The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Chapter V ~ Pengintaian Lockheim Kingdom



Sementara itu Gabriel dan Sam tengah berjalan mendaki bukit gunung Orkhland untuk mencari informasi tentang keluarga Lucifer di Underworld. Setelah pendakian yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di atas puncak gunung tersebut, nampak dari mata Sam kerajaan Lockheim menjulang tinggi ke langit hitam yang gelap.


"Lihatlah di sana!" Kata Sam sambil menunjuknya.


"Kita hampir sampai" sambungnya.


Nampak dari bukit tersebut Lockheim Kingdom tengah ada acara besar sampai para prajurit iblis beterbangan di langit meramaikan acara tersebut.


"Ada apa di sana itu? Ramai sekali." kata Gabriel mendengar sorak suara meriah dari iblis dari bangsa Iblis.


"Entahlah, ayo kita cari tahu." Ajak Sam kemudian mereka pergi menuruni bukit tersebut.


Setelah berjalan lumayan lama melewati hutan mereka akhirnya sampai di depan gerbang pintu masuk kota Lockheim. Saat Gabriel melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam tiba - tiba Sam memegang pundak Gabriel dan menghentikannya.


"Hei tunggu dulu, kita tidak bisa langsung masuk begitu saja. Ingat saat ini kita sedang berada di Lockheim. kecerobohan sedikit saja akan membuat kita ketahuan!" Kata Sam memperingatkan Gabriel.


"Maaf aku tidak mengetahuinya, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Gabriel.


"Tuan Azazeal pernah bilang Iblis Lockheim itu sangat sensitif terhadap bau bangsa Archangel jadi kita harus melakukan penyamaran terlebih dahulu," jelasnya.


"Bagaimana caranya? Aku tidak bisa merubah diriku menjadi Iblis, itu sudah menjadi ketetapan bangsa kami." kata Gabriel.


"Sebab itulah Tuan mengutusku untuk membantumu, beliau tahu kamu tidak bisa berubah menyamar. Diam lah sebentar aku akan merubahmu." kemudian mengarahkan telapak tangannya ke Gabriel dan mulai merapalkan mantra perubahan.


"Dengan Izin dari Raja (Azazeal) Dementor (Iblis Langit) izinkan aku merubah temanku menjadi saudaraku, Demonic Alberion!" Katanya melapalkan mantra.


Seketika Gabriel berubah menjadi bangsa Iblis terkutuk, dengan sayap hitam besarnya. Kemudian muncul dua tanduk dari kepalanya, kedua matanya juga berubah merah khas Iblis alam bawah. Wajah Gabriel masih sama tidak berubah, dia hanya mendapat sayap hitam, mata merah, dan tanduk setannya.


Gabriel terkejut saat melihat kedua tangannya berubah menjadi menyeramkan dan ia merasa sedikit takut karenanya. "Hei Sam aku nanti bisa berubah kembali 'kan?" Tanya Gabriel dengan ekspresi sedikit cemas.


"Tentu saja, inikan penyamaran." Jawabnya.


"Hufft, syukurlah kalau begitu." sambil mengelus dadanya.


Kemudian Sam juga berubah ke mode Iblisnya meniru bentuk Iblis alam bawah. Ia tidak bisa menggunakan wujud aslinya sebagai Dementor karena mereka saling bermusuhan dan saling membenci satu sama lain.


"Sekarang ayo kita masuk!" Ajak Sam berjalan mendekati gerbang tersebut.


Saat mereka sedang berjalan di tengah Kota banyak sekali Iblis perempuan yang sangat cantik melirik ke arah mereka berdua. "Hei, lihatlah! Siapa mereka berdua?" Tanya salah seorang Iblis wanita lirih kepada temannya yang sedang menggerumbul bersamanya di pinggir jalan.


"Mereka tampan sekali bukan, ahh aku jadi ingin sekali memeras spermanya." sambung temannya yang lain.


"Errgg!" Kata Gabriel melotot terkejut dengan ekspresi sedikit takut.


'Wajah mereka cantik, tapi mereka menyeramkan.' Batinnya dengan melirik ke arah mereka sambil terus berjalan.


'Aku tidak menyangka Iblis itu banyak sekali yang cantik, kupikir hanya Motty saja yang cantik... Ehh! ... Apa yang aku pikirkan, ingatlah Gabriel kau sudah ada satu wanita.' katanya dalam hati sambil melihat sekeliling.


"Jdduug!" Tubuh Gabriel menabrak Sam yang berhenti mendadak di depannya.


"Ada apa, Kenapa kau ti,-


"Merunduk!" Perintahnya Sam lirih mendadak.


Nampak dari arah depan ada gerumunan prajurit kerajaan yang sedang berpatroli keliling yang akan berjalan di hadapan mereka berdua.


"Ahh, hampir saja," kata Sam sambil mengelus dada.


"Kenapa kau sangat tidak fokus, lengah sedikit saja tadi, nyawa kita bisa melayang!" Katanya memperingatkan kembali Gabriel.


"Maaf, aku tidak menyangka para wanita Iblis di sini semuanya cantik - cantik," jawabnya.


"Kau ini naif sekali, mestilah mereka cantik. Kalau ada dari mereka yang mempunyai wajah buruk, pasti mereka akan mem-bully nya habis - habisan. Wajah cantik tersebut mereka gunakan untuk memikat hati para manusia dan memperbudaknya." Jawab Sam.


"Jangan pernah tergoda oleh wajah cantik mereka, semua itu palsu. Sekarang fokuslah!" Sambungnya.


"Baiklah!" Jawab Gabriel.


Dan mereka lanjut berjalan menelusuri isi Kota. Tidak terasa waktu sudah siang mereka merasa haus dan lapar, akhirnya mereka memutuskan untuk mampir ke sebuah tenda makan kecil pinggir jalan kota.


Terlihat banyak sekali Iblis Lockheim yang sedang berkumpul di sana untuk makan siang. Gabriel dan Sam memutuskan untuk bergabung sambil menggali informasi dari mereka.


"Maaf, tu,-


"Hei tua Bangka! Ambilkan aku dua cangkir teh dan dua potong roti!" Sahut Sam kepada pemilik warung.


"Apa yang kau katakan Sam, itu akan membuat mereka marah!" Kata Gabriel lirih berbisik lirih di dekat telinganya.


"Harusnya aku yang bertanya begitu! Kita ini bukan sedang menyamar di antara manusia, kenapa kau berkata sopan disini itu hanya akan membuat mereka mencurigai kita. Kalau kita sedang melakukan penyamaran di tempat Iblis gunakanlah bahasa yang kasar atau kau akan mendapat masalah," jawabnya.


"Ini brengsek teh mu! kalian berdua nampaknya orang luar ada urusan apa bedebah seperti kalian datang kemari?" Tanya pemilik warung sambil meletakkan pesanan mereka.


"Itu tidak ada urusannya denganmu!" Jawab Sam tegas.


Gabriel hanya duduk diam membisu tidak berani berbicara karena takut dicurigai dan takut ketahuan penyamaran mereka yang berakibat gagalnya misi tersebut.


"Hei apakah kau nanti datang ke Grolleum? (Arena pertempuran Iblis) Aku dengar nanti akan ada pertarungan saudara antara anak Raja Osmound." kata seorang Iblis di dekat Sam sedang mengobrol dengan temannya.


"Siapa yang akan bertarung? Bukannya anak Raja Osmound hanya Gerald seorang?" Tanya temannya tersebut.


"Kau sudah pikun, ya? Dulu Raja Osmound memiliki anak perempuan namanya Erfyona Ella Vanya. Apa kau sudah lupa?" Balasnya.


"Ah sekarang aku ingat, jadi dia sudah kembali?" Tanya temannya.


"Iya, dari yang aku dengar dia yang sekarang menjadi sangat cantik dan molek banget!" Jawabnya.


"Aku sudah tidak sabar melihatnya bertarung dan melihat pakaiannya hancur berantakan, pasti sangat menggoda banget." Imbuhnya sambil membayangkan dengan fantasi liarnya.


"Benarkah, darimana kau tahu?" Tanya temannya.


"Temanku yang memberi tahuku, dia bekerja sebagai prajurit di sana." Jawabnya.


"Hei kalian!" Sela Sam dengan suara pelan nan garang dengan mata melotot merah.


"Hiii!!" Kata mereka berdua terkejut sampai kedua matanya melotot ngeri.


"B.. b.. baiklah! Masukan dulu pedangmu." Katanya.


Kemudian Sam memasukannya kembali ke sarungnya, "Jadi?" Kata Sam.


"Baiklah tapi kau jangan kasih tahu prajurit kerajaan, ya?" Kata Iblis tersebut.


"Hemhh..." yang hendak mengeluarkan pedangnya kembali.


"Baiklah, baiklah (Menghela nafas panjang) Erfyona Ella Vanya adalah Putri Agung yang sering dipanggil Lucifer I. Sesuai pangkatnya dia adalah anak pertama dari marga sang Raja Lucifer pemimpin kami Iblis Tirani." Jelasnya.


"Dia di asing kan oleh keluarganya untuk berlatih selama 500 tahun dan kini dia telah kembali untuk di duel kan dengan saudaranya Gerald Quora Pranada, Lucifer II. Yang memenangkan pertarungan ini akan diangkat oleh Tuan Osmound sebagai pewaris tahtanya." sambungnya.


"Kapan pertarungannya akan di mulai!" Tanya Sam.


"Siang ini pukul satu," jawabnya.


"Lanjutkan!"


"Motty Euginia,-


"Uh!" Kata Gabriel terkejut menghentikan kunyahan nya saat mendengar nama kekasihnya di sebut.


"Dia adalah anak ke tiga dari marga Lucifer. Sedikit sekali informasi tentangnya terakhir yang aku dengar dia membelot dan menyelamatkan manusia dari serangan kerajaan sekutu, setelah itu tak ada kabar lagi yang menyorot dirinya." Jawabnya.


"Mungkin dia dikurung oleh keluarganya agar tidak ada pihak luar yang tahu." sambungnya.


'Jadi dia keluarga Lucifer!' Kata Gabriel terkejut mendengar kabar tentang kekasihnya.


Waktu Sam sedang mendengarkan mereka menjelaskan dia melihat jam pasir menunjukan angka setengah satu.


'Gawat!' Kata Sam panik.


"Kita harus segera pergi sebelum terlambat!" Katanya lirih kepada Gabriel.


"Apa! Ada apa?" Tanya Gabriel terkejut.


"Sudah ayo pergi," kata Sam menarik tangannya.


Kemudian mereka berdua bergegas pergi untuk melanjutkan pengintaian sampai lupa tidak membayar.


"Hei brengsek! Bayar dulu pesanan kalian, Hoeeey!!!" Teriak Iblis pemilik warung.


"Brengsek sekali para Iblis itu!" Katanya marah.


"Bukannya kita memang seperti itu." Sahut Iblis yang tadi.


"Diam kalian!" Bentak si pemilik warung.


"Hiii!!" Kata mereka merinding ketakutan.


Waktu mereka berdua tengah berjalan di tengah Kota. Gabriel dan Sam melihat rombongan kereta kuda dengan kawalan ketat di sekelilingnya. Mereka berdua langsung merunduk menyembunyikan wajah asingnya, setelah rombongan tersebut pergi mereka melanjutkan perjalanan kembali.


"Hei Sam?" Panggil Gabriel dari belakang.


"Hemmh?" Kemudian berhenti dan berbalik ke arahnya.


"Aku ingin meminta tolong kepadamu," kata Gabriel.


"Apa?" Jawabnya singkat.


"Motty Euginia itu..."


"Kenapa dengannya?" Tanya Sam.


"Dia ... Adalah kekasihku," jawab Gabriel dengan gugup dan takut.


"Jadi?" Dengan nada datar dan wajah bodoamat.


"Jadi tolong bantu aku menyelamatkannya dari kurungan keluarganya, aku yakin saat ini dia pasti bersedih memikirkan ku, gara - gara akulah dia dikurung oleh keluarganya." kata Gabriel menjelaskan.


"Jangan konyol, tujuan kita disini hanya sebatas pengintaian dan pengumpulan informasi bukan untuk menculik seseorang." seketika ditolak mentah oleh Sam.


"Apakah kau tidak mempunyai perasaan sama sekali! Bagaimana jika ada seseorang yang sangat berharga bagimu dan dia rela berkorban untukmu, Apakah seperti ini kau memperlakukannya?" Teriak Gabriel marah.


"Dengar Gabriel! Samping Kan lah urusan asmaramu dengannya, jangan sampai kau menggagalkan misi kita hanya karena keinginan egois mu itu." Balas Sam.


"Egois katamu! Hal seperti itu kau bilang egois!" Teriaknya marah.


Sempat terjadi cekcok antara mereka berdua memperdebatkan permintaan tolong dari Gabriel. Sampai akhirnya Gabriel memutuskan untuk bertindak gegabah.


"Baiklah, kalau kau memang tidak mau membantuku terserah! Aku akan menyelamatkannya sendiri!" Kemudian melentangkan sayapnya dan terbang menuju Istana Lockheim.


"Tunggu, Hoeyyy!" Panggilnya lantang.


"Aku harap Tuan tidak memarahiku karena si bodoh itu." Katanya dalam hati kesal.


"Hei Tunggu!" Teriaknya menyusul Gabriel terbang.


Sam terbang dengan cepatnya dan menghadang Gabriel di depannya,"Baiklah, kita bicarakan sekali lagi." Kata Sam membujuknya.


Kemudian mereka kembali turun ke dan membicarakannya kembali permintaan dari Gabriel tersebut, "Baiklah, aku akan membantumu." Sambungnya.


"Terima kasih Sam ternyata kau lebih baik dari dugaan ku." Hendak menepuk pundaknya yang seketika di hentikan oleh tangan Sam.


"Tapi ingat! Jika misi ini gagal kau lah yang harus bertanggung jawab di depan Tuan Azazeal." Sambil mencengkeram tangan Gabriel dan menatapnya serius dengan mata biru Dementor nya.


"Baiklah, aku senang kau mau membantuku." Dengan memberinya senyum bahagia.


'Dasar bodoh, dia tidak tahu betapa mengerikannya Tuan saat ia marah.' ucap Sam dalam hati.


"Ikutlah denganku!" Sambung Sam.


Dan mereka pergi menuju Istana Lockheim karena Grolleum dekat dengan Istana tersebut sekalian sambil menonton pertarungan mereka.