The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 22 ~ Ga Man To part 1



Karena terburu - buru Luckas sampai menabrak seorang anak kecil dan membuatnya terjatuh di tengah jalan. "Ouch!" Teriaknya terjatuh. Tetapi dengan cepat ia segera di bantu berdiri lagi oleh wanita yang riasan cantik disampingnya.


"Maaf paman, kami berdua sedang terburu-buru,- ucap gadis cantik misterius tersebut sambil membungkuk.


"Paman Luckas!" Sahut gadis kecil tersebut.


"Kamu. kamu Vandra 'kan? Maafkan paman ya Nak. Paman tidak sengaja." Jawabnya.


"Tidak apa-apa paman, Vandra juga minta maaf. Oh iya paman, perkenalkan ini Kakakku Olivia. Dia lah yang akan menjadi pemeran utama malam ini!" Katanya sambil memperkenalkan gadis yang berdandan cantik disampingnya. Gadis tersebut mengangguk malu karena gugup.


"Kamu Olivia yang itu?" Tanya Luckas memastikan pangling dengan wajah cantiknya.


Gadis itu tersenyum malu dan mengangguk iya, "Aku sampai tidak mengenalimu Olivia. Dulu waktu masih kecil, kamu adalah gadis yang imut dan cantik. Sekarang kau telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang luar biasa cantik. Kemana kamu selama ini Nak? Aku sudah lama tidak melihatmu." Tanya Luckas padanya.


"Paman terlalu memuji. Saya sedang bersekolah di Kota paman, hari ini kebetulan sedang libur sekolah jadi saya memutuskan pulang untuk menjenguk rumah." jelasnya dengan sedikit malu, dari tadi ia terus mencuri pandang ke arah Gill dan terus memperhatikan wajahnya.


'Siapa lelaki ini. Bola matanya indah sekali seperti bulan purnama.' Sanjungnya dalam hati sambil terus meliriknya dengan malu-malu.


"Oh jadi seperti itu. Perkenalkan juga ini Vergile anak dari kenalan paman. Dia datang jauh-jauh dari luar desa untuk menyaksikan perayaan ini." Sambil memperkenalkan Vergile di hadapan mereka berdua. Gill langsung menutup matanya dan mulai memperkenalkan dirinya.


"Vergile, senang bertemu kalian." Sambil menyodorkan tangannya mengajak Olivia berjabat tangan.


Olivia dengan sangat malu mulai mengulurkan tangannya untuk merima jabat tangannya. "Se.. senang juga bertemu denganmu," jawabnya dengan gugup sambil merunduk mengalihkan pandangannya.


'Tangannya halus sekali!' Katanya dalam hati terkejut merasakan kelembutan telapak tangan Gill.


"Kakak lama sekali berkenalannya." Sindir adiknya karena Olivia belum juga melepaskan jabat tangannya.


"Ah!" Gumamnya tersadar segera melepas dan menarik tangannya kembali. "Maafkan aku. Aku ak,-


"Tidak apa-apa, jangan dipikirkan." Sahut Gill membuat wajah Olivia langsung memerah malu sekali atas sikapnya barusan.


"Kalau begitu kami duluan ya. Kami akan menyaksikan mu dari bangku penonton, sampai jumpa nanti Nak Olivia!" Kata Luckas berpamitan kemudian pergi bersama Gill.


"Sampai jumpa nanti Vandra, Olivia!" Kata Gill berpamitan sambil memberinya senyum manis mengiringi langkah kakinya berjalan pergi.


'Dia berpamitan juga padaku?' Katanya terkejut senang sekali seketika langsung mengangkat kepalanya dan melihat Gill yang sedang berjalan pergi.


'Kenapa aku tadi begitu gugup saat bertemu dengannya? Aku tidak pernah merasa segugup ini sebelumnya.' Pikirnya kebingungan. 'Vergile. Dia pria yang sangat menarik.' Katanya dalam hati dengan senyum senang di wajahnya.


"Kakak kau harus segera bersiap. Sebentar lagi pertunjukannya akan segera di mulai." Kata Vandra mengagetkannya.


"Iya kau benar. Ayo kita bergegas." Jawabnya kemudian langsung berjalan pergi untuk mempersiapkan semuanya sebelum pertunjukannya di mulai.


"Syukurlah Vergile. Ternyata masih ada bangku yang kosong." Katanya senang sekali, tetapi Gill hanya diam dan merunduk lesu. "Kenapa wajahmu murung begitu. Apa yang kau pikirkan?" Sambungnya.


"Tidak paman. Aku baik-baik saja," jawabnya.


"Maaf, aku sampai lupa tentang janjiku tadi. Kau mau makanan apa? Biar paman belikan." Hendak berdiri dari tempat duduknya tetapi dihentikan oleh Gill.


"Tidak usah paman, aku tidak lapar. Lagi pula acaranya juga akan segera di mulai, lebih baik kau tidak pergi." Jawabnya.


"Baiklah kalau begitu," jawabnya kemudian kembali duduk di sampingnya. "Menurutmu bagaimana Olivia tadi?" Tanya Luckas sambil menoleh menatap wajahnya.


"Ya dia itu seperti wanita pada umumnya, cuman dia sangat pemalu, menurutku dia biasa saja normal seperti wanita pada dasarnya," jawabnya polos.


"Hahaha kau itu polos sekali Nak. Maksudku apakah dia itu cantik atau tidak atau ada hal lain darinya yang bisa menarik hatimu. Bagaimana menurutmu tentang itu?" Katanya bertanya kembali dengan maksud yang sebenarnya.


"Soal itu ... Lihat acaranya sudah di mulai!" Sambil menunjuknya.


"Aku sudah tidak sabar untuk ini." Kata Luckas senang sekali.


Tirai panggungnya sudah mulai di buka dan keluarlah seorang sebagai Narator yang akan menjelaskan bagaimana cerita ini di mulai.


Dahulu kala Manusia, Iblis, dan Archangel memiliki hubungan yang sangat baik dan hidup berdampingan saling menjaga satu sama lain. Bangsa Archangel sebagai pemilik kerajaan Langit. Bangsa manusia sebagai pemilik kerajaan Bumi. dan Bangsa Iblis sebagai pemilik kerajaan dunia bawah atau sering kita sebut Underworld.


Ketiga bangsa tersebut memiliki pemimpin yang sangat kuat dan sangat di hormati, mereka adalah Alin Xaverias pemimpin dari bangsa Archangel, Lorient Fellix sebagai pemimpin terbesar bangsa manusia, dan Lucifer sebagai pemimpin bangsa Iblis.


Pada suatu hari mereka bertiga sepakat untuk saling bertemu dan membahas peraturan tambahan untuk mempererat hubungan antara ketiga bangsa besar tersebut.


"Hei lumayan juga wanita yang memerankan Nona Alin," kata seorang penonton di depan Gill kepada teman di dekatnya. "Kau benar. Dia cocok sekali memerankannya." Jawab temannya.


"Ada masalah apa sampai menyuruhku datang kemari?" Kata Lucifer dengan sombong sambil menaruh kakinya di atas meja.


"Jangan begitu dong kita ini kan teman. Anggap saja saat ini kita sedang bermain bersama," sahut Alin.


"Kau tidak boleh begitu Lucifer. Kenapa denganmu, tidak biasanya kamu seperti ini?" Tanya Lorient keheranan dengan sikapnya yang agak berbeda.


"Langsung ke intinya saja, maaf tapi aku sedang sibuk hari ini." Jawab Lucifer singkat.


"Baiklah.. jadi begini, beberapa hari ini aku banyak mendapat keluhan dari rakyatku. Mereka mengeluhkan masalah suami mereka, terutama yang dari bangsa Iblis. Mereka banyak mendapat kekerasan dan perlakuan tak pantas darinya. Mereka memintaku untuk melarang bangsa Iblis mendekati rakyatku lagi, mereka trauma atas perlakuan keras dan kejam dari bangsa Iblis tersebut," jelasnya.


"Apakah sampai separah itu?" Tanya Lorient penasaran.


"Iya. Banyak dari rakyatku yang sampai meregang nyawa karena kekerasannya yang tidak bermoral. Oleh karena itu aku mengajukan peraturan ini dengan seksama, aku tidak ingin kita saling bermusuhan karena masalah ini. Kita selesaikan saja secara kekeluargaan." Jawabnya.


"Aku akan berusaha untuk memberitahu mereka supaya sadar atas perbuatannya. Apakah sudah tidak ada lagi kesempatan untuk bangsa Iblis?" Tanya Lucifer.


"Maaf Lucifer, aku tidak ingin mengambil resiko lebih besar lagi," jawabnya.


"Baiklah aku mengerti," Kata Lucifer dengan sabar.


Setelah terjadi kesepakatan antara mereka berdua, mereka memutuskan untuk bubar dan kembali ke kerajaannya masing-masing. Lucifer tidak tahu kalau masalah besar akan datang dari kerajaannya sendiri setelah keputusan tersebut berhasil dibuat. Ia mendapat banyak sekali penolakan dan demo di mana-mana.


Kebanyakan rakyatnya mengira mereka semua di rendahkan dan tidak layak untuk menjalin hubungan dengan mereka bangsa langit. Mereka tidak terima dan menuntut balik keadilan dari pemimpin mereka Lucifer, tetapi hal sebaliknya malah dilakukan oleh Lucifer untuk menangani rakyatnya tersebut.


Dia membuat peraturan baru barang siapa yang menentang perintahnya maka hukuman mereka akan semakin berat lagi. Mereka rakyat tidak berdaya untuk menentang Raja dan hanya bisa pasrah menggerutu kesal dalam hatinya masing-masing.


Lima puluh tahun berlalu sejak peraturan tersebut disahkan dan kehidupan masih berjalan normal sebagaimana biasanya. Tetapi ada seorang pemuda dari bangsa Iblis yang sangat terobsesi untuk memiliki kekasih seorang Archangel, dalam hatinya dia selalu berharap suatu saat dapat bertemu dengan seorang Archangel yang dia cintai..


Anak itu bernama Gabriel, (para penonton wanita bersorak gembira terkagum karena pemeran Gabriel sangat tampan sama dengan Lorient) dia mempunyai seorang kekasih yang sangat cantik yang sangat dia sayangi. Perempuan tersebut bernama Erfyona Ella Vanya salah satu bangsa Archangel tercantik melebihi Nona Alin Xaverias sendiri. Hari ini Gabriel datang ke Negeri bangsa Archangel untuk melamar Erfyona di rumahnya.


"Selamat pagi Nona" Panggil Gabriel berdiri di depan pintu menyembunyikan bunga tersebut di belakang punggungnya berniat memberinya kejutan. "Iya sebentar!" jawab seorang wanita dari dalam terdengar langkah kaki mendekati pintu tersebut.


"Woah!" Teriak penonton lelaki terperangah kagum melihat sosok wanita pemeran dari Erfyona. "Dia cantik sekali. Bahkan ia lebih baik dari pada wanita sebelumnya!" Sahut temannya yang lain.


Erfyona mulai membuka pintu dan terkejut melihat Gabriel berdiri di depannya. "Kamu ... Ngapain kamu kesini?" Tanya dia pelan kaget melihat kedatangannya.


"Fyona. Siapa itu di depan?" Tanya seorang wanita tua dari dalam rumahnya.


"Bukan siapa-siapa Bu. Hanya temanku yang datang berkunjung." Jawabnya.


"Kenapa kamu bilang gitu. Aku ini pacar kamu 'kan?" Kata Gill keheranan atas sikapnya.


"Tidak,- maksudku tumben kamu pagi sekali datangnya," jawabnya mencari alasan lain.


"Oh begitu ... Ini buat kamu sayang. Aku sengaja datang pagi untuk memberimu kejutan ini." Tiba-tiba dia mengeluarkan bunga tersebut dari balik punggungnya dan memberikannya pada Erfyona.


"Iya terima kasih," jawabnya dengan ekspresi dan wajah yang datar. "Sekarang kamu pulang ya." sambungnya. Hati Gabriel merasa sedikit kesal atas sikap dan wajah datarnya tersebut.


"Aneh banget kamu hari ini. kamu sakit?" Tanya Gabriel sambil mengecek dahinya dengan telapak tangannya.


"Tidak (Sambil menurunkan tangan Gabriel yang sedang memegang dahinya), aku hanya sedang sibuk saja hari ini." jawabnya.


"Nak siapa di depan itu? Kenapa tidak di suruh masuk." Tanya ibunya dari belakang pintu berjalan mendekati Erfyona yang berdiri di tengah pintu. Erfyona yang terkejut mendengar suaranya segera masuk ke dalam dan membujuk ibunya masuk kembali ke kamar agar dia tidak bertemu dengan Gabriel di depan.


Gabriel yang mengetahui suara di belakang sana adalah Ibu Erfyona, ia langsung memanggilnya. "Bu!" Ibunya yang mendengar panggilan tersebut makin penasaran tentang siapa orang di depan sana dan tetap ngotot ingin melihatnya. Dalam hatinya Erfyona merasa kesal dan marah pada Gabriel karena menggagalkan usahanya membujuk ibunya kembali.


Ibunya sangat terkejut melihat Gabriel berdiri di depannya. "Kamu!,- kata ibunya kaget terbelalak kedua matanya.


"Bu dia hanya temanku saja, dia datang untuk mengunjungiku,-


"Perkenalkan nama saya Gabriel. Saya adalah kekasih dari Erfyona, putri Anda." Sambil menyodorkan tangannya memperkenalkan diri.


"Kekasih?" Jawab ibunya terkejut.


"Iya, tujuan saya datang kemari untuk melamar putri Anda ini." Sambungnya dengan senyum sopan di wajahnya.