
Setelah cukup lama mereka berdua menunggu di depan pintu kamar Gabriel, akhirnya Fushigi keluar dari dalam. "Mari silahkan masuk, Tuan, Nona!" Kata Fushigi mempersilahkan.
"Akhirnya!" Ucap Erfyona senang sekali langsung menerobos masuk duluan meninggalkan Azazeal.
'Dasar...' pikir Azazeal yang melihat Erfyona menyerobot masuk duluan.
Setelah Erfyona masuk ke dalam dan waktu Azazeal hendak masuk menyusulnya, tiba - tiba langkahnya di hentikan oleh Fushigi.
"Berhenti." Ucapnya pelan mengejutkan Azazeal.
"Maaf sebelumnya, tidak sembarangan Guardian diperbolehkan untuk masuk ke dalam. Perkenalkan diri Anda terlebih dahulu secara jelas!" Ucap Fushigi menatap tajam ke arah Azazeal.
Namun Azazeal enggan untuk berbalik dan bertatap muka dengannya. "Kenapa?" Tanya Azazeal singkat.
"Nampaknya Anda belum tahu, beberapa tahun yang lalu ada seorang Guardian yang mengaku dirinya sebagai orang terdekat Tuan Gabriel. namun setelah masuk ke dalam, dia malah membuat onar dan hampir menyelakai Tuan Gabriel sendiri." Jelasnya.
"Keonaran? ... Apakah kau yakin dia adalah seorang Guardian?" Tanya Azazeal sedikit terkejut.
"Saya yakin sepenuhnya kalau dia adalah seorang Guardian. ia memiliki simbol Pegasus di belakang lehernya. Kami sempat di buat kewalahan olehnya, oleh karena itu saya tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali, Mohon pengertiannya!" Jawab Fushigi.
'Untunglah aku sempat datang kemari, sekarang aku jadi tahu. Kalau ada seorang pengkhianat di antara Anggotaku!' Pikir Azazeal terkejut mendengar penjelasannya.
"Terima kasih kau sudah memberi tahuku, namun caramu memberitahu sedikit ceroboh!" Jawab Azazeal sedikit menasihatinya.
"Tolong katakan, siapa Anda sebenarnya..." Tanya Fushigi penasaran dengan Identitas-Nya.
'Kenapa tubuhku gemetar saat berada di dekatnya? Siapa dia sebenarnya? Aku belum pernah merasa segugup ini sebelumnya.' Tanya Fushigi dalam hati curiga terus mengamati Azazeal.
Azazeal kemudian berbalik dan menjawab pertanyaannya. "Aku Azazeal, aku datang untuk Gabriel!" Jawabnya singkat menatapnya dengan mata sang penguasa merah dan biru, dengan simbol legendaris di tengahnya.
"Anda,!!!" Ucap Fushigi melotot sangat terkejut melihat mata penguasa tersebut.
Tubuh Fushigi langsung gemetar hebat mengucurkan keringat dingin mendengar nama Azazeal yang pernah di sebut oleh Edward puluhan tahun yang lalu, seketika ia langsung berlutut memberinya hormat.
Dia sadar di depannya ini adalah orang yang menentukan segalanya, apakah dia datang untuk membunuh Gabriel atau sebaliknya, pikiran itu terus menghantui dirinya yang membuat hatinya seperti mati rasa.
Sementara itu di dalam kamar Gabriel...
"Ada apa, Nona? Anda terlihat sangat galau dan gelisah, katakan Nona, ada apa? Apakah saya bisa membantu Anda?" Tanya Motty penasaran melihat Alin yang terdiam dan merunduk ketakutan.
"Ahh! (Terkejut mendengar Motty bertanya padanya) tidak - tidak, aku tidak apa - apa." Jawabnya sedikit gugup.
"Nona... (Sambil memegang tangannya berusaha meyakinkan dirinya) kita sudah kenal sangat lama, Apakah Anda masih tidak percaya dengan saya karena berbeda bangsa?" Tanya Motty berusaha meyakinkannya.
"Tidak, bukan begitu..." Sangkal Alin.
"Lalu?" Tanya Motty penasaran.
Menghembuskan nafas panjang. "Jujur ... Aku sedikit takut kalau tamu wanita di depan itu adalah salah satu Angels yang sedang membuntuti ku, kau mungkin tidak tahu kalau,-
"Thuk! - Thuk!" Suara langkah kaki mulai masuk dari pintu kamar Gabriel.
Mereka semua sontak terkejut langsung menoleh ke arah pintu, penasaran siapa wanita yang akan mereka lihat.
"Itu, kan!..." Ucap Motty terkejut, melihat pakaian dan sepatu yang wanita itu gunakan. semuanya berwarna merah berbalut sedikit hitam, perpaduan warna tersebut mengingatkan dirinya kepada satu orang yang paling berharga di hidupnya.
Setelah Erfyona sampai di dalam, ia segera mengangkat wajahnya dengan mata merah bercahaya kian menambah rasa cantik dan anggunnya sebagai Ratu bangsa Iblis.
'Dia!..' Pikir Alin terkejut sampai melotot kedua matanya tidak percaya pada saat melihat Erfyona dengan jelas di depannya.
'Siapa perempuan ini? Sungguh sangat Anggun dan indah!' Puji Andora Michi terpukau oleh kecantikan Erfyona sampai tidak berkedip, sama halnya dengan para prajurit waktu pertama kali melihatnya.
"Kak Fyona!" Ucap Motty terkejut melihat Erfyona sedang berdiri di hadapannya.
"Motty..." Kata Erfyona pelan menatap ke arahnya penuh rasa rindu.
"Kakak!" Teriak Motty senang sekali langsung bangkit berdiri dan berlari ke arahnya, seketika langsung memeluk tubuh Erfyona hangat sebagai penawar rindu.
Erfyona pun membalas pelukannya dengan merangkul tubuhnya hangat penuh cinta. "Kakak aku senang kamu datang! Aku sangat merindukan, Mu!" Ucap Motty di pelukan dengan isak tangis bahagia.
"Kakak juga sangat merindukanmu, Motty." Balas Erfyona sedikit meneteskan air mata bahagia.
Mereka berdua berpelukan cukup lama untuk melepas rindunya masing - masing, setelah rasa rindu di hati mereka terobati, mereka pun melepaskan pelukannya dan menanyakan kabar masing - masing.
"Kakak bagaimana kabarmu? Apakah kau tidak apa - apa setelah terluka dari serangan Kak Gerald waktu itu?" Tanya Motty khawatir dengan kondisinya sambil melihat ke arah samping perutnya yang dulu terluka, hendak mengeceknya.
Namun dengan cepat di cegah oleh Erfyona. "Aku tidak apa - apa, Motty. aku baik - baik saja. Kamu sendiri bagaimana?" Tanya Erfyona balik sambil mengusap air matanya dan menatap matanya hangat.
"Tidak apa - apa, lupakan saja kejadian waktu itu, yang penting saat ini kamu baik - baik saja." Jawab Erfyona kalem sedikitpun tidak merasa marah atau kesal kembali memeluknya.
Melihat hal tersebut, Alin langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah mereka berdua memastikan apakah dugaannya tersebut benar.
"Kau,?! ... Ini beneran Anda, Nona?" Tanya Alin memastikan, sambil berjalan menghampirinya menatapnya penuh tanya, penasaran siapa wanita ini sebenarnya.
Motty terkejut saat melihat Alin seperti mengenali wajah kakaknya tersebut. "Kau mengenal kakak, ku?" Tanya Motty penasaran.
"Tidak, tapi aku sangat mengenal wajah ini sebelumnya. Apakah Anda adalah Erfyona Land Sankarea?" Tanya Alin sambil terus mengamati wajahnya.
"Sankarea, siapa dia? ... Dia ini adalah Kakakku Ella Vanya, bukan Sankarea." Jawab Motty sedikit bingung.
"Yang di katakan oleh Motty itu benar, aku bukanlah Sankarea, namaku Ella Vanya. Erfyona Ella Vanya!" Jelasnya.
Seketika wajah Alin langsung murung kembali bersedih, karena wajah Ella Vanya mengingatkannya kepada orang yang sangat dia kagumi sekaligus dia hormati.
'Mungkin dia benar, aku saja yang terlalu berharap kalau Nona Sankarea masih hidup. Waktu itu aku juga menyaksikan sendiri eksekusinya, tetapi tetap saja. Aku tidak bisa menerima kepergiaannya begitu saja, Bagaimanapun dia adalah orang yang sangat berharga di hidupku ...' Pikirnya sedih memurungkan wajahnya.
"Anda sangat mirip sekali dengan Nona Land Sankarea..." Ucap Alin pelan masih tidak percaya kalau di depannya adalah orang lain.
"Iya aku tahu, beberapa Guardian juga mengira aku adalah dia,- Kata Erfyona.
"Kakak bertemu dengan para Guardian? Apakah mereka menyerang kakak? Apakah ada yang terluka?" Sahut Motty terkejut sekaligus khawatir dengan kondisi Erfyona.
"Tidak, mereka tidak sejahat yang kamu pikirkan." Jawab Erfyona enteng.
"Syukurlah kalau begitu, tetapi. Bagaimana kakak bisa sampai sini,-
"Thuk! Thuk! Thuk!" Terdengar langkah kaki lain memasuki kamar tersebut.
Ternyata itu adalah langkah kaki Azazeal yang di ikuti oleh Andika Fushigi dari belakang, ia merunduk patuh sambil terus berjalan mengikuti-Nya. Azazeal langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke sekeliling ruangan kamar Gabriel.
Motty terkejut saat melihat kedatangan Azazeal yang secara tiba - tiba. Ia langsung terpukau oleh ketampanan-Nya sampai membuat hidungnya berdarah. Tubuhnya menjadi panas dan sangat bernafsu untuk mendekati Azazeal, dia sangat ingin menyentuh kulit wajahnya dan ingin melakukan hal yang lebih tentunya.
'Siapa lelaki ini, dia sungguh sangat tampan, Aura wajahnya sangat indah dan hangat.' Pikir Motty dengan tatapan mata terpukau sampai tak berkedip menatap Azazeal.
Hal itu juga di rasakan oleh Alin Xaverias.
Ia juga merasa terpukau oleh ketampanan Azazeal, dia sama sekali tak memalingkan pandangannya dari wajah tampannya tersebut. karena dirinya merupakan salah satu Angels tertinggi jadi dia bisa sedikit mengendalikan nafsunya, tetapi saat ini dia sedang berusaha keras untuk mempertahankan reputasinya tersebut.
Aura Azazeal memang sangat kuat bahkan mampu untuk memikat Queen sekalipun, Alin menjadi sangat kesusahan untuk mengendalikan nafsunya. Alhasil tubuhnya menjadi gemetar seketika menjadi panas, tatapan matanya membuat otaknya menjadi liar.
Namun Azazeal sama sekali tidak menoleh ke arah mereka dan lebih fokus kepada Gabriel yang tengah terbaring lemas di atas ranjangnya. Ia kemudian berjalan menghampirinya untuk melihatnya dari dekat. Andora Michi yang melihat-Nya mendekati Gabriel, ia pun menjadi siaga takut peristiwa yang lalu terulang kembali.
Erfyona yang mengetahui Adiknya terkena pengaruh Aura Azazeal, ia pun segera menghentikan langkah kakinya yang hendak mendekati Azazeal dengan cara meraih tangannya dan menariknya cepat. Seketika Motty langsung tersadar dari pengaruh Azazeal dan langsung menatap wajah kakaknya penuh tanya.
"Kakak," ucapnya yang tersadar dengan wajah kebingungan kenapa dia menghentikannya.
"Jangan, kendalikan dirimu!" Ucap Erfyona memperingatkannya dengan menatapnya serius.
"Maksud kakak? ... Kenapa?" Tanya Motty menatapnya balik penasaran.
"Bukankah kamu sangat mencintai Gabriel, dulu kamu sudah menunggunya lama, kan? Apakah sekarang kamu mau menghancurkan semuanya, Semua yang telah kau dapat?" Kata Erfyona menasihatinya.
"Tidak, tidak Kak! Aku tidak mau." Jawab Motty dengan suara dan raut wajah takut kehilangan.
"Dengar, kau jangan pernah sesekali menatap wajah orang itu secara utuh, terutama kedua matanya." Kata Erfyona memberitahunya sambil menatap ke arah Azazeal yang tengah berjalan menghampiri Gabriel.
"Kenapa, ada apa dengannya?" Tanya Motty.
"Kau bisa terpengaruh oleh Aura kekuatannya, efeknya akan sangat berbahaya. Jadi berhentilah untuk menatap matanya secara langsung, alihkan pandanganmu saat kau berhadapan dengannya secara langsung." Jelasnya.
"Baik, Kak!" Balas Motty menyetujuinya.
Setelah Erfyona berhasil menasihati Motty, ia menoleh ke arah Alin Xaverias mengecek apakah dia juga terkena pengaruhnya dari-Nya, dan benar saja.
Nampak dari matanya, tubuh serta wajah Alin seperti sudah tidak mampu menahannya lagi. tubuhnya gemetar dan tatapan matanya menunjukan kalau dia benar - benar sudah tergila - gila oleh wajah tampan Azazeal sejak pandangan pertama.
Dengan cepat Erfyona langsung menghampiri Alin dan menyadarkannya dari pengaruh kuat Azazeal. sama seperti Motty sebelumnya, dia juga merasa bingung kenapa tidak boleh menatapnya secara langsung. Lagi - lagi Erfyona harus menjelaskan untuk kedua kalinya.
"Nona, siapa dia sebenarnya? saya merasa dia bukanlah seorang Guardian biasa. Aura dan kekuatannya sungguh sangat kuat! Kalau dia adalah orang yang jahat, kita harus segera menghentikannya. sebelum dia melakukan hal yang lebih jauh!" Ucap Alin khawatir.
"Kamu tidak perlu khawatir, dia bukanlah orang jahat. Nanti kau juga akan tahu, siapa dia sebenarnya." Jawab Erfyona meyakinkannya, sambil memandang ke arah Azazeal yang sedang melihat Gabriel terbaring di ranjang dengan penuh kepercayaan.