The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 88 ~ Marga Swan, Lian dan Liam



Gadis Dementor itu seketika langsung terpesona pada pandangan pertama ketika dia melihat wajah Gill yang sebenarnya. kedua matanya nampak berbinar sampai tidak sadar kalau Gill sedang menghampirinya dan balik menatap matanya, "Apa yang sedang kau lihat" tanya Gill padanya.


"Mata mu... Sangat indah" jawabnya lirih sambil memalingkan wajahnya dari Gill.


Gill lalu memejamkan kedua matanya menonaktifkan mata biru indahnya tersebut. "Pertunjukannya sudah selesai, sekarang ikut aku!" ucap Gill langsung menarik tangan gadis tersebut menaiki tangga menuju kamarnya di atas.


Gadis tersebut nampak pasrah dan terlihat merona pipinya saat tangannya di genggam olehnya. Gill lalu membuka pintu kamarnya dan menyuruh gadis tersebut masuk ke dalam. Liliana memberitahu mereka tentang luka pada tubuh Liam yang cukup dalam dan memerlukan waktu beberapa hari untuk bisa pulih kembali.


Gadis tersebut menjadi sedih melihat adiknya terbaring dengan menahan rasa sakit, "Terima kasih Bi karena sudah mencoba mengobatinya, tapi tubuh kami ini memang berbeda dengan manusia biasa. di dalam keluarga kami hanya kakak dan ibu saja yang memiliki teknik penyembuhan mutakhir." jelas gadis tersebut.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, segera hubungi mereka berdua. adik mu ini sangat membutuhkan teknik penyembuhan tersebut!" ucap Liliana.


Wajah gadis tersebut nampak bimbang dan gelisah bercampur dengan rasa takut. dia lalu membuang wajahnya, "Soal itu... Gumamnya lirih ragu ingin memberitahunya.


"KREEKH!" suara kain sobek membuat mereka berdua terkejut.


Ternyata itu adalah Gill yang sedang merobek bajunya sendiri. terlihat lengan tangannya mendapat luka sayat pedang yang cukup lebar dan lumayan dalam membuat darah segar terus mengalir keluar. spontan Liliana langsung bangkit dan hendak mengobatinya namun tiba-tiba Gill melarangnya untuk mendekat dan memintanya menjauh darinya.


Liliana semakin cemas saat melihat sekujur tubuh Gill penuh dengan luka, ia lalu memaksa Gill untuk menurut kepadanya supaya lukanya tersebut bisa di sembuhkan. saat Liliana akan mengobatinya Gill malah mendorong tubuhnya hingga dia terjatuh, Liliana terkejut dengan sikap kerasnya tersebut.


Gadis Dementor itu lalu membantunya berdiri dan bertanya kepada Gill kenapa dia melakukannya. Gill hanya diam dan sibuk sendiri dengan baju sobekannya tersebut, ia terus melipatnya sampai baju tersebut menjadi padat. dia lalu menggigit lipatan baju padat tersebut dan mengeluarkan api hitam dari telapak tangannya. Mereka berdua yang tahu mendadak terkejut melihat Gill mampu mengeluarkan api hitam tersebut.


'Itu kah api hitam yang ayah ceritakan dulu!' batin sang gadis Dementor terkejut pertama kali melihatnya.


"Gill jauhkan api hitam itu dari tubuh mu, dia bisa membakarmu sampai tak tersisa!" ucap Liliana memperingatkannya.


"Gill?" ucap gadis Dementor itu terkejut mendengar namanya.


Tanpa banyak berfikir panjang Gill lansung menempelkan kobaran api hitam itu pada bagian pundak bekas luka tancap anak panah sebelumnya. Liliana yang mau mendekat langsung di tarik mundur oleh gadis Dementor itu, "Jangan Bi itu berbahaya!" larangnya.


Liliana terus memberontak dan menyuruhnya untuk melepaskan tubuhnya, gadis tersebut dibuat bingung sekaligus terkejut saat melihat api hitam itu tak dapat membakar tubuhnya, tidak seperti yang ayahnya bilang. Reaksi yang sama juga keluar dari wajah Liliana yang awalnya tidak menyangka bagaimana peristiwa itu bisa terjadi. kini ia mulai bisa tenang kembali dan bisa menghirup nafas lega.


Terlihat uap panas keluar dari setiap luka yang ada pada tubuhnya, perlahan luka tersebut menutup rapat kembali seperti semula. tubuh Gill sampai bergetar hebat, keringatnya mengucur deras karena menahan dahsyatnya panas dari api hitam tersebut. setelah semua lukanya sembuh Gill lalu melepah kain tersebut dan menggerakan pergelangan tangannya beserta jari-jemarinya.


Gill lalu bangkit berdiri menghampiri Liliana dan meminta maaf atas perlakuan kasarnya tadi. dengan senyum manis yang tulus Liliana langsung melupakan kejadian tersebut dan memaafkannya. Gill lalu bertanya mengenai kondisi anak yang sedang terbaring lemah tersebut. Liliana menjelaskan kalau salah satu organ dalamnya mengalami kebocoran karena tusukan benda tajam, dia mungkin butuh waktu kurang lebih satu minggu untuk dapat pulih kembali. Liliana memutuskan untuk mengambil cuti demi merawat luka anak tersebut.


Gadis Dementor itu nampak merasa tidak enak mendengarnya dan langsung meminta maaf karena telah merepotkannya. Liliana menjelaskan kalau ini adalah musibah dan bukan salahnya, ia lalu mengalihkan topik pembicaraan dengan bertanya siapa namanya.


Gadis tersebut menjawab kalau namanya adalah Lian Jun Swan dan adiknya Liam Sebastian, mereka berdua adalah saudara kandung. Liliana lalu memperkenalkan dirinya dan juga Gill disampingnya, ia lalu bertanya kembali berapa umurnya saat ini. Jun Swan menjawab delapan belas tahun dan adiknya empat belas tahun. Liliana memberitahunya kalau umurnya hanya terpaut satu tahun saja dengan Gill, Jun Swan terkejut dan langsung menoleh ke arahnya mengkonfirmasi.


"Itu benar" jawab Gill singkat memberitahunya.


"Kalian berdua cocok sekali apabila menjadi kakak beradik!" puji Liliana kepada Jun Swan. dia nampak malu menerima pujian itu dan berkata dengan gugup kalau mereka berdua itu berbeda.


Liliana tersenyum melihatnya tersipu malu, "Kalian berdua memiliki mata biru yang sama, hanya saja warna rambut kalian terlihat sedikit berbeda." ucap Liliana membandingkan dua warna rambut tersebut dimana milik Jun Swan berwarna putih silver sedangkan Gill putih kapas.


Liliana lalu bangkit berdiri hendak menyiapkan sarapan pagi karena jam dinding sudah menunjukkan pukul lima pagi, dia juga menyuruh Gill untuk segera mandi karena sebentar lagi dia akan berangkat sekolah. Gill lalu bangkit dan mengambil pakaian bersih di dalam lemari, sebelum pergi ke luar kamar Jun Swan memanggilnya, "Kak Gill!" membuat langkah kakinya terhenti. ia lalu berbalik dan ke arah Jun Swan.


"Terima kasih sudah menolong kami." ucapnya lirih masih merasa malu padanya. dengan dingin Gill berkata "Jagalah adik mu" lalu ia pergi ke luar dan menutup pintunya. terlihat Jun Swan senang sekali dapat berbicara dengan Gill untuk pertama kalinya. dia lalu melihat sekeliling ruangan tersebut seperti mulai nyaman dengan lingkungan barunya.


matahari terbit pada pukul 05:35 terlihat Alice sudah siap dengan seragam sekolahnya, rambutnya terkuncir rapi dengan wangi semerbak parfum mawar seperti biasanya. dia menyapa Liliana di dapur dan membantunya mengantarkan makanan ke depan. "Tumben kamu masak banyak hari ini?" tanya Laphia penasaran.


"Iya, tadi malam saat kalian tidur kami kedatangan tamu." jawab Liliana.


Laphia terkejut dan bertanya "Siapa, dimana tamunya aku tidak melihatnya?" sambil tolah-toleh. Liliana tersenyum dan memberhentikan Gill yang baru keluar dari kamar mandi. ia meminta Gill untuk mengajaknya turun untuk sarapan bersama, Liliana juga berpesan untuk menyuruhnya mandi dan meminjamkannya pakaian Liliana di dalam lemari. Gill mengangguk dan segera naik ke lantai atas.


Terlihat Jun Swan sangat malu dan gugup dengan penampilan barunya, ia tidak percaya diri dengan piyama putih yang sesak dan rok hitam pendek sedikit di atas lututnya. "Apakah tidak apa-apa aku memakai ini Kak Gill?" tanya Jun Swan gugup, malu melihat dadanya menyembul ketat sampai kancing bajunya terbuka.


"Maaf Jun, sepertinya hanya ini baju besar yang dimiliki olehnya. sebaiknya kita segera turun, semua orang sudah menunggu" ajak Gill.


Saat Gill akan pergi ia dikejutkan oleh Jun Swan yang tiba-tiba meraih pergelangan tangannya, dia berkata kalau pakaian ini membuatnya tidak percaya diri. Gill berusaha meyakinkannya sekali lagi "Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja. semua orang yang tinggal disini kebanyakan adalah perempuan, mereka sangat Wellcome kepada siapa saja yang berkunjung." ucap Gill.


Liliana lalu memperkenalkan Jun Swan kepada mereka berdua sebagai adik perempuannya Gill. dia yang mengetahui itu bohong langsung menepisnya, namun siapa sangka mereka berdua langsung percaya begitu saja dan malah balik memarahi Gill atas sikapnya yang dingin pada adiknya sendiri. "Ya ampun Gill tega sekali kau menyuruh adikmu memakai pakaian erotis seperti ini, Dasar kakak cabul!" sindir Alice pedas dengan wajah judes.


"Apa kau bilang!" ucap Gill geram di tuduh sembarangan.


"Tidak, itu tidak benar Kak Gill sudah memilihkan pakaian yang ada tapi sepertinya tubuh ku memang terlalu besar," ucap Jun Swan meluruskan fakta yang sebenarnya.


"Jangan percaya dengan kakak mu, semua lelaki itu sama saja. Ayo ikut aku, di dalam lemariku ada beberapa setel pakaian yang mungkin cocok untuk mu." ucap Alice menarik tangannya mengajak Jun Swan masuk ke kamarnya.


Laphia menggoda Gill dengan berkata kalau adiknya itu cantik sekali, jika Jun Swan dimasukan ke Magesty pasti dia akan menjadi primadona sekolah. Laphia lalu bertanya kenapa Gill tidak pernah mengatakan kalau dirinya punya saudara perempuan secantik itu.


Gill bingung hendak menjawabnya apa, dia beralasan kalau hubungannya dengan Jun Swan tidak terlalu akrab. Laphia memberikan sebuah saran kepadanya agar Gill lebih protektif lagi kepada Jun Swan. bagaimanapun dia adalah gadis polos yang sangat cantik, jangan sampai dia menyesal suatu saat. Gill tahu kalau sekolah ini sangat berbahaya untuk gadis polos sepertinya, karena itu dia akan segera memulangkan Jun Swan ke orang tuanya. Gill tidak ingin keberadaan Jun Swan disini menambah masalahnya.


Berpindah ke Cloud Country sebutan untuk sebuah Negara yang besar di bawah kekuasaan Orion. Masyarakat tempat tersebut sangat ramah dan tenteram sejahtera, kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai petani dan pandai besi, sebagian menjadi pedagang, pejaga penginapan, dan lain sebagainya.


Di dalamnya terdapat gunung-gunung yang menjulang tinggi, danau yang biru, padang rumput yang luas, dihiasi oleh berbagai macam bunga cantik yang bermekaran harum semerbak. seperti yang telah dikatakan oleh Stacia dan Exifilia kemarin, di dalam negara tersebut bangsa Dementor sangat lah dihormati.


Mereka adalah bangsa yang memegang posisi penting dalam pemerintahan, sebagian lagi adalah seorang pandai besi pemasok senjata untuk Knight Orion. pemimpin negeri tersebut Sam telah meninggal beberapa tahun yang lalu namun duka dan kesedihan masih membekas di hati mereka hingga saat ini.


Terlihat poster buronan Gill tertempel di setiap sudut kota namun sayangnya wajah yang terpampang dalam poster tersebut sama sekali tidak mirip dengan Gill yang asli. dalam poster tersebut wajah Gill digambarkan sebagai pria tua gemuk yang sangat jelek dan nampak berumur, wajahnya bulat dengan kedua pipi yang besar. Tertulis dalam poster tersebut pemerintah memberikan imbalan sebesar Tujuh ratus ribu keping emas bagi siapa saja yang mampu menangkap Gill hidup atau mati.


Tentu itu adalah nominal yang sangat fantastis karena pemasukan rakyatnya saja perbulan hanyalah tiga keping koin emas dua puluh lima perak. sedangkan para bangsawan adalah lima koin emas tujuh puluh koin perak. tak berhenti sampai disitu pemerintah juga akan memberikan bonus kekuasaan yang tinggi dalam pemerintahaan dan akan menjodohkan orang tersebut dengan anak wakil Presdir yakni keluarga Swan.


Peraturan tersebut di sah kan oleh ayah Jun Swan sendiri yang menjabat sebagai wakil Presdire di dalam pemerintahan. keluarga Jun Swan dikenal oleh masyarakat sebagai bangsawan yang sangat kaya, kakak Jun Swan yang merupakan anak pertama dari keluarga tersebut dikenal sebagai gadis Dementor yang sangat cantik dan kuat.


Kebanyakan orang mengambil misi berat tersebut semata-mata karena ingin menikahinya saja, namun sayang banyak dari para pejuang itu yang gugur dan belum pernah ada yang kembali sampai sekarang, sebab itu lah harga buronan Gill naik setiap bulannya.


Namun ada yang berbeda kali ini, terlihat salah seorang pria yang tidak diketahui namanya sedang menghadap wakil Presdire dan memberitahukan hal penting padanya. terlihat wakil Presdire sangat terkejut dengan apa yang dia sampaikan. Wakil presdire langsung bangkit dan memerintahkan kepada pengawalnya untuk mengumpulkan seluruh pejuang Dementor yang tersisa.


Istri wakil Presdire yang tahu lantas bertanya apa yang terjadi gerangan, "Dia memberitahuku kalau kedua anak kita sudah di temukan keberadaannya," jawab sang wakil presdire pada istrinya. seketika istrinya tersenyum senang sampai air matanya tak sengaja menetes, "Kabar buruknya adalah ada aura Dementor lain yang sangat kuat sedang berada di dekat ditemukannya anak kita, kemungkinan besar itu adalah Gill buronan yang kita cari selama ini." sambungnya serius.


Mendengar itu Istri wakil Presdire kembali bersedih dan merasa cemas dengan kondisi kedua anaknya. ia lalu meminta izin kepada suaminya untuk ikut menjemput mereka berdua, awalnya dia tidak diizinkan ikut karena akan sangat berbahaya namun karena sang istri ngotot dan kekeh dengan kemauannya akhirnya wakil presdire mengizinkannya.


Berpindah ke kelas 1A yang saat ini dikerubungi oleh banyak sekali siswa dari kelas lain. kedatangan mereka tak lain hanya untuk melihat Gill yang sedang tidur terkulai lemas di meja. setelah kemenangannya melawan Enrylind kemarin Gill kini menjadi idola bagi para siswa khususnya perempuan dan membuat tak sedikit dari para siswa cowok iri dibuatnya.


Bagaimana tidak, siswa yang sedang duduk di bangku kelas satu tersebut berhasil mengalahkan siswa senior yang menjabat sebagai wakil ketua Dewan Inti yang sangat disegani bahkan oleh para guru. selain itu Gill adalah satu-satunya siswa yang mempunyai Naga terkuat dengan elemen es maha Dahsyat, Froast Dragon.


Semua siswa tahu mitos dan cerita mengenai naga tersebut namun baru kali ini mereka bisa melihatnya secara nyata. tak banyak dari para siswa itu yang mengetahui senjata yang Gill gunakan pada saat melawan Enrylind kemarin. sementara hanya Steffany dan Fain saja yang tahu.


Saat bell istirahat berbunyi semua siswa langsung antusias mengemasi alat belajarnya sementara Gill yang mendengar bell keras berbunyi menjadi terbangun dengan mata yang masih merah pecah-pecah. wajahnya lesu, rambutnya kusut berantakan seperti seseorang yang baru bangun tidur.


Setelah para guru melihat kekuatan Gill yang sebenarnya mereka jadi enggan untuk menegur atau mengaturnya lagi karena sudah pasti Gill akan diluluskan dengan nilai terbaik. selang beberapa menit temannya pun datang menghampirinya dan mengajaknya pergi ke kantin seperti biasa. namun kali ini Vega tidak datang sendiri melainkan ada Vessel disampingnya.


Dengan senyum manis Vega menyapanya yang balik di balas senyum oleh Gill. dia memperkenalkan Vessel padanya dan kepada teman yang lainnya. Gill dan Vessel lalu berjabat tangan saling memperkenalkan dirinya masing-masing. ucapan pertama yang keluar dari mulut Vessel adalah sebuah kata pujian untuk Gill bahwa kemarin dia sungguh sangat luar biasa.


Gill hanya tersenyum dan menjawab kalau pujiannya itu terkesan berlebihan. diakhir kata Vessel menawarinya sebuah tantangan bertarung melawannya yang dengan santai di jawab oleh Gill "Boleh, itu akan jadi pertarungan yang seru" lalu mereka pun pergi ke kantin bersama-sama.


Dikantin saat mereka sedang mengobrol munculah Fain dan Enrylind dari belakang tubuh Gill. dengan iseng Fain sengaja membentaknya untuk membuatnya terkejut, alhasil Gill yang sedang enak-enaknya menyeruput kuah soto menjadi tersedak. Fain langsung tertawa lepas puas melihat sahabatnya menderita, sementara Enry hanya gedek kepala melihat tingkah Fain yang kekanak-kanakan.


Teman Gill yang melihat kedatangan mereka berdua seketika langsung terdiam dan merundukan kepala menghormati anggota dewan. Fain lalu meminta maaf kepada Gill dengan mengambilkannya segelas air putih yang sudah ia campur dengan saos sambal. Alhasil Gill menjadi kepedesan dan langsung memarahi Fain akibat ulah usilnya tersebut.


"Boleh kami bergabung?" tanya Enrylind kepada teman-teman Gill.


Seketika mereka langsung bergeser memberi tempat duduk untuk anggota dewan tersebut. mereka berdua lalu duduk dan memesan beberapa menu makanan, sambil menunggu makanan datang mereka mengobrol ringan. mumpung mereka sedang berkumpul Fain dan Enrylind lalu memberitahukan penilaian mereka terhadap skill bertarung teman-teman Gill tersebut.


Disini Enrylind lah yang paling banyak berkomentar dan menilai kemampuan masing-masing individu. di akhir kata Enrylind mengucapkan selamat kepada Greey dan Vega atas kemenangan mereka dan memberi semangat kepada Vessel yang kalah bahwa kekalahan bukan lah akhir dari segalanya. itu adalah cambukan keras agar kita dapat bangkit lebih kuat lagi. Vessel pun mengangguk dan mengucapkan terima kasih atas saran Enrylind.


Fain yang melihat Gill kini semakin populer lantas bertanya padanya, Apa yang akan ia lakukan dengan kepopulerannya itu. saat ini dia memiliki banyak sekali penggemar terutama dari kaum perempuan. Apakah kau tidak ingin memacari atau sekedar bermain dengan mereka? Namun Gill hanya diam dan tak memberi tanggapan.