The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Chapter II ~ The Story about Lucifer Family



Di suatu tempat yang sangat jauh.


Berdirilah sebuah kerajaan terkejam dari kerajaan Iblis yang lainnya. Lockheim Kingdom The Emperor Darkness, nama dari kerajaan tersebut.


Terkurung satu wanita berhati mulia di dalamnya. ia sangatlah kuat dan cantik, kecantikannya dapat sandingkan dengan Alin Xaverias dan Acquila.


Wanita tersebut selalu di kurung dalam ruangan khusus dan dijaga ketat oleh prajurit di bawah komando Kakaknya, Gerald Quora Pranada, Lucifer III.


Motty Eugunia nama dari gadis yang terkurung tersebut. dia adalah seorang putri kedua dari Raja Iblis Osmound Vanquisher Raja iblis Lockheim dan Geilla Castavonya.


Dia dibelenggu oleh kakaknya karena kebodohan yang telah ia buat, melindungi seorang manusia saat perang pecah antara bangsa Iblis dan Manusia puluhan tahun yang lalu. Hal tersebut dianggap tabu dan memalukan oleh bangsa Iblis Tirani terlebih Motty adalah keturunan Raja, tentu hal itu membuat nama Lucifer sedikit tercoreng. sebab itu lah Motty selalu dikurung dan disembunyikan agar keberadaannya tidak diketahui oleh pihak luar.


Gabriel adalah pribadi yang membuat Motty berubah, dia memilih mengkhianati keluarganya daripada mengecewakan orang yang dia sayangi. Motty selalu termenung di atas tempat tidur dan merunduk bersedih di dalam ruangan yang gelap. hanya ada satu sorot cahaya dari luar yang masuk ke ruangannya yakni melalui lubang atap kamarnya.


'Gabriel, apakah kamu masih mengingat aku?' batinya berangan 'Apakah kamu masih ingat dengan janji mu?' renungnya dalam hati dengan dahi mengkerut sedih.


Di lain sisi Erfyona Ella Vanya, Lucifer II mendengar kabar bahwa ia memiliki seorang adik laki-laki yang membuat dia penasaran. akhirnya setelah lama mengembara mengumpulkan kekuatan di bumi dan Underworld Erfyona memutuskan untuk pulang menjenguk keluarga dan adik barunya, Gerald Quora Pranada.


Malam itu semua keluarga besar Lucifer diundang untuk datang di acara penting Kerajaan untuk merundingkan pewaris tahta selanjutnya. Setelah berdiskusi panjang akhirnya salah satu dari mereka mulai mengeluarkan pendapatnya masing-masing.


"Aku memiliki dua Kandidat sebagai pewaris tahta Lockheim berikutnya, Erfyona Ella Vanya dan Gerald Quora Pranada. untuk suara terbanyak kita sepakat akan memberinya gelar mahkota sebagai penerus kekuasaanku." ucap sang Raja.


"Aku lebih merekomendasikan Gerald untuk menggantikan mu Osmound. aku lebih memilih Keluarga Lucifer dipimpin oleh Raja daripada Ratu." ucap pria dari keluarga Lucifer.


"Tapi usianya masih 300 tahun, dia masih sangat muda dan masih perlu banyak belajar sebelum ia benar-benar siap untuk posisi tersebut." Sangkal seorang wanita dari keluarga Geilla. "Menurutku Erfyona adalah pewaris yang tepat untuk menggantikan mu, dia sudah dewasa dan menurutku ia akan lebih bijak dalam mengambil keputusan." sambungnya memberikan pendapatnya.


"Tidak!" Potong Gerald berdiri dari tempat duduknya. "Wanita tidak layak menjadi pemimpin dari para Iblis. Lockheim adalah Kerajaan dengan rakyat yang banyak dan wilayah kekuasaan yang luas. wanita tidak akan mampu memikul beban seberat itu, mereka naif dan tidak objektif dalam peran besar seperti ini." ucapnya memberikan pendapatnya.


"Lihat lah Motty!" sambil menunjuk ke arah tempat di mana Motty di kurung, "Dulu dia adalah anak yang patuh dan penurut namun sekarang dia berubah Na'if tak punya pendirian, wanita itu mudah sekali terpedaya. Tidak layak memegang kekuasaan yang tinggi." tegas Gerald penuh percaya diri, membanggakan diri di atas saudarinya yang lain.


"Motty malah memilih kekasihnya yang jelas-jelas adalah musuh dan mengkhianati kita sebagai keluarga. Bayangkan jika tahta ini jatuh kepada wanita sepertinya, Apa yang akan terjadi!" Imbuhnya lantang.


"Gerald benar, aku sendiri masih meragukan Erfyona sebagai calon penerusmu. Jika suatu saat dia menikah maka kekuasaan sepenuhnya diambil alih oleh orang lain" Sambung Saudara perempuan Osmound.


Hati Osmound seketika terguncang mendengar perkataan bijak yang keluar dari mulut putranya tersebut yang kini sudah mulai dewasa. Ia tersenyum bangga melihatnya dari atas singgah sana.


"Gerald jangan kau samakan Erfyona dengan Motty!" tegur Bibinya dari keluarga Geilla "Dia adalah Kakakmu dan umurnya terpaut jauh denganmu, aku yakin saat ini dia sudah mempunyai kemampuan yang layak untuk mewarisi kekuasaan mu. tentu dia akan lebih baik darimu!" Sambungnya yakin.


Dengan senyum meremehkan, Gerald berucap, "Apakah kau berani menjamin?" dengan penuh percaya diri.


Suasana menjadi hening sesaat setelah Gerald mengucapkan itu, sampai akhirnya seseorang datang memecahkan keheningan tersebut. "Atas dasar apa kau berkata seperti itu, tahta Lockheim adalah milikku." Sahut seseorang mengagetkan seisi ruangan.


Seketika semua orang menoleh ke arah sumber suara. 'Erfyona!' ucap Geilla dalam hati dengan senyum di wajahnya terkejut melihat kedatangan putrinya yang tiba-tiba.


"Kau hanyalah anak kecil yang tidak akan paham dengan semua urusan penting kerajaan, harusnya kau belajar lebih giat lagi. bukannya menghayalkan sesuatu yang sangat tinggi!" balas Erfyona menohok.


"Siapa wanita sombong ini?" Respon Gerald menghinanya.


"Sombong?" sindirnya halus "Apakah aku baru saja mendengar kata sombong, yang keluar dari mulut bocah kecil?" Balasnya mengejek.


"Cihh!" Dengan raut wajah kesal Gerald menatapnya tajam.


"Selamat malam semuanya, sudah lama aku tidak melihat kalian semua." Sapa Erfyona pada mereka sedikit membungkuk sopan. mereka tersenyum dan menyambut baik salam darinya.


"Selamat datang Erfyona," Sambut Geila dengan senyum manis di wajahnya. "Ibu senang kamu baik-baik saja." Sambungnya dengan nada yang lembut.


Terlihat Geilla sangat senang atas kepulangan putrinya tersebut namun sepertinya tidak dengan Osmound. ia hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata. "Osmound," panggilnya sambil menepuk pundaknya lembut. "Putri kita telah kembali, sambutlah dia setidaknya dengan sapaan dan senyum." Ucap Geilla menasihatinya lembut.


Osmound tetap diam saja dan lekas berbicara namun mengeluarkan pertanyaan yang lain, "Bagaimana dengan latihan mu?" Dengan nada datar.


"Aku sudah berhasil menguasai semua jurus yang ayah perintahkan." Jawabnya dengan bangga dan senyum di wajahnya.


"Syukurlah, ibu senang mendengarnya." Ucap Geilla bangga padanya.


"Bagus lah kalau begitu." Jawabnya datar.


"Osmound?" Panggil Geilla lirih melirik ke arahnya atas sikapnya yang selalu datar terhadap Erfyona.


"Ayah aku datang untuk meminta apa yang telah kau janjikan dulu." Ucap Erfyona terus terang, tidak sabar mendengar keputusannya.


"Tidak," jawaban singkat tersebut langsung membuat jantung Erfyona berdetak kencang, sontak raut wajahnya berubah. "Kamu masih belum layak." Jawab Osmound tegas.


'Apa?' timpal Erfyona dengan mata melotot tidak menyangka. "Kenapa, apa yang membuatku belum layak mendapatkannya?" tanya dia penasaran.


"Aku sudah berlatih susah payah untuk menjadi kuat dan membuat ayah bangga. Apakah semua itu tidak cukup!" Bentaknya keras marah. "Mengembara sendiri jauh dari keluarga, tak ada tempat mengadu dan mengeluh. aku berjuang keras memertaruhkan nyawa untuk semua ini, aku layak mendapatkannya dengan semua pengorbanan yang telah aku lakukan!" gerutunya emosi.


"Cukup!" Teriak Osmound keras membuat suasana menjadi hening sesaat. "Harusnya kau juga sudah tahu alasanku mengirimkan mu pergi untuk mengembara, kau hanya akan menjadi beban pikiran ku jika aku tak memerintahkan mu pergi waktu itu." jelasnya membuat Erfyona semakin sedih berlinang air mata jika ia teringat kembali tentang peristiwa lampau waktu itu.


"Kenapa tidak kita adakan pertandingan saudara, dengan begitu pemilihan ini akan adil setelah adanya pemenang." Sahut perempuan saudari Geilla.


"Itu tidak perlu, tanpa dibuktikan pun semua orang tahu. Aku lebih unggul darinya!" Ucap Gerald sombong sambil menunjuk ke arah Erfyona.


"Kau!" Tatap Erfyona tajam murka kepadanya.


"Aku pikir tidak ada salahnya melakukan pertandingan, bagaimanapun Erfyona sudah berusaha keras untuk ini. sekalian aku mau melihat sejauh mana dia berkembang." Ucap pria saudara Osmound.


"Itu ide yang bagus, aku setuju dengannya Osmound." Timpal Geilla.


"Baiklah, aku akan mengikuti saran kalian." Kata Osmound menurutinya.


"Kenapa aku harus bertarung dengannya, sudah jelas aku lah yang paling layak untuk mengantikan ayah. Dia masih bocah bagaimana bisa kau mempercayakan tahta megah seperti ini pada anak sepertinya,-


"Sebaiknya kamu diam dan berkaca lah dari masa lalu. nampaknya kau masih belum berubah, masih saja kekanak-kanakan." Tegur Osmound. "Sekarang kembali lah ke kamarmu!" Perintahnya.


"Sekarang kau tahu kan? Siapa yang sebenarnya yang menghayal terlalu tinggi. Tahta ini akan menjadi miliku!" Ejek Gerald menghina dengan tawa lepas.


"Ayah..." Gumam Erfyona sedih meneteskan air mata langsung berbalik dan pergi dari ruangan itu.


Erfyona sangat sedih mendengar perkataan Osmound yang mengingkari janji dan berakhir dengan penolakan yang memalukan di depan para keluarga besarnya. perasaan campur aduk antara sedih, marah, dan kecewa usahanya selama 500 tahun untuk menjadi kuat digagalkan dengan mudahnya oleh sang Ayah.


'Kakak, ternyata seperti ini ya rasanya menjadi orang lemah. Sekarang aku merasakan apa yang kau rasakan hari itu' ucap Erfyona dalam hati sedih sekali sambil memikirkan peristiwa waktu itu.


_____Flashback____


"Ayah, ampun! Aku berjanji akan menjadi orang yang kuat, Ouchh!" Teriaknya kesakitan menerima pukulan dari Osmound.


"Diam, kau tidak akan pernah bisa menjadi kuat. Kau hanyalah manusia, kelahiran mu ke dunia adalah sebuah kesalahan." Bantahnya.


"Aku tidak pernah mengakui mu sebagai putraku!" Sambil terus memukulinya di depan para keluarganya.


"Ibu tolong aku, Fyona!" Teriaknya kesakitan meminta bantuan darinya.


Erfyona lekas maju melangkah untuk menolong Kakaknya tersebut tetapi dihadang oleh ibunya. Osmound terus menyiksa putra pertamanya tersebut karena kebenciannya kepada ras manusia dan merupakan aib bagi keluarganya.


Anak itu sampai sekarat tak sadarkan diri tubuhnya roboh di lantai dan kejang-kejang, darah berlinang membasahi tubuhnya saking banyaknya luka yang membekas di tubuhnya.


"Flame of Fame!" Ucap Osmound merapal mantra magis.


"Arrrrkkkkk!" Teriak anak itu kesakitan terbakar sekujur tubuhnya.


"Kakak!" Teriak Erfyona histeris menangis sambil mengulurkan tangannya dari jauh yang di tahan oleh Ibunya.


Anak tersebut langsung pingsan kemudian di bawa keluar oleh prajurit Iblis Lucifer dan tidak kelihatan lagi sampai saat ini.


______FlashBackEnd_____


"Pulang lah Kak, aku merindukan mu. aku kesepian berilah aku semangat. Kuatkan lah hatiku.." gumamnya sedih mengiringi langkah kaki pelannya.


Langkah Erfyona terhenti saat dia melihat dua prajurit penjaga yang sedang berjaga di depan pintu kamarnya. "Emhh?" gumamnya terkejut waktu melihat kamarnya dijaga ketat.


'Kenapa kamarku dijaga begitu ketat, padahal itu kosongkan?' Pikirnya curiga sambil mengusap air matanya.


Dia langsung mendekatinya untuk melihat apa yang sebenarnya mereka jaga. setelah sampai di depan pintu penjaga langsung menyilangkan tombaknya sembari berkata, "Maaf Nona, Anda dilarang masuk!" ucap salah satu penjaga.


"Kenapa, aku yang punya kamar ini. Minggir kalian!" kekehnya tidak terima dengan larangan tersebut. tanpa banyak berpikir ia langsung menyelonong masuk namun tetap saja ia di hadang.


"Maaf Nona ini perintah mutlak Tuan Gerald!" Sambungnya.


"Beraninya kalian menentangku!" Kata Erfyona marah menatap mereka dengan mata merahnya dan lansung memberi mereka serangan kejutan.


"Huh!" gumam Motty terkejut mendengar suara keributan dari luar kamarnya.


"Suara gaduh apa itu?" Bangkit dari ranjangnya karena penasaran.


"JDARRR!" Suara pintu terdobrak keras oleh keributan tersebut.


Erfyona masuk dengan wujud Iblis-nya yang anggun dan cantik, dengan sayap hitam besar terlentang dan mata merah menyala. Motty menjadi siaga dia pun berubah ke mode Iblis-nya dengan mata merah darah melentangkan sayap abu-abu miliknya.


Akhirnya duel terjadi antara kedua iblis keluarga Lucifer di kamar tersebut. Mereka berduel saling membunuh satu sama lain, sampai pada akhirnya atap kamar itu berlubang besar dampak terkena serangan mereka berdua dan cahaya mulai masuk mengenai wajah Motty.


Erfyona yang sedang mencekik lehernya dan mengangkat tubuhnya di udara seketika terkejut mengetahui segel keluarga Lucifer di dahinya. 'Simbol ini!' batin Erfyona terkejut melihatnya.


"Siapa kamu, apa yang kau lakukan di kamarku?" Tanya Erfyona kepada Motty.


Motty kemudian marah dan warna matanya menjadi lebih merah daripada sebelumnya, dia balik melawan dengan mencakar wajah Erfyona membuat pipinya berdarah.


"Kyahh!" Teriaknya seketika langsung melepaskan cengkeramannya.


"Ini adalah kamarku. Kak Gerald yang menyuruhku menempati kamar ini!" ucapnya kekeh.


"Gerald?" Sambung Erfyona terkejut mendengarnya.


"Itu benar. namaku adalah Motty Euginia, Lucifer ke Empat!" Jelasnya mengejutkan Erfyona.


"Lucifer ke Empat?" Gumamnya sambil berjalan mendekatinya.


"Ibu mempunyai anak lagi?" ucap Erfyona pelan menduganya, ia berjalan lagi memperhatikannya lebih dekat.


"Ibu?" ucap Motty penasaran dengan maksud ucapannya. "Jangan-jangan- duga Motty terkejut, langsung memeluknya erat setelah dirinya tahu siapa wanita di hadapanya tersebut.


"Kakak, kamu pulang." Sambutnya senang sekali sampai meneteskan air mata bahagia.


Erfyona seketika kaget dan tidak menyangka respon Motty kepadanya akan sehangat ini.


"Selama ini aku hanya pernah mendengar kabar Kakak dari Ibu dan belum pernah bertemu denganmu." katanya senang sekali tak mau melepasnya.


"Motty..." Katanya lirih sambil mengelus pipi wajahnya dan menatap matanya hangat.


"Kakak cantik sekali, jauh lebih cantik dari pada Ibu." puji Motty saat pertama kali melihat wajahnya.


Erfyona tersenyum mendengar pujian itu, "Berapa usia mu sekarang?" Tanya Erfyona.


"200 tahun," jawabnya.


"Kamu masih sangat muda. aku senang mempunyai saudara lagi selain Gerald si brengsek itu!" Jawabnya.


"Kak Fyona selama ini kemana, Kenapa tidak ada kabar?" Tanya Motty penasaran.


"Ceritanya panjang, tidak usah kau pikirkan. aku penasaran kenapa di depan tadi banyak sekali penjaga, apa yang sebenarnya terjadi saat aku pergi?" Tanya Erfyona mengalihkan pembicaraan.


"Kak Gerald mengurungku karena perbuatan bodohku," jawab Motty pelan.


"Apa yang telah kamu lakukan?" Tanya Erfyona lembut.


"Ceritanya panjang kak, intinya aku kepergok melindungi Manusia demi kekasihku Gabriel!" Jawabnya.


"Gabriel si Guardian itu, kamu pacarnya Gabriel?" tanya Erfyona terkejut.


"Iya," Angguknya. "Dia berjanji akan mencintaiku selamanya jika aku mau menjadi wanita yang baik," jawabnya dengan senyum diwajahnya.


"Kenapa kamu bisa begitu percaya dengannya? dia adalah musuh kita." Tanya Erfyona.


"Karena aku yakin dia tidak akan meninggalkanku sendiri disini, suatu saat ia akan datang menolong ku dan membebaskan ku dari tempat ini" Jawabnya yakin.


"Apakah Kakak malu punya adik penghianat sepertiku?" Sambungnya.


Seketika Motty langsung memeluknya bahagia.


"Terima kasih Kak!" Katanya dipelukkan dengan senyum bahagia, "Kakak adalah orang pertama yang merestui hubunganku!" sambungnya merasa senang.


"Terkadang aku merasa, aku ini bukanlah seorang Iblis. semua sifat dan tindakanku tidak mencerminkan nama keluarga dan bangsaku, tetapi aku bersyukur ternyata aku tidak sendiri di dalam keluarga besar ini," gumam Motty dengan senyum diwajahnya.


"Apakah ini penyebab kita dibenci?" Sambung Motty bertanya.


"Entahlah," jawabnya.


"Apakah Kakak sudah punya pacar?" Tanya Motty mengejutkannya.


"Ehmmm! Ke- kenapa kamu bertanya begitu?" Seketika dia malu sekali dan sedikit memerah pipinya.


"Ihh wajah kakak memerah. Jadi beneran punya ya?" Godanya.


"Mana mungkin aku punya hal memalukan seperti itu!" Sangkalnya malu-malu.


"Jadi siapa dia Kak?" Tanya Motty penasaran, "Siapa calon kakak iparku?" Sambungnyab sambil mendekatkan wajahnya ke Erfyona.


"Kenapa kamu ngotot sekali menanyakan hal itu?" Kata Erfyona berusaha mengelak.


"Aku merasa, aku dan Kak Fyona itu sama. memiliki hati yang lemah sebagai bangsa Iblis, jadi pasti ada seseorang yang berarti yang dapat membuat kita berubah seperti ini." Katanya.


Sontak ucapannya tersebut mengejutkan Erfyona, 'Ternyata dia sangat pandai merayu seseorang untuk buka mulut' batin Erfyona dalam hati.


"Jadi?" Tanya Motty dekat sekali.


"Kamu memang suka memaksa seperti ini ya?" Tanya Erfyona.


"Aku belum pernah mengobrol dengan mu sebelumnya, jadi beritahu aku sedikit tentang kisah mu Kak Fyona." Yakinnya.


"Baiklah, kamu berhasil memaksaku," Mengembuskan nafas panjang dan memulai ceritanya.


"700 tahun yang lalu aku mempunyai seseorang yang sangat spesial. Seorang lelaki yang sangat aku sukai, namanya adalah Mischelle. nama tersebut tunggal tidak mewakili nama Marga dari sebuah keluarga,"


"Waahh" gumam Motty antusias mendengarkan ceritanya.


"Berbeda dengan kekasihmu Gabriel. Mischelle terlahir sebagai seorang manusia dari keluarga Iblis terkenal. ia sangat tampan mungkin dia adalah yang paling tampan dari segalanya," sambungnya sambil mengingat kembali masa itu. "Dulu aku sangat naif dan tidak seperti ini," sambungnya.


*Ingatan dari Erfyona yang tidak diceritakan.


"Erfyona perkenalkan ini adalah Kakakmu, Mischelle!" Ucap Geilla memperkenalkannya.


"Manusia?" Tanya Erfyona.


"Erfyona kamu gadis yang sangat manis, senang bertemu denganmu." Kata Michelle dengan senyum ramah menyodorkan tangan mengajaknya bersalaman.


"Plak!" Tampiknya menolak untuk salaman, sontak hal tersebut membuat Mischelle terkejut membuat mimik wajahnya berubah sedikit kecewa.


"Aku tidak mau berkenalan dengan manusia kotor sepertimu!" Balasnya menohok lalu berjalan pergi melewatinya. seketika wajah Mischelle membeku sedih dan kecewa Erfyona mengabaikan dirinya.


"Erfyona adalah anak yang spesial, dia di anugerahi bakat dan kepintaran yang luar biasa. Kemampuan bertarungnya juga sangat menakjubkan saat Osmound mengujinya kemarin, " ucap Geilla menatap Erfyona penuh kebanggaan. "Setelah aku melihatnya aku semakin berharap kalau kau tidak terlahir di keluarga ini. melahirkan anak dari bangsa manusia sepertimu adalah aib yang menyedihkan. Untuk kedepannya sebaiknya kau jaga jarak dan jangan mencoba untuk mendekati Erfyona!" sambungnya kian menambah rasa sedih di hati Mischelle.


_________


"Dulu aku juga menolak keberadaannya karena dia seorang manusia, tetapi perlahan aku mulai berubah!" Ucap lembut membuat hati tersentuh, "Waktu itu aku tengah menangis bersedih di ejek oleh saudaraku yang lain, tetapi Mischelle datang membantuku. Dia rela dihajar hingga babak belur oleh mereka semua demi aku." sambungnya menjelaskan peristiwa yang masih diingatnya.


*Ingatan Erfyona yang tidak diceritakan.


"Kenapa kamu mau melindungi ku, kau tahu kan aku sangat membencimu!" Teriak Erfyona.


"Aku tahu kau membenci aku Erfyona, tapi itu tak apa kalau itu membuatmu senang. aku akan terus melindungi mu karena kamu adalah adikku." Katanya dengan tubuh serta wajah yang penuh luka setelah di hajar.


"Bodoh, kamu bodoh sekali Mischelle!" kata Erfyona dengan isak tangis sambil memukuli wajahnya yang penuh luka.


"Sudah sewajarnya bagi seorang kakak untuk selalu melindungi Adiknya." Sambil memberinya senyum manis.


"Aku sangat membencimu Mischelle!" Teriak Erfyona kemudian pergi meninggalkannya sendiri yang tengah terluka.


___________


"Aku sangat menyesal kenapa dulu aku tidak menolongnya, padahal dia rela terluka dan menderita demi aku. Itulah peristiwa yang sampai saat ini aku sayangkan, aku selalu berharap waktu bisa terulang kembali agar aku bisa menebus kesalahanku padanya."


"Mischelle juga kembali menolongku untuk kesekian kalinya. kejadian itu berawal saat Ayah sedang memarahiku karena kegagalanku membunuh seorang anak kecil dari keturunan manusia, Ia sangat murka dan hendak memukulku keras tetapi tangannya langsung ditahan oleh Mischelle,"


*Ingatan Erfyona yang tidak diceritakan.


"Berhenti Ayah. Apa yang kau lakukan, jangan kau pukul anak perempuanmu." ucap Mischelle sambil memegang menahan tangan sang Ayah.


"Mischelle. dasar anak tidak berguna!" Langsung memberi pukulan keras di wajah Mischelle sampai ia tersungkur di lantai. "Aku yakin pasti kau yang menyebabkan Erfyona menjadi bodoh seperti ini!" tuduhnya murka sambil mencengkeram leher bajunya dan mengangkatnya.


"Maaf ayah tapi apa yang kau lakukan tadi itu sungguh berlebihan. Erfyona adalah keturunan Iblis yang sempurna sama seperti mu, lalu kenapa kau menyianyiakan kehadirannya disini?" Ucap Mischelle mau menyadarkannya.


"Lancang sekali kau!" Kata Ayahnya murka langsung melancarkan puluhan pukulan kedua tepat di wajahnya.


"Mischelle!" Teriak Erfyona sedih meneteskan air mata yang hendak menyelamatkannya tetapi tubuhnya dijerat oleh saudaranya yang lain.


"Ayah hentikan!" Teriak Erfyona histeris memohon.


"Ha ha ha lihat si cacat itu, dia sangat layak diperlakukan seperti itu" ucap saudara yang lain dengan gelak tawa sambil memegang tubuh Erfyona.


Osmound terus memukulinya sampai darah membasahi seluruh wajahnya. Mischelle sampai sekarat dibuat olehnya hingga tak sadarkan diri dan tangannya lemas meraba raba sekelilingnya.


"Bawa dia ke kamarnya!" Perintah Osmound kepada prajuritnya.


Diseret lah kaki Mischelle yang tengah sekarat, dia memberi senyuman manis kepada Adiknya Erfyona sebelum ia hilang dari pandangannya.


_____________


"Akhirnya hatiku mulai tergerak untuk membantunya waktu itu. segera aku meronta melepaskan pegangan tangan saudaraku dan segera berlari mengikuti dua prajurit yang membawanya pergi."


"Sesampainya di tempat, aku sangat terkejut. perlahan aku menyadari bukan hanya aku saja yang membenci Mischelle dan tidak menerima kehadirannya. tetapi semua keluarganya pun juga tidak menerimanya, terlihat dari bagaimana mereka memperlakukannya seperti budak yang tidak berharga. Ia di lempar bagaikan bangkai ke dalam sebuah tempat sampah yang bau, kamarnya sangat kotor dan kumuh sungguh tidak layak."


"Aku melihat dirinya dibiarkan begitu saja seperti tahanan yang baru saja di siksa, aku menjadi kasihan saat melihatnya di perlakukan seperti ini selama hidupnya. selama ini dia rela terluka demi menutupi kelemahan ku dan aku belum membalas satu pun dari pengorbanan besarnya. aku memutuskan untuk menemuinya secara langsung untuk pertama kali."


*Ingatan Erfyona yang tidak diceritakan.


Erfyona mulai membuka pintu kamar Mischelle secara perlahan,"Kreeek ... Jdugg!" Suara pintu terbuka.


"Mischelle." Panggilnya lirih namun tidak ada jawaban dari dalam dan Mischelle hanya terbaring lemas tepar di lantai.


Erfyona segera menghampirinya dan membantu menyandarkannya di samping tempat tidurnya.


"Mischelle, kenapa kamu bertindak nekat seperti ini. Padahal balasan yang aku berikan padamu tak ada satupun yang mencerminkan bahwa aku menghargai pertolongan mu." untuk pertama kalinya Erfyona berkata lembut kepadanya.


Sambil mengelapi wajahnya dengan kain yang ada di sakunya, dalam hati Erfyona merasa sangat kasihan kepadanya dan bersedih atas tindakannya. Mischelle lekas membuka mata dan terkejut melihat Erfyona di depannya.


"Fyona, kamu tidak apa-apa kan. ayah tadi tak memukul mu lagi kan?" Tanya Mischelle lirih sedikit serak penuh kekhawatiran.


"Mischelle berhenti lah memikirkan ku, pikirkan dirimu sendiri. kenapa kamu selalu ikut campur dan rela mengorbankan diri untuk orang sepertiku yang sama sekali tidak peduli padamu?" sambil menangis tersedu-sedu di dada Mischelle.


Mischelle menghela nafas panjang dan perlahan merangkul tubuhnya Erfyona, ia terkejut merasakan tangan Mischelle menggelangi punggungnya.


"Bukankah aku sudah bilang dulu." sambil mengela nafas lembut, "Kamu itu adalah adikku, adikku yang manis yang sangat aku sayangi. hatiku sakit saat melihatmu bersedih, tubuh ini selalu gelisah memikirkan keadaanmu. Selamanya aku akan selalu menyayangimu Erfyona. Kamu adalah mutiara ku yang berharga, yang tak tergantikan oleh apapun." ucapnya lirih menatap matanya hangat.


'Mischelle!" Seketika hati Erfyona bergetar dan menyadari kesalahannya selama ini, karena dia terlalu lemah sampai melibatkan orang lain ke dalam masalahnya.


"Maafkan aku Kak,- dengan suara kecil serak meneteskan air mata tangis yang tulus.


'Jdug!' seketika hati Mischelle berdetak kencang senang sekali mendengar permintaan maaf dan pengakuan seorang kakak dari Erfyona. Ia adalah makhluk pertama yang mengakui keberadaannya.


"Selama ini aku selalu bertindak bodoh dan selalu melibatkan mu dalam setiap masalah yang aku buat. Tolong maafkan aku," sambil menangis tersedu-sedu.


"Sudah, tidak apa-apa. jangan menangis lagi ya, yang sudah terjadi biarlah berlalu," melepas pelukannya dan menatap wajah Erfyona yang tengah bersedih. "Kamu harus bisa jadi gadis yang kuat. Ibu sangat mempercayaimu dan menaruh harapan yang besar padamu, kamu adalah permata yang berharga yang di miliki oleh keluarga ini" ucapnya memberikan dorongan semangat.


"Aku dengar kamu ingin menjadi pemimpin keluarga Lucifer di masa depan, masa hanya karena masalah seperti ini kamu tumbang," sambungnya sambil mengusapi air matanya.


"Bukankah kakak sendiri yang mempunyai keinginan seperti itu? Dan ingin membuktikan kepada semua orang bahwa kakak bukan lah orang yang lemah," sangkal Erfyona.


Mischelle tersenyum, "Siapa yang bilang seperti itu, untuk menjadi pewaris tahta dibutuhkan pribadi yang unggul dan kuat, begitu pula yang cantik dan manis." Jawabnya sambil menggodanya berniat menghilangkan rasa sedihnya."Karena itu lah kakak ada disini, membantu menjadikanmu seorang pemimpin yang kuat dan wanita yang hebat" dengan senyum tulus diwajahnya.


Erfyona tersentuh mendengar ucapan dari Mischelle yang jujur, dia senang sekali dan tidak menyangka bahwa tujuan dari kakak yang selama ini dia benci begitu mulia.


Mischelle lalu menyingkap poni rambut Erfyona dan mengusap dahi di sekitaran segel keluarga Lucifer miliknya, 'Baru kali ini aku bisa melihat wajah mu sedekat ini Erfyona, kamu memang adikku yang sangat cantik' pujinya membuat hati Erfyona meleleh senang kegirangan.


"Selama ini aku selalu membencimu sampai membuat mataku buta Kak Mischelle, ternyata kita ini banyak memiliki kemiripan' jawab Erfyona dengan senyum.


"Apa itu?" tanya Mischelle penasaran.


"Rahasia" jawabnya dengan senyum manis menyentil ujung batang hidungnya dengan manja dan lembut.


"Suatu saat kamu akan digilai oleh banyak sekali laki-laki yang tampan entah itu dari bangsa iblis, manusia, atau Malaikat. kamu akan tumbuh menjadi seorang Bidadari," puji Mischelle menatap matanya hangat sambil mengelus rambutnya lembut.


Erfyona tersenyum, "Kakak sedang menggoda ku ya, Dasar hidung belang!" jawabnya dengan nada godaan membuat Mischelle tersenyum.


"Saat kamu sudah dewasa nanti ingat lah selalu pesanku ini. Jagalah kehormatan mu Erfyona, lindungilah dengan nyawamu. kehormatan seorang wanita itu mahal sekali harganya, jangan sesekali menghinakan diri meskipun masalah berat menghantam hidupmu" tutur Mischelle memberinya nasihat.


Erfyona tersenyum dan menjawabnya "Aku berjanji akan selalu mengingat pesan mu Kak Mischelle," ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Mischelle dan berkata, "Kau tahu Kak, aku mulai menyukaimu." Bisiknya di dekat telinga Mischelle kemudian mencium pipinya.


Seketika mata Mischelle terkejut merasakan dia bibir manisnya menempel di pipinya dan membuat wajahnya merona malu.


"Sssst!" Dengan menempelkan telunjuknya di mulutnya, "Berjanjilah, kakak akan selalu mendampingiku sampai saat itu tiba." Ucap Erfyona membuat janji abadi dengannya.


Mischelle tersenyum dan mengangguk, "Baiklah Ratu." katanya dengan senyum senang.


"Kok Ratu sih, kan aku belum dilantik." Katanya dengan wajah malu.


Mischelle tersenyum manis, "Suatu saat hari itu pasti akan terjadi Erfyona." Ucap Mischelle meyakinkannya.


"Dan aku hanya mau Kak Mischelle lah orang pertama yang mendampingiku nanti." sambung Erfyona.


"Baiklah Nona Erfyona." Balasnya mengejek.


"Ihh Kakak!" Candanya gemes.


Dari sana akhirnya hubungan mereka berubah dari yang awalnya renggang menjadi akrab satu sama lain. dalam kedekatan itu lahir lah benih rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka, saling melengkapi dan menjaga satu sama lain.


____________


"Sejak saat itu lah aku mulai menyukainya dan lekas meminta maaf atas semua sikap egois-ku padanya,"


"Perlahan dia mulai merubah pola pikir ku, dari yang semula Egois, merendahkan orang lain, angkuh dan naif kini mulai sedikit tertular oleh sifat baiknya."


"Dia mulai mendoktrin pikiranku dengan segala sifat baiknya dan mulai memperbaiki segala tindakanku yang tidak seharusnya aku lakukan sebagai keturunan Iblis. Sikapnya tersebut kian melemahkan diriku sebagai Putri Agung Lucifer II."


"Tetapi entah kenapa tubuh ini selalu patuh dan tunduk kepadanya, hati ini tidak tega untuk menolak apa yang dia katakan. Aku juga mulai bertanya pada diriku sendiri, "Apakah aku sudah mulai tidak berguna lagi untuk keluargaku?"


"Hari demi hari berlalu, akhirnya Ayah menyadari kalau aku mulai berubah tak seperti yang diinginkannya, dia sangat murka kepadaku waktu itu dan lagi-lagi dia datang untukku." Erfyona meneteskan air mata sedih saat mengingat tragedi tersebut. "Itu ada adalah saat dimana aku terakhir kali melihatnya, dia disiksa oleh Ayah karena Ia tahu Mischelle lah yang telah mendoktrin pikiranku dan membuatku seperti ini. Ayah sangat murka tak pernah semurka itu sebelumnya. Ayah memukulnya membabi buta sampai Mischelle sekarat hampir mati di buatnya."


"Aku hanya bisa berteriak sambil menangis meminta agar Ayah menghentikan amukannya. sayang sekali aku tak bisa membantunya karena tubuhku yang dipegang erat oleh ibu. setelah puas Ayah memukulinya dia lalu membakarnya membakarnya dengan api yang menyala besar sampai tubuhnya hangus tanpa ampun. setelah puas menghukumnya ayah menyuruh prajurit untuk membawa tubuhnya yang hangus pergi dari hadapannya,"


"Hari itu aku sangat sedih sampai nafsu makan ku hilang karena terus memikirkan keadaannya. aku juga terus mencarinya ke seluruh lorong dan ruangan, tetapi aku tidak menemukannya sama sekali, aku sangat depresi berat dan hampir bunuh diri, akhirnya Ayah mengasingkan diriku ketempat yang sangat jauh berharap aku bisa melupakannya,"


"Aku tidak berharap kau mengasihani ku atas apa yang telah aku ceritakan tadi. tetapi itu lah kenyataannya, Mischelle adalah orang yang telah membuatku berubah," kata Erfyona menyudahi ceritanya.


"Kak Mischelle itu dari keluarga mana, tadi kakak bilang dia dari keluarga terkenal?" Tanya Motty bingung. Erfyona tersentak kaget saat Motty bertanya seperti itu padanya.


"Dia...


"Dia?" Sambung Motty begitu penasaran.


"Michelle itu dia... Dia adalah Kakak ku. Lucifer I." jawabnya, sontak Motty terkejut setengah mati sampai terbelalak kedua alisnya terangkat.