The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 3 ~ Tangisan gadis tak berdaya



Hari pertama Michael menjadi prajurit Kingdom, dia dibina oleh Albert Seorang prajurit senior yang telah bertahun - tahun bekerja. Dia diberitahu mengenai area - area atau tempat yang ada di Raftell Kingdom dan berbagai peraturan resmi.


Hari ini Ia hanya diberitahu oleh Albert tentang tugas dari prajurit dan ini masih masuk pengenalan tugas.


Hari kedua dia bekerja.


Ia diutus komandan untuk menjaga disekitaran ruang harta  untuk menggantikan seorang prajurit yang dipecat.


Dia sangat enjoy dan fokus menjaga menjaga daerah sekitar ruangan tersebut dengan berjalan kesana kemari mengawasi kejanggalan kalau ada.


"pagi Michael!" sapa Noah.


"Bagaimana tugas pertamamu?" Tanya Michael.


"Bagus, Lumayan juga selama aku bertugas belum ada hal yang terlalu merepotkan sih, jadi masih aman, Ayo kita makan aku lapar setelah bertugas, Nanti detailnya aku ceritakan lebih di sana." Jawab noah.


Tapi aku masih berjaga disini tapi aku lapar belum makan dari tadi, aku tinggal dulu enggak apa-apa kali ya, lagian juga masih gak ada hal yang mencurigakan ...Pikir Michael dalam hati.


"Ayolah" kata Michael setuju.


Kemudian Michael dan Noah pergi sejenak untuk makan. Selang beberapa waktu akhirnya mereka kembali.


"Yah kurang lebih begitulah, Sebenarnya menyenangkan juga sih jadi prajurit kayak gini enggak ada bosannya." Kata Noah.


"Syukurlah kalau kau menyukainya, Sampai jumpa lagi nanti." Kata Michael berpamitan.


Kemudian mereka berdua berpisah kembali ke pekerjaannya masing - masing. sewaktu berjalan kembali ke ruangannya, Michael melihat orang memakai baju serba hitam sambil membawa karung di pundaknya dan berlari sangat kencang.


"Hei, BERHENTI!" Teriaknya.


Michael segera berlari untuk mengejarnya.


Dia berlari sangat kencang dan gesit melompati tembok sana - sini sampai akhirnya dia berlari kearah hutan. Michael menambah dera langkahnya dan berusaha menangkapnya. setelah dirasa jaraknya cukup dekat, dia mencoba melompat dan menerkamnya.


Orang itu jatuh tersungkur di tanah, Michael segera mengikat tangan dan kakinya dengan tali yang ia bawa di karungnya.


"Lepaskan aku, LEPASKAN!" Teriaknya.


"Diam Kau!" Bentak Michael.


"Aku akan membawamu ke Kingdom untuk di adili dan di hukum atas perbuatanmu ini!" Sambungnya mengancam.


"Hi hi hahahaha!" Lelaki itu tertawa.


"Apa yang lucu dasar brengsek!" Bentak Michael.


"Kerja bagus teman, Kau sudah membawanya kemari." tiba - tiba suara lain mengagetkannya. Seketika Michael terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara.


Ternyata itu adalah sebuah pancingan untuk masuk ke dalam perangkap mereka yang telah di rencanakan sebelumnya, untuk menjebak Michael. Ia segera mundur dan bersiaga.


Mereka berjumlah sepuluh orang dari segi penampilan mereka bukanlah penjahat Profesional dan hanyalah sekumpulan Bandit perampok biasa yang meresahkan warga.


"Apa yang kalian tunggu bunuh dia!" Perintah bos bandit tersebut.


Kurasa ini saat yang tepat untuk menggunakan teknik yang aku pelajari dari Tuan Takeshi ... Pikirnya. Ia mengambil ancang - ancang bersiap menggunakan teknik Assasination Blade.


"Haaaaa!" Teriaknya dengan semangat memakai teknik tersebut.


Michael maju melesat dengan gesit dan menebas - titik titik lemah pada tubuh mereka satu persatu. dalam hitungan menit, mereka tumbang satu per satu.


"Diam di tempat, Atau kau akan terluka seperti anak buahmu!" Ancamnya dengan tegas memperingatkan kepada bos bandit.


Dia yang ketakutan melihat serangan dari michael tadi langsung mengucurkan keringat dingin dan seketika menyerah.


"Ampun, ampuni kami kami menyerah tolong jangan apa - apakan kami." rengeknya.


Akhirnya Michael berhasil melumpuhkan mereka semua dan membawanya ke Kingdom untuk diproses.


"Kerja bagus Michael, aku tidak menyangka di hari pertama kamu kerja sudah bisa sebagus ini." Puji Ratu Sherlyn dengan senyuman diwajahnya terlihat bangga padanya.


"Sudah menjadi tugas saya Ratu." jawab Michael merendah


"Nanti malam temui aku di taman, Ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu." perintahnya.


"Baik Ratu, akan saya penuhi permintaan Anda nanti malam, saya permisi dulu." kemudian bangkit dan pergi.


"Wahhh kerja bagus Michael, Hari pertama kerja tapi kamu sudah menunjukan kualitasmu, bagus, bagus lanjutkan." Puji Albert sambil menepuk pundaknya.


"Ahh tidak, aku hanya beruntung saja hari ini pak Albert." jawab Michael merendah.


"Kamu terlalu merendah nak." Sahut salah satu prajurit penjaga lain. Michael hanya tersenyum gugup mendengar pujian dari mereka.


Hari ini Michael merasa bersyukur dengan pencapaian yang dia dapat dan ini bisa menjadi momen yang tepat untuk bisa berbaur dengan orang - orang disekitar.


Malamnya Michael sedang bersiap di kamarnya untuk memenuhi permintaan Ratu Sherlyn tadi.


Hari ini aku akan berpenampilan menarik karena akan menghadap Ratu, Ahh mungkin yang dia bicarakan hanyalah seputar pekerjaan saja, jangan berfikir yang aneh - aneh, tapi tetap saja ... Pikirnya bingung menjadi kacau, akhirnya dia menjadi gugup saat ingin menemui Ratu.


Dengan modal nekat dan jiwa kepatuhan dia berangkat menemuinya apapun yang terjadi. setelah sampai, terlihat Ratu yang telah menunggu di bangku taman sembari menatap ke langit sendirian.


"Maaf Ratu atas keterlambatan saya, Saya siap bila harus menerima hukuman apabila anda tidak berkenan."


"Hah?" kata Ratu kebingungan.


"Hihihi apa sih yang kamu bicarakan, Aku juga baru sampai dan baru saja duduk, sudah tidak apa - apa jangan kau pikirkan." Jawabnya sambil tertawa kecil.


"Jadi ada apa Ratu? Apa yang Anda mau bicarakan dengan saya" tanya Michael terus terang.


"Sudah duduk saja dulu sini, aku hanya butuh teman mengobrol." jawabnya sambil mempersilahkannya duduk di sampingnya.


"Bukankah masih ada tuan Takeshi yang bisa diajak berbincang lagian Takeshi kan lebih ganteng dan keren ketimbang diriku..." Jawabnya lirih minder.


"Kenapa? Apa kamu tidak mau atau kamu tidak suka berbicara denganku." Tanya Ratu.


"Maafkan saya Ratu, saya tidak bermaksud demikian. maafkan saya apabila perkataan saya tadi menyinggung hati Anda," Jawabnya sambil meminta maaf.


Dia tersenyum.


"Cuman bercanda kok, lagian aku sudah sering bertemu Takeshi dari Bangun tidur sampe tidur lagi, jadi aku merasa bosan saja ... Coba lihat langitnya indah banget, kan?" sambil menunjuknya.


"Iya, hari ini langitnya cerah sehingga banyak bintang bertebaran di langit sana." jawabnya.


"Andaikan aku punya sayap, aku ingin terbang dan melihat kilauan bintang itu dari dekat, pasti menyenangkan sekali." Dengan wajah penuh harap.


terlihat bias wajahnya yang cantik terkena sinar bulan nampaknya dia begitu senang tersirat dari raut wajahnya.


Ratu Sherlyn memanglah cantik, Apakah aku bisa memilikinya, Hah! Apakah kamu gila? Lihatlah dirimu seperti apa! Kamu hanyalah seorang prajurit biasa. seketika rasa suka Michael langsung ditampar keras oleh realita hidupnya. Mungkin aku terlalu menghayal tinggi ... pikirnya pesimis.


Sadarlah Michael siapa dirimu jangan terbawa suasana ... ucap hati kecilnya.


"Michael, Michael!" panggil Ratu membangunkannya yang sedang melamun berfantasi ria.


"Iya, Ratu maaf aku ha,-


"Apa yang kamu pikirkan? Aku jadi malu tau kamu menatapku seperti itu," Sahut Ratu merundukkan kepala gugup.


"Ne Michael?" Tanya Ratu sedikit gugup sambil memegang tangannya.


Michael menjadi gugup karenanya seketika pikirannya langsung kacau.


"I-i-iya Ratu," jawabnya plin - plan.


Duh apa yang kau lakukan Michael kenapa kau jadi gugup ... Kata hatinya.


Suasana ini sangat canggung sekali bagi Michael.


"Sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu," Ucapnya sambil menggenggam tangan Michael erat.


Ternyata bukan hanya aku saja yang gugup, dia juga merasa gugup dan malu - malu, nampak dari suara dan ekspresi wajahnya... Pikir Michael sedikit meliriknya.


"Iya Ratu, apa itu? katakan saja saya akan berusaha membantu Anda." jawabnya sok tegar.


Mungkin yang dia katakan hanyalah seputar pekerjaan saja, jangan mikir yang aneh - aneh dulu Michael ... pikir Michael menguatkan dirinya.


"Anuu, Kamu bisakah, eh maksudku, kamu bolehkah aku menjadi pacarmu?" kata sang Ratu amburadul saking gugupnya. wajahnya nampak merah dan tangannya gemetar hebat.


"JDERRRRR!" bagai petir di siang bolong, Michael yang mendengar itu matanya melotot kaget tak menyangka.


"What?" katanya lirih tak percaya.


Ini bohong kan, Pasti ini cuma mimpi, tidak, tidak ini tidak nyata ... pikirnya masih tidak percaya.


"Anuu ... Michael? Michael!" panggilnya.


"Iya Ratu maaf aku--."


"Dari tadi kamu melamun lagi, Apa sih yang kamu pikirkan?" Tanya Ratu dengan wajah kesal.


"Tidak, aku hanya tidak menyangka Anda mengucapkan itu kepada saya." Jawabnya gugup sekaligus panik.


"Kenapa, Apakah kamu tidak menyukaiku?" Tanya Ratu dengan wajah yang sedih.


"Apakah Ratu yakin dengan itu, sedangkan aku kan hanya orang biasa, dan juga aku tidak mempunyai apa - apa." jawabnya pesimis.


"Ternyata memang tidak mau ya..." jawabnya lirih dengan nada dan wajah sedih.


Terlihat air matanya mulai menetes di tangan Michael. Ia merasa bingung mau memberinya keputusan seperti apa.


"Apa Anda yakin dengan keputusan yang Anda buat barusan? dan mau menerima saya apa adanya?" Dengan lirih malu - malu.


"Tentu saja, Aku sudah mengamati banyak tentangmu, kamu orangnya baik, pantang menyerah, dan penyayang, aku mulai jatuh hati padamu ketika aku melihatmu pertama kali di jalan waktu pulang dari kerajaan sebelah! ... Jadi Bagaimana? Apa jawabanmu?" Katanya sambil mengusap air mata.


Michael tidak pernah menyangka dia tahu tentang dirinya, tapi Michael juga berharap dia juga tidak boleh tahu terlalu banyak tentang dirinya, terutama sebelum datang ke kota ini.


"Ehh, ehmm boleh kok..." Jawabnya mengangguk sedikit gugup.


"Syukurlah, Aku senang sekali mendengarnya." Katanya kegirangan dan langsung memeluk Michael.


Michael merasa payudaranya menempel di dadanya seketika jantungnya langsung berdebar kencang.


"Ehhh kamu gugup ya?" Dengan nada canda.


Mendengar itu wajahnya langsung memerah karena jujur Michael yang dari kecil belum pernah mendapat belaian dari seorang wanita termasuk keluarganya sendiri.


"Ihhh wajahnya memerah, kamu jadi tambah lucu." Sambil mencubit pipinya.


Dia tersipu malu dan hanya bisa terdiam.


karena dia seorang Ratu sekaligus kekasihnya mau Ia cubit balik, rayu balik, cium balik tapi Michael sadar diri oleh statusnya yang berbeda jauh dan terasa kurang sopan baginya.


Tak terasa mereka bercumbu rayu cukup lama dan malam pun menjadi larut.


"Maaf Ratu, saya harus segera pergi supaya besok tidak terlambat bekerja." kata Michael berpamitan


"Iya, semangat yah besok kerjanya, Sayang..." Diciumnya pipi kanan Michael tiba - tiba sebagai salam perpisahan mengakhiri malam.


Seketika dia kaget dan salah tingkah tersipu malu. Ratu tersenyum kepadanya dan akhirnya mereka berpisah.


Sewaktu Michael sampai di rumah, dia langsung berbaring di ranjang dan masih memikirkan apa yang telah terjadi barusan. itu terasa seperti mimpi baginya, disentuh lah kembali pipinya bekas kecupan dari sang Ratu yang terasa masih membekas manis dihatinya. Hatinya masih terasa berdebar ketika membayangkan apa yang telah terjadi tadi.


Jauh di dalam hati kecil Michael sebenernya masih menaruh rasa curiga walaupun cuma sedikit, tapi dia telah mendengar sendiri bahwa Ratu tahu banyak tentang dirinya dan mau menerima dirinya apa adanya.


Lagian apa yang mau dia ambil dariku, aku kan tidak punya apa - apa ... Pikirnya.


Sudahlah lagian aku juga sudah menerimanya jadi sudah menjadi kewajiban ku untuk mempercayainya ... Katanya dalam hati, akhirnya Michael bergegas tidur.


Esok paginya Michael berangkat dengan penuh semangat. disepanjang perjalanan menuju ruang harta semua prajurit menyapa kepadanya.


"Pagi Michael!" sapa para prajurit.


"Pagi." Jawabnya dengan senyum diwajahnya.


"Hai Michael bagaimana kabarmu hari ini?" Sapa Noah.


"Baik, Aku sangat bersemangat hari ini." jawabnya.


"Oh iya, nanti siang ayo kita makan bersama lagi, kalau kamu enggak sibuk bisa, kan?" Ajak Noah.


"Iya nanti kalau aku tidak sibuk kenapa tidak!" jawabnya.


"Ok sampai ketemu nanti." katanya berpamitan.


Kemudian Michael lanjut berjalan menuju ruang kerjanya. sesampainya di sana seperti biasa dia berjaga ke sana kemari mengamankan area sekitar.


"Michael sayang!" Panggil Ratu Sherlyn sambil berlari dan langsung memeluknya.


Orang - orang yang menyaksikan kejadian tersebut langsung kaget dan heran. Michael jadi merasa sangat malu menjadi pusat perhatian para prajurit.


"Sayang nanti siang kamu bisa enggak temenin aku makan siang, kalau kamu bisa aku akan menunggumu di ruanganku." ajaknya sambil memegang tangan Michael mesra.


"Tapi nanti siang aku ada janji dengan Noah." Jawabnya.


"Jadi enggak mau, ya sudahlah." Dengan wajah kesal.


Melihat wajahnya ngambek menjadi semakin cantik dan imut aku jadi tak kuasa untuk menolaknya,... pikirnya.


"Iya, iya nanti aku batalkan janjiku dengan Noah." Sahutnya merubah keputusan.


"Waahh, Terima kasih sayang kamu memang sangat pengertian, sampai jumpa nanti!" Sambil berjalan pergi.


Setelah percakapannya dengan Ratu selesai, semua prajurit yang mendengar hal tersebut langsung penasaran dan mendekat mengerumuni Michael.


"Wahh kamu beneran berpacaran dengan Ratu Sherlyn?" Tanya salah satu prajurit.


"Kapan kalian jadiannya?" Diikuti prajurit lain bertanya.


Michael hanya bisa menjawab pertanyaan mereka semua satu per satu.


Kemudian siangnya Noah datang menghampirinya.


"Jadi bagaimana? Apakah kamu sibuk hari ini?" memastikan.


"Maaf Noah hari ini aku ada janji dengan Ratu Sherlyn, Besok ya kalau aku gak sibuk, Maaf banget." dengan wajah tidak enak.


"Tidak apa - apa, kalau begitu sampai jumpa besok." langsung berjalan pergi.


Michael langsung bergegas menemui Ratu diruangannya. Setelah dia sampai di depan pintu Ia langsung mengetuk pintunya.


"Tok!"


"Tok!"


"Ratu permisi ini saya Michael, Apakah saya boleh masuk." katanya meminta izin.


"Oh kamu, masuklah sayang, pintunya tidak dikunci." Terdengar suara Ratu dari dalam.


Michael langsung membuka pintunya setelah dibuka pintunya nampak semua hidangan sudah tertata rapi, gelas - gelas sudah di isi minuman, dan makanannya terlihat sangat mewah nan enak.


"Duduklah sayang sini disini, disampingku." Katanya dengan nada manja.


Kemudian Michael langsung duduk disampingnya.


Terlihat makanannya banyak dan begitu enak tetapi Michael masih memiliki rasa tidak enak yaitu rasa yang tidak pantas berada disini dari dalam hatinya.


"Makanlah sayang, aku sudah menyiapkan dan sengaja memasak ini semua untukmu, jadi makanlah yang banyak, ya?" katanya mempersilahkan.


Dia hanya mengambil beberapa makanan, karena walaupun Michael orang yang tidak mampu bukan berati dia rakus terhadap makanan yang enak. dan dia juga merasa posisinya saat ini yang tidak lah seberapa.


"Kok sedikit makannya, Ayo buka mulutmu." Sambil mengiris daging yang mau di suapkan.


"Ayo buka, Aaaa." mengangkat sendok yang penuh makanan.


Ratu merayunya manja supaya Michael mau membuka mulutnya, tetapi dia sangat malu sekali. jantungnya berdebar kencang karenanya. Michael kemudian mulai membuka mulutnya perlahan sambil menutup mata karena tak kuasa menahan rasa malu.


Setelah makanan masuk ke dalam mulut dan mulai menyentuh lidah, matanya langsung terbelalak.


Makanan apa ini enak banget! ... pikirnya dalam hati terkejut kagum.


"Bagaimana, Enak?" tanya Ratu.


"Ehmmm..." jawabnya lirih sedikit gugup.


"Syukurlah kamu menyukainya," nampak bahagia sekali wajahnya.


"Michael mulai sekarang jangan panggil aku Ratu lagi, Panggil aku sayang juga, ya supaya romantis!" perintahnya.


Sontak hati Michael kaget mendengar hal itu karena ini sangat memalukan baginya untuk memanggilnya seperti itu.


Bagaimana nanti reaksi orang - orang yang melihat hubungan kami sedekat ini, aku jadi minder,... pikirnya dalam hati.


"Tapi Ratu?" berusaha menolaknya.


"Heemh Apaa, Kamu bilang apa?" Dengan nada bercanda sambil mencubit pipinya sedikit keras.


"Ehh, iya sa ... yang."


Sahutnya sedikit malu dan gugup.


"Terima kasih Michael kekasihku." Dengan senyum lebar dan nada manja.


Mereka terus mengobrol tentang hubungannya sampai waktu istirahat Michael berakhir. Setelah makan siangnya bersama Ratu berakhir Michael segera berpamitan untuk kembali bekerja.


Setelah sampai di tempat.


"Hai Michael, aku tadi melihat kamu makan bersama Ratu, Bagaimana perasaanmu tentang Ratu?" Tanya Albert.


"Jujur aku sebenarnya masih malu dan enggak percaya diri menjadi kekasih Ratu dengan kondisiku yang seperti ini." Dengan sedikit malu.


"Apa yang kamu bicarakan, seharusnya kamu bersyukur bisa mendapatkan hatinya, dulu banyak pangeran dari kerajaan lain yang sangat tampan datang kemari hanya untuk bertemu dan menyatakan cintanya kepada Ratu, tetapi ditolak mentah - mentah olehnya dan sekarang dia menerimamu apa adanya tetapi kamu sendiri malah kayak begini, sebagai laki - laki harusnya kamu menunjukan bahwa kamu itu layak dan pantas memilikinya, setidaknya dengan memberikan kepadanya rasa aman dan nyaman." Katanya meyakinkan Michael.


Mendengar itu jiwa anak itu langsung tergugah dan teringat siapa dirinya yang sebenarnya. Michael adalah seorang laki - laki dan hal seperti ini tidak bisa menghalanginya untuk mencintai sang Ratu.


"Iya, Terima kasih atas saran dari Anda pak Albert, Saya akan berusaha yang terbaik untuk Ratu."


"Aku percaya padamu Michael." Katanya Sambil menepuk pundaknya kemudian Albert pergi.


Michael kembali berjaga di depan pintu ruangan harta tak terasa sudah seharian dia berada di sana dan akhirnya malam pun tiba.


Dia berjaga di sana dengan fokus matanya mulai menunjukan kalau malam sudah larut dengan terasa lengket dan berat untuk dibuka. Michael memutuskan untuk pergi ke dapur membuat suatu minuman dan membasuh muka untuk menghilangkan rasa kantuknya.


"Maaf Tuan, Apakah Anda bisa menggantikan posisi saya sebentar, saya mau pergi ke dapur untuk membasuh muka dan membuat minuman yang dapat menghilangkan rasa kantuk saya." Tanya Michael pada seorang prajurit.


"Oh bisa, sekalian aku mau nitip minuman juga mataku terasa berat untuk dibuka." Jawabnya.


"Iya boleh, mohon tunggu sebentar Tuan." kemudian pergi.


Selepas dari dapur dan mencuci muka akhirnya Michael kembali dengan membawakan minuman yang tadi dia titipkan padanya.


"Tuan! Anda tidak apa - apa?" Tanya Michael.


"Aku tidak apa - apa jangan kau pedulikan aku kejar pencuri itu, Cepat!" Perintahnya.


Michael langsung berlari dan mengejarnya.


Seperti pencuri pada umumnya dia sangat gesit dan lihai dalam kabur dia meloncati ini itu dan sampai akhirnya dia masuk ke dalam hutan.


Hutan merupakan tempat favorit bagi pencuri atau bandit karena banyak celah untuk mereka bisa meloloskan diri.


Michael terus berlari setelah dirasa cukup dekat ditariknya pedang dari sarungnya dan ditebas lah kaki si pencuri tersebut.


"Ahhhh!" Teriaknya kesakitan dan jatuh tersungkur di tanah.


Ahh! Michael kaget mendengar suaranya karena dia seorang wanita.


Kebanyakan pencuri atau bandit adalah pria dan dia memilih untuk melawan sekarang dia menyadari kenapa pencuri itu terus lari darinya.


Tetapi kenapa dia bisa melukai prajurit tadi, aku harus tetap waspada ... pikirnya dalam hati.


"Tertangkap kau pencuri, serahkan harta curian mu itu kepadaku, Cepat!" Dengan nada lantang nan garang supaya pencuri itu takut.


Si pencuri itu kemudian menangis."Maafkan aku Adikku, semuanya." Suaranya samar karena bercampur tangis.


Nampak badannya kurus kering dan darah terus keluar dari kakinya.


Kalau aku terus membiarkan ini terjadi maka dia akan mati kehabisan darah, Aku tidak tega melihat hal tersebut karena bagaimanapun aku bukanlah seorang pembunuh ... katanya dalam hati.


Nampak dari mata Michael, seorang gadis yang tubuhnya kurus kering dan mengeluarkan darah di kakinya bekas tebasan pedang darinya tadi. menjadikan dirinya merasa bersalah. Bagaimana bisa dia menyakiti seorang wanita yang bahkan wanita itu sedang berjuang kesusahan menyambung hidupnya.


Segera di buka baju Armor yang dipakainya dan merobek baju dalam yang ia kenakan untuk membalut luka pada kulit kaki gadis itu supaya pendarahan cepat berhenti.


Segera Michael carikan tanaman obat untuk mencegah infeksi pada lukanya. Cukup lama dia mencari akhirnya dia mendapatkannya dan langsung mengobatinya. Tahap terakhir adalah ditalikan kain sobekan tadi pada kakinya untuk mencegah obatnya keluar dan supaya obat itu bisa masuk dan meresap ke dalam.


Nampak wajah si gadis itu tengah menahan rasa sakit. "Terima kasih Tuan." dengan gugup dan malu - malu.


Michael membalasnya dengan senyuman manis.


"Apakah Tuan akan membunuh saya atau memperkosa saya." Sambungnya dengan nada ketakutan.


Sontak Michael terkejut mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulutnya.


"Sudah kamu jangan banyak bicara dulu, nanti tambah sakit lukamu." Sahutnya.


Terasa tetesan air hujan mengenai tangannya dan akhirnya hujan turun tak lama setelah itu. Michael segera mengenakan baju Armor-nya kembali dan segera bergegas pergi pulang merelakan harta curian itu diambil olehnya.


Selang beberapa langkah dia berjalan pergi, Michael merasakan perasaan bersalahnya tadi kian memuncak seakan - akan pikiran itu berbicara kepadanya.


Michael kau pembunuh yang tak berperasaan, kau kejam dan keji, apa yang telah kau lakukan! Pikiran itu terus menghantuinya.


Kemudian Michael menoleh ke belakang ke arah perempuan itu. Nampak dia sedang memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya menahan dinginnya air hujan.


Kalau aku tinggalkan dia disini bagaimana kalau nanti ada hewan buas, dia juga tidak bisa lari dengan kondisinya saat ini ... dia juga akan kedinginan karena kehujanan ... pikirnya.


Kemudian hatinya tergerak untuk menolongnya kembali tidak tega meninggalkannya sendirian di hutan yang gelap ini.


Segera Michael menghampirinya dan diangkat lah tubuh gadis itu untuk digendong dan dicarikan tempat berteduh yang aman untuknya. Terasa begitu dingin kulitnya dan giginya bergetar karena kedinginan.


Setelah beberapa lama mencari tempat berteduh akhirnya Michael menemukan sebuah gua yang kelihatanya aman dari serangan hewan buas dan bisa untuk mereka berteduh dari guyuran hujan.


Michael membawanya masuk dan di sandarkan tubuh gadis itu ke dinding gua. Dia meraba - raba sekitar karena gelap untuk mencari kayu yang kering untuk kemudian dia buat menjadi api unggun. setelah berusaha cukup lama akhirnya jadilah api unggun tersebut.


Diangkatnya kembali tubuh gadis itu dan dipindahkan ke dekat api unggun kemudian disandarkan tubuhnya ke batu dekat api agar suhu tubuhnya menjadi hangat.


Michael melepas baju armornya dan semua perlengkapan yang ia kenakan karena basah setelah terguyur oleh air hujan. kemudian ikut mendekatkan tubuhnya ke api unggun yang telah dia buat tadi supaya badannya hangat kembali.


Michael yang penasaran tentang apa yang gadis itu curi berusaha mencoba membuka karung hasil yang dia bawa itu. Ternyata harta yang dia curi sangat sedikit dan malah yang banyak adalah makanan ternyata gadis itu lebih membutuhkan makanan dari pada harta.


Michael duduk di samping perempuan itu dan terus mengamati kakinya yang luka tadi, ternyata darahnya sudah tidak keluar lagi. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah wajah gadis itu yang sontak membuatnya menjadi malu sendiri.


Ternyata dia lumayan cantik,_ katanya dalam hati.


Apa yang kau pikirkan Michael, kau sudah mempunyai Ratu Sherlyn, Sadarlah! ... Sangkalnya dalam hati.


Setelah tubuhnya merasa hangat mata Michael terasa berat dan sangat mengantuk akhirnya dia tertidur di tengah hujan lebat bersama gadis pencuri itu disampingnya.


Keesokan paginya Michael merasakan ada benda empuk yang nyaman menindih dadanya. Ia mulai membuka matanya dan betapa terkejutnya dia melihat gadis itu tidur menindih badannya ternyata benda empuk tadi adalah payudara dari si gadis tersebut.


Wajahnya begitu dekat dengan Michael bibirnya menempel di pipinya. Terdenger jelas suara hembusan nafas di telinganya. Michael yang sedang berada di posisi itu, berusaha untuk tetap tenang supaya gadis itu tidak terbangun.


Namun karena gadis itu terlalu dekat dengannya dan hembusan nafas Michael mengenai telinganya akhirnya gadis itu terbangun.


"Emhhhh." Dia mulai membuka matanya dan langsung kaget terbelalak.


Pipinya menjadi merah merona Michael yang melihat wajahnya juga merasa malu sendiri.


"Kyaaaah!" Gadis itu menjerit kaget dan berusaha menyingkir dari tubuh Michael.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud kurang ajar, emmmh!" Sambungnya sambil menahan rasa sakit.


Terlihat darah keluar lagi dari kakinya.


"Sudah tidak apa - apa, jangan bergerak nanti lukamu tambah parah." Katanya mencoba menenangkannya supaya darahnya tidak banyak yang keluar.


Michael segera membuatkannya obat lagi untuk dioleskan ke kakinya. Michael mencoba melirik ke arah wajah si gadis dan nampak dia menatapnya dengan perasaan senang dan bahagia.


"Sudah, kamu jangan banyak bergerak dulu, nanti lukamu terasa sakit lagi." kata Michael memberitahunya dengan sabar dan pelan.


"Terima kasih Tuan, kalau boleh saya tahu nama Anda siapa?" Tanya Gadis itu sedikit malu.


"Namaku Michael, kalau kamu?" jawab Michael.


"Emmh, nama saya, anu." Gadis itu nampak gugup kemudian Michael mencandainya.


"Hayo siapa?"


Dia malah nampak malu dan wajahnya tambah memerah.


"Eh anu Namaa saya, En-Enry-lind, nama saya Enrylind Tuan." Katanya gugup sekali.


"Ohh, Enrylind kalau begitu salam kenal, Aku harap kita bisa tambah akrab." dengan senyum senang di wajahnya.


"Apakah Anda akan membunuh saya setelah ini," Katanya gugup dan takut.


"Saya akan memberikan apapun yang Anda minta, tapi tolong biarkan saya selamat!" Katanya kembali merasa ketakutan sambil memohon.


"Benar, kamu mau memberikan semua yang aku minta?" Tanya Michael mencandainya.


Hmmh, kalau aku kerjain dia mungkin rasa gugupnya akan hilang, aku juga penasaran seberapa seriusnya dia, Padahal aku tidak ada niatan untuk membunuhnya sama sekali ... pikir Michael.


"Emhh," jawabnya menganggukkan kepala.


"Selagi saya bisa, saya akan memenuhi permintaan Anda." sambungnya.


Michael kemudian mendekatkan bibirnya di dekat telinganya dan membisikan kata yang memalukan.


"Bagaimana kalau tubuhmu." Bisiknya di dekat telinganya.


Dia diam sesaat mendengar hal itu.


Setelah Michael berbisik kepadanya, Michael terkejut melihat wajahnya yang nampak merah merona lebih merah dari yang sebelumnya.


"Kalau itu yang Anda mau, saya akan memberikannya." Dengan nada dan wajah malu.


Dia mulai mengangkat bajunya dan hampir nampak menyembul payudaranya.


"Sudah, sudah, berhenti aku tidak mau tubuhmu, tadi aku hanya iseng saja mengetes seberapa seriusnya kamu, jadi jangan di bawa ke hati, ya he he." Dengan nada bercanda.


Gadis itu langsung marah dan malu karena Michael mengerjainya. Nampak dia tambah imut ketika sedang marah.


"Terima kasih, Tuan..." Dengan suara lirih.


Saking senangnya dia sampai meneteskan air mata kemudian Michael memeluknya untuk menenangkan hatinya yang gelisah dan ketakutan.


"Sudah lupakan saja hal barusan itu, rumah kamu masih jauh dari sini, aku akan mengantarkan mu pulang sekarang." kata Michael di pelukan.


"Apakah itu tidak akan merepotkan Anda?" Tanya Enrylind dengan wajah tidak enak.


Setelah kupikir - pikir, yang membuatnya jadi begini adalah aku jadi aku harus bertanggung jawab ... Jawabnya dalam hati.


Michael segera memakai semua perlengkapannya dan kemudian mengangkat tubuh Enry untuk digendong karena kakinya masih sakit. Michael masih merasa khawatir kalau darah di kakinya keluar lagi.


Gadis itu nampak kaku dan gugup sepertinya dia belum terbiasa digendong.


"Jadi yang mana jalannya?" tanya Michael.


"Tuan lurus saja ikuti jalan ini." Sambil menunjuk jalannya.


Selama di perjalanan suasananya menjadi canggung Michael berusaha mengajaknya bicara dengan topik pembicaraan ke arah pribadi agar mereka menjadi lebih dekat dan akrab.


"Enry, umur kamu berapa tahun?" Tanya Michael.


"Tujuh belas tahun Tuan." Jawabnya singkat.


"Wahh, kok kebetulan sama dengan umur Adikku." Balasnya dengan nada sedikit kaget.


"Tuan punya seorang Adik, Kalau saya boleh tau dia laki - laki atau perempuan?" merasa penasaran dan tertarik.


Akhirnya dia sudah tidak malu - malu atau takut lagi dalam berbicara pada Michael.


"Iyaa, dia perempuan, namanya Patricia." jawab Michael.


"Pasti dia sangat cantik, Apakah suatu saat saya boleh bertemu dengannya?" Tanya Enrylind.


"Boleh, pasti dia sangat senang bertemu denganmu." jawabnya dengan senang hati.


Enry tersenyum dan memeluk erat tubuhnya. Michael terus berjalan menggendongnya sambil menyusuri jalan yang telah ia tunjuk.


Setelah Michael amati hutan itu dan sekitarnya sepertinya dia pernah ke hutan ini sebelumnya.


"Enry, ini ambil rute yang mana?" Tanya Michael.


"Terus saja Tuan jangan belok, nanti Anda akan menemui sebuah desa kecil, tidak jauh dari sini." Katanya.


Benar saja ini merupakan jalan waktu aku dan patricia kabur waktu itu ... Pikirnya


Michael terus berjalan dan tak berapa lama menjumpai sebuah desa kecil di bawah tebing curam yang pemandangannya sangat indah.


"Nah inilah Tuan desa saya, terus berjalan saja nanti saya perkenalkan Anda kepada penduduk desa."


Michael mulai memasuki desa tersebut untuk berjalan mengantarkan Enry pulang. Nampak dari dalam desa itu kumpulan rumah yang sudah reot dan rapuh, serta tanah yang gersang dan sulit air.


"Berhenti!" teriak salah satu warga desa menghadang mereka.


"Turunkan Nona Enry sekarang, Dasar penjahat!" Teriak salah satu lelaki penduduk desa.


"Tenanglah kalian semua, dia bukanlah orang jahat, Beliau inilah yang telah menyelamatkanku dan membawaku pulang kemari, ini makanan untuk kalian," Sambil memberikan kantong yang curiannya dari pundak Michael.


"Hidup Nona Enry!" Sorak semua penduduk desa kegirangan karena mendapat makanan.


"Makanan itu tolong kalian hemat, ya? untuk waktu dekat aku belum bisa memberi kalian makanan lagi karena kaki ku terluka dan aku masih belum bisa berjalan," Sambungnya.


Mendengar itu warga yang semula kegirangan langsung hening dan bersedih.


"Dengar semuanya untuk para warga sekalian, Kalian bisa membantu Nona Enry dengan cara mencari tanaman obat ini." Kata Michael sambil memperlihatkan tanamannya kepada para warga.


Warga yang mendengar itu langsung senang dan berniat membantu Enry.


"Terima kasih Tuan Michael," Dengan senyum tulus.


"Sama - sama, Ini terus kemana arahnya?" Jawabnya.


"Itu di depan nanti Tuan belok kanan, nanti kelihatan kok rumah saya dari situ." jelasnya sambil menunjuk arahnya.


Setelah berjalan melewati beberapa rumah akhirnya mereka sampai di depan rumah Enry dan segera disambut oleh adiknya dengan riang gembira.


"Kak Enry!" Panggilnya.


Michael kemudian menurunkan Enry dari punggungnya dan menuntunnya untuk menemui keluarganya. Dia disambut peluk hangat oleh ibu, ayah, dan adiknya. Hal ini juga mengingatkan Michael dengan keluarganya dahulu yang sekarang sudah hancur.


"Kakak dari mana?" Tanya adiknya.


"Kakak habis dari mencari makanan, ini hadiah untuk kamu." Balasnya dengan nada penuh cinta.


"Nak kemarin kamu kemana kok tidak pulang, Ibu sama Ayah khawatir dengan keadaanmu?" Tanya ibu Enry dengan nada sedih.


Sementara adik Enry menoleh dan berjalan ke arah Michael.


"Nama Kakak siapa? Kakak keren sekali punya sebuah pedang." Tanya dia dengan ekspresi kagum melihat Michael memiliki pedang.


"Hai, Nama Kakak Michael, Nama kamu?" Tanya balik pada adik Enry.


"Namaku Tama, Kakak ayo silahkan masuk, disini panas." ajaknya.


Kemudian ayah Enry menghampiri Michael.


"Terima kasih Tuan, Anda telah menyelamatkan anak kami," ucapnya.


"Saya tidak tahu harus membalas dengan apa atas kebaikan Anda ini, mungkin kalau Anda tidak menolongnya entah apa yang telah terjadi padanya." Katanya sambil meneteskan air mata karena senang bisa melihat putrinya di tengah rasa khawatir dihatinya.


"Sudah tidak apa - apa pak, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai sesama manusia." jawabnya merendah.


"Tuan silahkan masuk dulu kita lanjutkan ngobrolnya di dalam." ajak Ibu Enry padanya.


Kemudian Michael langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumah mereka mengobrol ringan tentang permasalahan desa ini dan lain - lain.


"Pak, kenapa di desa ini sulit sekali airnya?" Tanya Michael penasaran.


"Saya juga tidak tahu Tuan, sungai yang dulu mengalir deras kini tidak ada air setetes pun." Tuturnya.


Dalam hati Michael merasa curiga.


padahal di hutan kemarin malam hujannya deras sekali masa airnya tidak sampai ke sini pasti ada yang tidak beres.


"Ini Tuan, Silahkan dimakan maaf hidangan kami hanya seadanya." Kata ibunya sambil menghidangkan sebuah roti.


Inikan makanan yang di bawa Enry kemarin, Aku jadi tidak tega mau memakannya ... Pikirnya terkejut melihatnya.


"Iya terima kasih Bu, tetapi sebelum kemari saya sudah makan banyak, jadi saya masih merasa kenyang." jawabnya sopan.


Ditolaknya dengan halus tawaran dari Ibu Enry tersebut. Walaupun sebenarnya rasa lapar ditubuhnya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi lagi tetapi Michael tetap teguh berusaha menahannya. Kemudian Enry datang menghampiri mereka dan meminta agar ayah dan ibunya pergi sejenak dan membiarkan mereka mengobrol berdua.


Mendengar itu Ibu dan Ayahnya mengiyakan dan segera pergi meninggalkan kami.


"Maafkan saya Tuan, Saya tidak punya pilihan lain selain mencuri, Tolong maafkan saya." dengan merunduk kepala mengakui kesalahannya.


"Iya, tidak apa - apa aku mengerti dengan keadaanmu saat ini." Jawabnya dengan lembut.


"Dulu Kaka saya mengajarkan beberapa teknik bertarung, Dia berharap saya bisa mandiri dan suatu saat bisa berguna untuk saya." Katanya dengan nada sedih.


"Terus, Dimana dia sekarang?" Tanya Michael penasaran.


"Kakakku..


"Dia terbunuh saat mencari makanan di kota Derlin, Aku menemukan tubuhnya yang hampir membusuk dibuang begitu saja di hutan, Aku bisa mengenalinya karena dia memakai gelang yang aku buatkan untuknya." Jawabnya sedih disusul tangis.


"Maafkan aku Enry, aku tidak bermaksud membuatmu sedih." kemudian Michael memeluknya.


Pasti si bangsawan brengsek itu yang membunuhnya sama seperti mereka membunuh kedua orang tuaku waktu itu ... Pikirnya marah.


"Tadi kenapa para warga begitu sangat membenciku, padahal aku baru pertama kali bertemu dengan mereka?" Tanya Michael kebingungan.


"Mungkin para warga mengira Anda adalah salah satu prajurit dari Kota Derlin, para warga beranggapan kalau Kakakku mati terbunuh oleh prajurit dari sana, sebab itulah mereka seperti itu," jawabnya.


"Aku salut dengan Kakakmu itu yang mampu menghidupi para warga sendirian, tentu itu bukanlah hal yang mudah." pujinya.


"Tetapi dia gagal dan sekarang malah meninggalkan kami." Jawabnya sedih.


Michael kemudian menyudahi alur pembicaraan kekaknya dan mengalihkannya ke yang lain.


"Apa keadaanmu sudah membaik?" Tanya Michael.


"Masih sedikit sakit tapi tidak apa - apa Tuan, Terima kasih telah mengobati luka saya." Sambil tersenyum manis.


"Kalau lukanya terasa sakit lagi, kamu tahu kan cara mengobatinya, Aku sudah meminta tolong warga untuk mencarikan obat untukmu." kata Michael.


"Apakah anda akan pergi? Tanya Enrylind dengan nada sedih.


"Aku akan kembali mengunjungimu nanti kalau ada waktu luang, Aku juga akan membantumu membangun kembali desa ini," jawabnya.


Enry langsung tersenyum kembali mendengar perkataannya barusan kemudian memeluk Michael sebagai rasa terima kasihnya.


"Aku pergi dulu ya Enry, Jaga dirimu baik - baik!" katanya berpamitan.


Dia menganguk.


"Tuan tolong hati - hati di jalan." jawabnya.


Michael membalasnya dengan senyum dan segera berjalan pergi meninggalkannya. Dia melihat kedua orang tuanya di halaman depan iapun juga berpamitan kepada mereka berdua.


Mereka tak henti - hentinya mengucapkan terima kasih kepadanya. Dia juga memberi tahu mereka bahwa ia akan kembali mengunjungi mereka lagi dan akan membantu Enry membangun desa ini.


Mereka yang mendengar itu berterima kasih banyak karena Michael masih peduli dengan keadaan desa mereka. Dia kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka dan keluar dari desa tersebut.


Sewaktu dia berjalan melewati jembatan kecil yang hampir rusak nampak tidak ada setetes air pun di bawahnya.


Michael jadi berfikir,


Bagaimana bisa kemarin hujan begitu deras tapi airnya tidak sampai kesini, padahalkan lokasi desa ini tidak terlalu jauh dari hujan kemarin.


Michael akhirnya mengambil inisiatif untuk mengikuti arah aliran sungai tersebut sampai ketemu penyebabnya. Setelah beberapa lama dia berjalan mengikuti arah sungainya akhirnya ia menemui sebuah kejanggalan. Dimana aliran sungai yang mengarah ke desa Enry dibendung oleh seseorang dan di belokan menuju kota Sangauin.


Michael yang melihat itu langsung bergegas mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melubangj bendungannya. Setelah beberapa lama dia mencari akhirnya ia menemukan satu batang pohon bekas tebangan dari seseorang.


Digunakanlah batang pohon itu untuk melubanginya dengan cara di dobrakan ke bendungan tersebut. Setelah cukup lama Michael mencoba terasa energinya sudah mulai habis.


Tubuhnya mulai lemas karena dari pagi dia belum makan apa - apa. Tetapi membayangkan warga desa yang kesusahan membuatnya semangat kembali dilanjutkannya mendobrak kembali bangunan bendungan itu dengan sisa tenaga yang dia miliki.


Akhirnya usahanya itu membuahkan hasil. Tembok bendungannya terlihat retak dan mulai mengeluarkan air.


Kemudian dia menyingkir dari bendungan tersebut karena berbahaya untuk dilanjutkan dari sana. Michael kemudian menyingkir dari sungai ke tepian untuk mencari batu yang besar untuk dilemparkan ketembok yang retak tersebut supaya berlubang dan airnya segera memancar keluar.


Setelah dia mencoba beberapa kali melempar batu akhirnya bendungan tersebut mulai berlubang walaupun tidak terlalu besar dan sudah mulai memancarkan air. Michael melihat awannya di atas sana sudah mulai gelap kemudian bergegas pulang sebelum hujan turun.


Setelah nanti hujan, air yang mengalir pasti banyak dan lubang di bendungangan itu pasti akan melebar ... Pikinya dalam hati.