
Sanctuary Dragon Lord terkejut pada saat melihat Tuannya terluka parah sedang dibantu berjalan oleh Edward dan Exifilia untuk kembali ke kamarnya. Ia tidak percaya melihat Azazeal dapat terluka separah ini. Dia menjadi sangat marah melihat hal tersebut dan berjanji akan membawa kepala si pelaku kehadapan Tuannya.
Ah! ... Dia! (Mengamati Erfyona yang sedang dikawal ketat oleh Knight Orion) berani sekali dia menginjakan kaki di tempat mulia ini! Pikir Sanctuary marah menghampiri Erfyona.
"Berhenti!" Perintah Sanctuary pada mereka.
"Hormat saya Tuan, (membungkuk memberinya hormat) Kenapa Anda memberhentikan kami?" Tanya Acquila sopan.
Tetapi Sanctuary mengabaikannya dan lebih tertarik pada Erfyona yang terborgol dan dirantai ketat.
"Menyingkir lah kalian, Aku akan mengeksekusinya disini!" Perintah Sanctuary pada Knight.
"Ah!" Gumam Erfyona terkejut menatapnya takut.
"Kenapa? Apakah kau takut? He hahaha aku menyukai raut wajahmu itu, Aku tidak pernah sebahagia ini sebelumnya!" Tertawa jahat di depan Erfyona yang tengah ketakutan.
Gawat, bagaimana caraku menghentikan ini? Dia adalah Guard tertinggi di Orion. Selain perintah dari Tuan Azazeal, dia tidak akan mau mendengarkannya! Pikir Acquila mencari cara untuk menyelamatkan Erfyona.
"Apakah kau sudah siap melihat tubuh kebanggaan mu hancur? Kau pasti tahu serangan apa yang akan ku gunakan ini, kan? Bahkan Queen saja sampai tidak berdaya, apalagi hanya Iblis rendah sepertimu!" Ancam Sanctuary mengeluarkan tangan half Dragon-nya dengan cakar yang sangat runcing dan tajam mengeluarkan energi mematikan.
Erfyona hanya diam terbelalak menelan ludahnya saking takutnya. "Bagus, ayo tunjukan lagi wajah takutmu! Dengan begitu aku bisa puas membunuhmu!" Dengan mata melotot marah.
"Tamat lah riwayatmu!" Mengangkat tangannya hendak mencabik tubuhnya.
"Berhenti!" Teriak Acquila menghentikannya.
"Hemmh," gumam Sanctuary menoleh kearahnya.
"Apakah kau mau menggagalkan tugasku? Kenapa kau membelanya? Aku tidak akan mengampuni mu kalau kau mengkhianati Tuan!" Sambungnya mengancam dengan mata melotot.
"Emh ... (Berfikir sejenak) ... Tidak, bukan seperti itu Tuan! Dia bukanlah musuh, karena dia lah kami bisa kabur dari Underworld tanpa terluka sedikitpun. Ia juga berasal dari ras Iblis, tentu dia tidak akan bisa menembus segel langit tanpa di ikuti hati yang baik dan ikhlas," jelas Acquila.
"Dia ini tidak bodoh. Sebelumnya aku sudah bertanya padanya mengenai resiko yang terjadi, ia menyanggupinya karena ada hal penting yang ingin dia katakan padanya. Aku menjamin hati wanita ini tulus, dia berani menjamin dengan nyawanya sendiri," tambahnya.
"Oh seperti itu, ya? Kalau begitu ... (Menyerangnya kembali secara tiba - tiba) ... Sesali lah keputusan Mu!" Teriak Sanctuary.
"Hentikan, Tuan!" Teriak keras dari seorang wanita.
"Stacia! ... Uriel!" Kata Acquila terkejut melihat kedatangan mereka berdua.
"Kalau kalian berani mencampuri urusanku! Kalian akan bernasib sama sepertinya!" Ancam Sanctuary kepada mereka berdua.
"Wanita ini ... (Mengamati Erfyona) ... Dia bukan lah musuh kita, aku berani menjaminnya dengan nyawaku." Kata Stacia mencoba meyakinkannya.
"Ternyata kau sama saja!" Jawab Sanctuary tak peduli dan berbalik hendak menyerangnya kembali.
"Tuan! Kalau kau berani membunuhnya, Bersiaplah kau menerima murka darinya! Dia adalah mata - mata kita di Underworld, Tuan Azazeal sengaja membiarkannya hidup agar dia bisa berguna. Dan sekarang kau malah ingin membunuhnya, Kau cari mati, ya?" Balas Stacia menohok.
"Tuan, sebaiknya Anda berhenti dan pikirkan kembali resikonya. Saya tahu pasti Anda lebih mengenal Tuan dari pada kami, kau tahu kan, maksudku?" Sambung Uriel.
Mereka semua bahkan rela membela mati - matian wanita ini, Nampaknya mereka tidaklah bohong! Kalau memang benar, Tuan sengaja membiarkannya hidup. Tentu aku tidak bisa membunuhnya, kalau aku tetap bersikeras untuk membunuhnya! Dia pasti akan sangat kecewa padaku, ... menghela nafas,-
"Baiklah, aku pegang kata - kata kalian, Tetapi! ... Kalau sampai dia berbuat onar, Kalian lah orang pertama yang akan mendapat hukuman atas pembelaan kalian!" Ancam Sanctuary berbalik dan pergi menyusul Azazeal ke kamarnya.
Sesampainya di kamar ...
"Pelan - pelan, Tuan" kata Exifilia pada Edward berusaha menidurkan Azazeal di ranjang.
Semua pimpinan tertinggi dari setiap bangsa yang Azazeal ciptakan berkumpul dan hadir di sana, mereka turut bersedih melihat kejadian ini. Suasana hening dan pilu mengisi seluruh ruangan tersebut. Sedangkan Azazeal hanya terbaring lemah dengan mata sayupnya, tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Tuan Edward? ... Siapakah menurutmu yang mampu membuat Tuan seperti ini?" Tanya Sam penasaran dengan raut sedih kesal bercampur marah.
"Entahlah! ... Ini kali pertama aku melihat beliau terluka separah ini. Kita harus lebih berhati - hati, kalau ada makhluk lain yang mampu membuat Tuan seperti ini, tidak diragukan lagi, dia adalah makhluk yang sangat kuat!" Duga Edward sambil memandang Azazeal yang terbaring.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa hanya diam, kan?" Sambung Lazarus pemimpin salah satu pemimpin bangsa langit.
"Kau benar Lazarus, Apakah kita perlu mengeluarkan semua Guardian untuk melawannya?" Sambung Daryus salah satu pemimpin bangsa langit.
"Tidak, itu tidak akan cukup! Kita hanya akan mengorbankan nyawa teman - teman kita," jawab Edward.
"Tuan Edward benar! Satu - satunya cara adalah menyembuhkan kembali Tuan Azazeal, atau ..." Sambung Exifilia berfikir sejenak.
"Atau apa Nona? Saya sangat khawatir, kondisi Tuan saat ini sedang kritis. Tentu butuh waktu yang lama agar beliau bisa kembali pulih sepenuhnya. Mengingat saat ini pemimpin kita sedang lemah, mereka pasti sedang merencanakan sesuatu untuk menyerang kita." Sambung Lazarus cemas.
"Kau benar, tetapi apakah dia mau membantu kita?" Kata Exifilia ragu.
"Memangnya siapa Nona orang yang Anda maksud? Apakah Anda yakin dia bisa, musuh yang hadapi ini sangatlah kuat!" Tanya Igredush Maghta salah satu pemimpin bangsa langit.
"Aku yakin dengan adanya dia dan anggotanya, kita menjadi sedikit terbantu. Ia adalah wanita terkuat dari seluruh wanita yang ada. Kekalahannya dahulu karena Tuan sedang ganas - ganasnya, di tambah dia belum memiliki anggota seperti saat ini." Jawab Exifilia.
"Nona? Apakah maksud Anda .. Wanita itu?" Tanya Daryus memastikan sekaligus tercengang bila dugaannya benar.
"Emh!" Angguk Exifilia dengan tatapan serius dan yakin.
Sementara itu yang terjadi di luar kamar Azazeal ...
Tetapi Erfyona diam dan terus berjalan.
"Hei jawab pertanyaanku! Apa kau tidak dengar!" Bentak Uriel sedikit kesal.
"Sudah Uriel hentikan, ... (Mengalihkan pandangannya ke Erfyona) ... Maaf, kalau boleh aku boleh tahu, kamu berasal dari daerah mana?" Tanya Acquila.
"Lockheim," jawabnya singkat.
Lockheim!? Bukankah itu tempat yang di kunjungi Tuan Gabriel beberapa bulan yang lalu? Pikir Acquila terkejut.
"Emhh ha ha .. (salah tingkah bingung sekaligus terkejut mendengar jawabannya) ... Kau pasti sangat berat sekali menjalani hidupmu di negeri para Iblis, ngomong - ngomong kau dari keluarga apa? Kebetulan aku pernah mendengar nama - nama kepala keluarga di sana," tanya Acquila.
"Lucifer," jawab Erfyona singkat.
Ah! Pikir Acquila, Uriel, Stacia terkejut terbelalak kedua matanya.
"Berhenti," perintah Stacia.
"Tunjukan wujud aslimu!" Perintah Stacia tegas padanya.
"Hemhh!" Tersenyum manis dan berbalik berubah wujud menampakan dirinya yang asli.
"Ahhh ... Ternyata memakai wujud asli lebih enak dari pada samaran, ya?" Kata Erfyona melentangkan sayapnya yang indah dan mata yang merah bercahaya.
Dia cantik sekali! Aku belum pernah bertemu Iblis secantik dia, entah kenapa dia anggun sekali sebagai seorang iblis, tidak ada kehinaan sedikitpun darinya. Aku yakin kalau dia masuk menjadi anggota Bidadari surga, pasti ia akan mendapat posisi yang tinggi! Pikir Uriel terkesima oleh kecantikan Erfyona sampai tak berkedip.
Wajahnya itu! Sepertinya aku pernah melihat sebelumnya, kata Stacia dalam hati termenung sejenak memikirkan sesuatu setelah melihat wujud asli Erfyona.
"Ada apa Stacia? Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Acquila penasaran.
"Sepertinya aku tidak asing lagi dengan wajahmu itu! Tetapi di mana, ya aku terakhir kali melihatmu?" Kata Stacia berusaha mengingatnya kembali.
"Wah - wah lihatlah siapa yang datang, Lama tak berjumpa, Erfyona Land Sankarea!" Sahut Sanctuary Dragon Lord.
"Erfyona?" Kata Uriel terkejut dan penasaran mengenai nama tersebut.
"Sekarang aku ingat! ... Jadi rupanya begitu!" Kata Stacia terkejut
"Sekarang aku tahu alasan kenapa kau menyelamatkan kami tadi, Senang bertemu denganmu kembali, Nona Erfyona! Saya tidak menyangka Anda masih hidup dan baik-baik saja," kata Acquila membungkuk memberinya hormat di ikuti oleh Stacia dan Uriel.
"Erfyona Land Sankare? Siapa dia? Namaku Erfyona Ella Vanya bukan Land Sankarea! Kalian mungkin salah orang," sahut Erfyona menyangkalnya.
"Tuan? Apakah benar dia Nona Land Sankarea?" Tanya Stacia memastikan kembali.
"Aku mengenal akrab wanita itu, Malahan sekarang aku semakin yakin, kalau wanita ini adalah dia!" Jawab Sanctuary Dragon Lord.
"Kalau begitu gawat! Segeralah kau berubah kembali, kalau kau tidak ingin mendapat masalah di sini!" Kata Stacia panik.
"Kenapa? ... Kenapa aku harus berubah wujud kembali?" Tanya Erfyona kebingungan.
"Sudah lakukan saja, ini demi kebaikanmu!" Imbuh Sanctuary Dragon Lord.
"Baiklah," jawab Erfyona langsung merubah wujudnya kembali.
"Sekarang ayo kita jalan!" Perintah Stacia.
Waktu di tengah jalan ke ruang Azazeal, tidak sengaja Helfeany lewat di depan mereka.
Gawat! Semoga saja dia tidak menyadarinya, pikir Stacia melirik ke arah Helfeany yang sedang lewat di sampingnya. Terlihat Helfeany sedang menoleh ke arah Erfyona yang tengah terborgol ketat dan di kelilingi oleh prajurit.
Syukurlah, dia tidak mencurigainya! Pikir Stacia terus lanjut berjalan.
"Hei!" Panggil Helfeany dari belakang menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mereka.
Ah! Kata Stacia terkejut menghentikan langkahnya.
"Siapa wanita yang kalian bawa itu?" Tanya Helfeany dengan tatapan serius tajam.
"Eh wanita itu, dia ...,- kata Stacia bingung berusaha mencari alasan.
"Dia adalah wanita tawanan, agar para Iblis Tirani tidak berani macam - macam dengan kami!" Jawab Sanctuary mantab.
Tetapi Helfeany tetap diam dan berdiri terus mengamati Erfyona lebih lanjut, sementara itu Stacia gugup meneteskan keringat dingin, takut melihat penyamarannya terbongkar.
"Kau tidak perlu khawatir Helfeany! Dia aman bersamaku," jawab Sanctuary Dragon Lord meyakinkannya.
"Baiklah kalau begitu, Aku lebih percaya denganmu dari pada si Stacia itu!" Kata Helfeany menohok menatap sinis ke arah Stacia kemudian berbalik dan berjalan pergi.
Ergghh! Si Helfeany itu ... Kalau saja kau bukan pelayan sepertiku, aku pasti sudah menghabisi mu dari dulu! Kata Stacia marah sekali mendengar ucapannya.
"Ayo Stacia kita pergi!" Kata Sanctuary Dragon Lord, kemudian mereka lanjut berjalan menuju kamar Azazeal.
Aura kekuatan pada tubuhnya itu memang sama persis dengan Erfyona Land Sankarea, aku yakin sekali wanita itu adalah dia. Jadi mereka sengaja membodohi ku, ya? Kalau begitu aku harus mencari tahu sendiri. Pikir Helfeany dengan tatapan serius berjalan pergi.