The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 65 ~ Bersama Alin pergi ke Orion



Pukul 17:35 Bel pulang berbunyi tanda jam pelajaran telah berakhir, semua siswa antusias mengemasi barang belajarnya, "Terima kasih atas perhatiannya hari ini, kita bertemu lagi minggu depan. Jangan lupa belajar ya!" Ucap Sista sambil mengemasi barang-barangnya.


"Iya Bu." Jawab para siswa.


"Semua siswa bisa langsung pulang kecuali Vergile." Ucap Sista membuat Gill terkejut.


"Hah, kenapa aku tidak boleh pulang?" Tanya Gill penasaran.


"Ada yang ingin ibu bicarakan dengan mu, setelah ini ikut lah keruangan ku." Jawabnya.


Gill menghembuskan nafas panjang dan menerimanya sukarela "Baiklah." Jawabnya.


"Hukum saja dia Bu, biar dia kapok dan lebih disiplin lagi." Ucap Emilia memberinya saran.


"Kenapa ibu harus menghukum Vergile?" Tanya Sista.


"Dia tadi juga terlambat masuk ke kelas dengan beralasan pergi ke kamar mandi. Aku yakin dia tadi tidak ke sana tapi pergi ke kantin." Timpal Vania menuduhnya.


"Tapi aku memang beneran ke kamar mandi." Ucap Gill berusaha meyakinkannya.


"Vania kau jangan menuduh Gill sembarangan, menuduh orang tanpa bukti itu sama saja memfitnah. Lebih baik kau diam jika tidak tahu apa-apa." Ucap Greey menasihatinya.


"Sudah-sudah kalian jangan ribut, sebaiknya kalian langsung pulang dan segera istirahat. Besok masih ada kelas lagi." Ucap Sista melerainya.


"Permisi Bu, terima kasih untuk Ilmunya hari ini!" Ucap para siswa kompak berpamitan.


"Sama-sama, langsung pulang ya jangan belok kemana-mana." Jawab Sista menasihatinya dengan senyum hangat.


"Aku duluan ya Vergile, sampai jumpa besok!" Ucap Indyra berpamitan.


"Iya, hati-hati!" Jawabnya.


Setelah semua siswa pulang Sista lalu mengajaknya pergi ke ruangannya. "Kenapa tiba-tiba aku dipanggil, apa yang ingin ibu bicarakan denganku?" Tanya Gill sambil berjalan mengikutinya dari belakang.


Sista tersenyum "Nanti kau juga akan tahu, ikut saja dulu." Jawabnya.


"Baiklah." Jawabnya pelan pasrah.


Setelah sampai di ruangannya Gill langsung dipersilahkan untuk duduk. Tak berapa lama Sista datang membawakannya secangkir teh hangat dan obrolan pun di mulai, "Tujuanku membawamu kemari yang pertama adalah untuk mengucapkan terima kasih. Kedua aku tidak ingin murid-murid tahu kalau gurunya ini telah menjadi korban pelecehan, jadi aku mengajakmu kemari dan membicarakan hal ini secara empat mata." Ucap Sista memulai obrolannya.


"Seperti kataku sebelumnya, jika kamu masih menghargai bantuan ku sebaiknya,-


"Kau bungkam dan jangan beritahu siapa pun." Potong Sista meneruskan perkataannya "Aku tahu dan aku akan melakukannya. Tapi setidaknya berikan alasan mu." Sambungnya.


"Sudah aku bilang itu tidak ada urusannya dengan mu, aku minta kau jangan menanyakan hal itu lagi!" Jawab Gill tegas.


"Maaf, aku jadi membuat mu marah." Ucap Sista pelan merasa bersalah karena terkesan memaksa.


Gill menghembuskan nafas panjang mecoba mengendalikan emosinya, "Jika sudah tidak ada lagi hal yang ingin dibicarakan sebaiknya aku segera pulang untuk istirahat." Sambungnya bangkit dari kursi hendak berjalan pergi.


"Aku akan memberitahu Naga yang kau inginkan jika kamu masih mau berada di sini." Sahut Sista menawarinya pilihan menarik.


Mendengar itu Gill langsung menghentikan langkah kakinya "Apakah kau sedang mencoba mempermainkan ku?" Ucapnya tanpa berbalik.


"Tidak, aku serius." Jawabnya dengan naga tegas.


Mendengar itu Gill langsung berbalik dan duduk di kursi menatap mata Sista serius "Waktumu 5 menit untuk menjelaskan." Perintahnya.


Sista tersenyum setelah mendengar ucapannya itu "Sebaiknya kau tidak terburu-buru jika ingin mengetahui semuanya." Jawab Sista kemudian bangkit berdiri dan menghampiri rak buku di belakangnya.


Setelah hampir satu menit mencari akhirnya buku tersebut ketemu, ia langsung mengambilnya dan menunjukannya pada Gill. "Buku apa ini?" Tanya Vergile setelah melihat buku yang sudah usang tersebut.


"Mythologic War Primal, buku ini lah yang kau butuhkan saat ini. Di dalam kamu bisa menemukan berbagai spesies hewan perang, mulai dari Centaurus sampai Naga semuanya ada." Jawab Sista sambil menjelaskan sedikit mengenai buku tersebut.


Tanpa banyak pikir panjang Gill langsung membuka buku tersebut dan lekas mencari hewan apa yang sesuai dengan keinginannya, "Semua hewan yang ada di dalam buku ini adalah tipe penyerang, jadi sudah bisa dipastikan semua hewan ini kuat." Ucap Sista memberitahunya informasi penting.


"Ini sepertinya bagus." Ucap Gill tertarik dengan gambar burung api yang sangat besar.


"God Phoenix adalah burung yang memiliki kekuatan api terkuat di antara spesies lainnya, dia adalah perwujudan dari Hell Guardian yang di kutuk oleh Tuhan. Sebaiknya kau pilih yang lain saja sebab hewan ini terlampau kuat untuk kau taklukan." Ucap Sista menjelaskan hewan yang Gill pilih.


"Sekuat apakah God Phoenix ini?" Tanya Gill penasaran sambil terus memperhatikan ilustrasi gambarnya.


"Aku tidak bisa menjelaskannya secara detail karena aku sendiri belum pernah melihatnya, namun dari buku yang pernah aku baca disebutkan bahwa kekuatannya hampir setara dengan Matahari." Jawabnya membuat Gill terkejut.


"Sepertinya hanya Guardian tinggi saja yang bisa memiliki hewan ini." Ucap Gill sadar dengan kekuatannya.


"Kau sama saja bertarung bertarung dengan Guardian jika ingin memilikinya, itu terdengar sangat gila jika kau masih ingin memilikinya." Ujar Sista.


"Tidak, aku tidak akan mengambilnya masih banyak halaman yang belum aku buka. Aku yakin masih ada hewan lain yang cocok dengan keinginanku." Ucap Gill tidak akan bertindak gegabah kali ini.


Ia pun membalik lembaran kertas tersebut menuju halaman selanjutnya, setelah cukup lama membolak-balik kertas tersebut akhirnya ia menemukan satu hewan yang sesuai "Kalau ini bagaimana?" Tanya Gill penasaran sambil menunjuk gambar tersebut dengan jarinya.


"Froast Dragon adalah Naga tipe Elemental yang dapat menggabungkan dua elemen sekaligus yakni angin dan es. Naga ini bersarang di puncak gunung Orkhland membuat hawa dingin di sana abadi. Tempat itu sangat berbahaya bagi manusia karena suhu udaranya yang sangat ekstrim mencapai -98° celcius." Jawab Sista sambil menjelaskan informasi mengenai naga tersebut.


"Aku akan menaklukan naga ini!" Ucap Gill yakin.


"Sebaiknya kau balik lagi kertasnya karena naga ini sangat berbahaya, dengan suhu sedingin itu darah mu pasti akan membeku belum lagi kau harus berhadapan dengan Naga itu. Meskipun kau mampu bertahan dari suhu ekstrim gunung Orkhland tapi kau tidak akan bisa selamat dari semburan hawa dingin Froast Dragon." Ucap Sista menasihatinya.


"Asal kau tahu hawa dingin yang keluar dari mulut Froast Dragon itu bisa ratusan kali minus derajatnya. Kau pasti akan langsung membeku jika terkena serangannya, percayalah padaku Froast Dragon bukan lah pilihan yang tepat untuk mu." Sambungnya Sista melarangnya pergi karena masih peduli pada Gill.


"Jika kau terus melarangku seperti ini sampai akhir pun aku tidak akan punya pilihan." Ucap Gill mengeluh.


"Percayalah Vergile kau akan menemukannya nanti, sini biar aku carikan hewan perang yang cocok untuk mu." Merebut buku tersebut dari Gill saat sedang dibaca olehnya.


Dua jam lebih Gill masih belum menemukan pilihannya, berbagai jenis hewan selalu ia tolak dengan alasan tidak mencerminkan dirinya sampai pada akhir halaman terdapat satu Ilustrasi Naga yang membuatnya terpukau, "Naga apa ini, kenapa ia diletakkan paling akhir setelah Sanctuary?" Tanya Gill penasaran.


"Dia adalah Ragnarok Dragon Lord. Menurut legenda ia adalah Naga terkuat yang pernah ada, konon katanya ia adalah raja dari para Naga." Jawab Sista sedikit menjelaskan.


"Itu tidak mungkin, bagaimana kau tahu soal itu?" Tanya Gill terkejut setelah mendengar jawabannya.


"Guruku yang menceritakan itu padaku dan sekarang dia sudah tiada. Beliau juga memberitahuku kalau sebenarnya Ragnarok Dragon adalah naga yang jahat di sini di ilustrasi kan kalau dia memiliki kepala yang banyak dan mata merah di setiap kepala." Jawabnya melihat lagi ke arah buku memperkuat ucapannya sambil menunjukan ilustrasi tersebut.


"Apakah ia juga menjelaskan kekuatan dari kekuatan Naga ini, sumpah dia membuatku penasaran." Tanya Gill.


"Maaf beliau hanya memberitahuku itu. Jujur sebenarnya aku tidak percaya kalau ada naga yang mampu menyaingi kekuatan Sanctuary, seperti yang kau tahu semua pelayan Tuan Azazeal itu adalah makhluk yang kuat dan sulit sekali untuk di kalahkan." Jawabnya.


"Kemungkinan besar naga ini adalah fiktif dan dibuat semena-mena untuk hiburan karena selama ini tidak ada informasi yang jelas mengenai naga ini." Sambungnya berasumsi.


"Begitu ya, sayang sekali." Gumam Gill.


"Jadi hewan apa yang akan kau pilih Vergile. Apakah kau sudah terpikirkan mau mengambil apa?" Tanya Sista.


"Entahlah, sepertinya ini akan sangat sulit untuk ku mengingat semua hewan yang ada dalam buku ini memiliki kekuatan yang besar. Aku tidak yakin apakah kekuatanku ini mampu untuk menundukkan satu dari mereka." Jawabnya dengan senyum.


"Kau tidak perlu terburu-buru Vergile, semuanya butuh waktu. Aku yakin suatu saat kau pasti akan punya hewan perang mu sendiri." Ucap Sista meyakinkannya.


"Aku juga berharap begitu." Kata Gill pelan.


Sesampainya di kosan Gill masih memikirkan hal yang dikatakan oleh Sista sebelumnya mengenai Ragnarok, ia penasaran apakah Naga itu benar-benar ada atau hanya sekedar mitos. Ia terbaring di ranjang melihat ke atap kamar sambil terus memikirkannya "Aku bisa gila jika terus seperti ini." Ucapnya langsung bangun dari ranjang.


"Tak ada cara lain selain menanyakan hal ini pada Sanctuary." Sambungnya langsung pergi ke luar kamar.


Saat Gill hendak membuka pintu keluar, ia dikejutkan oleh Laphia yang memanggilnya dari belakang "Mau pergi kemana Vergile, ini sudah malam." Ucapnya.


"Aku ingin pergi mencari udara segar, dikamar terasa suntuk dan membosankan." Jawab Gill beralasan.


"Jangan pulang terlalu larut, makan malam sebentar lagi siap. Bibi tidak akan memaafkan mu jika kamu tidur di tempat lain, mengerti?" Ucap Laphia mengancamnya tegas.


"Tidak usah khawatir bibi, aku bisa membeli makanan di luar jadi kalian bisa makan malam tanpa harus menungguku." Jawab Gill.


"Aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus pulang nanti malam. Jangan pergi ke tempat lain." Ucapnya memaksa.


'Dia ini!' batin Gill merasa kesal, ia kemudian menghampiri Laphia dan berkata kalau dirinya tidak jadi pergi keluar malam ini namun sepertinya Laphia tidak merasa curiga sedikitpun padanya. Saat Laphia berbalik hendak kembali ke meja makan dengan cepat Gill langsung memukul punuk lehernya, seketika ia langsung pingsan dan roboh di tempat.


'Maaf tapi aku tidak mau kau mencampuri urusan pribadiku.' ucap Gill dalam hati melihat ke arah Laphia yang pingsan terbaring di lantai dan pergi meninggalkannya.


'Ouh!' mendengar namanya di panggil Gill langsung berhenti dan mencari darimana suara itu berasal, "Alin?" Ucapnya melihat ia terbang mendekat ke arahnya.


"Lama tidak bertemu Gill. Kamu mau pergi kemana?" Sapa-nya dengan senyum manis.


"Orion." Jawabnya singkat.


"Orion, bukan kah itu Istana agung Tuan Azazeal?" Ucap Alin sedikit terkejut mendengarnya.


"Itu benar, kau sendiri dari mana?" Tanya Gill.


"Yah seperti yang kau minta tadi, aku sendiri yang langsung membereskannya." Jawabnya.


"Bagus, bagaimana pendapatmu setelah kau tahu itu?" Tanya Gill.


"Jangan kau tanyakan lagi, Yang jelas aku sangat kecewa padanya." Jawabnya.


"Aku senang kau langsung mempercayaiku, dia juga sempat berkata ingin memperalat mu dan menjadikan mu budaknya. Aku hanya bisa tertawa mendengar itu." Dengan senyum Gill menjelaskan itu.


Alin tersenyum sedikit memerah pipinya "Kamu terlalu berlebihan Gill, kau adalah temanku tentu aku akan mempercayaimu." Jawabnya.


"Lalu apa yang kamu lakukan pada Linggar, jangan berkata kau telah,-


"Aku telah membunuhnya. Aku benci melihat orang yang sok keras dan memandangku rendah." Potong Gill.


"Tuh kan kebiasaan sih, asal kamu tahu kau bisa membuat Majesty hancur karena ulah mu ini." Ucap Alin merasa khawatir.


"Aku akan menghancurkan mereka dahulu sebelum mereka datang ke Majesty. Kau tidak perlu khawatir." Ujar Gill yakin.


"Gill kau jangan menggampangkan sesuatu, kau tidak tahu sekuat apa Raja Iblis itu,-


"Kau mau pergi ke mana setelah ini Alin?" Sahut Gill.


"Gill jangan mengalihkan pembicaraan, kau harus bertanggung jawab,-


"Iya-iya aku tahu, jangan bicarakan itu lagi di depan ku." Potong Gill membuat Alin kesal cemberut memalingkan wajahnya.


"Mau ikut ke Orion?" Ajak Gill membuat Alin terkejut balik menoleh ke arahnya.


'Gill mau mengajak ku ke Orion, itu kan tempat Tuan Azazeal berada. Kalau aku ikut dengannya aku bisa melihat wajah tampan Tuan Azazeal lagi, oh senangnya bisa menjadi teman mu Gill.' batinnya dengan mata berkaca-kaca melihat ke wajah Gill penuh rasa syukur.


'Kenapa dengan wanita ini?' batin Gill saat melihat mata Alin yang berkaca-kaca.


'Tapi...' pikirnya ragu saat ia ingat dengan Sam 'Aku juga akan bertemu dengan orang itu nanti, oh aku sungguh membencinya. Semoga saja dia tidak ada di sana.' batinnya berharap.


"Alin?" Panggil Gill mengejutkannya.


"Iya, maaf aku tadi,-


"Kau jadi ikut tidak, kamu tidak perlu takut masuk Orion kau kan bukan bangsa Iblis." Ucap Gill meyakinkannya sambil meraih pergelangan tangannya menggenggamnya erat.


"Tapi di sana ada,-


"Sudah ayo." Ajaknya langsung menyeretnya terbang pergi.


Setelah sampai di depan Gerbang Orion Gill langsung berubah wujud bersamaan dengan kakinya yang menyentuh lantai indah tersebut. Alin terkejut saat melihat Gill berubah menjadi orang dewasa dengan tubuh tinggi semampai dan rambut putih panjang sampai leher, 'Benarkah ini Gill yang selama ini aku lihat!' batinnya terpesona sampai kedua matanya tak berkedip.


"Alin, ada apa dengan mu. Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Gill yang melihatnya bengong.


Alin sontak terkejut mendengar pertanyaannya itu dan langsung salah tingkah di hadapannya, "Aku hanya sedikit terkejut melihat mu tiba-tiba berubah seperti ini." Jawabnya dengan kulit merah merona memalingkan wajahnya karena malu.


Gill tersenyum mendengar jawabannya tersebut "Ini adalah wujud Dementor ku, dengan tubuh ini aku bisa menggunakan 100% kekuatanku. Tapi sayangnya tubuh ini menyedot banyak kekuatanku jadi aku tidak bisa selalu menggunakannya, karena setelah ini aku akan menghadap Tuan Azazeal jadi sudah sepantasnya aku memakai wujud yang layak." Jawab Gill menjelaskan.


'Emh dia ternyata lumayan juga, tapi ketampanannya itu masih belum bisa mengalahkan Tuan Azazeal. Ah dia memang sungguh luar biasa, aku tidak sabar ingin segera bertemu dengannya.' batin Alin.


"Alin, kau tidak apa-apa?" Tanya Gill penasaran melihatnya diam.


"Aku tidak apa-apa, kau benar sudah sepantasnya kita berbuat sopan kepada makhluk yang lebih tinggi." Jawab Alin dengan senyum menutupi kegugupannya.


"Ayo kita masuk." Ajaknya berjalan menghampiri gerbang.


"Iya." Angguk Alin setuju mengikutinya dari belakang.


Setelah gerbang di buka Alin langsung di buat ketakutan oleh Sanctuary Dragon Lord yang menatap mereka berdua tajam, tubuhnya yang besar dan matanya kuning buasnya membuat jantung Alin berdebar kencang "Gill jangan tinggal aku!" Ucapnya langsung merunduk kan kepala tak berani menatapnya dan menggandeng tangan Gill.


"Kebetulan kau ada di sini Sanctuary ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu tapi sebelum itu aku ingin menemui Tuan Azazeal terlebih dahulu." Sapa Gill padanya namun ia hanya diam dan menatapnya dingin.


"Kau tidak perlu takut Alin Sanctuary itu adalah Naga yang jinak, dia tidak akan bergerak kecuali di perintah oleh Tuan Azazeal." Ucap Gill menenangkannya yang ketakutan.


"Benarkah?" Mencoba kembali menatap wajah Sanctuary namun tidak berubah ia tetap menatapnya dingin seolah-olah tidak suka dengan kedatangannya.


"Sepertinya dia tidak suka denganku. Antar aku kembali yuk, aku takut jika terus berlama-lama di sini." Sambungnya memohon.


"Ha ha kau tidak perlu tidak takut di sini aman, ayo kita pergi ke dalam." Ucapnya langsung berjalan diikuti oleh Alin yang tak melepaskan tangannya dari Gill karena saking takutnya.


Sesampainya di dalam Alin dibuat terpukau oleh desain Istana Orion yang sangat indah dan mewah bertabur berlian warna-warni "Tempat ini sekali!" Ucapnya terpukau melihat sekeliling.


"Kau suka?" Tanya Gill.


"Aku sangat menyukainya, harus aku akui tempat ini lebih indah daripada Paradise Palace." Jawabnya sangat antusias.


"Aku berharap Tuan ada di rumah." Gumamnya terus berjalan.


'Ini sudah seperti Paradise Palace, tidak tempat ini lebih sempurna lagi. Para pelayan di sini memiliki wajah yang sangat cantik, mereka sudah seperti Bidadari yang di jadikan pelayan oleh-Nya.' Batinnya sambil tersenyum senang menikmati keindahan Orion.


"Apakah kau sudah pernah bertemu Tuan Azazeal sebelumnya?" Tanya Gill mengejutkannya.


"Aku pernah bertemu dengannya sekali." Jawabnya.


"Kalau begitu bagus, aku tidak perlu mengajarimu bagaimana cara berlutut menghormatinya." Ucap Gill.


Setelah Gill membuka pintu ruang tahta ia terkejut melihat tidak ada orang di sana "Sepi sekali" Gumam Gill.


'Tempat ini luas sekali, itu kah tempat duduk dari pemimpin Guardian!' ucapnya terkagum melihat kursi tahta Azazeal menjulang tinggi ke atas.


"Sepertinya tidak ada orang di sini, kemana mereka semua pergi." Ucapnya penasaran.


"Aku jadi tidak enak terus berada di sini jika tidak bertemu Tuan rumah. Ini terkesan seperti kita memasuki rumah orang tanpa permisi." Ucap Alin malu dengan dirinya.


"Hey kamu!" Panggil Gill kepada salah satu pelayan wanita yang sedang mengelap kaca jendela.


Melihat dirinya dipanggil ia langsung menghentikan pekerjaannya dan berjalan menghampiri Gill "Iya ada apa Tuan?" Tanya si pelayan.


"Apakah kamu melihat Tuan Azazeal?" Tanya Gill.


"Beliau pergi sudah sejak lama dan belum kembali sampai sekarang." Jawabnya merunduk dengan nada sopan lemah lembut.


"Lalu bagaimana dengan yang lainnya, maksud ku para perempuan itu?" Imbuhnya tidak tahu harus menyebut nama mereka apa.


"Nona Acquila tengah pergi keluar sedangkan Nona Exifilia pergi ke dalam ruang peristirahatan, sepertinya ia masih sedih dengan peristiwa yang lalu." Jawabnya.


"Begitu ya, lalu dua lainnya?" Tanya Gill.


"Nona Helfeany jarang sekali datang kemari, beliau mendapat tugas khusus dari Raja yang tidak saya ketahui. Sedangkan Nona Stacia dia selalu menghabiskan waktunya di dalam kamar." Jawabnya.


"Baiklah terima kasih, kamu bisa kembali." Ucap Gill mempersilahkannya pergi dengan tangannya.


"Permisi Tuan." Ucap kemudian pergi melanjutkan pekerjaannya.


"Anu mereka itu siapa?" Tanya Alin penasaran.


"Mereka adalah para bawahan Tuan Azazeal yang dipercaya mengawasi tempat ini. Ayo kita cari mereka." Jawabnya kemudian pergi mencarinya.