
Alin langsung merespon pengalihan topik tersebut dan berkata dengan sejujurnya kalau masakan Gill sangat lah lezat. Erfyona yang melihat piring Alin penuh dengan makanan menjadi tersenyum, "Well sepertinya kamu benar" ucapnya segera duduk. Tanpa di suruh Liliana langsung pergi ke dapur untuk mengambilkannya perlengkapan makan.
Vergile lalu mengambilkannya nasi banyak sekali sampai ia mendapat teguran dari Enrylind, "Vergile kau menuangkannya terlalu banyak. Nona itu makannya sedikit" ucapnya memberitahu.
"Oh aku tidak peduli, pokoknya kita harus menghabiskannya malam ini" ucap Gill memaksa.
Erfyona lalu mencium aroma dari opor ayam tersebut, "Aku suka sekali wangi santan. oh ini pasti akan sangat gurih!" ucapnya yang sudah tidak sabar. saat Erfyona sedang menyendok makanannya dan akan masuk ke dalam mulut tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara ketukan pintu.
"Siapa lagi itu?" tanya Alin.
"Kau tidak mengajak Fain kemari kan?" tanya Gill pada Enry yang dijawab dengan gedekan kepala.
"Kak Fyona tidak datang sambil membawa masalah kan?" tanya Gill membuat Erfyona menurunkan kembali sendok berisi makanannya.
"Tentu saja tidak, bahkan ayah ku pun yang Raja Iblis terkuat tak mampu menembus portal buatanku!" jawabnya meyakinkan.
"Atau jangan-jangan Gabriel?" duga Alin membuat semuanya terkejut.
"Untuk apa dia kemari?" tanya Erfyona.
"Entahlah, siapa tahu dia datang untuk mengundang seisi kos ini. sebentar lagi dia kan mau menggelar pernikahan!" jawab Alin ngasal.
"Nona apakah Anda juga di undang oleh Gabriel?" tanya Alin penasaran.
"Tentu saja, meskipun dia tidak mengundangku aku akan tetap datang ke pernikahan adikku!" jawab Erfyona ngotot.
"Jadi pengantin iblis yang jadi calon istri Tuan Gabriel itu adiknya Nona?" tanya Enrylind terkejut. Erfyona mengangguk mengkonfirmasinya.
"Kamu baru tahu ya?" tanya Alin yang langsung di jawab anggukan iya oleh Enrylind. ia lalu bertanya banyak hal mengenai keluarga Masternya itu mumpung ia sedang bertemu dengannya secara langsung.
Karena pintunya lama tidak dibuka membuat suara ketukannya semakin kencang. Gill yang kesal akhirnya berteriak menyuruh mereka menunggunya, "Iya sebentar!" ucapnya lantang berdiri dari kursinya.
'Kali ini siapa yang akan datang, tidak mungkin kalau itu adalah Gabriel. dia kan belum pernah bertemu denganku, masa iya langsung mengundangku begitu saja. Edward juga malah tidak mungkin, dia sepertinya sangat membenciku. Ah sudah lah, jika tidak penting aku akan langsung mengusirnya!' pikirnya meraih gagang pintu lekas memutarnya.
Setelah di buka jantung Gill langsung berdetak kencang melihat Stacia tengah berdiri di depannya dengan zirah Platinum lengkap dengan tombak kristal warna putih emerald. dia datang dengan peralatan penjaga Orion dan siap bertempur kapan saja. sontak hal itu membuat Gill panik.
"Stacia! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Gill kaget langsung menutup pintunya memutuskan untuk berbicara di luar. Liliana yang melihatnya ke pergi luar dan memilih menutup pintunya merasa sedikit aneh terkesan seperti ada yang disembunyikan.
Stacia hanya tersenyum manis sepertinya dia rindu pada Gill namun malu untuk mengatakannya, terlihat dari raut wajah dan senyumnya yang tersirat.
"Tempat ini lumayan juga. pantas saja kau sampai lupa dengan Orion!" sahut Exifilia duduk santai berjigang di kursi teras mengenakan kaos putih tipis berbalut jaket kulit warna merah yang ketat, celana jeans pensil hitam panjang dengan high hills hitam yang tinggi. Exifilia tak mengenakan peralatan tempur sama sekali dan terlihat sexy seperti biasanya.
Gill tambah terkejut lagi karena ternyata Stacia tidak datang sendiri. Gill langsung duduk di seberang Exifilia di susul oleh Stacia yang duduk di antara mereka berdua, "Apa sih yang kalian pikirkan sampai nekat turun kemari. Kalau kalian pergi yang jaga Orion siapa, kalian kan pilarnya!" ucap Gill.
"Soal itu kau tidak usah khawatir, meskipun kami semua pergi Orion akan tetap aman di bawah kendali Sanctuary Dragon Lord." jawab Stacia.
"Aku baru ingat, kalian kan masih punya dia. wanita yang dulu pernah mengancam akan membunuhku. Siapa dia namanya?" tanya Gill.
"Jangan bicarakan si pembangkang itu!" ucap Exifilia membuat Gill bertanya-tanya.
"Kenapa, apa yang telah terjadi?" tanya Gill penasaran sekaligus bingung dengan ucapannya.
Dengan lembut Stacia mencoba meredam amarah rekannya itu dengan cara mengelus pundaknya, "Namanya adalah Stacia, semenjak Tuan Azazeal pergi dia jadi sering pergi ke luar meninggalkan Orion. Ceritanya mungkin akan sangat panjang, singkatnya Stacia berani melanggar perintah Tuan demi kekasihnya Edward!" ucap Stacia menjelaskan.
"Maksudmu Edward yang itu?" tanya Gill mencoba mengingatnya.
"Kau pikir ada lagi Edward selain itu?" tanya balik Exifilia kesal.
"Yah. sangat disayangkan, ku kira dia akan selamanya setia kepada Tuan" ucap Gill pelan, "Lalu apa yang bisa kita lakukan. Apa iya kita harus menghajar Edward sebagai peringatan untuknya?" sambungnya.
"Itu hanya akan membuang waktu kita, lebih baik kita biarkan saja dia. Biarkan Tuan sendiri yang turun tangan agar dia sadar dan kapok!" jawab Exifilia geram membuat Stacia tersenyum mendengar nada bicaranya yang kaku.
"Jadi apa yang membuat kalian datang kemari. Tidak mungkin kan kalau hanya jalan-jalan?" tanya Gill.
"Hmmm apa yah?" gumam Stacia sambil berfikir mencari alasan, "Ehh jadi kalian kesini hanya jalan-jalan, tidak ada masalah yang penting?" tanya Gill terkejut.
"Kau salah, kedatangan kami kemari justru ada hal yang sangat penting. Kau tahu kan apa yang terjadi jika hubungan antar pilar retak seperti ini?" jawab Exifilia dengan kata kiasan.
"Maksud mu?" tanya Gill gak paham.
"Terus terang saja. kami ingin meminta maaf padamu Gill atas sikap kami yang dingin. sebelum pergi Tuan sempat berpesan kepada kami untuk menjalin keakraban dengan mu agar tercipta hubungan yang erat antar pilar. Tapi kami malah... Ucap Stacia pelan sedikif merasa malu.
"Kalian tidak bersalah, aku bisa memahaminya. Justru aku lah yang sebenarnya harus meminta maaf dan belajar lagi menjalin koneksi dengan kalian" ucapnya membuat mereka terkejut.
"Aku rasa kami terlalu bodoh meminta hal yang mustahil kepadamu, kami lah yang seharusnya belajar menerima kenyataan. Mulai saat ini kau mau kan berkunjung ke Orion lagi?" tanya Stacia.
"Orion jadi terasa sangat sepi setelah Tuan dan kau pergi." timpal Exifilia.
"Tentu saja aku mau tapi aku tidak tahu kapan bisa kesana lagi. Mungkin nanti aku akan mampir kesana menemui Sanctuary Dragon Lord dan meminta bantuannya melawan Ragnarok!" jawabnya membuat mereka berdua terkejut.
"Tunggu, apakah kau yakin ingin melawan Ragnarok?" tanya Exifilia dengan wajah terkejut.
"Iya, dengan kekuatannya yang dahsyat itu aku yakin meratakan Underworld bukan lah yang sulit." jawab Gill.
"Tapi apakah kau tau sekuat apa Naga itu, dia lebih kuat dari yang kau bayangkan. Bukannya aku meremehkan mu tapi-
"Iya aku tahu kok!" sahut Gill dari Stacia, "Ragnarok itu adalah Lord Dragon dan lebih kuat daripada Sanctuary. Dia memiliki kekuaran Black hole yang sangat dahsyat mampu menghisap segala macam kekuatan dan mengembalikannya ratusan kali lipat!" sambungnya membuat Exifilia bertanya-tanya dari mana dia bisa tahu informasi sedetail itu.
Gill menjawabnya kalau dia diberitahu oleh God Phoenix. Exifilia dan Stacia yang tahu sontak terkejut, "Benarkah?" tanya Stacia yang dijawab dengan anggukan iya.
"Apakah kau berhasil mengalahkannya, setauku dia tidak akan mau bicara kepada lawannya yang lemah!" tanya Exifilia.
"Iya, dia sudah menjadi rekan ku sekarang. Tapi apakah dia memang sekuat itu, dirinya mengklaim bisa menghanguskn Underworld dengan serangan apinya!" jawab Gill membuat God Phoenix tersenyum karena ternyata dia masih meragukannya.
"Mungkin kau tidak tahu, tapi sebelum kedatangan mu ada Tujuh Guardians tinggi yang ingin sekali mengalahkan God Phoenix. Dan kau tahu, tak ada satupun dari mereka yang berhasil. Edward adalah salah satu dari Guardians penantang itu" ucap Exifilia memberitahunya.
"Sungguh, kira-kira apa ya yang akan terjadi jika aku mensummonnya bersamaan dengan Ragnarok. Pasti Underworld akan kiamat!" ucap Gill membuat Stacia tak habis pikir dengan idenya itu.
"Oh itu sungguh combo yang tidak pas Gill. Ragnarok justru akan menyerap api dari God Phoenix!" jawab Stacia ngasal.
"Tidak, kau salah Stacia. justru karena itu lah combo mereka berdua akan sangat dahsyat. Kau tahu kan sepanas apa api Matahari itu. Ragnarok malah bisa memantulkan api panas itu hingga ratusan kali lipat, bukan kah itu sangat mengerikan?" tegur Exifilia membenarkan perkataannya.
"Kau benar, aku malah tidak kepikiran dengan hal itu!" jawab Stacia pro dengan ucapannya.
"Memangnya saat ini kau sudah punya berapa rekan untuk menantang Ragnarok?" tanya Exifilia serius.
"Aku hanya punya dua rekan untuk saat ini yakni, Froast Dragon dan God Phoenix!" jawabnya.
"Itu saja tidak cukup Gill. Untuk melawan Ragnarok minimal kau harus membawa Sanctuary dan mensummon setidaknya satu dari penjaga Neraka Heim!" ucap Exifilia memberitahunya.
"Apakah kau tahu cara mensummon penjaga Neraka Heim?" tanya Gill sangat penasaran.
"Tidak, tapi kau bisa menanyakannya pada Tuan!" jawab Stacia.
"Apakah Tuan sudah pulang?" tanya Gill tidak sabar ingin bertemu dengannya. Namun Stacia menjawabnya singkat dengan berkata "Belum" sontak wajah Gill langsung berubah murung, "Kalau begitu kapan dia pulang?" sambungnya.
Stacia lalu merangkul pundaknya dan menempelkan pipinya, "Sudah santai aja, nikmati lah misimu. kalau kamu langsung menyelesikannya itu tidak akan seru dan setelah selesai kau juga belum tentu akan dapat misi lagi. Meskipun dapat kau tidak akan tahu seberapa lama harus menunggunya, percayalah rasa bosan itu sangat menyakitkan!" ucapnya di rangkulan.
"Semuanya butuh proses Gill." tutur Exifilia.
Gill lalu mengalihkan topik obrolannya dengan membicarakan Gabriel yang sebentar lagi menggelar pesta pernikahan. Gill bertanya dari Orion siapa yang akan datang kesana, namun di luar dugaan mereka malah menjawabnya tidak ada dan tidak perlu. Gill lantas bingung dan bertanya, "Kenapa?"
"Tanpa ku beritahu kau pasti juga sudah tahu." Jawab Exifilia singkat.
Stacia malah balik bertanya kepadanya apakah ia akan datang di acara tersebut, "Sebenarnya aku malas dan tidak ingin hadir pada acara itu, tapi aku dipaksa datang oleh si Alin. Terpaksa aku menurutinya, yah meskipun hanya sepuluh menit!" jawab Gill.
Exifilia yang penasaran dengan hubungan mereka berdua lantas bertanya kepada Gill, "Sebenarnya kau dan Alin itu kekasih atau apa, ku lihat kalian berdua sangat dekat." ucapnya curiga.
Gill lalu menjelaskan hubungannya dengan Alin yang hanya sebatas teman. Stacia yang tidak percaya lantas menyinggungnya yang pernah bergandengan tangan dengan Alin saat di Orion. Gill menjawab kalau Alin lah yang meraih tangannya dan menggandengnya, dia hanya korban dalam kejadian tersebut.
"Sungguh kau tidak menaruh rasa suka pada wanita itu. Dia itu lumayan loh!" sindir Stacia menggodanya. Gill kekeh dengan ucapannya dan berkata kalau dia sama sekali tak melihat hal yang menarik darinya.
"Bagus lah kalau begitu Gill karena jika kau menjalin hubungan dengannya aku jamin kamu tidak akan bahagia." timpal Exifilia. Gill yang penasaran langsung menanyakan alasannya.
"Bukannya kamu keturunan Dementor, coba Stacia amati warna matanya!" ucap Exifilia menyuruhnya melakukannya. Ia lalu mendekati wajah Gill dan mengamatinya membuat wajahnya malu merah merona, "Aku tidak melihat ciri-ciri Dementor itu ada padanya." jawab Stacia memberikan pengamatannya.
"Gill bertukar lah ke dirimu yang asli!" perintah Exifilia.
Gill lalu bangkit dari kursinya dan menguap lah kulitnya mengeluarkan asap tebal panas seketika dia berubah ke wujud dewasanya yang tampan, dengan rambut putih panjang belah tengah dan jaket jeans panjang warna biru yang kedua lengan tangannya di tekuk sampai atas siku. celana hitam panjang dengan balutan kaos putih.
"Bagaimana kau bisa punya dua wujud seperti ini Gill?" tanya Stacia penasaran sekaligus terpukau dengan wajah gantengnya.
"Aku tidak tahu tapi setelah aku menerima banyak kekuatan dari latihanku bersama Tuan, tubuhku otomatis akan berubah seperti ini." jawab Gill.
"Singkatnya ini adalah wujud terkuat mu begitu?" tanya Exifilia.
Gill mengangguk, "Benar, dalam wujud ini lah aku bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku." jawab Gill mengkonfirmasinya.
Stacia lalu mendekat kembali mengamati matanya, "Memang ya semua bangsa Dementor itu punya wajah yang tampan rupawan, wanitanya juga cantik-cantik karena mereka memiliki mata biru indah seperti berlian." ucapnya terpesona dengan mata biru milik Gill yang indah memantulkan cahaya seperti kristal. kornea matanya jernih seperti kaca mirip sekali dengan mata kucing yang bercahaya ketika di terpa cahaya, sedangkan lensa matanya berwarna biru kristal yang gemerlap.
Gill lalu duduk dan menanyakan sebab dari ucapan Exifilia sebelumnya. terus terang saja tanpa merasa malu dia langsung memberitahunya, "Kau tidak akan bisa bercinta saat kau menikahi wanita yang bukan berasal dari bangsamu sendiri. itu karena bangsa Dementor khususnya laki-laki memiliki ****** yang sangat panas dan bisa membuat kulit meleleh. hanya wanita dari garis keturunan yang sama yang bisa membuahinya." jawab Exifilia.
"Apakah itu semacam kutukan?" tanya Gill penasaran.
"Tuan Azazeal menciptakan Dementor itu dari darahnya sendiri. darah beliau sangat lah istimewa karena di dalamnya terkandung elemen kekuatan yang sangat dahsyat sehingga pada zaman dahulu darahnya menjadi incaran bangsa Iblis terkutuk." jelas Stacia.
"Sampai saat ini Bangsa Dementor adalah bangsa langit yang paling terpandang dan selalu dihormati. selain karena fisiknya yang indah rupawan, kekuatan mereka juga sangat dahsyat." sambung Exifilia.
"Lalu dimana bangsa itu berada, aku tidak pernah melihatnya selain Sam yang sudah tiada." tanya Gill penasaran.
"Orion adalah kerajaan yang terletak di atas awan, di bawah awan itu ada suatu Negeri yang sangat besar dan di dalamnya terdapat berbagai macam bangsa salah satunya adalah Dementor. Semua bangsa itu penciptanya satu yakni Tuan Azazeal, mereka menyembahnya layaknya Tuhan dan mengabdikan hidup dan matinya untuk Tuan Azazeal." jawab Exifilia.
"Setiap bangsa memiliki satu orang Presdir yakni orang terkuat yang lahir dari bangsa tersebut yang mewakili bangsanya sendiri untuk menjadi pelayan setia Tuan Azazeal. Sam adalah Presdir dari bangsa Dementor begitu juga aku, Exifilia, Acquila, dan Helfeany. Kami adalah Presdir yang mewakili bangsa kami sendiri." sambung Stacia.
"Aku jadi penasaran dengan tempat itu." ucap Gill dengan raut wajah berangan-angan ingin sekali melihat tempat tersebut.
Stacia dan Exifilia lalu saling tatap satu sama lain, nampak wajah mereka berdua sedih mendengar hal itu. "Saranku untuk saat ini kau jangan pergi ke tempat itu." ucap Stacia pelan memberitahunya.
"Kenapa?" tanya Gill.
"Mereka tahu kalau kau adalah orang yang membunuh Sam. fotomu terpampang jelas di setiap sudut kota, kau adalah orang paling di cari di Negeri itu." jawab Stacia.
"Terlebih lagi bangsa Dementor memegang peranan penting di dalam sistem pemerintahan, kebanyakan dari mereka berperan sebagai para menteri dan penegak hukum. aku akui kamu memang lah Dementor yang kuat dan mungkin kau bisa menghacurkan Negeri itu dengan mudahnya, tapi apakah kau ingin mengusik kedamaian yang telah tercipta. Penduduk disana sangat lah baik dan ramah, mereka akur dan saling menghormati satu sama lain." tutur Exifilia.
"Memangnya siapa Sam itu di sana selain perannya sebagai Presdir. sepertinya mereka sangat menghormatinya" tanya Gill.
"Sam adalah pemimpin tertinggi di sana bisa di bilang ia adalah Raja di Negeri tersebut. selain itu kau adalah Dementor pertama yang telah berani melanggar sumpah; Di larang membunuh saudara sebangsa. Hubungan para Dementor terbilang sangat dekat dan erat, jika ada satu dari keluarga yang meninggal maka satu bangsa akan merasa kehilangan!" jawab Stacia.
"Tidak apa-apa Gill, mungkin ini belum saatnya kamu bertemu dengan mereka." sambung Stacia menepuk pundaknya dan mengelusnya lembut.
"Ya, kau mungkin benar." jawab Gill lirih.
Di dalam kos Alin, Erfyona dan Enrylind tengah asik mengobrol membicarakan Gill yang pandai memasak. Erfyona memujinya dan mengakui kalau masakannya itu memang sangat lezat. bahkan dia berkata kalau sudah seminggu lebih tidak makan hanya karena persediaan rendangnya habis.
Mereka berdua terkejut dan menayakan kenapa dia tidak makan makanan yang lain. Erfyona menjawab, setelah dirinya makan masakan buatan Gill tak ada makanan lain yang bisa membangkitkan nafsu makannya.
Alin juga berkata kalau dulu Gill pernah bilang soal masakannya yang lebih enak daripada buatannya. setelah mencoba masakan ini Alin lalu menyerah dan mengakui kalau masakannya ini memang terbaik dan tak ada yang mampu menandingi kelezatannya.
"Sehebat itu kah Vergile dalam memasak?" tanya Enrylind yang masih tidak menyangka melihat dua orang penting itu memujinya. mereka berdua mengangguk menjawab serentak "Iya!"
Melihat mereka bertiga hangat mengobrol Liliana jadi tersenyum dan merasa bersyukur telah ditempatkan di posisi ini. Liliana yang dari tadi duduk sendiri pun merasa kesepian sekaligus penasaran. siapa tamu yang datang barusan, kenapa Gill lama sekali tidak kembali.
Liliana lalu bernjak bangkit dari kursinya hendak mengeceknya ke luar, "Mau pergi ke mana Bu?" tanya Enrylind.
"Sebentar ibu mau mengecek, siapa tamu yang ada di depan." jawabnya lalu pergi. mereka bertiga lalu lanjut mengobrol dan saling bersenda gurau membicarakan hal lain yang mengundang gelak tawa.
Di luar Gill dan yang lainnya juga sedang asik bercerita. saking asiknya, mereka sampai tidak mendengar suara gagang pintu yang diputar oleh tangan Liliana. saat pintu tersebut terbuka jantung Liliana berdetak kencang, tubuhnya kaku tak bergeser dari tempatnya. Wajahnya terkejut sampai kedua alisnya terangkat ke atas.
"Kalian!" ucap Liliana membuat mereka bertiga terkejut dan seketika perhatian mereka tertuju pada Liliana.
Exifilia dan Stacia yang merasa pernah bertemu dengan Liliana lalu bangkit dari kursinya dan menghapirinya, "Kau?" ucap Stacia.
"Hyora. kau Hyora yang ku kalah kan itu kan. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Exifilia sambil berjalan menghampirinya.
Gill juga bangkit dan menhampiri mereka. saat Liliana melihat Gill dewasa untuk pertama kalinya, wajahnya langsung merah merona, matanya sampai tak berkedip sama sekali, tidak sanggup memalingkan wajahnya dari Gill yang tampan rupawan. Liliana sampai mendongakkan kepala karena tubuh Gill yang tinggi, "Vergile?" ucapnya gugup.
Gill tersenyum dan meraih tangannya mengajaknya duduk kursi teras. wajah Liliana langsung tersipu malu saat melihat senyum manisnya itu, ia terus memperhatikan wajah Gill selama tangannya digandeng olehnya.
Setelah mereka duduk Liliana lalu mengajukan pertanyaan pada Gill mengenai mereka berdua, "Vergile sebenarnya kau punya hubungan apa dengan mereka berdua, kau tau kan mereka itu siapa?" tanya Liliana.
"Iya. mereka berdua adalah pelayan setia Tuan Azazeal, Stacia dan Exifilia." jawab Gill dengan tenang.
"Lalu?" sambung Liliana.
"Kau juga sudah tahu Hyora. bukan hanya kami berdua pelayan Tuan Azazeal disini. Tapi dia juga!" ucap Exifilia melirik ke arah Gill.
"Apa!" ucap Liliana terkejut.
"Exifilia seharusnya kau tidak mengatakannya-
"Tidak apa-apa Stacia, dia bisa di percaya." sahut Exifilia membuat Stacia terdiam meskipun masih ada rasa cemas dan khawatir dihatinya.
Liliana langsung menoleh ke arahnya, "Apakah yang mereka katakan itu benar Vergie?" ucapnya dengan wajah terkejut.
"Apakah dia sungguh bisa dipercaya?" tanya Gill pada Exifilia. ia mengangguk dan memberikan alasannya dimana dahulu mereka pernah bertarung dan barang siapa yang kalah tidak boleh menginjakkan kakinya di tempat tersebut. Exifilia menjelaskan kalau setelah itu dia tidak pernah terlihat lagi dan terbukti Liliana menepati janjinya.
"Ya, itu benar!" jawabnya membuat Liliana terkejut sampai kedua alisnya terangkat.