
Sementara itu di Grolleum Erfyona dan Gerald mulai memasuki Arena untuk mulai bertarung.
"Wahhh, Lihat lah itu! Nona Erfyona telah kembali!" Sorak salah satu penonton dengan mata terkagum.
"Woaahh! Nona Erfyona kau sangat cantik sekali!" Teriak para penonton terkagum sampai lubang hidung mereka mengeluarkan darah segar tidak tahan dengan kecantikannya.
"Hadirin para teman-teman Iblis ku, Terima kasih atas kunjungan kalian kemari, Mammon, Asmoudus, Levi. Kami dari keluarga Lucifer menyambut kedatangan kalian!" Sambut Osmound berdiri dari tempat yang tinggi.
"Tidak lupa juga untuk rakyat kebanggan ku Lockheim, kalian luar biasa hari ini!" sambut Osmound.
"Hyaaaa!" Teriak penonton merasa tersambut.
"Hari ini aku mengadakan duel saudara antara anak pertamaku, Erfyona Ella Vanya melawan anak keduaku, Gerald Quora Pranada. Jika salah satu dari mereka menang, aku akan mewariskan tahtaku padanya dan melantiknya hari ini juga!" sambungnya.
"Itu saja yang dapat aku sampaikan hari ini, langsung saja kita mulai pertarungannya!" Teriaknya.
"NGUUUUUNGGGG!!!" suara terompet Iblis berdengung.
"MULAI!" teriak penonton antusias.
"Aku tidak menyangka bakal semeriah ini pertarungan Iblis Tirani," kata Sam lirih sedikit tersenyum merasa tertarik.
"Akhirnya aku bisa menghajar mu habis - habisan, Fyona!" Sambil menatapnya serius dengan mata merahnya.
"Hemh! Simpan saja omong kosong mu dan merengek lah di depan ayah atas kekalahan mu!" Sambil berubah ke mode Iblisnya.
"Cihh!" Kemudian mengeluarkan aura penguasanya.
"Kau pikir hanya kau saja yang Spesial?" Balas Erfyona dengan mengeluarkan aura penguasanya.
Terjadilah bentrok dari kedua aura penguasa keluarga Lucifer, suasana sangat mencekam pada saat bentrokan kedua aura itu terjadi.
"WOAHH lihatlah! Mereka saling adu aura penguasa!" Teriak salah satu penonton.
"Wah, wah, wah aku tidak menyangka ternyata mereka juga menguasai aura penguasa. Menarik sekali, aku suka ini." Kata Sam sambil terus mengamati pertarungan mereka.
"Keluarlah peliharaan terkuat, Regulus Amonea!" Kata Gerald memanggil peliharaannya kemudian keluarlah ular berkepala lima sangat besar di sampingnya.
Tak mau kalah dengan Gerald, Erfyona pun juga memanggil pasukan terkuatnya.
"Keluarlah Angels of Darkness, Stella Black Wings!" Seketika bayangannya seketika melebar dan keluarlah ruh hitam seorang wanita cantik raksasa dengan membawa pedang panjang di tangannya.
'Angels of Darkness! Bukankah itu peliharaan terkuat Iblis Tirani? Aku pikir Osmound kalau bukan Geilla yang memilikinya, ternyata malah dia!' Kata Sam dalam hati terkejut melihat Stella Black Wings.
Semua Raja Iblis yang hadir terkejut melihat Erfyona mengeluarkan Stella Black Wings, karena bagi para Iblis Tirani, menundukkan Stella memerlukan kekuatan yang sangat besar. Mereka para penonton tidak menyangka termasuk juga keluarganya bahwa Erfyona memiliki kekuatan yang besar tersebut.
"Kenapa kau diam? Apa kau takut melihat ini?" Tanya Erfyona dengan sombongnya.
"Kenapa aku harus takut kepada Iblis rendah sepertimu!" Jawabnya sombong.
"Cihh! Kelihatannya semua sudah jelas dan tidak ada yang perlu dibicarakan lagi," katanya lirih dengan merundukkan kepala sambil berjalan perlahan melangkahkan kakinya maju.
"Kemarilah! Layani aku Raja barumu dengan tubuh molek mu itu, he ha ha ha ha!" Hina Gerald.
"Keluarlah permata hitam kekuatan Iblis sejati, bunuh lah musuh di depanmu!" Katanya lirih sambil terus berjalan tak berapa lama awan hitam pekat menggumpal di langit dan jatuh lah pedang hitam semu kemerahan di depannya. Ia segera mencabut dan memutarnya dengan gaya bersiap untuk membunuh Gerald.
'Anak perempuan itu sangat berpotensi menjadi pewaris selanjutnya, hemh (sedikit tersenyum) pertarungan ini semakin menarik saja,.. kata Raja Iblis Mammon dalam hati.
Gerald juga tak mau kalah dan mengeluarkan pedang andalannya Hirearcy Sword, dan mengacungkan telapak tangannya ke arah Erfyona untuk menyuruhnya maju mendekat.
"Ayo Stella! Bunuh ular rendahan itu!" Perintah Erfyona.
"Baik, Ratu!" Jawabnya patuh langsung melesat maju.
Mereka berdua maju bersiap melancarkan serangan pertama kepada Gerald, dengan cepat Stella menghilang dan muncul kembali dari atas Gerald untuk menikamnya dari atas. Tetapi dengan cepat Regulus Amonea melindunginya dan melilit tubuh Stella.
Ular itu menyemburkan air suci dari mulutnya, seketika tubuh Stella terasa seperti terbakar dan berteriak kesakitan.
"Stella!" Teriak Erfyona.
"Lihat kemana kau!" Tiba - tiba Gerald dengan cepat sudah sangat dekat di depannya bersiap menebas lehernya.
"Arghhh!" Kata Erfyona terkejut dan langsung menahannya serangannya.
"Ctinggg!"
"Berjuanglah! Nona Erfyona!" Teriak pendukungnya.
'Naga itu! Naga suci? Bagaimana bisa seorang Iblis menundukkan Naga suci, ini berbahaya kalau sampai dia memicu perang dengan kerajaan Iblis lainnya... Kata Asmoudus sambil terus mengamati pertarungan tersebut.
Mereka berdua bertarung sangat gesit dan sengit sangat cepat, sampai mata para penonton tidak dapat melihat pergerakan mereka berdua.
Ditengah pertarungan Osmound merasa aneh dan curiga dari tadi dia tidak melihat Geilla Istrinya, akhirnya dia mengutus salah satu prajurit untuk memanggilnya.
"Prajurit!" Panggilnya.
"Hormat hamba Paduka" Sambil membungkuk.
"Ke mana Geilla? Panggil dia kemari!" Perintahnya.
"Baik Yang Mulia." kemudian pergi.
Setelah itu Osmound melihat ke sekelilingnya mencari keberadaan Geilla, tetapi dia tidak menemukannya. Akhirnya Ia memutuskan untuk lanjut menonton pertandingan mereka berdua. di bawah Arena mereka berdua masih bertarung sangat sengit dan masih imbang belum ada yang terluka sedikit pun.
"Hemh, Apakah cuman ini 500 tahunmu?" Ejek Gerald sambil terus menyerangnya.
"Cihh! Tutup mulutmu!" Teriaknya balik menyerangnya dengan sangat cepat dan dengan tenaga penuh.
Gerald sontak terkejut dan sempat kesulitan menahan serangannya yang brutal. "Arghhh!" Teriak Gerald lengah tersayat dadanya, kemudian Gerald membalas serangnya dan mundur untuk sesaat.
Dia kemudian mengusap dadanya yang tersayat tadi dengan jari tangan dan melihatnya. Ia sangat marah dan merasa malu, dirinya bisa di lukai oleh seorang perempuan.
"Hemmh! (tertawa kecil) Apakah seperti ini, calon pemimpin keluarga dari Lucifer!" Kata Erfyona dengan nada menghina.
"Kau sangat menyedihkan sekali, kalah dari wanita sepertiku, hahaha!" Sambung Erfyona.
"Siaal! Kau akan membayar untuk ini!" Teriaknya keras marah sekali sampai melotot merah menyala kedua matanya.
Seketika Gerald berlari sangat cepat dengan aura membunuh yang sangat kuat, para penonton yang menyaksikan mereka berdua bertarung merasa ngeri dan takut.
"Maju sini kau, akan ku penggal kepalamu!" Teriak Erfyona marah sekali dengan mata merah menyala dan berlari maju untuk membunuh Gerald.
Mereka berdua maju serentak untuk segera mengakhiri pertarungan ini dengan aura membunuh masing-masing yang sangat kuat. "Hyaaat!" Teriak mereka berdua sambil mengangkat pedangnya masing - masing bersiap menyerang.
"JDOMMMB!" tiba - tiba sesuatu yang keras jatuh dari atas langit di samping mereka berdua.
"Ahh! Apa itu?" Kata Osmound terkejut sambil mengamati dari kejauhan.
"Woaahh! Lihatlah apa itu tadi?" Ucap salah satu penonton bertanya kepada teman di sampingnya.
"Bau ini ... (mengendusnya) tidak salah lagi!" Kemudian Osmound bangkit berdiri dari tempat duduknya.
Para Raja Iblis yang hadir pun juga merasa terkejut atas peristiwa tersebut. Nampak debu tebal tengah menutupi seisi Arena tak berapa lama debu itupun mulai hilang tersapu angin.
"Ibu!" Teriak mereka berdua terkejut melihat Geilla dengan mode Iblisnya sedang menusuk bangsa Archangel di tanah dengan pedangnya.
"Geilla!" Kata Osmound terkejut.
"Ahh! Itu!" Kata Sam terkejut kemudian berdiri memastikan siapa yang sedang di bunuh oleh Geilla tersebut.
"Hei, bukankah itu Ratu Geilla! Sedang apa dia di sana?" Kata para penonton terkejut sekaligus kebingungan.
"Archangel! Bagaimana bisa dia ada disini?" Kata Levi terkejut sambil bangkit dari tempat duduknya.
Kemudian Archangel yang telah Geilla bunuh berubah seperti semula menjadi pasukan Iblis Lockheim. "Sial dia mempermainkan ku!" Kata Geilla marah.
Osmound kemudian turun menghampiri Geilla di Arena. "Dimana kau menemukan Archangel ini?" Tanya Osmound.
"Di dekat pintu masuk kamar Motty!" Jawabnya.
"Sial ini pengalihan!" Teriak Osmound marah.
Kemudian heboh lah seisi Lockheim pada saat ini, para penjaga bergegas mencari Gabriel dan Motty yang melarikan diri. Terompet tanda bahaya tak henti hentinya berdengung keras mengisyaratkan hal tersebut semua pasukan terbang di kerahkan mengelilingi udara.
Osmound kemudian melihat dua orang memakai jubah hitam sedang berlari di atas tempat duduk penonton. "Di sana kau rupanya, Bersiaplah untuk mati!" Dengan cepat Osmound meloncat melesat terbang ke arah Gabriel dan Motty di ikuti oleh Geilla di belakangnya.
'Semoga kalian berdua berhasil, Selamat tinggal Motty. Semoga kalian bahagia.' katanya dalam hati merasa senang sambil melihat mereka berdua pergi.
Saat Erfyona yang sedang lengah melihat Gabriel berlari bersama Motty momen tersebut dimanfaatkan oleh Gerald untuk membalaskan luka di dadanya tersebut.
"Hei.." kata Gerald di dekat Erfyona.
"Arrghh!" Kata Erfyona terkejut tidak sempat menghindar dari tebasan pedang Gerald yang akan mengenai tubuhnya.
Dia berusaha menahannya dengan sayapnya tetapi malah sayap tersebut terpotong menjadi dua dan akhirnya berhasil mengenai samping perutnya.
"Arrrghk!" Teriak Erfyona kesakitan seketika langsung berlutut di tanah sambil memegangi luka pada perutnya. Darah merah kental mengalir keluar sangat banyak membasahi tanah yang dia pijak.
"Kakak!" Teriak Motty terkejut menghentikan langkah kakinya.
Dia sangat kasihan melihat Kakaknya Erfyona tengah berlutut menahan rasa sakit dan dengan darah mengalir banyak di tanah.
"Apa yang kau lakukan Motty!" Gabriel juga melihat kalau Erfyona tengah terluka dua juga merasa kasihan padanya, tetapi saat ini ia ingin menyelamatkan Motty terlebih dahulu.
"Lepaskan tanganku, aku harus membantu Kakakku!" Teriaknya sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Gabriel pada tangannya.
"Motty dengarlah! (Dengan memegang kedua pundaknya) Kakakmu telah mempercayakan mu kepadaku, jangan kamu buat usahanya sia-sia, percayalah kepadaku, dia bukanlah wanita yang lemah!" Kata Gabriel meyakinkan dirinya.
"Tapi..!" Jawabnya bingung dan ragu sambil sekali lagi melihat Kakaknya tersebut.
Erfyona terkejut melihat Motty tengah bersedih melihat dirinya terluka, dia memberinya senyum dan berkata "P E R G I L A H". Sontak Motty terkejut melihat bentuk mulutnya yang mengisyaratkan kata pergi.
Dengan berat hati dan tangis air mata yang membasahi pipinya, dia memutuskan kembali berlari bersama Gabriel.
"Sial, kenapa mereka malah diam! Apa yang sedang mereka lakukan!" Kata Sam yang melihat Osmound dan Geilla tengah menuju cepat ke arah Gabriel dan Motty.
"Cihh aku benci melakukan ini!" Kemudian Sam berdiri dan terbang melesat cepat ke arah mereka berdua.
"Sayangnya tidak secepat itu kalian bisa kabur dari sini!" Teriak Osmound di dekat Gabriel yang hendak membunuhnya dengan pedangnya.
"Gabriel menghindar lah!" Teriak Motty.
"Ahh!" Kata Gabriel terkejut menoleh ke arah Osmound dengan mata pedang sudah berada di depan matanya tidak bisa menghindar.
"Phantom Blade!" Teriak Sam menebaskan pedangnya ke arah mereka berdua.
Dengan cepat Gabriel melindungi Motty dari efek serangan Sam barusan. Sedangkan Osmound dan Geilla terlempar kembali ke Arena.
"Sam!" Teriak Gabriel terkejut setelah membuka matanya dari silauan Phantom Blade.
"Apa yang kau lakukan! Cepat lari!" Teriak Sam memakai wujud asli Dementor nya, dengan sayap biru berkilauan dan mata biru semu putih menyala indah.
"Tetapi bagaimana denganmu?" Tanya Gabriel.
"Lari lah! Jangan sampai kau menggagalkan misi ku!" Bentaknya lebih keras lagi.
"Emhh!" Kata Gabriel kemudian mereka melanjutkan berlari.
Seisi Grolleum heboh dengan kemunculan Sam sebagai Dementor di sana, para penonton menjadi siaga dan hendak bersiap membunuhnya.
"Dementor, ya?" Kata Osmound sambil menepuk bahunya terkena debu Arena.
"Ini semakin seru saja," sambung Geilla dengan wajah ingin membunuh sambil mengeluarkan pedangnya.
"Itu, Mustahil kenapa ada Dementor disini!" Teriak penonton dengan mata terbelalak menatap Sam.
"Jadi itu yang namanya Dementor!" Kata Erfyona terkejut sambil menatap Sam.
Sam kemudian turun ke Arena dengan membawa Lightning Sword di tangannya.
"Wah-wah lihatlah tamu kita ini, aku akan sangat merasa malu kalau kau tidak terhibur disini!" Kata Osmound sambil berjalan perlahan ke arah Sam diikuti oleh Geilla di belakangnya.
Tiba - tiba dengan cepat mereka berlari melesat dari yang semula langkah kaki yang pelan bersiap untuk menghajar Sam. Mereka berdua menghajarnya dengan tebasan pedang yang membabi buta, tetapi serangan mereka berhasil ditahan oleh Sam.
'Kalau terus menahannya seperti ini, aku akan kehabisan tenaga. Aku tidak punya cara lain selain mengeluarkan sedikit kekuatanku.' pikirnya sambil terus bertahan.
'Seperti inikah pertarungan para penguasa? bahkan kemampuanku saat ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka bertiga.' kata Erfyona terkagum dan terkejut melihat mereka bertarung dengan sangat cepat dan dahsyat.
"CTINGG! CTINGG"
"Slashhh! Wushhh!"
Mereka bertarung dengan sangat cepat gerakan mereka hampir sama cepatnya, sangat sengit dan menegangkan. Sampai pada saat Sam menambah kekuatan serangnya dan berbalik menyerang mereka berdua.
"Lightning Ball!" Kata Sam mengeluarkan kekuatannya.
Sam mengeluarkan bola kecil cahaya dari tangannya kemudian bola tersebut terbang ke langit. Setelah itu awan mulai menggumpal sangat hitam, Sam mundur untuk sesaat dan membuat ancang - ancang untuk memulai jurus tersebut.
"Berhati-hatilah, dia sangat kuat!" Kata Osmound memperingatkan Geilla.
"Emh!" Angguknya sambil menatap fokus Sam.
"GLERRR!" Suara gemuruh petir mulai riuh di langit.
"Dementor itu!" Kata para Raja Iblis terkejut sambil menatap ke langit.
"Jurus apa ini? Ini mengerikan!" Kata Raja Iblis Mammon sedikit merasa takut dan waspada.
Setelah mempersiapkan ancang-ancang Sam langsung melesat sangat cepat dari sebelumnya, bahkan mata dari Osmound dan para Raja Iblis tak mampu melihatnya.
'Cepatnya! dimana dia?' pikir Geilla terkejut sambil melihat ke sekeliling Arena mencari Sam.
"Geilla di atas mu!" Teriak Osmound.
"Ahh!" Kata Geilla terkejut seketika melihat ke atas.
"Gawat dia tidak akan sempat menghindar!" Dengan cepat Osmound melesat menangkis serangan tersebut.
Tetapi Sam dengan cepat menghilang bagai kedipan kilat dan tiba-tiba berada di belakang Geilla.
"Ibu menghindar dia di belakangmu!" Teriak Gerald memperingatkan.
Tetapi belum sempat Geilla menghindar pedang Sam berhasil menebas punggungnya sampai Geilla terhempas ke dinding pembatas hingga hancur.
"Arghhh!" Teriak Geilla yang terhempas di tembok memuntahkan darah dari mulutnya.
"Kau akan mati disini, Dementor sialan!" Teriak Osmound marah sekali.
Dengan sangat cepat Osmound kembali menyerang Sam, dia bergerak sangat cepat dan menyamai kecepatan kilatnya.
'Dia berhasil menyamai kecepatanku! Ini gawat!' pikir Sam terkejut.
"Ctingg! Ctingg!"
"Slasshh! Sheet!"
"Aku tidak mau hanya diam disini dan menyaksikannya bersenang-senang sendiri." kata Mammon.
"Hemh, seperti biasa kau selalu ingin menang sendiri," sambung Asmoudus.
"Banyak bicara kalian! Aku akan turun duluan!" Sela Levi.
Kemudian Mammon ikut turun ke pertarungan dan membantu Osmound di ikuti oleh para Raja Iblis yang lain.
"Kalian! Pergilah ini pertarunganku!" Teriak Osmound.
"Hei! Bagilah sedikit kesenangan kepada kami agar tidak sia-sia kami datang kemari," jawab Asmoudus.
"Cihh, dasar kalian!" Kata Osmound.
"Wouhuu! Ini menyenangkan ha ha ha!" Teriak Levi sambil terus menyerangnya.
"Ctingg! Sheeet!"
"Sheeet! Slashh!"
"Wusshh!"
"Lightning of Destruction!" Kata Sam kembali mengeluarkan jurus barunya.
"JDARRR!" "JDOOMB!"
"GLERRR!" "JDUAARRR!"
Kemudian Petir turun dan menyambar ke segala arah Grolleum, semua benda dan makhluk yang tersambar pasti akan hangus dan terbakar habis. Semua penonton dan para prajurit tidak berani ikut campur, mereka lebih memilih untuk lari menyelamatkan diri.
"Kekuatan Ini!" kata Azazeal dengan ekspresi terkejut segera bangkit dari singgah sananya dan menghampiri jendela melihat apa yang sedang terjadi di bawah.
"Ada apa, Tuan?" Tanya Acquila.
"Tidak salah lagi, Lightning of Destruction. Apakah dia gagal sampai rela menggunakan kartu As-nya ... Mengecewakan!" Kemudian ia berbalik dan beranjak berjalan pergi.
"Anda mau kemana, Tuan?" Tanya Acquila membuntutinya dari belakang.
"Tunggu dan jagalah Orion selagi aku pergi, ada sedikit masalah yang perlu ku bereskan." Katanya.
"Baik Tuan!" Berlutut patuh.
Kemudian Azazeal keluar dari gerbang Istananya dan menjatuhkan dirinya untuk menemui Sam di Lockheim dengan wajah sangat marah.
Sementara Sam di bawah tengah kesusahan menahan serangan keempat Raja Iblis penguasa.
"Ayo Dementor, apakah cuma ini kekuatan dari Iblis langit?" Tanya Mammon dengan nada menghina sambil terus menyerangnya.
"Kau menyedihkan sekali, apa kau dibuang oleh Tuan mu?" Cela Osmound dengan terus menyerangnya.
"Hyaaat!" Teriak mereka bersatu menebas Sam secara bersamaan.
"Arghhkk!" Teriak Sam kesakitan terkena tebas wajah dan tubuhnya kemudian mengeluarkan darah biru bercahaya mengalir di tanah.
"Erghhh!" Kata Sam berlutut sambil menahan tubuhnya yang hendak tumbang di tanah dengan pedangnya.
"Seperti ini lah, kau seharusnya berlutut dan tunduk kepada kami!" Kata Osmound dengan sombong.
Mereka berempat berdiri di hadapan Sam sambil mengeluarkan aura penguasa yang sangat kuat. Bahkan Gerald dan semua Iblis yang ada di Grolleum berlutut kepadanya karena tak sanggup berdiri.
"Aura ini! Kuat sekali, Errgggh! Aku tidak bisa berdiri," kata Erfyona.
'Aura mereka sangat menakutkan!' kata Gerald terkejut sampai terbelalak takut kedua matanya.
"Aku tidak akan berlutut kepada Iblis rendah seperti kalian!" Sambil berusaha bangkit berdiri.
"Rasa tunduk dan patuh ku, hanya kepada Tuanku,-
'Perasaan ini! Gawat aku akan kena murka!' Kata Sam ketakutan dari dalam hatinya seketika langsung berlutut.
"Bagus seperti itulah seharusnya sikapmu kepada kami, he hahaha!" Hina Osmound.
"JDUUUMMBB!"
Tiba-tiba secara mengejutkan Azazeal jatuh di depan Sam dan lekas bangkit berdiri menghampirinya dengan wajah yang sangat marah.
"Tuan! Maafkan saya, tolong ampuni atas kegagalan saya!" Kata Sam berlutut dengan nada ketakutan memohon ampun kepadanya.
'Apa bahkan sekelas Dementor pun sampai merengek meminta ampun kepadanya, Siapa dia sebenarnya?' pikir Erfyona penasaran sambil terus memperhatikan Azazeal dari samping Ibunya.
Tiba - tiba Azazeal mencengkeram lehernya dan mengangkat tubuh Sam ke udara. Ia hanya diam dan tak mengucapkan sepatah katapun dengan memberinya tatapan marah yang sangat tajam.
"Maafkan saya, Tuan Azazeal. Sungguh saya tak bermaksud menggagalkan misi yang Anda berikan." Mohonnya lirih terbata-bata.
'Azazeal! Sang pemimpin Guardian. Kenapa dia ada disini? Apakah dia datang untuk memusnahkan kami?' kata Erfyona saking takutnya sampai tubuhnya merinding gemetar dan meneteskan keringat dingin.
"Fyona, kenapa denganmu, Nak?" Tanya Geilla lirih lekas tersadar dari pingsannya terkejut melihat mata anaknya yang melotot ketakutan.
"Kelihatannya hidup kita sampai sini saja, Bu." Jawabnya dengan nada putus asa.
"Kenapa kamu berbicara begitu, Ayahmu pasti bisa membunuh Dementor itu," jawab Geilla meyakinkannya.
"Tidak Bu, lihatlah! Bukalah matamu." Kata Erfyona sambil menunjuk ke arah Azazeal.
"Lihatlah di sana!" Sambil menunjuknya.
Geilla mulai memfokuskan pandangannya ke arah dimana jari Erfyona mengarah, "Baguslah ternyata Dementor itu akan dia bunuh olehnya," katanya dengan senyum senang.
"Mungkin itu benar tapi apakah ibu tahu siapa makhluk yang mencekik Dementor itu?" Tanya Erfyona.
"Tidak, sepertinya dia di pihak kita." Jawabnya enteng dan yakin.
"Dia adalah Azazeal, sang pemimpin Guardian!" Sambung Erfyona.
Sontak Geilla terkejut dan kembali mengeluarkan darah dari mulutnya. "Ibu! Kau tidak apa - apa?" Sahut Erfyona khawatir.
"Kamu jangan coba membodohi ibu, kenapa Azazeal ada di sini?" Tanya Geilla kaget.
"Aku juga tidak tahu, Bu." Jawab Erfyona.
"Sepertinya mustahil saya bisa selamat dari Anda Tuan, kalau Anda memang mau membunuh saya silahkan. Saya senang mati ditangan pencipta saya sendiri." kata Sam dengan nada pasrah berusaha tersenyum.
Azazeal lekas menyadari kalau dia tidak sedang mengutus Sam sendiri, 'Dimana Gabriel? harusnya saat ini dia membantu Sam. Jadi dia yang berkhianat!' Pikir Azazeal kemudian ia melepaskan cengkeramannya dan menjatuhkannya ke tanah tak berdaya.
"Arrghh!" Nafasnya terengah-engah setelah lehernya dicekik oleh Azazeal.
"Kembalilah ke Orion!" Perintah Azazeal.
"Baik Tuan, permisi!" Kemudian pergi terbang untuk kembali.
"Wah-wah lihatlah! Siapa tamu baru kita yang datang!" Kata Osmound sambil berjalan menghampirinya.
"Hei brengsek, kenapa kau hanya menunduk diam? Apakah kamu takut kepadaku, he hahaha!" Cela Osmound sambil berjalan mengitarinya.
"Jadi kau adalah Tuan dari Dementor itu, ya? Sangat di sayangkan. Nyatanya dia sangat lemah dan tidak berguna mungkin sama sepertimu," cela Osmound.
"He Hahahaahaha!" Keempat Raja Iblis tertawa terbahak-bahak mendengar ejekan yang terlontar dari mulut Osmound.
"Hemh, jadi itu benar?" tanya Osmound dengan nada menghina sambil melihat wajah Azazeal dari bawah.
"JLERRRRR!" seketika aura penguasa yang sangat dahsyat hampir meluluhlantahkan Lockheim Kingdom beserta isinya. Mereka berempat seketika bersujud secara paksa oleh aura kuat dari Azazeal.
"Seperti ini lah seharusnya kau menatap mataku!" Ucap Azazeal dingin mengeluarkan mata terkuatnya.
Para keempat Raja Iblis itu bersujud tidak bisa berbuat apa-apa, semua penonton juga sudah dibuat pingsan oleh aura penguasanya.
'Kalau aku berhasil mengalahkan makhluk yang bisa membuat Ayah bersujud seperti itu, pasti dia akan sangat bangga kepadaku, baiklah aku akan mengalahkannya untuk nama baikku.' pikir Gerald gegabah.
Dengan cepat Gerald melesat berada di belakang Azazeal bersiap untuk membunuhnya tetapi Azazeal sudah mengetahui semua yang telah dia rencanakan.
'Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan, gawat aku bisa terbunuh kalau seperti ini!' Pikirnya panik dengan tubuh diam dan membeku melayang di udara tidak bisa digerakkan.
"Gerald apa yang kau lakukan bodoh! Larilah!" Teriak Erfyona.
"Death Gravity!"
Kemudian Gerald jatuh tengkurap ke tanah dengan kerasnya dan seperti tertarik ke bawah tidak sanggup berdiri lagi. Azazeal kemudian mengangkat kakinya dan menginjak kepalanya dengan keras hingga hancur.
"Gerald!" Teriak Osmound, Erfyona dan Geilla serempak.
"Beraninya ka,- Huargh! ditendang lah wajah Osmound oleh Azazeal sampai hancur tembok pembatas saking kuatnya tendangan Azazeal.
"Resurrection!"
Kemudian kepala Gerald yang hancur tadi mulai utuh kembali dan hiduplah dia untuk kedua kalinya, tetapi dengan cepat Azazeal menginjak kepalanya kembali hingga hancur.
"Tolong hentikan!" Teriak Erfyona dengan tangis.
Tetapi Azazeal tidak menggubrisnya sama sekali dan tetap mengulangi apa yang dia lakukan sebelumnya kepada Gerald hingga berulang kali.
"Hei beraninya kau melukai saudara kami, Enyahlah!" Teriak keempat saudara Gerald yang lain.
"Hemh?" Gumam Azazeal terkejut dan berbalik ke arah mereka berempat.
"Exifilia Clemantiene!" Panggil Azazeal pada salah satu pelayannya, kemudian sesosok wanita cantik berambut putih yang mengenakan gaun indah bak seorang Ratu muncul di depan Azazeal.
'Siapa dia? Wanita itu cantik sekali!' kata Erfyona terkagum melihat wanita yang Azazeal panggil barusan.
"Ouhh! (Sambil menggigit jarinya dan menatap Azazeal penuh nafsu), Tuan ... Jarang sekali Anda memanggilku." Sambil berjalan mendekatinya.
"Apakah... (Sambil mengangkat tangan Azazeal dan menempelkan ke dadanya yang berisi) Anda akan mengisi perut ini dengan seorang anak?" Kemudian menurunkan tangan Azazeal ke perutnya.
Tanpa banyak cakap Azazeal langsung menoleh ke arahnya dan menatapnya tajam. "Hehe becanda kok Tuan, tapi.. kalau Anda mau... saya akan dengan senang hati melayani Anda,-
"... Ouh siapa mereka berempat, bolehkan aku mengambilnya Tuan?" Kata Clemantiene menoleh ke arah saudara dari Gerald tersebut.
"Bawa mereka pergi!" Perintahnya kemudian ia pergi menghampiri Erfyona dan Geilla.
"Emhh baiklah, empat saja sudah cukup sih!" Tiba-tiba Clemantiene berubah menjadi wujud yang mengerikan dengan gigi yang semula rapi berubah menjadi bertaring tajam, matanya menjadi merah mengerikan dan mengeluarkan sayap hitam untuk menetralkan kekuatan dari mangsanya.
"Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?"
"Kekuatanku juga hilang!"
"Gawat kita bisa di bunuh olenya!" Sahut mereka saling ketakutan dan gemetaran.
"Ouhh, tenang saja, Nak! Aku tidak akan membunuh kalian aku hanya membual saja." Berubah kembali menjadi wanita cantik.
"Kamu tampan sekali," katanya di dekat telinganya sampai pipi mereka saling bersentuhan.
'Pipinya halus sekali, dan wangi ini,.. pikirnya kemudian dia hendak menggerayangi tubuh molek Clemantiene.
'Tiba - tiba Clemantiene mengigit pipinya dan merobeknya, tangannya mencengkeram keras bahu Iblis tersebut. Dia tidak berdaya karena kekuatan Iblisnya telah dinetralkan oleh sayapnya dengan kata lain dia telah menjadi manusia biasa saat ini.
"Arghhhh!" Teriak serentak saudara disampingnya ketakutan setengah mati karena dia tidak bisa bergerak dan hanya menunggu dimakan selanjutnya.
Para Raja Iblis yang masih bersujud, merasa sangat takut dan depresi karena melihat Clemantiene memakan Iblis tersebut dengan dengan buas dan brutal, mereka tidak menyangka akan berhadapan dengan Azazeal di sini.
Sedangkan Erfyona masih syok berat dan merinding mengeluarkan keringat dingin di dahinya, melihat saudaranya yang lain mati dimakan oleh Clemantiene. Terutama Geilla ia sangat syok dan ketakutan mengetahui anaknya Motty berhasil dibawa kabur oleh Gabriel ditambah Gerald yang telah mati terbunuh oleh Azazeal di depan matanya. kini hanya menunggu dirinya dan Erfyona yang akan menyusul mereka.
"Tuan, aku pulang duluan!" Kata Clemantiene pamitan untuk pergi.
"Terima kasih untuk makanannya, Aku senang sekali sisanya aku bawa pulang saja untuk makan nanti malam." Sambil membawa dua Iblis di pundaknya kemudian terbang kembali ke Orion.
"Death Esperate!" Aura hitam mengelilingi seluruh Lockheim Kingdom dan semua Iblis mati sementara termasuk Geilla terkena jurus tersebut.
Ia hanya menyisakan Erfyona seorang karena dia tahu di dalam hatinya masih ada kebaikan, Erfyona sangat ketakutan hingga melotot kedua matanya tak henti-hentinya mengucurkan keringat dingin saking takutnya. Azazeal kemudian berjongkok dan bertanya sesuatu kepadanya, "Siapa namamu?" Menatap mata Erfyona dingin.
"Er-Fyona, Tuan!" Jawabnya gugup gemetar.
"Erfyona, sepertinya aku pernah mendengar nama itu," kemudian Azazeal menyentuh bagian perut yang luka terkena tebasan dari Gerald sebelumnya seketika luka pada tubuhnya itu langsung sembuh total, sayap yang tadi terpotong juga telah kembali utuh seperti semula.
Erfyona terkejut kenapa dia mau menyembuhkan dirinya. "Kenapa Anda mau menyembuhkan saya, bukankah seharusnya Anda membunuh saya sekalian agar punah lah seluruh bangsa Iblis Tirani!" Tanya Erfyona.
Azazeal menempelkan jari telunjuknya di dadanya dan berkata, "Kenapa aku harus membunuhmu, sedangkan ada hati yang baik di dalam sini!" Jawabnya.
Mendengar hal tersebut Erfyona menjadi sangat kesal dan marah melihat dia telah membantai habis bangsa Iblis Tirani. Tiba-tiba Erfyona memukul wajah Azazeal dengan sangat keras sampai terhempas cukup jauh dan tersungkur di tanah hingga topeng muka samaran yang Azazeal gunakan retak dan pecah.
"Kenapa kau tidak sekalian membunuhku! Apakah kau berniat mengasihani ku dan berniat menjadikan aku sebagai pemuas nafsumu!" teriaknya kesal bercampur marah.
"Semua keluarga dan bangsaku sudah kau bunuh, lalu kenapa kau masih menyisakan ku, Kenapa!" sambungnya nada kesal sampai meneteskan air mata.
Kemudian Azazeal lekas berdiri dengan wajah aslinya.
"Aku tahu kau adalah makhluk yang sangat kuat dan paling berkuasa, tapi kau tidak punya hak menentukan takdir makhluk lain. Apakah seperti ini caramu menindas kami yang di bawah, la,-
"Aku tidak membunuh mereka semua!" Potong Azazeal seketika Erfyona langsung diam dan mendengarkannya sejenak.
"Keempat orang yang di bawa Clemantiene tadi lah yang aku bunuh!" Sambungnya.
"Aku masih memberi mereka semua waktu untuk berubah. Aku tahu kamu adalah Iblis yang mempunyai hati baik disini." sambung Azazeal.
"Nyawa semua keluarga dan bangsamu ada di tanganmu sendiri, jika mereka masih membuat kerusakan lagi. Aku tidak akan segan untuk membinasakan mereka semua!" jelas-Nya.
"Aku percayakan mereka semua kepadamu karena aku yakin ... Kamu dapat merubah mereka semua, Erfyona!" Sambil berbalik memperlihatkan wajah aslinya kepada Erfyona dan seketika berbalik untuk pergi terbang kembali ke Orion.
"Ahhh!" Erfyona terkejut setengah mati sampai melotot kedua matanya melihat wajah asli Azazeal.
"Tunggu! Apa maksud da,- teriaknya terhenti karena dia sudah terbang jauh tinggi.
'Kak Mischelle!' Katanya dalam hati terkejut tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia sangat terkejut melihat Kakak tercintanya hadir di depan matanya. Saking terkejutnya tiba-tiba Erfyona jatuh pingsan ambruk tergeletak di tanah dengan lubang hidung yang mengeluarkan darah.
Dia sangat kaget dan tidak pernah menyangka akan bertemu dengan orang yang telah lama Ia tunggu dan tidak pernah ada kabar selama ini. Ia sangat sayang dan mencintainya melebihi apapun. Erfyona pingsan karena terlalu banyak beban di kepalanya yang saling bercampur aduk, antara emosi dan perasaan takut yang luar biasa.