
Sementara itu Azazeal tengah berdiri menatap Gabriel dari samping tempat tidurnya.
'Aku tidak pernah mengira kau akan se-hina ini Gabriel, walaupun pada dasarnya aku yang salah. Meskipun aku adalah makhluk terkuat, tetapi aku tidak berhak membatasi hidup makhluk lainnya. Sekarang aku mulai mengerti, bahwa aku tidak bisa menjadi pemimpin yang sempurna...
...
Sebab itulah aku datang untuk mencabut kutukan mu, Gabriel.' Ucap Azazeal dalam hati berdiri melihatnya terbaring dari samping tempat tidurnya.
Melihat Azazeal yang cukup lama berdiri dan terus memperhatikan Gabriel. Andora Michi menjadi curiga, dia berfikir bahwa orang itu tengah memikirkan rencana untuk melukai Tuannya.
Karena rasa curiga Andora Michi sudah memuncak, ia segera berjalan menghampiri Azazeal tanpa rasa gentar sedikitpun. di dalam hatinya dia merasa bahwa, keamanan Gabriel adalah prioritas utama, walaupun nyawa menjadi taruhan dan Guardian kuat menjadi lawan.
'Berhenti!' Kata Andika Fushigi mencegahnya melalui telepati mereka yang saling terhubung.
Sontak Andora Michi langsung menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke arah Andika Fushigi menatapnya penuh tanya.
'Apa yang akan kau lakukan, berhenti di sana atau kita semua akan binasa!' Imbuh Andika sedikit mengancamnya.
'Apa yang kau katakan Fushigi! Apakah kau mau membela Guardian ini dan mengabaikan keselamatan Tuan Gabriel?' Balas Andora Michi marah dengan nada tinggi karena melihat sikapnya yang mulai melenceng.
'Diam! ... Sebaiknya kau dengarkan saja apa yang ku katakan, Lelaki di depan mu itu bukanlah Guardian sembarangan. Saat ini kita tidak bisa berbuat banyak, lebih baik kita mematuhinya sama seperti kita mematuhi Tuan Gabriel!' Jawab Andika Fushigi memberitahunya.
'Kau sungguh aneh sekali Fushigi, dengan cepat aku sudah tidak mengenalimu lagi,-
'Dia adalah Tuan Azazeal! ... Apakah kau masih mau membantahku lagi,?!' Sahut Fushigi marah terus terang.
'Ah!!!' Sontak hal tersebut mengejutkan Andora Michi sampai membuat kedua matanya melotot kaget.
'Tuan Azazeal? ... Tidak, kau pasti sedang membual. di tengah suasana bersedih seperti ini, masih sempat - sempatnya kau bercanda. Dasar kau tidak punya hati!' Balas Andora Michi menohok enggan untuk percaya kepadanya.
'Tuan Azazeal. Hemh! yang benar saja. Dia tidak mungkin datang kemari, selama ini kan dia hanya menyampaikan pesan lewat Sam dan Tuan Edward. Aku tidak sebodoh yang kau kira Fushigi, yang dengan mudahnya percaya bualan mu!' Pikirnya sombong.
Dengan percaya dirinya, Andora Michi menghampiri Azazeal dan langsung menepuk pundaknya "Plekh!".
"Hei kau, apa tujuan mu datang kemari? ... Apa kau mau berbuat onar lagi, sama seperti yang dilakukan oleh teman rendahan mu itu?" Tanya Andora Michi memegang bahunya erat dengan nada meremehkan, merasa sombong dan tidak sopan.
'Bodoh! ... Aku tidak sanggup menyaksikannya. ini adalah sebuah penghinaan.' Pikir Andika Fushigi memejamkan kedua matanya takut melihat Azazeal marah.
'Apa yang dia lakukan? Apakah dia sengaja membuat Tuan Azazeal marah.' Pikir Erfyona yang melihat sikap tidak sopan Andora Michi.
"Hei, kenapa kau masih diam saja. Mau mencari alasan, ya? Sudah kau tidak perlu berpura - pura, kami sudah tahu niat jahat mu yang sebenarnya." Sambung Andora Michi congkak.
"Psstt..." bisik Alin lirih memberi kode kepada Motty di sampingnya.
Motty yang sadar langsung menoleh ke arahnya. "Ada apa, Nona?" Tanya Motty pelan.
"Sebaiknya kau cegah Andora Michi sebelum dia bertindak lebih jauh, ia sudah sangat kelewatan! Kita tidak tahu dia itu Guardian seperti apa, untuk berjaga - jaga sebaiknya kau lakukan apa yang aku perintahkan." Ucap Alin memberinya nasihat.
"Aku mengerti." Jawab Motty patuh.
Saat Motty hendak menegur Andora Michi, tiba - tiba Azazeal merespon penghinaan yang terlontar dari mulutnya. Sontak hal tersebut mengagetkan seisi ruangan.
"Siapa namamu pengawal? kau berbicara seolah kau mengetahui segalanya. Apakah Gabriel tidak pernah mengajarimu cara menghormati tamu? aku sarankan kau belajar sopan santun dari rekanmu itu!" Jawab Azazeal dengan suara garang menakutkan sambil sedikit melirik ke belakang tajam dengan mata merahnya.
Semua orang terkejut mendengar suaranya yang berubah 180° dari suara sebelumnya, bahkan Erfyona pun tidak tahu kalau Azazeal bisa semengerikan ini.
"Michi, hentikan! kau sudah bertindak berlebihan, berhati - hati itu baik, tetapi kalau berlebihan itu tidak baik." Ucap Motty memperingatkannya.
"Maafkan saya, Nona. Untuk masalah ini, Anda tolong jangan ikut campur." Jawab Michi menohok.
Mendengar suara dan lirikan tajam Azazeal, nyali Andora Michi menciut sementara dan membuat tubuhnya bergetar mengeluarkan keringat dingin. Namun karena keinginannya untuk melindungi Gabriel sangat kuat, dia memberanikan diri untuk menghilangkan jauh - jauh rasa takut dan groginya.
'Tadi itu sungguh di luar dugaan, aku belum pernah melihat aura marah sekuat itu. Tetapi demi Tuan ... Aku ... pikir Andora Michi berusaha membangun mentalnya.
"Berani sekali kau memerintah ku! Aku tidak menerima perintah selain dari Tuanku, Gabriel!" Jawabnya marah hendak memukul Azazeal dari belakang.
"Kau terlalu banyak bicara..." Ucap Azazeal pelan seketika mengeluarkan kekuatannya. Tiba - tiba tubuh Andora Michi menjadi kaku tidak dapat di gerakan, sama seperti yang dia lakukan kepada Gerald dulu.
'Kenapa ini? ada apa dengan tubuhku. Dasar kau! ... Aku tidak bisa terus seperti ini!' Pikir Andora Michi bingung karena tidak bisa bergerak, namun dia tetap bersikeras untuk membebaskan diri dari pengaruh kekuatan Azazeal tersebut.
'Ternyata sisa kekuatanku masih bisa untuk ku gunakan mengaktifkan jurus ini. Dengan begini aku bisa mengendalikan situasi buruk yang terjadi.' Pikir Azazeal sambil menatap ke arah telapak tangannya.
"Tuan, saya mohon! Jangan sakiti pengawal saya, meskipun cara yang dia lakukan salah, tetapi niatnya baik. Dia hanya ingin melindungi Gabriel dengan rasa setia dan tanggung jawabnya, tidak bermaksud untuk menghina atau merendahkan Anda, Tuan!" Mohon Motty membela Andora Michi agar dapat pengampunan-Nya.
'Nona!' Ucap Andora Michi dalam hati tersentuh haru.
"Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak akan melukai siapa pun disini. Tujuanku datang hanya untuk berbicara dengan Gabriel, tidak untuk yang lain." Jawab Azazeal tegas.
Setelah itu Azazeal kembali menatap Gabriel yang tengah tidur terbaring lemah.
"Bangunlah Gabriel." Perintah Azazeal.
Dengan cepat luka pada dadanya kembali sembuh, dan ia lekas membuka matanya. Gabriel terkejut saat melihat Azazeal sedang berdiri menatapnya dari samping tempat tidur.
"Tuan..." Ucap Gabriel pelan.
'Istirahatlah, sampai tubuhmu benar - benar pulih.' Kata Azazeal melalui telepati-nya.
'Terima kasih Tuan, terima kasih! ... Anda masih mau berbaik hati mengampuni kesalahan besar yang sudah saya lakukan. Bagaimana cara saya menebus kesalahan yang telah saya perbuat?' Tanya Gabriel merasa tidak enak.
'Nanti saja kita bahas, sekarang nikmatilah waktu berharga mu. selagi kau ada kesempatan.' Jawab Azazeal.
'Tuan!' Kata Andora Michi dalam hati terkejut melihat Gabriel sudah sadar.
Sontak semua orang langsung datang menghampiri Gabriel untuk menanyakan kondisinya.
"Gabriel!" Teriak Motty senang sekali berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuhnya.
"Motty..." Ucap Gabriel pelan di pelukan.
"Tuan, syukurlah Anda telah kembali sadar dari tidur panjang." Ucap Andika Fushigi dengan senyum senang menghiasi wajahnya.
"Sudah berapa lama aku tertidur, Fushigi?" Tanya Gabriel.
"Kamu sudah tertidur selama enam puluh tahun, Gabriel." Jawab Motty.
Merasa Azazeal yang sudah tidak di butuhkan lagi, ia segera berbalik untuk berjalan pergi menunggu Erfyona di luar. Ia juga melepas kembali pengaruh yang sebelumnya mengikat tubuh Andora Michi, agar dia bisa ikut senang melihat Tuannya telah kembali.
Saat Azazeal lewat di depan Erfyona, ia sedikit melirik ke arahnya dan memberitahu sesuatu melalui telepati-nya.
'Temui lah adikmu, Fyona. Obati lah rasa rindumu selama ini ...' Kata Azazeal dengan sedikit meliriknya sambil berjalan pergi dengan senyum di wajahnya.
'Anda hendak pergi ke mana, Tuan?' Tanya Erfyona.
'Aku mau mencari angin segar di luar, kau tidak perlu khawatir. Bersenang - senanglah!' Jawab Azazeal sambil terus berjalan pergi.
'Terima kasih, Tuan!' Kata Erfyona senang sekali.
'Motty itu bukan hanya adikku saja, tetapi dia juga adikmu, Kak Mischelle!' Kata Erfyona dalam hati menatap yakin ke arah Azazeal yang berjalan pergi.
Alin yang melihat Azazeal pergi sendiri, ia menjadi semakin penasaran tentang identitasnya yang sebenarnya.
'Mau pergi kemana dia, ia sungguh pria yang sangat misterius. Nampaknya tidak ada cara lain mengetahui identitas aslinya, selain bertanya padanya langsung.' Pikir Alin penasaran kemudian pergi untuk mengikutinya dari belakang.
"Bagaimana Kondisi Anda, Tuan? ... Apakah masih terasa sakit?" Tanya Andora Michi khawatir.
"Aku sudah tidak apa - apa, hanya perlu sedikit waktu untuk Istirahat agar bisa pulih kembali." Jawab Gabriel.
"Syukurlah kalau begitu, saya senang mendengarnya" ucap Andora Michi merasa lega.
"Selama aku tertidur, apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Gabriel penasaran.
... Mereka bertiga hanya diam hening tidak berani menjawabnya.
"Ada apa ini, kenapa kalian hanya diam? Apa yang sedang kalian sembunyikan dariku?" Tanya Gabriel merasa curiga.
"Sebenarnya..." Jawab Andika Fushigi sedikit ragu.
"Sebenarnya apa?" Sahut Gabriel penasaran.
"Beberapa tahun yang lalu, ada seorang Guardian yang mengaku sebagai kerabat dekat Anda, Tuan. Namun pada saat dia masuk ke dalam, di luar dugaan ia malah membuat onar dan hendak mencelakai Anda." Jawab Andora Michi blak - blakan.
"Guardian? Siapa namanya, apakah kalian mengingat sesuatu tentangnya?" Tanya Gabriel sangat penasaran mengenai identitasnya.
"Iya, dia memiliki simbol pegasus di belakang lehernya. Apakah Anda mengenalnya?" Tanya Andika Fushigi.
"Tidak, baru kali ini aku mendengarnya." Jawab Gabriel dengan raut wajah bingung.
"Sudah, jangan di bahas lagi. yang penting saat ini kau baik - baik saja, mengenai hal itu kita bisa menyelidikinya bersama nanti." Ucap Motty melerai suasana tegang.
"Yang di katakan Motty itu benar, Gabriel." Sahut Erfyona mengagetkannya.
'Suara itu!' Kata Gabriel terkejut dalam hatinya langsung menoleh ke arah Erfyona yang tengah berjalan mendekat.
"Nona Erfyona!" Ucap Gabriel terkejut langsung berdarah hidungnya karena terpesona oleh kecantikannya.
"Bagaimana keadaanmu, Gabriel? ... Sudah lebih baik?" Tanya Erfyona dengan nada lembut dan senyum manis menghiasi wajahnya.
"Huarghhh!" Muncrat lah darah segar banyak sekali tak kuat menahan senyumnya yang indah.
"Dasar kau ini Gabriel! Sudah punya aku masih saja berani melirik ke arah kakakku!!" Teriak Motty merasa cemburu kesal, menarik leher bajunya dan mengguncang tubuhnya.
"Nona, tolong hentikan. kondisi Tuan saat ini masih lemah." Ucap Andora Michi hendak mencegahnya.
"Diam kalian! Jangan ikut campur!" Dengan tatapan judesnya.
Mereka berdua sontak ketakutan dan tidak berani lagi mencegahnya.
"Motty, sudah hentikan. kasian Gabriel, biarkan dia istirahat." Ucap Erfyona menasihatinya halus.
"Kakak, ini juga salahmu!" Balas Motty menohok judes.
"Aku? ... Kenapa? ... Apa yang sudah aku lakukan? aku hanya bertanya mengenai keadaanya saja, kan?" Ucap Erfyona dengan wajah polos tidak tahu apa - apa.
"Hanya bertanya! Kakak kira aku tidak melihatnya, sekarang ayo ikut aku!" Ucap Motty dengan nada kesal langsung menarik tangannya hendak membawanya pergi ke suatu tempat.
"Mau pergi kemana? hey tunggu! Jangan tarik tangan kakak, sakit tahu!" Ucap Erfyona sedikit kesal.
"Sudah ayo ikut saja, jangan banyak tanya." Sambil terus menarik tangannya pergi.