
Paginya di Majesty Strengh Academy, semua siswa masuk sekolah seperti biasa. di dalam kelas mereka mengobrol, bercanda, dan bercerita banyak hal. tak terkecuali Vania yang menceritakan pengalamannya kemarin saat dirinya mengikuti pendaftaran OSIS.
Emilia tersenyum saat menyimak ia bercerita, nampak wajah Vania sangat gembira menceritakan hal tersebut. semua wajah terlihat bahagia dan bersemangat pagi itu, kecuali Indyra.
Wajahnya nampak murung melihat bangku Gill yang kosong, karena biasanya ia selalu bercerita dan bercanda bersamanya namun hari ini dia tak ada. Greey yang baru datang langsung menyapa dan menghampiri Indyra. ia terkejut dan langsung terbangun dari lamunannya.
Terlihat wajah Greey di perban pada pipi kanan, bawah dekat mulut. Indyra bertanya bagaimana kondisinya sekarang, Greey menjawab kalau dia sudah tidak apa-apa. ia menganggap kalau luka itu tidak seberapa.
Indyra tersenyum dan mengucap syukur, temannya itu baik-baik saja. ia lalu bertanya bagaimana hasilnya kemarin, Apakah ia jadi bergabung dengan OSIS. Greey menjawab kalau sore itu dia langsung diterima masuk tanpa melalaui persyaratan apapun.
Indyra terkejut dan bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi, ia menjawab kalau saat itu ada anggota OSIS yang terpukau melihatnya berkelahi menentang siswa nakal di kantin. Greey menambahkan kalau senior itu sepertinya tertarik dengan aksinya, tapi Greey bilang kalau dia sebenarnya merasa malu saat mendapat pujian tersebut.
Indyra bertanya 'Kenapa' Greey menjawab kalau saat itu ia kalah dan tidak berhasil menyelamatkan Alice. ia merasa tidak pantas mendapat pujian dan tepuk tangan tersebut.
Indyra tersenyum manis lalu menasihatinya dengan berkata 'jangan malu untuk berbuat baik. menang atau kalah tidak ada artinya yang penting adalah ketulusan hati.'
Greey tersenyum setuju dengan pendapatnya itu, ia mengucapkan terima kasih pada Indyra karena telah mendukungnya. dia lalu bertanya apakah Indyra pernah berada di posisi yang sama seperti Alice, ia menjawabnya 'iya' namun dengan masalah yang berbeda.
'Masalah apa?' tanya Greey penasaran.
'Aku sedikit malu mau menceritakannya.' jawab Indyra dengan suara pelan.
Greey tersenyum dan meyakinkannya, 'Tenang saja, aku tidak akan memberitahukannya kepada siapapun. kamu bisa mempercayaiku.' yakinnya.
Indyra lalu menjelaskan panjang lebar saat dia dilecehkan dan ditolong oleh Gill dahulu. Greey yang mendengar ceritanya pun menjadi sedikit kasihan padanya, ia lalu bertanya apakah Gill saat itu babak belur setelah menyelamatkannya. Indyra menjawab 'iya' dan menambahkan kalau pakaian yang ia kenakan sampai berlumuran darah dan menjadi merah.
'Jika saja hari ini dia masuk, mungkin aku akan belajar padanya' ucap Greey.
Indyra memberitahunya kalau kemarin Gill pulang ke kampung halamannya dan akan kembali jika waktu Skors-nya sudah habis. Greey bertanya darimana dia tahu, Indyra menjelaskan kalau kemarin dia mengunjungi kosan-nya untuk mengembalikan baju yang kotor saat menyelamatkannya dulu.
Greey baru tahu ternyata itu alasannya tak bisa mengikuti pendaftaran OSIS kemarin, Indyra mengangguk mengkonfirmasi dugaannya tersebut. Greey lalu memuji Gill dengan berkata, 'Mungkin suatu saat dia akan menjadi siswa yang terkenal dan di idolakan banyak orang.' dengan bangga ia menyanjung temannya itu.
Indyra berkata kalau, 'Kelas 1A memiliki tiga siswa unggulan yang kuat yakni, Emilia, Greey, dan yang terakhir adalah Vergile. siswa yang terlihat biasa saja namun memiliki kekuatan yang dahsyat di balik bayangan.'
Greey langsung tertawa lirih saat namanya di sebut, dia menyangkal dugaannya tersebut dengan berkata kalau dia tidak layak disandingkan dengan Emilia dan Gill. Indyra bertanya 'kenapa' ia menjawab kalau mereka berdua terlampau kuat sebagai seorang siswa kelas satu dan menyebut dirinya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan denga mereka.
Greey lalu memberikan alasannya kenapa dia berkata demikian. ia menjelaskan kalau Emilia adalah Anggota Dewan Inti sekaligus siswa yang memiliki kekuatan paling tinggi di antara murid kelas satu. Greey menebak kalau kekuatannya itu setara dengan senior kelas dua.
'Bagaimana kamu bisa tahu?' tanya Indyra.
'Hanya dia seorang siswa yang memiliki hewan perang seekor Naga, kau tentu masih ingat betapa sulitnya hewan tipe ini ditaklukan' jawab Greey.
Indyra mengangguk dan baru ingat kalau Emilia memiliki seekor Naga. sedangkan Gill meskipun ia terlihat lemah tapi Greey tahu kalau ada yang tidak beres dengannya, dia menyadari kalau Gill seperti membatasi dan menahan kekuatannya.
Greey yakin jika saat itu Gill tidak menahan diri, pasti Emilia sudah dia kalahkan. ia bisa mengatahui sekuat apa Naga itu karena dia sendiri pernah menghadapinya, Greey menduga kalau Master dari Gill adalah Guardian sepuluh besar.
Indyra terkejut mendengar dugaannya tersebut dan menganggap kalau itu terlalu berlebihan. Greey menjawab kalau dugaannya tersebut masih belum pasti dan berkata kalau semua itu hanya Spekulasi-nya saja, yang jelas Gill tidak bisa di anggap remeh dan Masternya bukan lah orang biasa.
Indyra menjelaskan kalau alasannya memasukan Greey ke dalam jajaran tiga siswa unggulan adalah Centaurus, ia memilikinya di saat semua siswa kelas satu tak ada yang punya bahkan Gill yang termasuk siswa kuat. Indyra menambahkan kalau Gabriel adalah Guardians yang kuat, ia juga mengakui kalau dirinya adalah orang yang mengagumi sosoknya.
'Kau harus lebih bersyukur Greey, mendapatkan hewan perang itu tidak mudah. aku yakin kamu hanya sedang merendah dan sengaja menyembunyikan kekuatan mu sama seperti yang Vergile lakukan' ucapnya.
Greey tersenyum mendengar pujian tersebut, ia berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi kuat dan menepati ucapan Indyra tersebut. dia berkata akan membuat Gabriel bangga dengan prestasinya dan tidak akan pernah sekali pun mengecewakannya.
setelah mereka mengobrol panjang lebar, guru pengajar pun datang dan jam pertama pun di mulai. setelah bel istirahat berbunyi mereka memutuskan untuk pergi ke kantin bersama, sesudah memesan makanan ia langsung duduk menunggunya.
Saat Greey dan Indyra tengah asik mengobrol, tiba-tiba ada seorang gadis cantik menghampiri mereka (gadis itu adalah siswa yang diperingatkan oleh Gill dan merupakan ketua kelas 1B) pakaiannya sangat rapi, ia terlihat manis dengan rambut warna abu-abu yang digelung di belakang. gadis itu menyapa dan bertanya apakah dirinya boleh bergabung dengan mereka, ucapnya sambil membawa mangkuk berisi soto ditangannya.
Mereka berdua terkejut melihat gadis tersebut berdiri dihadapannya dan sempat terpukau sesaat oleh penampilannya, Greey menjawab 'Boleh' dan mempersilahkannya duduk. gadis itu pun duduk dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, memperkenalkan dirinya.
Ia tersenyum manis dan berkata kalau namanya adalah Vega Dimitry. Greey dan Indyra bergantian menjabat tangannya memperkenalkan diri mereka masing-masing.
Setelah saling mengenal Vega langsung membaur dengan mereka dan berkata, 'Sebenarnya aku ingin pergi ke kelas A kemarin, tapi karena ada urusan lain aku jadi menundanya. kebetulan aku malah bertemu kalian disini.'
'Kamu sepertinya orang yang sangat sibuk' ucap Indyra halus.
'Yah begitu lah, menjadi ketua kelas memang tidak mudah. selain mampu memimpin dan bertanggung jawab, ketua kelas juga harus menjalin hubungan baik antar kelas lain' jawabnya.
'Wah, aku tidak menyangka kalau ternyata kamu adalah ketua kelas 1B. aku kira ketuanya adalah laki-laki. pasti sulit bagimu memimpin kelas itu, aku dengar kelas 1B adalah kelas dengan siswa nakal terbanyak di angkatan kelas satu. Maaf bukan maksudku menjelekan atau apa... Ucap Greey pelan.
'Ternyata kamu bisa memahamiku, tidak apa-apa kamu tidak salah. Memang seperti itu lah kenyataannya' sambung Vega.
Indyra hanya diam, wajahnya nampak takut ketika dia teringat dengan pelecehan waktu itu. ia tahu ketiga orang itu berasal dari kelas tersebut, 'Tapi apakah memang senakal itu?' tanya Greey.
'Pada awalnya semua siswa itu baik-baik saja, semuanya terlihat ramah dan murah senyum. semua terjadi setelah aku terpilih menjadi ketua kelas, lawan saingku sepertinya marah dan tidak terima atas kekalahannya. dia lalu mempengaruhi pikiran seluruh siswa dengan hal-hal buruk dan sialnya itu berhasil. bisa dikatakan aku seperti harimau yang memimpin kawanan serigala, mungkin aku kuat dengan kekuasaanku tapi mereka bisa dengan mudah menjatuhkan ku dengan solidaritas' jawabnya menjelaskan.
'Yang kuat ya Vega. kalau ada masalah kamu bisa bercerita pada kami, barangkali kami bisa membantu. pintu kelas A terbuka lebar untuk mu jika ingin datang berkunjung' ucap Greey di tambah anggukan setuju oleh Indyra.
Vega tersenyum berkata sangat menghargai semua itu, 'Sudah sebaiknya kita bicarakan hal yang lain saja, ngomong-omong aku tidak melihat Vergile dari kemarin. Kemana dia?' tanya Vega.
'Vergile mendapat Skor selama 7 hari, saat ini dia berada di kampung halamannya dan akan kembali jika waktu Skors-nya sudah habis' jawab Indyra.
Vega terkejut mendengarnya, 'Apa, bagaimana bisa. Apa yang sudah Vergile lakukan sampai dia harus dihukum selama itu?' tanya Vega penasaran.
'Dia bersikap tidak sopan pada salah anggota Dewan Inti, aku tidak tahu detailnya seperti apa. jika kamu ingin tahu lebih lanjut, kau bisa bertanya pada Emilia' jawab Greey.
'Yah, sayang sekali. padahal aku ingin bertemu dengannya. jujur dia anak yang menarik bagiku' ucapnya.
'Kamu sepertinya mengenal Vergile dengan baik, kalian sudah lama berteman ya?' tanya Indyra penasaran.
Vega menyangkalnya dengan memberikan alasan kalau dia baru mengenalnya kemarin, ia lalu bertanya seperti apa Vergile itu di kelas. Greey menjawab kalau dia adalah siswa yang sedikit bandel dan sering terlambat, Indyra juga menambahkan kalau dia sering tertidur saat guru menjelaskan.
Vega tersenyum sampai gigi manisnya terlihat dan menyebut kalau Vergile memanglah anak yang menarik. cukup lama menunggu, akhirnya makanan yang Greey dan Indyra pesan datang. mereka berdua langsung memakannya selagi makanan tersebut masih hangat.
Sambil makan Greey bertanya apakah Vega ikut mendaftar di perekrutan anggota OSIS kemarin, ia menjawabnya 'Tidak' dengan beralasan kalau dirinya tidak mau menambah beban lagi, baginya menjadi ketua kelas saja sudah sangat merepotkan.
Vega berpesan kepada Greey jika nanti ia tergabung di dalam anggota OSIS untuk selalu menindak tegas pelanggaran yang teman sekelasnya lakukan. Vega menjelaskan kalau teman-temannya itu tidak akan jera jika hanya diberi nasihat, perlu tindakan fisik untuk menertibkanya. Greey menjawab kalau dia akan melakukan yang terbaik, ia percaya tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan.
Vega sungguh berharap semoga Greey diterima di dalam OSIS, karena secara tidak langsung ia akan terbantu dalam menertibkan siswa nakal yang mayoritas berasal dari kelasnya. Mereka pun lanjut mengobrol formal sambil menyantap makanan mereka masing-masing sebelum bel masuk berbunyi.
Greey yang saat itu sedang mengemasi barang-barang dan akan pulang mendadak meminta maaf kepada Indyra karena tidak jadi pulang bersama, ia tidak mempermasalahkannya dan memahami kalau Greey saat ini sedang sibuk.
'Setidaknya kita masih bisa pulang bersama meskipun hanya sampai depan' ucap Greey.
Indyra menganguk dan mereka berdua pun pergi. di lorong depan kelas B mereka bertemu kembali dengan Vega. ia bertanya apakah Greey akan berkumpul hari ini, dia menjawabnya 'iya' dengan wajah penuh semangat.
Indyra menduga kalau pertemuan hari ini mungkin akan membahas tentang calon yang terpilih, Greey menganguk dan setuju dengan ucapannya itu. mereka bertiga pun memutuskan untuk pulang bersama dan berpisah tepat di depan gedung kelas, Greey pergi sendiri sedangkan Indyra bersama Vega.
(DI UNDERWORLD)
Diperlihatkan Gill yang sedang terbang menggunakan jubah hitamnya dengan kerudung besar menutupi wajahnya. ia menyelinap keluar saat Anastasya tidur, meskipun dia terpukau oleh kecantikan ibunya tapi tujuannya tidak goyah sedikit pun. Hanya Gill saja Dementor yang mempunyai kebencian paling kuat kepada para Iblis dan hanya dia seorang, Dementor yang punya ambisi besar.
Dengan tangan mengepal dan tatapan mata tajam, ia mengepakan sayapnya keras melesat pergi jauh. dari ketinggian ia terbang telinga dan matanya merasakan ada peperangan dari arah depan. Gill langsung turun dan memeriksanya sendiri, terlihat dari kedua matanya sedang terjadi peperangan antara kubu Kerajaan manusia melawan kubu Kerajaan Iblis.
Peperangan itu terjadi lantaran salah seorang Iblis menculik Ratu dari suatu Kerajaan. nampak tangan sang Ratu di ikat di belakang dan mulutnya di sumpal oleh lilitan kain, berlutut di samping Iblis kekar yang menculiknya. Iblis kekar itu hanya memberi pasukannya perintah saja dan duduk di samping Ratu di atas gajah yang besar.
Semua pasukan berjuang mati-matian demi menyelamatkan sang Ratu. seluruh kekuatan mereka keluarkan, hewan perang kuat mereka bebaskan agar mengamuk melawan para Iblis tersebut. para Palladin bersatu mengeluarkan kekuatan sihir terbesar mereka dan berhasil menyapu rata ratusan pasukan Iblis yang ada.
Mata sang Ratu nampak berkaca-kaca terharu melihat perjuangan prajuritnya, dengan tekat yang kuat dan kerja sama yang baik prajurit Kerajaan manusia berhasil memukul mundur pasukan Iblis. namun kejayaan mereka tidak berlangsung lama, bala bantuan dari Kerajaan Iblis datang menemui Iblis kekar di samping sang Ratu.
Mereka berjumlah empat orang dengan satu orang wanita di dalamnya. hubungan mereka terlihat akrab satu sama lain terbukti dari gaya bicara mereka yang santai, 'Ratu bertahan lah!' ucap komandan perang dengan tubuh kekar membawa satu bilah pedang besar, berlari menghampirinya.
'Habisi orang itu, dia cukup merepotkan!' perintah Iblis kekar dan mereka berempat pun melompat turun.
Mereka langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing untuk menghadang komandang tersebut. mereka memutuskan untuk berbagi lawan, dua orang melawan Komandan, satu orang melawan para Palladin sedangkan wanita Iblis satunya melawan para pasukan.
'Kau tidak akan bisa mengambil Ratu mu kembali!' ucap salah satu Iblis yang menghadang Komandan.
'Enyahlah dari hadapanku!' ucap sang Komandan marah mengayunkan pedangnya keras membuat mereka berdua terpental, namun sayang mereka berdua tidak terkena pengaruh apa-apa.
'Lawan kalian adalah aku!' ucap Iblis yang mendapat lawan para Palladin.
Para Palladin itu langsung panik melihat Iblis tersebut tiba-tiba berada di sampingnya, mereka serempak mengarahkan kekuatan sihir mereka kepadanya. tapi semua itu sia-sia, serangan mereka bisa dengan mudah ia hindari. para Palladin itu sungguh tidak beruntung karena berhadapan dengan Iblis Asassin, yang gaya bertarungnya sangat cepat dan kuat. Alhasil semua Palladin tersebut bisa dengan mudah di kalahkan dalam hitungan menit.
'Ayo keluar lah anak-anak ku, ha ha ha!' dengan tawa menakutkan wanita Iblis itu memanggil para Skeleton yang keluar dari dalam tanah layaknya benih yang tumbuh. jumlah Skeleton tersebut sangat banyak dan tidak ada habisnya membuat para prajurit kesusahan, wanita Iblis tersebut ingin bermain-main dengan para prajurit, membuat mereka mati kelelahan.
Melihat para Palladin yang sudah dikalahkan membuat Komandan tersebut hilang fokus, akhirnya mereka berdua bisa menumbangkannya dengan sekali serang. mata sang Ratu yang awalnya terharu senang melihat pasukannya bisa memukul mundur pasukan Iblis, kini berubah menjadi tangis sedih melihat pasukannya tewas terbunuh satu per satu.
Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit pasukan Iblis berhasil membalikan keadaan dengan memukul mundur pasukan musuh, berkat bantuan mereka berempat pasukan Iblis bisa bersorak ramai merayakan kemenangan. merasa bahwa dirinya sudah menang, mereka lalu menelanjangi para Palladin perempuan dengan kejinya dan berniat memperkosa mereka.
Ratu yang tidak kuat berusaha berteriak namun apa daya teriakannya tak bisa di dengar karena mulutnya yang di sumpal dan kemenangan pun jatuh kepada para Iblis. dengan liarnya mereka berbuat tak senonoh pada prajurit dan Palladin yang berkelamin wanita, namun kesenangan mereka tidak berlangsung lama karena tiba-tiba ada makhluk yang jatuh keras di antara pasukan Iblis sampai menghembuskan angin yang besar.
Ya itu adalah Gill dengan jubah hitamnya. tanpa banyak cakap ia langsung bertarung melawan semua pasukan Iblis yang tersisa dengan hanya menggunakan tangan kosong, ia adalah orang yang paling kuat yang ada di pertempuran saat itu. dengan hanya berbekal tangan kosong ia bisa membuat semua lawannya terpental keras, pukulan dan tendangannya sangat kuat sehingga ia bisa dengan mudah mengalahkan para prajurit Iblis tersebut.
Ratu langsung terpukau dengan aksi Gill yang sangat hebat, ia penasaran siapa prajurit yang berada di balik jubah hitam tersebut. karena Ratu tersebut masih lajang, ia berniat menjadikan dirinya sebagai hadiah jika orang dengan jubah hitam tersebut bisa menyelamatkannya.
'Tuan keluarkan aku juga, aku tertarik melawan mereka semua!' ucap Froast Dragon dalam kepalanya melalui telepati.
Gill menolak karena dia ingin melatih skill solo bertarungnya, dia ingin bertambah kuat tanpa harus menerima bantuan dari orang lain. secara mengejutkan Gill bisa meratakan semua pasukan Iblis yang tersisa, kurang dari lima menit.
'Luar biasa Tuan Anda bisa mengalahkan mereka semua dalam waktu yang sangat singkat!' puji Froast Dragon.
'Mereka hanya Iblis biasa, melawan mereka tidak ada serunya!' jawab Gill sombong.
'Kurasa sudah waktunya aku untuk turun' ucap Iblis kekar bangkit dari tempat duduknya dan mengeluarkan kapak mautnya. Ratu menjadi sedikit khawatir kalau nantinya Iblis kekar itu bisa mengalahkan Gill sama seperti keempat orang sebelumnya mengalahkan Komandan.
Salah satu Iblis yang mengalahkan Komandan tersebut bilang kalau Gill lebih menarik daripada dia (Komandan), temannya pun juga setuju dan berbalik hendak melawannya. Gill terkejut saat mengetahui dibelakangnya ada musuh, tubuhnya langsung reflek menunduk menghindari tebasan pedang tersebut.
'Apa!' batin Asassin yang menyerang Gill dari belakang, ia terkejut tidak menyangka Gill dapat menghindari serangan cepatnya. secara Reflek Gill langsung membalas serangannya dengan memutar balik tubuhnya dan mengayunkan kakinya ke belakang, menendangnya dengan keras sampai tubuhnya terpental tersungkur ke tanah.
Asassin tersebut langsung memuntahkan darah setelah terkena tendangan keras dari Gill, 'Beraninya kau!' ucap wanita Iblis menyerangnya dari arah samping, Gill bisa dengan mudah menghindarinya dan melompat untuk menjauh sesaat.
Belum sampai menginjak tanah, Gill mendapat serangan susulan yang mengejutkan dari salah satu Iblis yang menggunakan senjata tombak. ia lalu mengeluarkan pedang berwarna hijau untuk dia gunakan menahan serangan tersebut, karena ayunan tombaknya sangat keras tubuh Gill sampai terpental keras ke belakang.
Di belakang Iblis lain telah menunggunya dan langsung mengayunkan palu gada dari atas membuat pedang Gill retak seketika. tubuhnya langsung jatuh keras ke bawah sampai tanahnya ambles. saat debu sedang beterbangan karena amblesnya tanah, hal tersebut langsung di manfaatkan oleh Iblis kekar untuk melancarkan serangannya.
Gill sudah mengaktifkan matanya ke tahap dua sebelum ia bertarung, alhasil dia bisa menangkis serangan tersebut. karena ayunan kapak yang sangat kuat membuat pedang Gill menjadi patah tapi dia masih bisa menghindar meskipun jarak kapak dan tubuhnya sangat dekat.
'Tuan apakah Anda yakin ingin melawan mereka seorang diri, mereka melakukan serangan gabungan. Itu sangat berbahaya!' tanya Froast Dragon.
'Apa yang kau bilang, justru ini lah bagian terbaiknya' jawabnya.
Gill langsung mengeluarkan Egamoosa dengan aura petir warna unggu yang menyambar-nyambar di ujung tombaknya, 'Ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba Egamoosa, semoga saja senjata ini tidak mngecewakan!' batinnya sambil melihat tombak bermata dua tersebut.
'Siapa orang berjubah hitam itu, bantuan?' ucap Komandan melihat ke arah Gill.
Gill langsung menggenggam erat Egamoosa seketika aura petir di kedua ujung tombaknya menjadi kuat. ia langsung melesat ke arah Iblis yang membawa tombak dan menyerangnya, saat ujung tombak menyentuh tubuh atau benda padat maka pasif Egamoosa akan keluar yakni berupa sambaran petir.
Secara reflek Iblis tersebut langsung menahan serangan yang Gill lancarkan, sialnya dia menahan tepat di bagian ujung Egamoosa sehingga menyebabkan pasifnya menyala pada saat itu juga.
JDARR!
Tubuh iblis tersebut seketika hancur berantakan, seperti telur yang terjatuh dari ketinggian. semua orang terkejut mendengar suara petir Egamoosa yang sangat keras, menggema sampai ke penjuru langit, 'Itu adalah tombak yang sangat kuat, aku bisa merasakan energi yang terpancar dari tombak tersebut!' ucap salah satu Palladin kagum sampai kedua alisnya terangkat.
Gill terkejut sekaligus merasa kagum dengan senjata itu, 'Tombak ini sangat gila. kekuatan penghancurnya sangat mengerikan, untung lah aku belum pernah menggunakannya di Majesty. Terima kasih Nona, aku tidak menyangka senjata yang kau berikan akan sedahsyat ini' ucap Gill dalam hati senang sekali.
Para Iblis yang melihat temannya mati dalam sekali serang, mereka menjadi sedikit merasa takut. iblis kekar menasihati temannya untuk berhati-hati padanya, terutama pada tombaknya tersebut. wanita Iblis pemanggil memberi saran lebih baik mereka mundur dan fokus kepada misi penculikan yang telah diperintahkan.
Iblis Asassin menjawab kalau dia tidak akan membiarkan mereka kabur semudah itu. ia menambahkan kalau peluang mereka terbunuh akan semakin besar jika mereka kabur. Iblis palu gada juga membenarkan ucapannya tersebut dan menambahkan kalau akan sia-sia saja kabur dari orang sepertinya, 'Tidak ada pilihan lain selain terus bertarung!' kekehnya.
'Pita!' nama dari wanita Iblis pemanggil tersebut, 'Jika kau ingin kabur pergilah, bawa wanita itu bersama mu dan jangan sampai kau melepaskannya!' perintah Iblis kekar.
Pita langsung mengangguk dan pergi menaiki gajah besar tersebut lalu membawa Ratu pergi. Komandan yang melihat Ratunya di bawa pergi ia langsung bangkit sekuat tenaga dan menaiki kuda. memacunya cepat mengejar sang Ratu.
Saat Iblis Assasin yang hendak mengejarnya tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh Iblis kekar dengan berkata, 'Berhenti, percuma saja kau mengejarnya. dia sudah sekarat, Pita pasti bisa menghabisinya. kita punya musuh yang sangat kuat di sini dan jika kau pergi kita akan kekurangan orang' ucapnya sambil menatap tajam ke arah Gill.