
!!! Pikir Azazeal terkejut sampai melotot kedua matanya.
"Apa aku tidak salah dengar? Kau tahu, kan, semua Dementor itu adalah ciptaan Tuan Azazeal. Aku yakin wanita itu pasti telah berbohong padamu!" Sahut Acquila tidak percaya.
"Apa lagi yang dia katakan mengenai Dementor itu?" Tanya Sanctuary penasaran.
"Dementor itu masih remaja, ia memiliki kekuatan spesial yang belum pernah kita lihat sebelumnya, yaitu Blood Bender (Pengendali darah). Dia memiliki rambut putih kapas, lahir dari pasangan Norman Khall Reed dan Anastasya Gulleen. Ia di buang karena terlahir cacat tidak bisa melihat, tetapi karena itu juga anak itu saya sebut unik dan istimewa, dari Dementor yang pernah Tuan Azazeal ciptakan!" Jelas Edward.
"Apa maksudmu?" Tanya Acquila penasaran.
"Ia memiliki simbol yang sangat aneh di tengah pupil matanya, namun saya tidak tahu pasti seperti apa bentuknya. Tuan, apakah Anda yang menciptakan anak itu secara diam - diam?" Tanya Edward merasa penasaran.
"Ergghh!" Erang-Nya berusaha untuk bangun dan turun dari tempat tidur.
"Mari saya bantu, Tuan!" Kata Acquila langsung merangkul tubuhnya dan membantunya bangun berdiri dari tempat tidurnya.
"Lepaskan aku Acquila!" Perintah Azazeal.
Ah... Langsung melepaskan tangannya pelan - pelan dari pundaknya, seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi tidak enak dan merasa tidak pantas di dekatnya.
"Tuan kondisi Anda saat ini masih lemah, tolong kembalilah istirahatlah!" Ucap Edward memberitahunya.
"Aku tidak apa - apa." Jawab-Nya singkat.
Azazeal terus berusaha untuk berdiri sendiri, walau kakinya masih lemas untuk menumpu tubuhnya yang berat. Ia merunduk ke bawah menatap telapak tangannya yang mengepal keras.
Tiba - tiba dia berubah ke dalam wujud sempurnanya dengan sayap besar nan gagahnya dan bulu yang berkilau berwarna - warni. Ia kemudian melentangkan sayapnya lebar lebar sampai seisi ruangan hampir penuh dibuatnya.
Indah sekali! ... Aku belum pernah melihat Tuan berubah ke mode ini, kata Acquila dalam hati terpesona melihat keindahan sayap-Nya.
"Perhatikan bulu pada sayap ku ini, apakah kalian melihat kejanggalan?" Perintah Azazeal pada mereka bertiga.
Mereka semua diam sejenak dan mengamati semua bulu tersebut. Nampak dari mata mereka, setiap helai bulu yang mereka lihat terdapat suatu motif yang sangat indah seperti bulu burung Merak.
"Tuan, sehelai bulu dari susunan warna biru ini ada yang hilang satu! Tatanannya terlihat rumpang dan sedikit berjarak!" Ucap Sanctuary mengetahui kejanggalan tersebut.
Jadi begitu! Sekarang aku paham tentang apa yang telah terjadi. Pikir Azazeal setelah mendengarnya.
"Dimana?" Tanya Edward penasaran sambil mencari kejanggalan tersebut.
"Kemarilah!" Perintah Sanctuary.
"Coba lihatlah!" Sambungnya sambil menunjuk bagian yang janggal.
Ah! Pikir Edward terkejut waktu melihatnya.
"ARGHH!" Teriak Azazeal tiba - tiba merasa kesakitan dari dalam dadanya, seketika tubuhnya langsung roboh dan berlutut ke lantai mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Sayap indah dan mata terkuatnya perlahan memudar dan menghilang kembali ke dirinya yang semula.
"Tuan!" Kata Edward khawatir langsung membantunya berdiri dan mendudukkannya di atas kasur.
Sontak Acquila langsung mengeluarkan sehelai kain putih bersih dari dalam sakunya dan mengelapkannya segera ke mulut dan dagu Azazeal yang terlumuri darah.
Aku tidak menyangka akan jadi selemah ini sekarang. Bahkan aku tidak dapat lagi berubah ke wujud ku yang asli. Aku yakin, dengan menyerahkan kepeminpinan ku pada Edward, pasti Guardian akan baik - baik saja. Pikir Azazeal sambil menahan rasa sakitnya.
"Tuan saya mohon, Istirahatlah! Jangan memaksakan diri, kondisi Anda saat ini masih lemah." Ucap Acquila dengan wajah cemas
"Edward," panggil-Nya pelan.
"Iya, Tuan" jawab Edward sopan.
"Pergilah, temui anak itu bersama Sam. Perhatikan simbol dan warna sayapnya, kalau itu mirip dengan punyaku. Maka dia memanglah Dementor ku!" Perintahnya.
"Kau tidak perlu menggunakan kekerasan untuk membawanya kemari, cegah Sam apabila dia hendak melakukan itu. Ingat dia masih anak - anak, emosinya masih labil." Imbuhnya memperingatkannya sebelum pergi.
"Tuan, ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Anda," ucap Sanctuary meminta izin.
"Katakan!" Perintahnya.
"Waktu Anda sedang terluka tadi, ada seorang wanita cantik dari marga Iblis yang ikut datang kemari. Ia datang membantu Acquila membawa Anda pulang kemari, wajahnya sangat mirip sekali dengan Nona Land Sankarea. Apakah dia benar Nona besar, atau hanya orang lain yang menyamar?" Tanya Sanctuary merasa ragu.
"Erfyona! ...(Menoleh ke arah Acquila)... Dimana kalian bertemu?" Tanya Azazeal padanya.
"Kami bertemu dengannya di Underworld, pada saat saya tengah terdesak dari ancaman Raja Iblis Leviathan. Entah dari mana asalnya tiba - tiba dia datang dan menolongku. Pada awalnya saya tidak tahu kalau dia adalah Nona Erfyona karena beliau waktu itu menyamar menggunakan wujud lain. Dia menyuruhku untuk segera membawa Tuan pergi, ia juga sempat mengancam ku, kalau sampai terjadi apa - apa dengan Tuan Azazeal. Dia tidak akan pernah memaafkan ku!" Jawab Acquila menjelaskan.
"Hal itu lah yang membuatku masih bingung sampai saat ini, di sisi lain dia mengelak waktu aku sebut dia sebagai Land Sankarea dan di sisi yang lain, sifatnya menunjukkan kalau itu adalah dia, Hemshh ... Aku jadi semakin bingung." Imbuh Sanctuary semakin bingung lagi.
"Wanita itu memanglah Erfyona Land Sankarea yang kalian kenal, namun dengan ingatan yang berbeda. Setelah peristiwa itu terjadi, Queen menjatuhinya hukuman mati. Aku tidak percaya waktu dia melakukan hal itu, tapi dia sudah benar - benar berubah dari Queen yang aku kenal selama ini. Tetapi Tuhan berkata lain dan memilih untuk menghidupkannya kembali di kehidupan yang berbeda, dengan terlahir kembali sebagai marga iblis Lucifer." Jelas Azazeal pada mereka.
"Apa yang akan kita lakukan padanya, Tuan?" Tanya Sanctuary penasaran.
"Hormati dia sebagai Erfyona Land Sankarea, walaupun saat ini dia tidak mengingat masa lalunya. Tetapi dia memiliki hati yang baik dan murni, wanita seperti itu layak untuk dihormati walau ia terlahir dari keturunan iblis." Perintah Azazeal.
"Seperti yang Anda minta, Tuan." Jawab Sanctuary membungkuk sopan.
"Sanctuary, panggilkan dia kemari! Aku ingin bicara dengannya." Perintah-Nya.
"Baik, Tuan. Saya permisi." Membungkuk kemudian pergi.
Setelah Sanctuary pergi, hanya tinggal ada Acquila dan Azazeal seorang di dalam kamar tersebut. Lagi - lagi suasana menjadi canggung yang membuat Acquila kembali mengingat kesalahannya.
"Kenapa kamu tadi ingin menghindar dariku? Apakah kau masih merasa bersalah karena telah mencium ku dengan dengan nafsu liar mu. Atau karena kau telah membuatku seperti ini?" Tanya Azazeal pelan.
"Acquila. Aku memaafkan kesalahanmu, kamu tidak perlu merasa malu padaku. Semua makhluk pernah berbuat salah, termasuk diriku sendiri. Tetapi makhluk yang paling baik adalah mereka yang berkaca dari kesalahan masa lalunya, agar tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan. Aku sangat menyayangimu seperti kamu menyayangiku. Aku mohon padamu,-
"Ah!" Kata Acquila terkejut mendengar permohonannya.
"-, Jangan memintaku untuk kembali menjadi diriku yang dulu. Aku lelah berpura - pura menjadi orang lain demi melindungi orang yang aku sayangi, aku ingin melindungi kalian semua dengan caraku sendiri." Sambungnya meneteskan air mata dengan ekspresi dinginnya.
"Air mata Anda terlalu berharga, Tuan, untuk seorang pelayan seperti kami" Ucap Acquila sedih berlinang air mata haru, ia langsung mengusapi-Nya dengan tangan manisnya.
"Tolong maafkan saya yang sudah salah paham mengartikan rasa cinta yang Anda berikan" sambungnya sambil terus mengusapi air mata-Nya.
"Aku ingin kamu kembali menjadi dirimu yang dulu lagi, Acquila, dengan sifat perhatian dan kasih sayangmu kepada semuanya. Seperti yang sudah aku berikan padamu!" Ucap Azazeal menyadarkannya.
"Tentu saja Tuan, aku akan selalu menyayangi semua teman - temanku, dan juga akan selalu mencintaimu sebagai Tuanku." Ucapnya dengan nada penuh cinta, langsung mengecup pipi-Nya yang halus dengan air mata haru yang terus berlinang.
Azazeal langsung meraih kedua pipinya dan melepaskan kecupannya dari pipi-Nya.
"Kenapa kamu bersedih, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Azazeal menatap wajahnya hangat.
"Tidak Tuan, saya tidak sedang bersedih. Saya senang, Anda bisa kembali lagi bersama kami." Sambil menggerakan tangan Azazeal untuk memainkan pipinya yang tembem, minta di manja.
"Tentu saja, aku akan terus berusaha untuk tetap berada di sisi kalian. Itu adalah janjiku kepada-Nya," jawab Azazeal.
Ahh ... Aku suka ini, aku tidak mau ini berakhir, tangan Tuan sangat lembut sedang membelai pipiku. Tetapi kalau aku tidak menyudahinya, bagaimana kalau nanti orang lain melihatnya? Lebih baik segera menyudahinya, dari pada masalah besar menimpaku lagi. Pikirnya dalam hati sambil menikmati belaian tangan Azazeal di pipinya.
"Tuan, saya mohon, Istirahatlah. Saya akan pergi mengambil air minum untuk Anda." Kata Acquila menurunkan tangan-Nya dari pipinya.
"Terima kasih..." Kata Azazeal dengan sedikit senyum.
"Saya permisi, Tuan." Membungkuk kemudian berbalik dan pergi.
"Jduug!" Suara pintu tertutup setelah Acquila keluar.
Yeeessss! Akhirnya, aku berhasil mendapatkan hati Tuan Azazeal. Aku masih tidak percaya dengan apa yang telah aku lalui, tetapi kata - katanya barusan itu sungguh sangat manis dan belum pernah aku dengar sebelumnya. Tuhan benar, ternyata Tuan memiliki hati yang sangat lembut. Aku jadi semakin menyayanginya dan tidak ingin jauh - jauh darinya, Uncchh! beruntungnya aku... Pikir Acquila kegirangan merundukkan wajahnya yang merah merona sambil terus berjalan.