The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
BAB 38 ~ Kedatangan seorang Kakak



"Erfyona?" Panggil Azazeal pelan.


Erfyona langsung melepaskan pelukannya dari Azazeal. " Iya, Tuan." Jawabnya sopan.


"Bagaimana perasaanmu setelah gagal menjadi pewaris tahta Lockheim?" Tanya Azazeal.


Erfyona sedikit terkejut mendengar pertanyaannya. "Bagaimana Anda bisa tahu?" Dengan wajah sedikit terkejut.


"Sejak dahulu tahta Lockheim memang selalu dipimpin oleh seorang Raja. Itu sudah menjadi tradisi turun temurun dari keluarga Lucifer." Jawab Azazeal menjelaskan.


Ia terkejut setelah mendengar soal tradisi turun - temurun keluarganya tersebut. "Jadi seperti itu..." jawabnya dengan nada sedih seketika ekspresi wajahnya menjadi murung.


"Apakah kau akan senang? Jika aaku mau membantumu mewujudkan keinginanmu itu?" Tanya Azazeal menawarinya bantuan.


"Sungguh?" Ucap Erfyona terkejut senang seketika ekspresi wajahnya berubah bahagia.


"Namun setelah kau berhasil menjadi seorang pemimpin, kamu tidak akan bisa lagi bertemu denganku ataupun adikmu di sini. Kau tidak akan bisa lagi menembus segel langit, selamanya kau akan tetap di sana karena itu lah tugasmu. Sekarang keputusan ada di tanganmu." Jawab Azazeal menjelaskan memberinya pilihan sulit.


Seketika ekspresi wajah Erfyona berubah menjadi bingung dan sedih. di lain sisi dia ingin mewujudkan janjinya dulu kepada Mischelle, dan disisi yang lain, dia tidak ingin meninggalkan Azazeal ataupun Adiknya Motty.


'Maafkan aku Mischelle, aku tidak bisa menepati janji kita.' Pikirnya dalam hati sedih.


"Sudah ku putuskan!" Ucapnya dengan wajah dan tatapan yakin.


Azazeal terkejut melihat Erfyona mengambil keputusan dengan sangat cepat, di antara dua pilihan yang sangat berat baginya.


"Menjadi seorang penguasa memang sebuah kebanggaan, tetapi saat kau sendirian. itu akan sangat menyedihkan,-


Sontak perkataannya itu membuat hati Azazeal terguncang hebat. Ia merasa apa yang Erfyona katakan itu seperti menyinggung dirinya yang dulu, sebagai seorang penguasa yang memutuskan segalanya sendirian.


"Aku tidak ingin berdiri di sana sendirian. saat ini hal berharga yang aku miliki hanyalah Anda Tuan, dan adikku Motty Euginia. Bagaimana aku bisa hidup di tengah orang yang bahkan tidak menyayangiku sama sekali. Aku tidak ingin menjadi orang naif seperti itu." Sambungnya.


"Aku tidak menyangka, akan mendapat sambutan hangat di sini. Meskipun aku belum pernah bertemu dengan mereka, tetapi mereka menyambut ku dengan sangat baik seperti sudah ada ikatan yang erat denganku sebelumnya. Jadi aku sudah putuskan!"


"Aku Erfyona Ella Vanya. Berjanji, akan terus melayani Tuanku, Azazeal. Sampai jiwa ini terpisah dari ragaku!" Kata Erfyona mengucapkan sumpahnya sambil merundukkan kepala dengan tangan menempel di dadanya.


"Aku Azazeal menerima sumpah setia mu, Erfyona Ella Vanya. Selamat datang di rumah barumu. Kamu akan aman, di bawah perlindunganku!" Sambut Azazeal dengan wajah yang kalem.


"Terima kasih, Tuan." Balas Erfyona sopan dengan hati yang sangat senang.


Kemudian Azazeal berusaha untuk turun dari tempat tidurnya. "Sudah saatnya aku untuk bangun. Aku tidak bisa terus menghabiskan waktuku dengan berdiam diri di atas tempat tidur!" Kata Azazeal sembari bangkit dari tempat tidurnya perlahan.


"Tuan jangan memaksakan diri! Tubuh Anda masih lemah. Saya mohon, istirahatlah kembali!" Ucap Erfyona cemas.


"Maaf Erfyona, tapi di luar sana. Ada ribuan orang yang lebih menderita, dan sedang membutuhkan bantuan ku!" Jawab Azazeal dengan tatapan serius.


"Anda hendak pergi kemana, Tuan?" Tanya Erfyona pelan dengan raut wajah sedih melihat Azazeal memaksakan diri.


"Ke tempat di mana dulu aku pernah membuat kesalahan besar!" Jawab-Nya.


"Izinkan saya untuk menemani Anda, Tuan! ... Saya khawatir dengan kondisi Anda yang seperti ini. akan lebih baik kalau Anda tidak pergi sendirian." Ucap Erfyona memohon pada-Nya.


"Baiklah, ikutlah denganku." Jawab-Nya merasa tidak keberatan.


"Jduug!" Suara pintu terbuka mengejutkan Exifilia dan Uriel yang sedang menunggu di luar.


Exifilia langsung menoleh ke arah pintu dan terkejut melihat Azazeal keluar dari kamarnya. mereka berdua langsung bergegas untuk menghampiri-Nya. "Tuan, bagaimana keadaan Anda?" Tanya Exifilia cemas tidak sempat untuk memberinya hormat.


"Aku tidak apa - apa." Jawab Azazeal dengan wajah yang masih lemas.


"Tapi kata Sanctuary barusan, kondisi Anda masih sangat lemah,- sambung Uriel khawatir melihat wajahnya sedikit pucat.


"Aku sudah tidak apa - apa, kalian jangan cemas." Sahut Azazeal menenangkan hati mereka yang khawatir dan cemas.


"Anda mau pergi kemana, Tuan? ... Tolong jangan memaksakan diri dengan kondisi Anda yang seperti ini." Tanya Exifilia pelan.


"Aku hanya ingin pergi ke luar mencari udara segar. Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak pergi sendirian." Jawab Azazeal.


"Berhati - hatilah, Tuan!" Ucap Exifilia dengan nada sedih.


"Tentu saja, kami berangkat dulu." Ucap Azazeal berpamitan kemudian lanjut berjalan pergi.


"Nona!" Panggil Exifilia kepada Erfyona yang lewat di hadapannya.


"Tolong jaga Tuan baik - baik." Mohonnya dengan wajah yang masih saja cemas dan khawatir.


"Itu sudah pasti!" Dengan wajah senang, memberinya senyum percaya diri. kemudian lanjut berjalan pergi menyusul Azazeal di depan.


'Syukurlah kalau Tuan sudah tidak apa - apa, aku senang bisa melihat wajah bahagianya kembali'. Pikir Exifilia sembari melihat mereka berdua berjalan pergi.


Disisi lain Alin Xaverias juga datang di waktu yang sama untuk menjenguk Gabriel teman baiknya. Ia datang tanpa sepengetahuan dari Queen karena dia sedang merasa bosan dan jenuh di Paradise Palace.


"Buka gerbangnya!" Perintah Warrior penjaga gerbang depan.


*Note: Warrior adalah sebutan untuk prajurit Cluenon Kingdom sama halnya dengan Knight milik Orion.


Setelah gerbang di buka, Alin Xaverias langsung disambut hangat oleh Andora Michi di dalam. "Selamat datang Nona, seperti biasa Anda selalu tampil cantik dan mempesona." Pujinya kepada Alin dengan senyum manis senang.


"Terima kasih Michi, bagaimana kondisi Gabriel? Apakah ada perkembangan?" Tanya Alin penasaran.


"Tuan masih belum pulih, beliau masih terbaring lemah. Beberapa hari belakangan Nona Motty juga mogok makan, karena sedih melihat Tuan yang masih koma." Jelasnya dengan wajah sedih.


"Dimana Motty sekarang?" Tanya Alin dengan wajah sedih dan kasihan.


"Beliau ada di kamar Tuan, Nona ... Mari silahkan masuk!" Ucapnya sambil mempersilahkan dengan tangannya.


Kemudian mereka berdua bergegas masuk ke dalam untuk melihat kondisi Gabriel. sesampainya di dalam kamar Gabriel. Alin merasakan suasana yang sangat sedih dan hening, nampak dari matanya. Motty tengah duduk di samping tempat tidur Gabriel, menatapnya dengan cemas dan sedih. sampai tidak menyadari kedatangan Alin Xaverias.


"Nona..." Panggil Andora Michi pelan padanya.


Ia kemudian menoleh ke arah Michi dan terkejut saat melihat Alin sedang berdiri disampingnya. Motty sangat senang melihat dia datang, ia kesepian tidak punya teman bicara saat Gabriel sedang terbaring lemah di ranjang.


Seketika dia langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari memeluk tubuhnya untuk melepaskan semua kesedihan dan kerinduannya selama ini. "Nona, aku senang kau datang. Maaf, tadi aku tidak ikut menyambut kedatangan-Mu." Ucap Motty di pelukan.


Alin kemudian melepaskan pelukannya perlahan. "Tidak apa - apa, aku mengerti. Bagaimana keadaan Gabriel sekarang?" Tanya Alin pelan.


"Seperti yang Anda lihat Nona, (menoleh ke arah Gabriel yang sedang terbaring lemah) nampaknya dia benar - benar membuat Tuan Azazeal marah. sampai saat ini regenerasi tubuhnya masih lambat." jawabnya.


"Kamu yang sabar, ya." Ucap Alin meneguhkan hatinya.


"Terima kasih, Nona. Mari silahkan duduk!" sambil mempersilahkan dengan tangannya. Mereka kemudian duduk berdampingan di samping tempat tidur Gabriel.


"Padahal niat Gabriel baik, aku tidak menyangka ternyata itu malah mendatangkan murka-Nya." Kata Alin pelan dengan nada sedih sambil melihat ke arah Gabriel.


"Tuan Azazeal itu ... Dia seperti apa, kenapa dia begitu ditakuti?" Tanya Motty penasaran.


"Aku juga tidak tahu Motty, di antara kami bidadari surga. Hanya Queen saja yang pernah bertemu dengannya. Dari yang aku dengar, Tuan Azazeal ditakuti karena kekuatan gelapnya yang sangat mengerikan, di tambah dengan sifatnya yang kejam tidak mengenal ampun." Jawab Alin.


"Jadi seperti itu ... Lalu siapa Queen itu? Baru kali ini aku mendengar nama tersebut." Ucap Motty penasaran.


"Dia adalah Ratu kami, posisi satu Bidadari surga. Sama halnya dengan Tuan Azazeal, beliau juga seorang pemimpin" Jawab Alin.


"Mungkinkah Queen bisa menolong Gabriel, bukannya Queen dan Tuan Azazeal,-


"Tidak, itu tidak bisa." Sahut Alin sontak mengagetkan Motty dan seketika membuat wajahnya kembali sedih.


"Queen tidak akan pernah mau membantu para Guardian, karena hubungan-Nya dengan Tuan Azazeal sangat tidak baik. Kalau saat ini dia tahu, aku sedang menyusup keluar untuk bertemu Guardian, pasti aku akan menerima hukuman mati!" Sambungnya mengejutkan.


"Lalu kenapa Anda masih saja bersikeras untuk datang kemari? Maaf bukannya saya tidak senang dengan kedatangan Anda, Tetapi mengingat hukumannya yang seperti itu ...


"Seorang teman tentu tidak akan diam saja, kan? melihat temannya sedang menderita. Gabriel itu adalah teman baikku, walaupun faksi kami saling bermusuhan. Tetap saja, Teman adalah teman. Susah senang, semua dilalui bersama." Jawab Alin bijak.


"Anda memang seorang teman yang baik, Gabriel pasti sangat bersyukur memiliki teman seperti Anda, Nona!" Puji Motty terharu dengan ucapannya.


"Kau terlalu berlebihan Motty, namun saat ini aku juga merasa sedih melihat kondisinya yang seperti ini." Jawab Alin sambil melihat ke arah Gabriel dengan raut wajah kasihan.


Sementara itu di sisi lain, Azazeal dan Erfyona telah sampai di depan pintu gerbang Cluenon Kingdom.


"Siapa wanita itu?" Tanya salah satu warrior penjaga gerbang kepada teman di sampingnya.


"Apakah dia pengawal Nona Alin?" Tanya balik teman satunya sambil terus mengamatinya yang sedang berjalan mendekat.


"Entahlah!" Jawab temannya ragu.


Setelah Erfyona cukup dekat dengan mereka, para warrior penjaga gerbang tersebut menjadi kaget dan terkesima dengan wajahnya yang sangat cantik. Mata mereka sampai di buat tak berkedip, dan tak terasa darah merah keluar dari lubang hidungnya.


Para warrior penjaga tersebut tak kuat menahan aura kecantikan Erfyona, sehingga membuat mereka seperti orang yang linglung.


"A,- an, Anda siapa, Nona?" Tanya salah penjaga dengan sangat gugup sambil terus menatap wajah Erfyona.


"A,- apa tujuan Anda datang kemari?" Sambung temannya juga merasa gugup.


Erfyona tersenyum manis kepada mereka, melihat itu mereka para penjaga langsung di buat mabuk kepayang oleh senyumannya yang manis. Jantung mereka berdetak kencang, seperti melihat cinta pertama.


Tak lama kemudian, Azazeal keluar dari belakang tubuh Erfyona. sontak hal itu mengejutkan mereka para penjaga. "Siapa kalian berdua, apa tujuan kalian datang kemari!" Tanya salah satu penjaga dengan tegas.


'Sepertinya mereka telah sadar dari pengaruhku!' Kata Erfyona dalam hati menyadari perubahan sikap prajurit tersebut.


"Kami,-


"Kami adalah Guardian, teman dari Gabriel. Wanita ini adalah pelayanku, kami datang karena ingin menjenguknya." Sahut Azazeal menjelaskan tujuannya.


'Jadi ini tempat Gabriel! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi Motty, setelah sekian lama kita berpisah.' Pikir Erfyona terkejut sekaligus senang mendengarnya.


'Lelaki dan wanita ini memiliki wajah yang sangat rupawan, aku belum pernah melihat mereka berdua sebelumnya. Mungkinkah mereka dari posisi sepuluh besar!' Pikir salah penjaga melirik ke arah mereka mengamatinya.


'Dasar prajurit hina, berani sekali mereka melihatku dengan tatapan mesum seperti itu! Untung saja ada Tuan Azazeal di sini, kalau tidak kalian pasti sudah habis kubunuh!' Pikir Erfyona dengan tatapan risih tidak nyaman dengan perlakuan mereka.


"Buka gerbangnya!" Teriaknya setelah mengamati mereka.


"Sreekkk! JDUUGG!" Suara pintu gerbang dibuka lebar - lebar.


"Silahkan masuk, Tuan, Nona!" Sambungnya sambil mempersilahkannya, mereka pun kemudian masuk ke dalam.


Salah seorang prajurit yang melihat Fushigi lewat di hadapannya, ia lantas memberhentikannya dan melapor bahwa ada seorang Guardian dan seorang bidadari yang datang di depan.


Fushigi sontak terkejut mendengar laporannya tersebut, ia dengan cepat langsung pergi untuk menemui mereka berdua.


Waktu Fushigi hendak menghampiri mereka, ia terkejut kagum dengan wajah mereka yang rupawan, dia menjadi ragu dan merasa sedikit tidak percaya diri untuk menghampirinya.


Setelah berfikir cukup lama, akhirnya dia memberanikan diri untuk menghampiri mereka berdua. "Hormat saya Tuan, Nona!" Sapa Fushigi membungkuk memberinya hormat.


"Ada yang bisa saya bantu?" Sambungnya menawari mereka bantuan.


"Bawa kami ke tempat Gabriel berada, kami ingin menjenguknya." Perintah Azazeal padanya.


"Mari saya antar!" balasnya kemudian berjalan membimbing mereka.


Setelah mereka sampai di depan kamar Gabriel ...


"Mohon tunggu sebentar! (Menahan mereka dengan tangannya) saya akan memberitahukan hal ini kepada Nona Motty di dalam." Ucap Fushigi menyuruh mereka berdua menunggu sesaat.


"Motty,- ucap Erfyona hendak menerobos masuk tidak sabar ingin cepat bertemu dengan adiknya. Namun dengan cepat langkahnya di hadang oleh tangan Azazeal.


Ia terkejut dan menoleh ke arah wajah-Nya. "Tuan..." ucapnya pelan dengan tatapan penuh tanya, kenapa dia menghadang langkah kakinya.


Namun Azazeal hanya diam dan menggedekkan kepala-Nya pelan, mengisyaratkan Erfyona untuk tidak terburu - buru dan menunggunya sabar. Seketika ia patuh menuruti perintahnya dan kembali tenang, menunggunya di luar.


"Maaf Nona Motty, saya mengganggu waktu Anda sebentar." Ucap Fushigi menyela pembicaraan mereka.


"Ada apa Fushigi?" Tanya Motty penasaran.


"Di depan ada dua orang tamu yang ingin menjenguk Tuan Gabriel." Jelasnya.


"Siapa mereka?" Tanya Alin penasaran.


"Salah seorang di antara mereka mengaku sebagai teman dari Tuan Gabriel, dan satu lagi seorang wanita yang sangat cantik." Jawabnya.


'Wanita cantik! Jangan - jangan!' Pikir Alin terkejut curiga kalau wanita itu adalah salah satu Bidadari surga yang sedang membuntuti dirinya.


"Suruh mereka masuk!" Perintah Motty.


"Baik Nona!" Ucapnya kemudian berbalik dan pergi, mempersilahkan mereka berdua masuk.