The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 81 ~ Kehebohan di Arena



Nampak Enrylind dan Fain sudah berada di Arena untuk melihat pertarungan Indyra melawan Zask Abandon. mereka berdua nampak tak begitu tertarik dengan pertarungan yang akan berlangsung karena mengira akan biasa saja dan membosankan mengingat Indyra sendiri adalah siswa yang tidak terlalu mencolok di sekolah.


Terlihat juga Greey dan Alice nampak begitu bersemangat mendukungnya. terbukti dari teriakan dan sorakan mereka yang dahsyat dalam mengobarkan semangat. sangat disayangkan Vega tidak bisa hadir disana karena kondisinya yang masih lemah dan dalam tahap pemulihan.


Karena bosan terbaring di tempat tidur Emilia memutuskan untuk melihat pertarungan tersebut meskipun kondisi tubuhnya masih sangat lemah. ia dituntun oleh Vania menuju ke kursi dewannya bersanding dengan Clark dan gadis kepang kacamata. 'Harusnya kamu istirahat saja Emilia, kau sudah kalah tak ada lagi yang dapat kau saksikan disini' ucap Clark menyinggungnya.


Emilia hanya bisa terdiam malu mendengar itu. kepala Clark langsung dipukul oleh Fain, 'Aduh, senior Fain apa yang kau lakukan?' ucapnya marah. Fain lalu membalik perkataannya yang telah mengejek Emilia, dia berkata tidak seharusnya Clark berkata begitu. Fain juga menyinggung Clark yang dulu juga pernah kalah melawan siswa seangkatannya.


Vania yang sedang berdiri disamping belakang Emilia lantas tersenyum melihat mereka bertengkar layaknya anak kecil. Fain lalu berjalan menghampiri Emilia dan menanyakan kondisinya. Emilia menjawab kalau dirinya baik-baik saja, meskipun masih ada sedikit rasa sakit tapi itu tak berarti baginya.


Emilia lalu meminta maaf pada Fain soal kekalahannya yang membuat Dewan Inti harus menanggung malu. Fain menjawab dengan lapang 'tidak apa-apa' dia menambahkan kalau itu bukan lah salahnya, Fain memuji dan mengakui kalau murid angkatan sekarang jauh lebih menarik daripada angkatannya dulu. setelah ia berkata begitu Fain lalu pergi kembali duduk di kursinya bersebalahan dengan Enrylind di sampingnya.


Awalnya pertarungan mereka berjalan imbang, Indyra menggunakan busur sebagai senjatanya sedangkan musuhnya menggunakan pedang. di awal pertarungan Indyra mampu memojokan lawannya hingga ia tak berkutik, dia mensummon salah satu hewan perang kebanggannya yakni sebuah Ngengat yang sangat besar.


Diketahui Ngengat itu memiliki skill pengganggu berupa serbuk beracun yang jika terhirup oleh tubuh bisa membuat korbannya pusing dan pandangan matanya kabur. terbukti cara itu efektif untuk menyudutkan musuhnya yang hanya memiliki hewan perang kroco seperti beruang.


Meskipun beruang itu memiliki tubuh yang besar namun ia sama sekali tak memiliki skill spesial, dia hanya beruang biasa yang menyerang menggunakan cakar kebringasannya. Alhasil beruang itu bisa dengan mudah dilumpuhkan dengan serbuk racun dari ngengat tersebut. dalam sekali lesatan anak panah beruang tersebut langsung tumbang dan lumpuh seketika.


'Tidak kusangka, ternyata Indyra adalah pemanah yang hebat!' puji Greey penuh kekaguman. Alice mengangguk dengan bangga pula, tidak menyangka temannya itu begitu hebat dalam melontarkan anak panah.


'Sadar nggak sih dari tadi kita tak melihat Vergile?' ucap Alice melihat sekeliling.


'Iya, aku juga baru sadar. bukannya tadi dia pergi duluan, aku kira dia langsung kemari!' jawab Greey yang juga ikut mencarinya.


Saat Indyra sedang melambaikan tangannya kepada penonton, Zask mendapat tawaran kekuatan dari Iblis. dia mempengaruhinya agar Zask tergoda, iblis tersebut menghasutnya dengan berkata akan semalu apa Zask jika dirinya kalah dari seorang wanita. si iblis mempengaruhinya dengan menyinggung soal harga diri.


'Biarkan aku yang mengalahkan gadis itu. aku tidak bisa melakukannya jika kamu tidak mengijinkan ku mengambil alih tubuh mu. ini hanya akan memakan waktu sebentar, gadis itu tak ada apa-apanya dibanding kekuatanku yang dahsyat!' ucap Iblis tersebut.


Karena emosi sudah menguasai Zask akhirnya dia menjadi gelap mata dan menerima tawaran tersebut. tentu saja itu adalah tipu daya yang iblis tersebut rencanakan untuk membuat kekacauan. Dengan meminjam tubuh manusia tubuh aslinya akan selamat karena berada di tempat yang berbeda. singkatnya adalah tubuh yang iblis itu pakai sekarang, itu lah yang akan rusak dan hancur. dia hanya memasukan rohnya dan mengendalikan tubuh tersebut dari kejauhan.


Iblis yang dapat melakukan teknik ini biasanya masuk ke dalam jajaran Black Demonic Magic yakni mereka yang menguasai sihir hitam tingkat 7. wujud mereka yang sebenarnya biasanya adalah para Jenderal dari sebuah kerajaan Iblis, penyihir bayaran, atau iblis berbakat. prajurit atau iblis biasa tak akan bisa masuk sampai tahap ini, tingkat tujuh adalah tingkat menengah atas yang hanya diisi oleh iblis kejam yang telah membunuh banyak orang.


Terlihat kepala Zask mulai memunculkan tanduk kambing, sayap hitam kelelawar merekah dari punggungnya, dan mata yang berubah menjadi warna merah. semua penonton terkejut dan ketakutan melihat itu, wasit langsung mengumumkan pendiskualifikasian Zask dari Arena bertarung dan mengumumkan Indyra adalah pemenangnya. saat wasit hendak menangkapnya, Zask memberontak dan mengamuk di Arena melukai staf yang bertugas.


Stefany dan Alin langsung bangkit berdiri dari kursinya dengan wajah yang panik begitu pula dengan ketujuh anggota dewan. sebelum korban banyak berjatuhan Osis sebagai garda depan keamanan sekolah langsung turun tangan menghentikan amukan Zask yang kerasukan. namun usaha mereka semua bisa dengan mudah dipupuskan, dengan sekali hempasan sayap tubuh mereka terpental dan membuatnya terluka parah.


Alin dan seluruh orang yang hadir di Arena menjadi semakin panik. Anggota Dewan langsung menurunkan dua Kesatria mereka, Enry mengutus Clark dan Rwanda (gadis kacamata berkepang) untuk turun tangan membereskan iblis tersebut.


Kehadiran mereka berdua di Arena bagaikan angin segar ditengah kegersangan, para penonton langsung bersorak mendukung mereka. iblis tersebut lalu tertawa dan meremehkan mereka berdua. Clark menanggapinya dengan santai begitu pula dengan Rwanda.


'Aku maklumi perkataanmu yang kasar karena kau memang Iblis bodoh yang tak berilmu' ucap Clark mengejeknya dengan angkuh. ia lalu mengeluarkan pedang jagalnya yang besar berukuran dua kali lipat tubuhnya. Greey sontak kagum melihat itu, bagaimana bisa orang dengan tubuh kecil seperti Clark menggunakan pedang yang besarnya sendiri melebihi tubuhnya.


Sedangkan Rwanda mengeluarkan sebuah tongkat sihir yang sangat cantik berlapis berlian menghiasi ujung tombaknya. tanpa banyak basa-basi Clark maju memulai pertarungan. iblis tersebut segera mengeluarkan trisula untuk ia gunakan menahan pedang tersebut


Terjadilah bentrokan antara dua kekuatan besar dalam Arena tersebut 'Kau tak pantas menginjakan kakimu disini, iblis sepertimu sebaiknya membusuk saja di tanah tandus itu!' ucap Clark dengan mata yang tajam.


Iblis itu tersenyum meremehkannya, 'Bicaralah selagi kau bisa karena sebentar lagi mulut mu itu akan ku robek!' gertaknya.


Rwanda yang melihat ada kesempatan langsung mengeluarkan sihir petirnya dan mengarahkan tongkatnya pada Zask. seketika petir keluar menyambar dari ujung tongkatnya yang bercahaya membentuk lingkaran segel sihir suci berwarna biru. para OSIS yang ada di sana langsung menghimbau para murid untuk meninggalkan Arena sekolah.


Sebelum pergi Greey dan Alice turun dan melompat masuk ke dalam Arena, mengajak Indyra untuk meninggalkan tempat tersebut.


Di depan pintu masuk Arena Gill bertanya-tanya kenapa semua orang pada lari berhamburan. terlihat ia baru saja dari kantin sekolah dan membawa dua buah Corn dog hangat di genggamannya.


Gill tak sengaja mendengar auman suara Naga dan pedang yang beradu di dalam Arena, seketika ia penasaran dan tak mau melewatkan pertunjukan tersebut. dengan penuh semangat dia berlari masuk ke dalam melawan arus para siswa yang pada berlarian keluar menyelamatkan diri.


Setelah memasuki pintu masuk Gill bertemu dengan ketiga temannya, 'Mau pergi kemana kamu Vergile, di dalam sangat berbahaya!' ucap Alice keras karena saking berisiknya suara siswa yang histeris.


'Memangnya ada apa di dalam?' ucap Gill bertanya balik sambil mengunyah Corn dog miliknya.


'Kau tahu kan Zask abandon lawan bertarung Indyra. dia telah berbuat curang dan membahayakan orang lain karena menjalin kontrak dengan iblis. Saat ini iblis itu mengamuk. Anggota dewan lah yang sedang turun tangan menyelesaikan masalah ini' ucap Greey menjelaskan.


'Ini adalah tontonan yang bagus!' ucap Gill bersemangat, ia lalu memberikan dua Corndog di tanganya pada Greey dan langsung menyelonong masuk meninggalkan mereka.


'Hei jangan masuk ke dalam, sudah ku bilang di sana berbaya!' ucap Alice memperingatkannya kembali.


'Tenang saja, aku hanya akan mengintip mereka dari kejauhan!' jawab Gill sambil berlari masuk ke dalam di tengah kerumunan.


Greey dan yang lainnya hanya dapat menghela nafas panjang melihat kebandelannya itu, 'Sepertinya peringatan adalah tantangan baginya, Vergile itu selalu bersemangat kalau ada hal yang berbahaya' ucap Greey memberikan dua Corndog di tangannya pada Alice dan Indyra.


Indyra tersenyum sampai giginya terlihat, 'Dia memang anak yang unik' ucapnya dan mereka pun pergi.


Setibanya di dalam Gill terkejut melihat Arena yang berantakan dan berlumuran darah, terlihat Clark dan Rwanda mulai kuwalahan menghadapi satu iblis tersebut. terdapat banyak sekali luka gores dan sayatan pada tubuh mereka, terutama pada bagian lengan dan pipi.


Seekor Naga putih dengan sayap burung merpati juga tampak lemas tak berdaya di bawah sana, tubuhnya terkulai lemas dengan beberapa luka fatal pada bagian sayap dan lehernya. selain itu ada banteng dan singa hitam yang juga terluka parah pada bagian perutnya.


Gill bertanya pada Froast Dragon apakah dia mengenal Naga itu karena setahu dirinya semua Naga itu berkeluarga. Froast Dragon menjawab kalau Naga yang terkulai lemas itu bernama Lu Xiu, Naga betina dari pengunungn Anh Shen. ia menjelaskan kalau dia adalah tipe penyerang sekaligus support. Lu Xiu masuk ke jajaran S Rank hewan perang karena skill penyembuhannya yang cepat dan sangat mutakhir.


'S Rank, apakah kau juga masuk ke jajaran yang sama?' tanya Gill penasaran.


Froast Dragon tersenyum dan menjawab 'Tentu saja tidak!' bagi Froast Dragon S Rank itu adalah gelar junior untuk para ras Naga. ia menjelaskan kalau dirinya masuk ke dalam Myth Dragon, dia memberi gambaran bahwa S rank itu setara dengan prajurit biasa sedangkan Myth Dragon itu adalah Jenderal atau pemimpin dari para prajurit tersebut. singkatnya satu Myth Dragon setara dengan satu batalion S Rank Dragon.


Rwanda juga nampak telah kehabisan energi, nafasnya ngos-ngosan dengan keringat deras menetes di dahinya. sepertinya White Elf Queen miliknya telah menyerap habis kekuatannya. Sihir Rwanda ini hampir sama seperti Stella Black Wings milik Erfyona, hanya saja White Elf Queen miliknya tak bisa bergerak lepas karena ia tak memiliki kaki dan terikat dengan tubuh Rwanda.


Meskipun tak bisa bergerak bebas bukan berarti dia tidak berguna, White Elf Queen memiliki senjata busur panah yang melepaskan anak panah es abadi yang dimana jika berhasil menancap di tubuh musuh maka tubuh tersebut akan membeku seketika.


Dari komposisi itu Gill sudah bisa menyimpulkan apa yang barusan terjadi. mereka menggunakan strategi combo dimana Clark akan maju sebagai penyerang depan sedangkan Rwanda akan membantunya dari belakang. namun sayang bukannya mereka berhasil keaadan justru berbalik arah, tak bisa di pungkiri kalau iblis tersebut sangat lah kuat.


Fain dan Enrylind sedikit terkejut melihat Gill duduk dengan santainya melihat kekacauan yang terjadi. dengan enaknya ia berjigang kaki sambil menikmati sisa Corn Dog miliknya. 'Apa yang anak bodoh itu lakukan?' ucap Enrylind bertanya-tanya.


Fain lalu maju dan merenggangkan otot lengannya dengan penuh gaya, 'Baiklah sepertinya memang harus aku sendiri yang turun tangan' ucap Fain santai lalu melompat menembus kaca membuatnya hancur berantakan.


Dengan penuh gaya iblis tersebut melayangkan tubuhnya ke udara sembari menebar ancamannya, 'Berterima kasih lah kalian bocah karena aku akan memberikan kematian yang tak menyakitkan!' ucapnya membuat Clark dan Rwanda ketakutan.


Iblis tersebut lalu mengangkat kedua tangannya di atas kepala dengan telapak tangan terbuka, 'Karena aku sudah berada disini, mustahil kalian ku biarkan hidup. Akan ku hancurkan seluruh tempat ini dengan kekuatan Maha dahsyatku,-


'Deg-deg!' jantung iblis tersebut berdetak kencang. raut wajahnya seketika berubah menjadi ketakutan. ia merasakan aura yang mematikan di sekitar tempat itu, begitu pula dengan Alin dan Gill yang juga turut merasakannya.


Nampak raut wajah Alin sedikit terkejut, ia merasa tidak asing dengan aura tersebut 'Aura ini mirip dengan milik Tuan Edward, tidak. Ini masih sedikit lemah namun siapa pemiliknya. Atau jangan-jangan!' duganya langsung mencari pemilik dari aura tersebut.


Iblis tersebut semakin panik tatkala melihat mata merah memelototinya dari kegelapan, ya itu adalah bentuk sempurna dari dahsyatnya aura Guardians. dengan wajah takut iblis tersebut mengangkat kepalanya ke atas dan terjadilah hal yang mengejutkan.


Dengan kekuatan pukulannya, Fain berhasil menjatuhkan iblis tersebut hingga tubuh dan Arena-nya hancur. sempat terjadi guncangan sesaat saking kerasnya tubuh iblis itu mendarat yang menimbulkan amblesnya tanah hingga beberapa meter.


Saking cepatnya Alin, dan Enrylind sampai di buat tak berkedip melihat gerakan Fain barusan. namun Gill sudah tak terkejut lagi dengan hal tersebut mengingat sebelumnya Fain mampu lepas dari kekuatannya yang membekukan waktu, meskipun saat itu gerakannya melambat.


Setelah Iblis tersebut kalah, keluar lah cahaya ungu dari dalam lubang tanah yang ambles dan melesat ke luar cepat sekali. Fain yang dari awal sudah mengetahui teknik sang iblis lantas tak membiarkan cahaya ungu itu lolos dengan mudah. Ia mengeluarkan Busur cahaya berwarna kuning emas dan membidik roh dari iblis tersebut.


'Iblis yang berani menginjakan kaki di sini jangan berharap bisa kabur dengan selamat!' ucapnya dengan senyum percaya diri.


'Sheetth!' dia melepaskan anak panahnya yang melesat secepat cahaya dan menusuk buta cahaya gelap tersebut, membuatnya pudar terkalahkan oleh cahaya kebenaran.


'Stefany, siapa anak berambut merah itu?' tanya Alin. dia menjawab kalau namanya adalah Fain dan menjelaskan kalau dia adalah ketua dari Dewan Inti. Alin tersenyum dan berkata, 'Tidak kusangka, ku kira hanya Vergile saja yang menarik di sini' batinnya.


Para anggota Dewan yang lain hanya tersenyum dan sudah tidak terkejut lagi dengan kekuatan dahsyat milik Fain. Raut wajah kagum dan terkejut justru ke luar dari wajah Emilia dan Vania disampingnya, 'Mengalahkan iblis dengan sekali pukulan itu sungguh tidak bisa dipercaya. Sebenarnya sekuat apa Senior Fain itu?' ucap Vania terkejut karena baru pertama kali melihatnya.


Pedang pembantai hanya tersenyum, 'Itu adalah hal biasa jika kau adalah murid dari Guardian tinggi' jawab gadis dengan boneka strawberry.


Seketika Emilia terkejut mendengarnya, 'Guardians tinggi?' tanya Emilia yang penasaran.


'Fain adalah murid dari Marshall, Guardian dengan kekuatan ruang dan waktu' jelas Pedang pembantai memberitahu mereka.


'Tidak Vania, kedudukan mereka berbeda jauh. Marshall adalah Guardians posisi ketiga, ia sangat lah kuat. Konon katanya dahulu dia pernah bertengkar dengan sepuluh Guardians setara dan hampir membunuh mereka!' ucap Emilia yang mengingat itu dari sebuah buku yang ia baca.


'Itu benar, banyak orang meyakini kalau Marshall itu memiliki kepribadian ganda. terkadang ia bisa sangat baik dan terkadang pula ia bisa sangat brutal dan kejam. Meskipun Fain adalah muridnya tapi hubungan mereka berdua sudah retak dan tidak lagi akrab. Fain memberitahuku kalau sebenarnya dia tidak pernah membenci Masternya itu, keadaan lah yang membuat hubungan mereka rusak!' jelas Enrylind.


'Sepertinya pertandingan hari kedua harus ditunda untuk beberapa saat, perbaikan ini sepertinya memakan waktu yang cukup lama' ucap Alin berbalik berbicara kepada Stefany.


'Nona tidak perlu khawatir. saya bisa menjamin dalam waktu satu hari, satu malam Arena ini akan selesai direnovasi dan siap digunakan kembali' jawab Stefany yakin.


Alin tersenyum senang mendengarnya, 'Begitukah, bagus lah kalau begitu. aku akan menantikannya' ucap Alin lalu pergi diikuti oleh Stefany di belakangnya.


Fain lalu menoleh ke arah Enrylind dan menyuruhnya turun dengan telapak tangannya. Ia terkejut melihat itu, sebelum turun ke bawah Enrylind membubarkan pertemuan dewan ini dan menyusul Fain di bawah. 'Dasar, hobi sekali kau unjuk kemampuan' sindir Enrylind membuat Fain tersenyum.


Gill yang melihat keseruan itu telah berakhir sontak beranjak dari tempat duduknya dan berbalik untuk pergi. Fain yang melihat Gill hadir di sana sontak memanggilnya, 'Hem?' gumam Gill berbalik memutar badannya.


Fain melambaikan tangannya sedangkan Enrylind memasang wajah sinis menatapnya dari samping Fain. mereka lalu menghampiri Gill di atas, awalnya Enrylind menolak namun Fain memaksanya dengan cara menarik tangannya. Gill yang melihat Fain memakai Jaz anggota dewan sedikit terkejut melihatnya, 'Kenapa kau terkejut seperti itu?' tanya Fain.


'Tidak, sekarang itu jadi masuk akal kenapa kau sangat dekat dengannya' jawab Gill sambil menatap wajah Enrylind.


'Oh ini ha ha ha, ya seperti itu lah. awalnya aku tidak ingin masuk ke dalam anggota dewan, tapi setelah Enrylind menceritakan previlage-nya aku jadi mulai sedikit tertarik' jawab Fain.


'Kau juga bisa masuk menjadi anggota dewan Vergile jika kamu berminat, dengan kekuatan seperti itu para dewan mungkin akan langsung menunjukmu sebagai ketuanya!' ucap Fain membuat Enrylind terkejut.


'Fain!' ucap Enrylind menyadarkannya yang sudah kebablasan dalam berucap. ia hanya tersenyum dan tak mempermasalahkan hal itu. Fain menambahkan kalau sebenarnya Gill itu sangat layak untuk menjadi ketua dewan dengan kekuatannya itu.


'Terima kasih tapi aku tidak berminat' tolak Gill singkat.


'Sayang sekali' ucap Fain sedikit kecewa mendengar jawabannya, Fain yang melihat dari tadi Enrylind dan Gill hanya diam saling satru akhirnya mempunyai inisiatif untuk mendamaikan keduanya.


'Makan siang bareng yuk!' ajak Fain.


'Maaf tapi aku masih punya kesibukan lain!' jawab Enrylind berbalik dan hendak pergi. Fain langsung meraih pergelangan tangannya dan menggenggamnya erat, 'Fain, lepaskan tanganku!' ucapnya berusaha memberontak melepaskan tangannya.


'Sudah ikut saja ya' ucap Fain pelan dengan senyum aneh menakutkan memaksa Enrylind untuk ikut. terlihat wajah Enrylind takut melihat itu dan akhirnya dia menurut.


'Aku baru saja dari kantin dan sudah kenyang, untuk apa pergi kesana lagi?' tolak Gill jujur apa adanya.


Fain lalu menoleh ke arahnya dengan senyum aneh mengerikan sama seperti yang ia lakukan pada Enrylind, 'Vergile!' ucapnya pelan dalam arti paksaan. Gill menjadi takut dengan sikap anehnya yang tiba-tiba itu, 'Ikut saja ya' sambungnya yang hanya di jawab anggukan terpaksa oleh Gill. Mereka pun pergi ke kantin bersama dengan Fain di tengah merangkul keduanya.


Sesampainya di kantin.


Mereka bertiga langsung menghampiri penjaga kantin untuk memesan makanan yang mereka mau, "Bi aku mau seporsi Rendang dengan empal daging yang banyak, jangan lupa nasinya juga banyakin ya. Minumnya es teh aja seperti biasa." ucap Fain memesan makanan yang ia mau.


"Kamu memang suka makan banyak ya Fain. Oke ditunggu ya." jawabnya dengan senyum ramah.


"Kalian mau pesan apa. Tenang saja hari ini biar aku yang traktir, makan lah sepuas hati kalian!" ucap Fain loyal kepada temannya.


"Aku pesan kari ayam seperti biasa ya Bi. tapi kali ini porsinya sedikit saja karena aku sedang menjalani diet hari ini" ucapnya membuat Fain menahan tawa sampai pada akhirnya tawa itu pecah dan kantin langsung heboh dengan tawanya itu.


Enrylind yang menahan rasa malu lalu melirik ke arah Fain tajam, "Sejak kapan kamu mulai diet seperti ini. Biasanya porsi makan mu lebih brutal daripada aku- Enrylind langsung menyiku perutnya membuat Fain langsung diam, nyengir kuda menahan rasa sakit.


"Ada lagi?" tanya Bibi kantin.


"Minumnya Lemon tea aja seperti biasanya, gulanya sedikit saja ya Bi!" jawab Enrylind yang lansung dijawab cantik olehnya dengan kedipan mata sebelah dan lingkaran jari.


"Kalau kamu?" tanya Bibi kantin kepada Gill.


"Aku masih sedikit kenyang sebenarnya. Disini ada cemilan apa aja Bi?" ucap Gill bertanya balik.


"Banyak ada Corn Dog, Kentang goreng, tahu goreng, tempe goreng, ubi goreng, lumpia, dll. Kamu mau pesan apa?" jawab Bibi menyebutkan menunya.


"Kentang goreng saja Bi" jawab Gill.


"Minumnya?" tanya dia.


"Air putih saja." jawab Gill singkat.


"Oke ditunggu dulu ya semua pesanannya. agak sedikit lama gak apa-apa kan soalnya kantin saat ini sedang ramai, Antri ya?" ucap Bibi kantin.


"Nggak apa-apa kok Bi santai saja" jawab Fain lalu mereka pergi mencari tempat duduk.


"Sepertinya tempatnya sudah penuh, sayang sekali kita datang terlambat." ucap Fain dengan wajah datar merasa kesal. Gill lalu memberitahunya kalau ada tempat duduk yang kosong dan baru saja orangnya pergi. Ia menunjuknya dan mereka bertiga pun duduk di tempat tersebut.


Fain duduk Enrylind bersebelahan sedangkan Gill duduk sendiri di seberang meja. "Kenapa kamu hanya pesan kentang goreng. sudah jangan sungkan pesan, saja makanan yang kamu mau!" tanya Fain penasaran.


"Bukan karena itu tapi jujur memang aku masih kenyang. barusan aku juga dari sini memesan lima tusuk Corn Dog, tiga aku makan sendiri dan dua sisanya aku bagi Greey." jawabnya.


"Ngomong-ngomong ada beberapa hal penting yang ingin kubicarakan dengan mu Vergile" ucap Fain menoleh ke arah Enrylind meminta pertimbangannya sebelum mengatakan inti pertanyaannya. Enrylind mengangguk yakin dah sudah seharusnya Fain mengatakannya sekarang.


Gill penasaran dan bertanya apa yang ingin mereka katakan, "Kau akan kami luluskan pada kenaikan tahun ini Vergile" ucap Enrylind membuat Gill yang sedang membersihkan kuku menjadi terkejut.


"Kenapa?" ucap Gill menanyakan alasannya.


"Karena kamu tidak seharusnya berada kelas rendah seperti ini. kekuatan mu bisa menjadi ancaman bagi teman dan orang terdekat mu. Kau akan diluluskan bersamaan dengan kami angkatan kelas tiga tahun ini" ucap Fain.


Gill tersenyum menganggapnya enteng, "Tenang saja, aku bisa mengontrol penuh kekuatanku. aku masih mau menikmati masa-masa santaiku di kelas yang rendah." jawab Gill sambil membersihkan kukunya kembali dengan sebuah tusuk gigi.


"Sayang sekali Vergile tapi itu tidak bisa, peraturannya memang seperti ini. jika memang kau masih ingin bersekolah disini, taati peraturannya!" ucap Enrylind membuat Gill berhenti sejenak.


"Tenang saja aku bisa mengkoordinasikan masalah dengan Alin nanti. Dia belum pulang kan?" tanya Gill dengan entengnya.


Mereka berdua lantas terkejut mendengar Gill dengan gampangnya berkata demikian. Enrylind sedikit menahan tawanya, sedangkan tawa Fain sudah pecah daritadi. Gill yang melihat mereka berdua menertawakannya hanya bisa diam sambil melihat mereka dengan wajah yang datar.


"Aduh perutku sampai sakit Vergile" kata Fain menahan tawa sambil memegang perutnya yang bengek.


Enrylind tertawa lirih sedikit melirik ke arahnya. terlihat ia sangat manis ketika sedang tersenyum memperlihatkan giginya yang putih, tertawanya juga tidak ngakak seperti wanita pada umumnya. Enrylind benar-benar mengerti bagaimana menjaga citra baiknya dimata orang lain.


"Vergile, Vergile memangnya kamu kenal apa sama Nona Alin. Kami saja yang anggota dewan yang punya koneksi luas tidak berani berucap sok akrab sepertimu." sindir Enrylind.


"Haduh ha ha sial kau berhasil membuat perutku sakit Vergile!" ucap Fain tak bisa berhenti menahan tawa.


"Terserah kalau kalian tidak percaya, aku juga tidak meminta kalian untuk mempercayainya." ucap Gill menohok.


"Meskipun kau bilang begitu apakah Nona Alin mau mempercayaimu. dia adalah orang yang menciptakan peraturan ini, justru setelah dia tahu kau malah akan diluluskan secepatnya" ucap Fain.


"Apa yang mau kalian lakukan setelah lulus dari sini, menganggur?" tanya Gill berusaha men-skak mat mereka berdua, "Kalau aku sih tidak mau ya" sambungnya.


Fain dan Enrylind lalu saling tatap satu sama lain sambil menahan tawa mereka dan akhirnya tawa keduanya pecah mendengar itu, " Vergile oh Vergile tidak kusangka rasa humoris mu ternyata lebih tinggi dariku." ucap Fain tertawa ngakak untuk yang kedua kalinya.


"Kenapa. aku benar kan?" tanya Gill penuh percaya diri.


"Ya itu benar, benar sekali." jawab Enrylind sarkas dengan senyum manis terlihat sedikit giginya. ia sampai menggedekan kepala melihat sikapnya yang sok tahu padahal dirinya tidak tahu apa-apa.


"Begini Vergile biar aku jelaskan padamu supaya kamu tidak salah paham. Majesty Strength Academy itu adalah tingkatan menengah di dalam sebuah Akademi. dibawah ini ada Beginer Majesty Academy yang diisi oleh orang-orang awam yang belum tahu apa-apa soal ilmu beladiri. singkatnya sekolah itu dikhususkan bagi mereka yang masih pemula." jelas Fain.


"Sedangkan Akademi di atas ini adalah Majesty Worst Academy. di dalamnya terdapat orang-orang yang sangat kuat, mereka telah terlatih dan berpengalaman dalam bertarung. Magesty Worst Academy adalah sekolah yang di gurui langsung oleh para Guardians dan para Bidadari," jelas Enrylind.


"Semua murid kuat dan berbakat dari seluruh penjuru dunia, tidak. mungkin dari seluruh alam semesta berkumpul di sana. Tidak hanya bangsa manusia saja yang ada disana tapi juga bangsa Angels, Iblis, Dementor, Archangels, dan lain sebagainya." sambung Enrylind menjelaskannya detail.


"Bisa sampai pagi Vergile jika aku memceritakannya secara detail. intinya tempat itu adalah berkumpulnya orang-orang yang kuat!" timpal Fain. Gill hanya terdiam meresapi ucapan mereka secara serius.