
"Ah! Itu dia!" Kata pengawal Raja iblis Leviathan yang mengetahui Acquila tengah terbang melarikan diri.
"Kejar! Jangan biarkan dia lolos!" Perintah Raja iblis Leviathan.
Gawat! Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus melawan mereka semua? Tapi bagaimana dengan Tuan? Tidak ada cara lain, aku harus terus terbang! Pikir Acquila
Dimana cahaya itu? Aku yakin tadi itu mengarah kesini, aku tidak habis pikir, kenapa bisa hilang begitu cepat? ... Pikir Erfyona terus mencarinya ke seluruh pelosok hutan.
Waktu Erfyona sedang mencari cahaya tersebut, ia di kejutkan oleh sejumlah anak buah dari Raja iblis Leviathan yang tengah terbang bergerombol mengejar sesuatu.
Apa itu? ... Mengamatinya dan memfokuskan pandangannya ... Itu kan! Apa yang sedang mereka kejar? ... Mengamatinya lagi ... Ah! Tidak salah lagi jubah itu adalah, Tuan Azazeal! Akhirnya! Pikir Erfyona kegirangan akhirnya dapat bertemu dengannya kembali, ia langsung terbang menghampiri mereka.
"Mau lari kemana kau, penyusup!" Hadang Raja iblis Leviathan di depan Azazeal dan Acquila.
"Ah!!!" Kata Acquila terkejut berhenti mendadak.
"Wah wah wah! Lihat lah siapa tamu cantik kita ini, dan lihat lah tubuhmu itu? Uhhhh! Sungguh menggoda!" Goda Raja iblis Leviathan.
"Menyingkir lah kau Iblis terkutuk! Atau kau akan mati!" Ancam Acquila menatapnya tajam.
"Hahahaha! Nona, nona sepertinya kau buta. Lihatlah posisimu! ... Seluruh prajurit ku telah berhasil mengepung mu! Apa yang bisa kau lakukan sekarang? Sebelumnya aku tidak pernah sebaik ini menangani penyusup sepertimu, semuanya pasti mati dan tersiksa dengan sangat pedih!" Jelasnya.
"Namun karena kau spesial, aku berubah pikiran dan akan memberimu tawaran yang menarik!" Kata Leviathan bernegosiasi dengannya.
"Tawaran?" Sambung Acquila penasaran.
"Aku akan mengampuni mu dan orang yang kau bawa itu, asal kau mau menjadi budak ku! Tenang saja akan ada tempat dan perlakuan khusus untuk mu! Jadi kau tidak perlu khawatir. Bagaimana? Tertarik?" Kata Leviathan mengajukan tawarannya.
"Cih! Yang aku dengar hanyalah pembicaraan kosong tidak berguna. Aku tidak sudi, menjadi budak Iblis hina sepertimu! Kau yang tidak bisa menghargai seorang wanita, tidak pantas bernegosiasi denganku! Membusuk lah kau di bawah sana dengan prajurit Cecenguk mu itu!" Hina balik Acquila dengan nada yang judes.
"Berani sekali pelacur seperti mu berkata kurang ajar kepada Tuan kami! Kau akan menerima hukuman yang pedih!" Ancam pengawal Leviathan.
"Serang dia! Jangan sampai kalian membunuhnya, buat dia sekarat. Pelacur itu masih punya hutang padaku dan akan membayar perkataannya barusan itu ha hahaha!" Perintah Leviathan.
"HYAAAATTT!" Teriak prajurit Leviathan serempak melancarkan serangan.
"Errgggh!" Gumam Acquila terbelalak marah bingung bagaimana menghadapi ancaman ini.
"SLAAASSSHH! JDUMMMB!" Tiba - tiba tebasan pedang yang sangat kuat memusnahkan semua para prajurit tersebut.
"GLERRRR! GLERR!" Suara awan bergemuruh efek dari tebasan kuat tersebut.
"Hemh!" Kata Leviathan tak menyangka semua pasukannya akan lenyap seketika.
Ah!!! Apa yang barusan itu tadi? Semua iblis itu lenyap seketika?! Pikir Acquila kebingungan.
"Luar biasa! Aku tidak menyangka wanita bisa melakukan ini! Kau pasti rekan dari lacur ini, kan?" Tanya Leviathan pada Erfyona yang datang dengan wujud lain.
Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya? Apakah dia sekutu? Matanya merah menyala, perempuan ini pasti bermarga iblis! Pikir Acquila sambil terus mengamatinya.
Kak Mischelle! Pasti mereka yang telah melakukannya, aku tidak akan mengampuni nyawa kalian! Pikir Erfyona marah Menggenggam pedangnya erat dan menatapnya tajam.
"Bawa Tuanku pergi dari sini! Aku tidak akan memaafkan mu apabila dia sampai kenapa - napa!" Kata Erfyona memperingatkan Acquila.
"Baiklah! Terima kasih atas bantuan mu!" Segera terbang untuk membawa Azazeal pulang.
"Hei lacur! Urusanku belum selesai dengan mu!" Teriak Leviathan marah berusaha menghadangnya tetapi di hadang balik oleh Erfyona.
"CTINGG!" Adu pedang antar Leviathan dan Erfyona.
"Menyingkirlah Jal*ang! Jangan ikut campur!" Ancam Leviathan marah.
"Banyak bicara!" Skak Erfyona tegas.
"CTINGG!" Membalikan serangan pedang Leviathan, akhirnya ia terpukul mundur beberapa meter kebelakang.
"Atas kelancanganmu menyakiti Tuanku, maka bayarlah dengan nyawamu!" Ancam Erfyona sambil mengayunkan pedangnya ke atas mengumpulkan kekuatan.
"Pelayan rendah sepertimu, tidak berhak mengatur Raja iblis sepertiku!" Balas Leviathan berubah ke mode Evil King-nya pertanda dia sangat serius.
"HYAAATT!" Teriak Erfyona melancarkan serangannya.
Dasar wanita bodoh! Kau akan mati disini! Pikir Leviathan maju melesat menyerangnya.
Mereka berdua duel dengan sangat sengit. Gerakan mereka lincah dan gesit bagaikan kilat saling menyambar. Suara adu pedang dan kekuatan kian menambah riuh suara di langit, para prajurit Leviathan yang tersisa hanya bisa menontonnya tanpa berani mencampuri pertarungan mereka.
"Ayo, apa cuman segini saja kemampuanmu? Mau mengambil nyawaku? Lucu sekali candaan mu!" Hina Leviathan sambil terus mendesaknya.
"Diam kau!" Bentak Erfyona marah menepis serangannya dan membalikkannya. Tiba - tiba pedangnya berubah menjadi di penuhi oleh aura menyeramkan.
"Dengan ini, (mengengenggam pedangnya erat) akan ku kabulkan permintaan mu!" Kata Erfyona langsung terbang melesat menyerangnya
"Kalau begitu, aku juga tidak perlu menahan diriku lagi," kata Leviathan berubah ke mode full powernya terbang melesat.
"CTINGG! CTINGG!"
Gerakan bertarung mereka sangat brutal daripada sebelumnya, mereka menjadi lebih lincah sampai mata para prajurit tidak bisa menyaksikan gerakannya. Bahkan sampai menimbulkan angin ribut yang meluluhlantahkan hutan di bawah mereka karena benturan kekuatan dahsyat tersebut.
Burung - burung beterbangan, hewan - hewan berlarian saling menyelamatkan diri. Efek dahsyat pertarungan mereka juga sampai terlihat oleh ketiga kerajaan besar Iblis di Underworld.
"He he hahaha! Aku sangat menikmatinya. Ayo berikan aku hiburan yang menarik, keluarkan seluruh kemampuanmu!" Kata Leviathan bersemangat sambil terus mendesaknya.
Erfyona sangat kwalahan menerima wujud full power Leviathan, dia terus terdesak tak mampu membalas serangannya sedikitpun.
Dia beneran kuat! Kalau masih saja terus ku lanjutkan, aku bisa mati konyol disini! Pikir Erfyona sambil terus menahan serangannya.
Aku tidak bisa terus melawannya, tujuanku kemari hanya untuk bertemu Tuan Azazeal, bukan untuk melawannya! Aku tidak boleh sampai kehilangan jejaknya, ini adalah kesempatanku untuk bisa naik ke langit! Aku harus segera menyusulnya! Melirik ke arah Acquila yang terbang sudah sangat jauh.
"HYAAATT!" Teriak Erfyona membalikan serangannya.
"Lightning Dragon!" Suara gemuruh mulai menggelegar di langit.
"JDUAARRR!" Suara petir menggelegar, keluarlah sang naga kilat di atas Erfyona.
"Selamat tinggal Leviathan! Si iblis rendahan!" Kata Erfyona menatapnya tajam langsung mengayunkan pedang ke arahnya memberi kode si naga untuk menyerangnya.
"Bagus, bagus! Bawa naga itu kemari!" Teriaknya sombong melentangkan kedua tangannya menyambut sang naga tersebut.
Bagus dengan begitu Lightning Flash akan aktif dan dengungan keras itu akan berbunyi, sehingga memudahkan ku untuk kabur dari sini, dasar iblis bodoh! Pikir Erfyona sambil menunggu saat yang tepat untuk kabur.
"GROARRRGHH!" Teriak sang naga membuka mulutnya lebar - lebar dan langsung memakannya.
Sesuai perkiraan ku! Kata Erfyona dalam hati senang mengamati detik - detik terakhir Leviathan.
"CTINGG!" Meletus lah naga itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang menerangi seluruh Underworld.
Cahaya itu! Sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya! ... Tapi di mana, ya? ... Itu urusan nanti! Sekarang keselamatan Tuan yang lebih penting! Pikir Acquila kembali melanjutkan terbangnya.
Semua iblis di Underworld menjadi terganggu pengelihatannya karena melihat cahaya tersebut, termasuk Osmound, Gerald, Geilla dan seluruh para raja Iblis.
Sekaranglah saatnya! Pikir Erfyona langsung terbang kabur melarikan diri mengejar Acquila.
"Nguuung! Ngiiing! Ngiing!" Dengungan setelah kilatan cahaya.
"Suara apa ini! Errghhh! Kepalaku!" Teriak Leviathan kesakitan mencengkeram kepalanya menahan sakit.
Setelah Azazeal dan Acquila telah menembus langit Underworld, baru lah suara dan cahaya tersebut mulai menghilang dan reda. Leviathan yang menyadari wanita tersebut telah kabur, ia menjadi sangat marah.
"Sial! Berani sekali dia menipuku! ... Awas kau! (Menggenggam pedangnya erat) selanjutnya kau pasti akan mati di tanganku!" Menatap tajam marah, kemudian berbalik dan terbang kembali ke Istananya.
Siapa ya kira - kira perempuan tadi? Dia mengenal Tuan Azazeal sama sepertiku? Dia juga sangat menghormatinya sama juga sepertiku! Dia sungguh wanita yang sangat kuat, lain kali aku akan mengucapkan terima kasih padanya! Pikir Acquila mengingat kembali kejadian barusan sambil terus membawa Azazeal pergi.
Hei kau! Panggil Erfyona dari belakang mengejarnya.
"Ahh!!!" Langsung menoleh ke belakang.
"Kau!!!" Sambungnya terkejut langsung berhenti.
"Bagaiman keadaan Tuan Azazeal sekarang?" Tanya Erfyona khawatir.
"Kondisinya semakin memburuk! Apakah kau tidak apa - apa?" Tanya balik Acquila.
"Aku tidak apa - apa, Apakah aku boleh ikut denganmu? Ada hal penting yang aku ingin bicarakan dengannya," menatap Azazeal yang merunduk sayup matanya sekarat.
"Siapa kau sebenarnya? Mata dan tanduk mu itu ... Apakah kau dari marga iblis?" Tanya Acquila mengamati fisik bermaksud mencurigainya.
Erfyona tersenyum tenang atas sikap Acquila yang mencurigainya. "Kau tidak perlu khawatir, saat ini kekuatanku telah terkuras habis. Kalau aku berani berbuat macam - macam, kalian pasti akan dengan mudah membunuhku!" Jelasnya meyakinkannya.
Bagaimana ini? Secara tidak langsung dia telah menyelamatkan nyawa kami, dia juga rela terluka demi kami berdua (merasa kasian, melihat lengan dan leher Erfyona yang tersayat mengeluarkan darah). Kelihatannya terima kasih saja tidak cukup untuk pengorbanannya ini, pikir Acquila.
"Baiklah, aku percaya padamu! Tetapi jika kau melanggar! Kau akan menyesal ikut denganku ke Orion!" Ancam Acquila.
"Aku mengerti," jawabnya dengan senyum mengangguk.
"Kemarilah! Dengan merangkul salah satu tubuh bangsa langit, kau akan dengan mudah melewati segel ini! Bersyukurlah, karena aku butuh bantuan mu sekarang!" Ajak Acquila.
"Aku mengerti maksudmu!" Jawab Erfyona langsung mendekat membantunya membawa Azazeal kembali.
"Kau sepertinya sangat dekat dengan Tuan Azazeal, Apakah kau kekasihnya, atau apa?" Tanya Erfyona penasaran.
"Kekasih? (Memerah malu pipinya), Hemh! Itu sangat tidak mungkin! Mana mungkin Tuan mau dengan wanita sepertiku! ... Oh! Kita sudah sampai!" Kata Acquila menepis dugaan Erfyona.
"Pelan - pelan!" Kata Erfyona membantunya berjalan mendekati gerbang Orion.
Perasaan ini! Tuan! Pikir Sanctuary Dragon Lord terkejut merasakan aura Azazeal perlahan meredup. Ia langsung berubah ke mode Dragonoid-nya.
"Tuan!!!" Pikir Sam, Exifilia, Edward dan seluruh pelayan Orion terkejut merasakan aura Azazeal perlahan meredup.
"Cepat kau buka gerbangnya, Aku akan membantu Nona Acquila!" Perintah penjaga Gate satunya ke temannya.
"Baiklah!" Menghentakkan tongkatnya ke lantai dan terbukalah gerbang tersebut.
"Ah! Tuan! Bertahanlah!" Kata Exifilia langsung berlari menghampirinya.
Tuan!!! Pikir Edward terkejut langsung berlari menyusul Exifilia di depan ingin membantu mereka.
Jadi mereka ya orang - orang baru yang membuat kakak melupakan ku? Pikir Erfyona berdiri termenung melihat para pelayannya riuh berebut membantunya.
"Kenapa ini! Apa yang telah terjadi pada Tuan? Kenapa dia bisa terluka separah ini?" Tanya Exifilia merangkul kan tangan Azazeal pada pundaknya menggantikan Acquila.
Pasti wanita iblis itu yang membuat Tuan seperti ini! Berani sekali dia menunjukan wajahnya disini! Pikir Sam marah melihat Erfyona langsung berjalan mendekatinya.
"Tuan Edward! Exifilia! Segera bawa Tuan kembali ke kamarnya! Kondisinya sekarang kritis, dia harus segera mendapatkan pertolongan!" Perintah Acquila.
"Apa! Kenapa kau tidak bilang dari tadi!" Kata Edward lebih merasa cemas, segera membawanya cepat kembali ke kamarnya.
Acquila yang melihat Sam berjalan menghampiri wanita misterius tersebut dengan wajah yang marah, dia menjadi khawatir kalau Sam akan berbuat nekat padanya. Acquila segera berjalan menghampiri mereka berniat menghentikannya.
"Berani sekali kau menampakan wajahmu di sini setelah apa yang telah kau perbuat! Kau akan mendapat ganjarannya!" Kata Sam marah, mengeluarkan Lightning Sword-nya.
Erfyona hanya diam, tersenyum pasrah atas apa yang akan Sam lakukan padanya.
"Cihh! Apakah kau kira dengan mengeluarkan wajah memelas, aku akan berubah pikiran dan mengampunimu? ... TIDAK! ... TIDAK ADA AMPUNAN DISINI! MAKHLUK YANG BERANI MELUKAI TUANKU, HARUSLAH MATI! ... TERIMA LAH KEMATIAN MU!" Teriak Sam murka mengangkat pedangnya.
Pada saat Sam hendak mengayunkan pedangnya, Acquila menyuruhnya untuk berhenti. "Sam! ... Hentikan," perintahnya.
Ia terkejut dan langsung menghentikan ayunan pedangnya. "Acquila! Jangan halangi aku melaksanakan tugasku!" Menoleh ke arahnya dan kembali lagi untuk meneruskan aksinya.
"Sam apakah kau mau menerima hukuman dari Tuan Azazeal untuk yang kedua kalinya?! ... Dia adalah mata - mata Tuan Azazeal di Underworld! Dia lah yang membantu kami selamat dan bisa sampai disini! Jika kau membunuhnya, aku tidak tahu akan semurka apa dia nanti!" Ancam Acquila.
Ia kemudian menurunkan pedangnya dan mulai sedikit tenang. "Bersyukurlah kau, karena mengenal Acquila dengan baik, tidak ada pelayan yang seramah dia disini. Kalau kau berani berbuat macam - macam! Ingatlah nyawamu saja tidak cukup untuk membayarnya!" Ancam Sam dengan mata melotot tajam, kemudian berbalik dan pergi.
"Knight!" Panggil Acquila pada para prajurit Orion.
"Hormat kami, Nona Acquila," membungkuk memberinya hormat.
"Borgol dia! Bawa dia masuk dengan pengawasan ketat!" Perintah Acquila.
"Ikutlah denganku!" Ajak Acquila menatapnya tajam.