sambil menunjuk gelang tersebut.


"Tepat sekali Tuan pilihan Anda, gelang ini sangat cocok diberikan kepada orang spesial bagi kita, Apakah Tuan akan memberikan gelang ini kepada pasangan Anda?" Kata si penjual.


"Tidak, tidak, aku hanya akan memberikannya kepada Adikku," jawabnya dengan malu.


"Baiklah Tuan, untuk Anda saya beri setengah harga, gelang ini saya hargai lima puluh keping emas saja,"


Apa! Yang benar saja lima puluh keping emas, tetapi karena hanya ini yang menurutku bagus jadi yah mau bagaimana lagi, pikirnya dengan sedikit kaget.


"Baiklah, saya ambil satu, Bu!" Kata Michael deal ingin mengambilnya.


"Oke." jawab penjual.


Setelah selesai membeli gelang tersebut.


dia kemudian pergi melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang.


hari - hari selanjutnya berlalu seperti biasa.


sudah tiga hari Michael berjaga dia tidak melihat Noah sama sekali dan Ratu Sherlyn. Ia memutuskan untuk mencari mereka berdua.


"Michael, kamu sedang mencari siapa?" Tanya Albert.


"Iya, saya sedang mencari Ratu Sherlyn, Apakah Anda tahu kemana mereka pergi?" Tanya Michael penasaran.


"Maaf Michael, aku juga tidak mengetahuinya, coba kamu tanyakan kepada Margaretha, dia adalah pelayan pribadi Ratu." Jawab Albert.


Kemudian Michael lanjut mencari Margaretha dan menanyakan sesuatu padanya tetapi dia juga tidak mengetahui kemana mereka pergi.


Padahal Michael sangat membutuhkan bantuan Noah untuk minggu besok. Sewaktu berjalan kembali ke ruang harta dia menginjak sesuatu di lantai. Ternyata itu adalah gumpalan kertas di depan pintu kamar Sherlyn.


Kemudian dia mengaisnya dan membuka isi dari gumpalan kertas tersebut. Ternyata isi dari surat itu adalah Peta yang menuju ke sebuah rumah besar di tengah hutan. Dia segera bergegas kesana sehabis pekerjaannya selesai.


Malam - malam Michael berjalan sendiri di hutan. Suasana yang gelap, lembab, dan sunyi kian menguji nyalinya. Dia memaksakan diri demi menemui Noah sahabat baiknya untuk meminta bantuannya besok.


Setelah ia berjalan cukup lama mengikuti Rute yang ada di Peta.


Akhirnya sampai di depan halaman Rumah tersebut. Nampak rumah itu sangat besar dan luas tetapi tidak terurus dan tak berpenghuni. Kemudian Michael memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah tersebut.


"Permisi!, Apakah ada orang disini!" Panggil Michael sedikit keras.


Dia melihat ke sekeliling ruangan dan nampak obor - obor tersebut tertata rapi. kemudian ia mengambilnya satu untuk dia gunakan menerangi jalan menelusuri rumah tersebut.


Michael berjalan menelusuri berbagai ruangan di dalam rumah tersebut kemudian langkahnya terhenti setelah melihat lukisan besar yang sudah mulai rusak gambarnya. Nampak dari lukisan itu wajah seorang anak kecil yang memiliki tanduk mirip sekali dengan Sherlyn.


Orang ini memiliki Imaginasi yang buruk, sampai dia menjadikan Ratu yang baik sebagai sosok Iblis yang jahat... Katanya dalam hati.


Hampir semua ruangan sudah dia kunjungi tetapi tidak menemukan Sherlyn dan juga Noah. Ia terus berjalan mengecek ruangan yang lain yang belum terjamah olehnya.


"Jduug!"


Sewaktu Michael berjalan tiba - tiba dia terjatuh tersandung sesuatu di lantai. Setelah ia mengecek ternyata itu seperti pintu darurat menuju lorong bawah tanah.


Dia kemudian masuk dan mengeceknya.


di bawah nampak luas sekali dan masih bagus tempatnya. Obor - obor itu juga sama tertata rapi dengan di atas tadi dan ditempelkan di tembok sekelilingnya untuk menerangi jalan tersebut. Michael mencoba menelusuri jalan tersebut dan berharap menemukan mereka disini.


"Mer'y eks zreany, Mer'y eks zreany.."


Di tengah perjalanan dia mendengar seperti suara orang yang ramai - ramai mengucapkan mantra sihir. Karena penasaran dari mana suara itu berasal ia memutuskan untuk mencarinya.


Perlahan dia berjalan mengikuti arah suara tersebut dan terdengar semakin jelas. Michael melihat cahaya yang begitu terang di depan yang memancar dari ruangan sebelah, Dia kemudian mendekati ruangan tersebut untuk mengeceknya. Kemudian dia berusaha mengintipnya sedikit. Ia sangat terkejut melihat apa yang disaksikan oleh kedua matanya.


Nampak itu adalah sebuah ritual Sacrifice atau pengorbanan. Terlihat juga banyak orang mengenakan jubah serba hitam dan dua orang memakai jubah warna merah.


Nampak dari matanya. Sherlyn terbaring di tengah lingkaran merah yang membentuk simbol pemujaan kepada Raja Iblis tersebut yang dialiri oleh darah.


Michael langsung masuk secara terang - terangan demi menyelamatkan Pujaan Hatinya itu. Dia menggunakan teknik Assasination Blade. Seketika mereka semua orang yang memakai jubah hitam langsung tumbang. Sisa dua orang yang memakai jubah warna merah.


Mereka memakai topeng tengkorak kepala sapi dan satunya tengkorak kepala kambing. Kemudian segera bergegas mengangkat tubuh Sherlyn untuk dibawanya ke tempat yang aman.


Michael menyandarkannya di tembok dan ditinggal bertarung melawan mereka dua orang berjubah merah. Dia gunakan teknik Assasination Blade untuk melumpuhkan mereka. Orang yang memakai kepala kambing memilih mundur dan hanya menonton rekannya yang maju bertarung melawan Michael.


Dengan mudahnya serangan Assasination Blade-nya ditangkis oleh tongkatnya.


Ini berbahaya serangan dia sangat bertenaga dan gerakannya lincah, walaupun aku terus berusaha menyerangnya dengan pedangku tetapi sia - sia, dia sangat handal dalam bertahan maupun menyerang mungkin dia setara dengan Tuan Takeshi... Pikirnya.


Dia mencari cara untuk menghancurkan topengnya tersebut untuk nantinya menjadikan kepalanya target. Ia bertarung cukup dekat dan semua serangan yang dilancarkannya berhasil ditangkis.


Akhirnya dia menggunakan cara nekat dengan membenturkan kepalanya ke arah topeng tersebut sampai akhirnya retak dan pecah. Orang tersebut langsung mundur ke belakang ke tempat yang sedikit gelap untuk menyembunyikan wajahnya.


Nampak Sherlyn mulai sadar dan Michael segera menghampirinya.


"Kamu tidak apa apa, sayang?" Tanya Michael khawatir.


Kemudian dia berbalik untuk bertarung mengalahkannya.


"Tunggu disini aku a--!"


Pedang menusuknya dari belakang menembus perutnya dan pandangannya seketika langsung kabur. Sherlyn menempelkan bibirnya di dekat telinganya.


"Terima Kasih untuk semuanya, Kekasihku Yang BODOH." Sambil tersenyum bengis.


Sambil menarik keras pedang yang menancap di tubuh Michael. Ia kemudian tumbang dan terjatuh tak berdaya karena darah yang keluar dari perutnya begitu banyak.


"Ken,... kenapa kamu menghianati ku, Sa... yang, dimanakah Noah?" Sambil menahan rasa sakit.


"SAYANG! cuihh," Hina Sherlyn sambil meludahi wajahnya.


"Noah, pria brengsek nan k*parat itu, Lihatlah di atasmu!" Sambungnya.


Kemudian Michael mengangkat kepalanya dan melihatnya ke atas. Nampak kepala Noah yang hampir membusuk digantung di atas tombak patung Raja Iblis dan tubuhnya yang tercincang tak jauh dari patung tersebut.


"Aku sudah lama mengincarnya, tadinya aku membawa Jenifer kemari, tetapi dia malah membela kekasih miskinnya itu dan memilih menghalangiku, Ya terpaksa aku bunuh saja dia, Maaf ya, Michael!" Kata Sherlyn dengan ekspresi wajah menghina.


Darah mengalir sebagai warna garis simbol tersebut. Michael segera menutup matanya tidak sanggup melihat sahabat baiknya diperlakukan tidak manusiawi.


"Ini aku kembalikan padamu! Liontin jelek seperti ini malah mengurangi kecantikan ku yang sempurna," Sambil melemparkannya kepada Michael dengan keras.


Michael kemudian mengaisnya dengan tangannya dan menatap Liontin itu dengan perasaan sedih.


"Kemarilah Sayang, lihatlah orang bodoh ini yang mengaku - ngaku sebagai kekasihku!" Panggil Sherlyn kepada seseorang.


Kemudian salah seorang yang mengenakan topeng kambing mendekati Sherlyn dan membuka topengnya.


"Kau!" Kata Michael terkejut melotot kedua matanya melihat dia membuka topengnya.


Lelaki itu ternyata adalah Takeshi guru latihan Michael sekaligus pelayan pribadi Sherlyn. Dia terkejut melihatnya.


Berarti satunya lagi, dia!.. Pikirnya.


Kemudian seorang lagi keluar dari tempat yang gelap dan menampakkan wajahnya dia adalah seorang perempuan. ( Perempuan itu adalah Catherine tetapi Michael belum mengetahuinya ).


"Manusia Bodoh, kau yang hanya segelintir kotoran dengan gila mengakui Sherlyn adalah kekasihmu, lihatlah dirimu sekarang, kau sangat menyedihkan!" Cela Takeshi.


"Hahahaha!" Tawa mereka berdua menghina Michael.


Hati Michael merasa sakit luar biasa melihat orang yang dia sayangi menghianatinya dan teman baiknya juga telah pergi meninggalkannya secara mengenaskan.


Takeshi mencium bibir Sherlyn sambil m*lumatnya mesra dan dengan meraba - raba tubuhnya.


Sherlyn melirik ke arah Michael dengan tatapan mata sangat menikmatinya agar Michael larut dalam kesedihannya.


Kemudian Sherlyn mulai sedikit berubah wujud ke Demi Human yaitu setengah manusia dan Iblis. Karena darah yang dia serap dari pengorbanan itu bekerja padanya.


Jadi, ternyata gambar itu benar!.. Pikirnya kaget.


Setelah Michael melihat wujudnya ternyata pelukis itu menggambar seperti apa yang dia lihat.


"Selamat tinggal Michael ku yang, BODOH..." kata Sherlyn lirih.


Kemudian Catherine yang tadi topengnya sudah dipecahkan olehnya kembali menyerang Michael. Ia yang sudah tertusuk dan terluka segera berlari keluar dengan tertatih - tatih.


Michael terus berlari dengan menahan rasa sakit luar biasa baik fisik maupun hatinya. Langkah kaki dari Catherine terdengar sangat cepat dari belakang. Darahnya terus menerus keluar membuatnya semakin lemas dan lesu.


Setelah sampai di luar rumah tersebut.


Michael segera berjalan secepat mungkin walaupun dengan tertatih - tatih. Tubuhnya yang sudah terasa berat menyusahkannya untuk terus bergerak tetapi dia terus memaksanya sampai akhirnya ia bersembunyi sejenak di bawah pohon besar yang tumbang. Dia berharap Catherine tidak dapat menemukannya bersembunyi di sana.


"Slassh!"


Ayunan pedang Catherine hampir menebas kepala Michael. Dengan sigap dia bisa menangkisnya.


"Ctinngg!"


Setelah di lihat lagi ia berfikir. Percuma aku terus berlari, darah yang keluar dari tubuhku akan terus mengucur ke tanah dan meninggalkan jejak,


Mau tidak mau, aku harus mengalahkannya atau aku yang akan mati... Pikirnya.


Kemudian Michael maju sambil diayunkan pedangnya bersiap menebasnya. Lagi - lagi serangannya dengan mudah ditangkis oleh wanita tersebut karena lambat. Catherine balik menyerangnya dengan kekuatan penuh. Michael berusaha menahannya dengan pedangnya karena saking kuatnya serangan itu sampai dia terpental jauh dan hampir jatuh ke jurang.


"Orang yang berani menodai nama Nona Sherlyn harus mati secara pedih, Enyahlah kau, Sampah!" Teriaknya marah sekali.


Michael tetap berusaha keras maju melawan Catherine walaupun keadaanya yang sudah terluka parah.


"Slaassh!"


"Argghhh!" Teriak Michael tangan kirinya terpotong oleh tebasan dan gerakan cepat Catherine.


Dia berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa itu dan tetap bertahan untuk tidak tumbang. Ia berbalik ingin menghampiri pedangnya yang terlempar bersama tangan kirinya dan berjalan untuk mengambilnya. Setelah hampir sampai.


"Slaassh!"


Gerakan cepat Catherine berhasil menebas kaki kanan Michael dan membuatnya terputus dari tubuhnya.


"Arrghhh!" Teriaknya menahan rasa sakit yang luar biasa dengan satu persatu bagian tubuhnya hilang.


Michael berusaha merayap di tanah menuju jurang untuk menjatuhkan dirinya ke sungai berharap bisa selamat. Sembari merayap Catherine mendekatinya kemudian menusuk tubuhnya dengan pedang yang dia ambil dari tangan Michael yang sudah putus terpotong.


"Rasakan lah dasar makhluk rendah, Aku akan membuatmu menyesal lahir ke dunia ini!" Celanya sambil terus menusuk - nusuk tubuhnya.


Michael terus menahan rasa sakit tersebut.


Dia kesal nyawanya tidak mau keluar dan hanya meninggalkan rasa sakit saja. Dia seperti berada di Neraka saat ini kemudian tusukan pedangnya semakin diperkeras dan hampir mengenai jantungnya.


Akhirnya kegigihan usahanya merayap dengan menahan sakit itu berbuah manis. Dia berhasil menjatuhkan diri ke jurang dan hanyut dibawa oleh air sungai yang deras.


Catherine hanya melihatnya terjatuh dari atas dengan tatapan mata yang puas.


Air yang semula jernih bersih menjadi merah darah. Michael berusaha berenang ke tepi sungai untuk menyandarkan tubuhnya ke bebatuan, berharap ada seseorang yang akan menolongnya malam ini.


Dia kemudian mengeluarkan Liontin yang dia kais tadi dan menggenggamnya erat.


Inikah yang dinamakan cinta itu?


yang bisa membuat seseorang merasakan surga, terbang melayang bagaikan bintang, Hah!


kemudian Michael menggenggam erat Liontin Merah ditangannya.


Yang aku dapat hanyalah Kepalsuan, Rasa sakit, Hinaan, Pengkhianatan dan Penderitaan lainnya yang tak berkesudahan,


Cinta?!


Cihh, itu hanyalah angan - angan kosong manusia lemah!... Pikirnya marah menatap langit penuh kebencian.