
Sesampainya di depan pintu kamar Azazeal.
"Kau tunggulah disini," perintah Acquila pada Erfyona.
"Bagaimana kalau Helfeany datang lagi?" Tanya Stacia khawatir.
"Itu tidak akan terjadi, aku tahu betul dia itu seperti apa!" Sahut Sanctuary Dragon Lord meyakinkannya.
"Untuk berjaga - jaga, Uriel kau tetaplah disini. Beri tahu kami kalau Helfeany datang dan mengganggu kalian berdua." Kata Acquila.
"Sekarang ayo kita pergi,- sambungnya.
"Tunggu!" Sahut Erfyona, mereka lantas menghentikan langkahnya dan berbalik penuh tanya.
"Kalau Tuan Azazeal telah sadar, secepatnya tolong kalian beri tahu aku, ya?" Mohon Erfyona pada mereka.
"Baiklah Nona, kau tidak perlu khawatir." Jawab Stacia meyakinkannya, kemudian mereka berbalik dan masuk ke kamar Azazeal.
Yang sedang terjadi di dalam kamar sebelum mereka bertiga masuk.
"Itu mustahil Nona! Pasti dia sangat sakit hati dengan sikap Tuan beberapa abad yang lalu!" Sahut Lazarus putus asa.
"Nona, kalau kau meminta bantuan darinya, itu sama saja kau menginjak harga diri Tuan dan tidak setuju dengan keputusannya saat itu!" Sambung Daryus.
"Yang dikatakan mereka benar Acquila, tidak ada cara lain, selain menunggunya sampai siuman lalu bertanya padanya bagaimana mengalahkan makhluk tersebut." Sambung Edward.
"Kreeek! Jduug!" Suara pintu terbuka oleh kedatangan mereka bertiga.
"Ada apa ini? Apa yang sedang kalian perdebatkan?" Tanya Sanctuary pada mereka.
Mereka semua membungkuk memberinya hormat. "Begini Tuan, kami sedang berdiskusi, bagaimana cara mengatasi makhluk yang melukai Tuan Azazeal!" Jawab Exifilia.
"Benar Tuan! Kami khawatir, makhluk yang menyerang Tuan sampai separah ini, dia akan menyerang kembali untuk kedua kalinya dan membuat langit porak poranda!" Imbuh Sam.
"Itu tidak akan terjadi!" Sahut Acquila tegas.
"Apa maksudmu!" Balas Edward sedikit marah.
"Maaf Tuan, tapi makhluk yang menyerang Tuan tidak sampai sekuat itu!" Sambung Acquila menjelaskan.
"Kalau begitu jelaskan! Kau, kan yang tadi ikut bersama dengan Tuan Azazeal? Kau pasti tahu detail kejadian ini!" Tanya Stacia dengan wajah curiga bercampur penasaran.
"Sebelumnya maafkan aku semuanya, sebagai pelayan aku tidak becus menjaga keselamatan Tuanku dari berbagai ancaman di luar sana!" Kata Acquila meminta maaf sebelum menjelaskan.
"Semua itu berawal pada saat Tuan berubah ke mode Evil King-nya, sebagai penyamaran kami pada saat di Underworld. Tapi karena saya selama ini hanya sebagai pelayan Tuan di Orion, jadi saya tidak bisa melakukan perubahan wujud pada saat itu!"
"Aku bingung dan merasa bersalah, Bagaimana kalau rencana Tuan ini gagal hanya karena aku tidak berubah wujud. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya padanya, bagaimana caraku bisa berubah sama sepertinya."
"Diluar dugaan, dia malah mencium bibirku,-
"Apa! Kau jangan mengarang ya Acquila! Tuan tidak mungkin melakukan hal serendah itu ... Atau jangan kau yang memaksanya melakukan hal rendah seperti itu!" Sahut Exifilia marah bercampur cemburu.
Cih, beruntung sekali si Acquila ini, aku yang melayani Tuan sepenuh hati bahkan tidak mendapat hadiah istimewa seperti itu! Dasar wanita murahan! Pikir Exifilia marah menatapnya sinis penuh dengki.
Tuan, kau membuatku iri. Kenapa kau tidak bisa berbuat adil kepada seluruh pelayanmu, kami tahu Anda lebih dari pada majikan kami, tapi apakah ini cara Anda membalas kesetiaan kami ... Pikir Stacia ngambek, kecewa sekaligus bersedih.
"Sudah, Kesampingkan dulu urusan pribadi kalian! Sekarang ini keselamatan Tuan lebih penting!" Sahut Edward marah berusaha melerainya.
"Lanjutkan Acquila," perintah Sanctuary.
"Emh! (Angguknya) dengan bodohnya aku malah terbawa suasana dan salah paham mengartikan ciuman tersebut. Tuan Azazeal melakukan hal itu karena dia tahu, aku belum memiliki kekuatan perubahan. Sedangkan aku malah sebaliknya, aku mengira dia melakukan itu karena dia sangat menyayangiku, karena dari tatapannya sangat hangat dan begitu romantis."
"Kau memang tidak bisa dimaafkan!" Teriak Exifilia marah berdiri dan langsung mengeluarkan senjatanya, namun dengan cepat di cegah oleh Sam.
"Hentikan Exifilia! Kalau kau tidak bisa diam, keluarlah kau dari ruangan ini! Bisa mu hanya membuat masalah!" Kata Sam sedikit marah.
"Hemh! Baiklah! Lagi pula tidak ada lagi yang perlu kudengar disini!" Kata Exifilia marah dan keluar secara tidak sopan.
"Exifilia!" Panggil Sanctuary marah.
"Sudah Tuan hentikan, saat ini dia sedang marah, biarkan dia menenangkan dirinya dulu." Sahut Edward mencegahnya.
"Acquila, lanjutkan!" Sambung Edward.
"Tuan yang menyadarinya langsung memegang dagu pipiku dan mengehentikan ciuman tersebut tiba - tiba, kata Tuan, setelah ciuman tersebut aku menjadi gila dan hilang kendali. Aku berteriak sangat kencang karena aku memang ketakutan di sana,-
"Apa yang kau rasakan, pada saat kau menyerap kekuatan gelap Tuan?" Tanya Lazarus penasaran.
"Aku merasa seperti di neraka. Apa yang aku lihat saat itu adalah ingatan kelam dari Tuan Azazeal. Aku tidak pernah menyangka dia adalah orang sekejam itu dulunya, sebelum dia menciptakan kita sebagai para pelayannya. Setelah itu aku tersadar di bawah pangkuannya, dia menatapku dengan perasaan khawatir dan merasa bersalah." Jawab Acquila.
"Aku terkejut yang melihatnya sampai mengeluarkan Heim Fire demi menyelamatkan diriku,-
"Apa Heim Fire?" Tanya Sam penasaran.
"Itu adalah kekuatan penyembuh tertinggi milik Tuan Azazeal, telapak tangannya mengeluarkan kobaran api hitam yang akan menetralkan segala penyakit yang ada di tubuh si penderita." Sahut Edward menjelaskan.
"Dia senang melihatku bisa kembali pulih dan memelukku hangat, tetapi aku merasa sangat marah kepadaku diriku sendiri karena tidak bisa mengontrol nafsuku. Karena malu dan merasa bersalah aku memintanya untuk menghukum ku atas sikap kurang ajar yang barusan aku lakukan,"
"Tetapi dia dengan mudah tersenyum kepadaku dan memaafkan segalanya yang telah terjadi, dia bilang itu bukanlah kesalahan ku, ia menasihati ku untuk tidak menyesali apa yang telah terjadi dan berpesan untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi di masa depan," jelas Acquila.
Aneh sekali, kenapa tiba - tiba sikap Tuan berbanding terbalik, Apa yang sebenarnya telah terjadi waktu aku pergi? Pikir Edward penasaran.
"Waktu kami sedang mengobrol, Tuan mendengar suara deru kaki kuda dari kejauhan mengarah ke kami. Ia langsung mengajakku untuk segera pergi. Waktu kami berjalan, aku merasa sangat tersiksa oleh rasa bersalahku padanya. Aku berfikir tidak ada cara lain mengakhiri rasa ini kecuali mati,"
"Ah!" Kata semua orang terkejut mendengar sikap kesatria Acquila.
"Aku memutuskan untuk membuat Tuan marah padaku, dengan begitu dia bisa langsung membunuhku dan hilanglah perasaan bersalah yang menyiksaku. Semua hal sudah aku lakukan untuk membuatnya marah, tetapi semuanya gagal. Sampai pada akhirnya aku menghinanya, apakah selama ini kelemahan Tuan adalah seorang wanita!" Jelas Acquila.
"Akhirnya dia marah sejadi - jadinya dan mengeluarkan wujud sempurnanya. Ia juga tidak segan untuk mengeluarkan senjata andalannya, Belatrix Sword untuk membunuhku!" Sambungnya.
"Apa! Kau sampai berbuat sejauh itu?" Tanya Sam terkejut.
"Ia sangat murka kepadaku dan berkata bahwa, ia tidak akan mengampuni siapa saja yang berani mengkhianatinya. Dia tidak peduli status, umur maupun gender, semua yang berkhianat akan mendapatkan perlakuan sama sebagai musuh!" Jawab Acquila.
"Itulah yang membuatku sangat menghormatinya, dia tegas dan tidak pandang bulu mengenai hukuman yang akan dia berikan." Sahut Sanctuary Dragon Lord.
"Dia mencekik leherku keras dan mengangkat tubuhku ke udara, ia langsung menghunuskan pedangnya hendak menusuk jantungku, pada saat mata pedang tersebut menyentuh kulit tubuhku. Aku merasa ada yang aneh dengannya,-
"Aneh? Apa maksudmu?" Tanya Stacia penasaran.
"Tiba - tiba cengkeraman tangannya mengendor dan perlahan menurunkan tubuhku. Waktu aku membuka mata, aku terkejut melihat wajahnya banyak sekali mengeluarkan darah dari setiap lubangnya. Perlahan wujud sempurnanya lenyap dan menghilang, Tuan Azazeal akhirnya jatuh berlutut dan ambruk ke tanah tak berdaya," jelasnya.
"Jadi dia bukan terluka karena di serang?" Tanya Edward padanya.
"Tidak Tuan, saya menjamin pada saat saya di sana hanya ada kami berdua!" Jawab Acquila.
"Apakah Tuan selama ini sakit?" Duga Sanctuary padanya.
"Ah!" Semua orang terkejut mendengarnya.
"Kalau itu benar, lalu kenapa dia menyembunyikannya? Apakah kita saja yang bodoh sampai tidak mengetahui keadaan Tuan kita?" Sahut Lazarus.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, Tuan? Kita tidak tahu, penyakit apa yang sedang di derita Tuan saat ini," tanya Sam bingung.
"Tidak ada cara lain selain menemui dia yang Agung!" Kata Edward.
"Tuan Edward benar, hanya dia satu - satunya makhluk yang tahu tentang semua kejadian ini!" Sambung Acquila setuju dengannya.
"Lalu siapa yang akan pergi kesana?" Tanya Stacia.
"Aku dan Acquila yang akan, memohonkan agar dia mau menyembuhkan Tuan Azazeal!" Kata Edward menawarkan dirinya.
"Itu ide yang sangat bagus! Kalau begitu cepatlah! Kita tidak punya banyak waktu lagi, aku tidak tega melihat Tuan terus menderita seperti ini!" Kata Sanctuary cemas.
"Tuan? Tolong jaga beliau saat kami pergi," mohon Acquila pada Sanctuary.
"Kau tidak perlu khawatir, cepatlah!" Perintahnya.
"Baiklah, kami permisi!" Kata Edward dan mereka langsung menghilang pergi ke Istana Tuhan.
Tuan, bertahanlah! Kami akan segera menyembuhkan Anda! Kata Sam dalam hatinya, duduk di samping tempat tidurnya menatap Azazeal yang lemah dengan wajah sedih.
Sementara itu di luar kamar Azazeal.
Brengsek sekali si Acquila itu! Beraninya dia melakukan perbuatan tak senonoh pada Tuan Azazeal, Ini tidak adil bagiku! Acquila ... Tunggu saja ... Kau akan membayar untuk semua kelakuanmu! Ancam Exifilia dengan tatapan mata yang sangat marah.