
"Selamat malam warga desa Kaname. Sebelumnya kami meminta maaf karena telah mengacaukan perayaan kalian. Tujuanku datang kemari adalah untuk meluruskan kesalahpahaman kalian selama ini mengenai bangsa kami berdua. Sejujurnya perayaan Ga Man To ini adalah tipu daya para Iblis Tirani untuk mengagungkan nama mereka di depan kalian para manusia dan mengkambing hitamkan kami bangsa langit atas cerita karangan mereka." jelasnya terus terang membuat warga terkejut.
"Seperti yang kalian lihat dengan mata kepala kalian sendiri bahwa mereka para Iblis Tirani telah berbuat semena-mena atas kalian para manusia dengan kekuasaan mereka ... Kami bangsa Archangel memang nyata adanya. Kami hidup di antara kalian para Manusia. Tugas kami adalah mengawasi dan melindungi Manusia dari gangguan para Iblis."
"Kami terbang dari kota ke kota, desa ke desa, dan dari negeri satu ke negeri lainnya. Kami selalu berjalan menyusuri penjuru bumi untuk melindungi nyawa kalian dari cengkeraman para Iblis. Kami sengaja menyembunyikan identitas kami dan membaur bersama kalian para manusia supaya misi dan tugas kami berjalan lancar sesuai yang telah di rencanakan."
'Maafkan kami yang bodoh ini Nona. Kami tidak pernah menyangka, wanita seperti dirimu mengemban tugas yang sangat berat. Dan dengan mudahnya kami menganggap bangsamu tidak pernah ada, kami memang makhluk yang bodoh.' Pikir Luckas merasa sangat bersalah setelah mengetahui kebenarannya.
"Apa yang aku katakan ini tidak ada maksud untuk menyinggung atau mengagungkan nama bangsa kami. Kami juga tidak pernah menganggap bangsa manusia lebih lemah dan rendah dari pada kami, semuanya sama. Semua makhluk memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing."
"Semua ini murni karena niat kami hanya untuk meluruskan kesalahpahaman, tidak untuk hal lain. Selanjutnya mengenai bangsa yang tertuduh sebagai musuh abadi kalian para manusia, aku juga akan menjelaskannya di sini."
"Sebenarnya aku tidak ada hak menyampaikan hal ini pada kalian tetapi melihat kondisi Tuan Vergile yang saat ini kelelahan, aku jadi memiliki inisiatif lain,-
'Ayolah percepat sedikit pidatonya. Perutku sudah mulai resek.' Kata Gill dalam hati menahan rasa laparnya.
"Bangsa Dementor adalah bangsa terkuat dari semua bangsa yang ada di langit. Mereka memiliki tugas membunuh para Iblis yang membelot atau yang memerangi kami bangsa langit. Mereka tidak seperti yang di ceritakan dalam serial tahunan yang selalu kalian tonton. Sampai sini apakah kalian paham?" Kata Alin menjelaskan.
Mereka semua mengangguk mengerti. "Tetapi Nona, apakah yang di ceritakan Iblis tersebut semua adalah kebohongan. Maksud saya bagaimana dengan kehidupan asli para tokoh cerita tersebut?" Tanya salah satu warga.
"Pertanyaan yang bagus, aku kira kalian juga perlu mengetahui ini. Aku mulai dari Gabriel terlebih dahulu, tolong kalian ingat ini baik-baik. Gabriel bukanlah Dementor, Dia adalah Archangel sama sepertiku." Semua rakyat terkejut mendengar pernyataan dari Alin Xaverias.
"Ia adalah bangsa Archangel yang juga masuk dalam jajaran para Guardian. di langit kami mempunyai dua faksi pemimpin Bidadari dan Guardian. Mereka berdua tidak lah sama, para Guardian memegang teguh perintah dari Pemimpin mereka dan Tuhan kita semua. Sedangkan kami para Bidadari memegang teguh apa yang Queen kami perintahkan."
"Apakah pertemuan ketiga pemimpin itu beneran terjadi di masa lalu?" Tanya kembali salah seorang warga.
"Tidak, semua itu hanya karangan fiktif mereka." Jawab Alin tegas. Sontak mereka semua kaget, awalnya mereka sempat bangga ada seorang manusia yang mampu memimpin bangsanya sendiri dan bernegosiasi dengan dua pemimpin bangsa terkuat.
"Kejadian itu tidak pernah ada. Tidak ada manusia yang mampu memimpin seluruh bangsanya sendiri. Manusia pada dasarnya hanya mampu memimpin satu atau beberapa wilayah saja dan,-
"Lalu bagaimana dengan karakter Erfyona itu. Apakah dia juga fiksi? Selama ini aku begitu mengagumi tokohnya. Setiap pemerannya memiliki wajah yang sangat cantik,-
"Aku paham!" potong balik Alin.
'Jadi lelaki di sana itu adalah penggemarnya. Hemh ternyata tidak hanya di langit, di sini pun kau juga memiliki banyak penggemar Kak Fyona.' Kata Alin dalam hatinya merasa rindu dengan Erfyona.
"Nona. Apakah pertanyaan saya ini menyinggung perasaan Anda?" Sambung pria yang bertanya sebelumnya merasa tidak enak melihat wajah Alin yang seketika berubah menjadi sedih.
"Sama sekali tidak, aku baik-baik saja. Erfyona yang selama ini kalian lihat itu ... Juga tidak ada." Jawab Alin singkat.
Lelaki itu sangat syok dan tidak percaya tokoh yang dia idolakan tersebut hanyalah sebuah tokoh fiksi. Dalam hatinya dia berharap suatu saat bertemu dengannya dan meminta coretan jarinya. "Apa, jadi semua ini hanyalah cerita karangan dari para Iblis laknat itu. Berani sekali mereka mempermainkan kami! Ak,-
"Tetapi! (Sahut Alin mengagetkan semua orang ) Erfyona yang selama ini ku kenal tidak seperti itu." Sambungnya.
"Jadi ... Nona Erfyona itu bukanlah tokoh fiksi?" Tanya pria tersebut memastikan kembali.
"Kau benar." Jawab Alin singkat sambil tersenyum manis. Bagai hujan di tengah kemarau panjang. Hati pria tersebut merasa senang kembali tak terbayangkan. Ia tersenyum bahagia mendengar kelanjutannya.
"Erfyona yang kalian lihat di Ga Man To dan di kenyataan akan sangat berbeda ... Kau memang benar setiap pemeran dari tokoh Erfyona memang selalu cantik itu karena dia memanglah seperti itu. Kecantikannya bahkan hampir menandingi Ratu kami, oleh karena itu dia menduduki peringkat kedua wanita tercantik setelah Queen."
"Woahh!" Gumam para warga terkejut mendengar pengakuannya.
"Dalam Bidadari surga Erfyona sendiri lebih di senangi oleh bidadari lain karena sifat hangat dan ramahnya. Semua bidadari sangat mengaguminya termasuk aku sendiri. Kalau aku terkenal sebagai Dewi cinta di antara kalian para manusia, maka dia terkenal sebagai Dewi cinta di antara para penduduk langit." Jelasnya.
"Secantik itu kah Nona Erfyona sebenarnya?" Kata para warga terkejut mendengar pernyataannya.
"Tetapi hal besar telah terjadi padanya, kini dia tidak lagi menjadi bagian dari kami." sambung Alin kembali mengagetkan semuanya.
"Apa yang telah terjadi padanya. Apakah dia sekarang baik-baik saja?" Tanya salah satu warga penasaran dengannya.
"Entahlah ... Aku juga tidak tahu bagaimana keadaanya sekarang, semua itu terjadi karena dia telah berani menentang perintah dari Queen. Yang membuatnya harus menerima hukuman berat, yaitu kelahiran kembali. Aku tidak tahu saat ini dia terlahir di bangsa apa, lagian itu juga sudah lama sekali. Sebelum kepergiannya dia pernah berpesan satu hal kepadaku "Rias, dengarkan lah selalu nasehat orang yang menyayangimu karena sekali saja kau bertindak menyimpang, akan sulit bagimu untuk bisa kembali" jelasnya.
"Apakah Anda tahu, apa yang membuatnya sampai melakukan hal nekat seperti itu. Mengingat dia adalah sosok yang baik, tidak mungkin kalau dia berani menentang perintah Queen tanpa mempertimbangkan dulu akibatnya." Tanya lelaki pengemar tersebut penasaran.
"Aku juga tidak tahu, Queen menutup rapat-rapat masalah kelam bangsa kami yang di sebabkan olehnya. Ia tidak ingin masalah ini bocor ke pihak luar apa lagi sampai ke telinga para Guardian, mengingat hubungan Queen dan Pemimpin Guardian selalu tidak baik." Jelasnya.
'Ini tidak akan pernah berakhir. Aku sudah tidak tahan lagi, rasa lapar ini kian menyiksaku.' Pikir Gill berusaha bangkit berdiri dan lekas berjalan untuk mencari makanan.
Alin terkejut melihat Gill yang masih lemah memaksakan diri untuk bangkit berdiri. Dia merasa khawatir dengan kondisinya dan hendak segera menyudahi pidatonya. "Apakah ada yang ingin kalian tanyakan lagi. Semuanya sudah jelas kan?" Tanya Alin memastikan.
"Terima kasih Nona, semuanya sudah jelas. Sekarang kami mengerti bahwa selama ini kami salah. Maafkan juga atas kebodohan kami yang telah menganggap bangsa Anda hanyalah mitos yang tidak pernah ada. Kami sungguh minta maaf dari hati kami yang terdalam. Kami tidak tahu kalau pengorbanan Anda sangat besar selama ini. Kami mewakili bangsa manusia hanya dapat mengucapkan terima kasih atas segala pengorbanan bangsa Archangel." Kata Luckas mewakili semua rakyatnya yang terdiam kehabisan pertanyaan.
"Kami juga ingin meminta maaf kepada An,- (menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Gill) 'Pergi kemana dia?' Pikir Luckas keheranan mencari Gill yang tiba-tiba menghilang.
"Permisi Nona-nona. Bolehkah aku minta waktu kalian sebentar?" Tanya Gill sopan pada wanita muda seumurannya yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.
"Hei lihat itu kan..." Kata salah satu teman wanitanya terkejut melihat Gill berdiri di hadapan mereka yang tengah asik menggosipkan nya.
"Apakah dia berbicara pada kita?" Tanya temannya yang lain.
"Tidak sepertinya kau salah dengar. Mana mungkin dia berbicara dengan wanita biasa seperti kita." jawabnya temannya yang lain.
"Wajah tampannya itu tidak akan mau dengan wanita murahan seperti kita
" Kata salah satu wanita itu.
"Dia benar-benar memiliki selera yang berkelas." Sahut teman di sampingnya.
"Kyaaah! Tuan Vergile keren sekali." Teriak mereka tidak jelas lebih memilih menghalu dan mengabaikan Gill yang asli di depannya.
'Mereka kenapa? Aneh sekali.' Pikir Gill keheranan melihat tingkah mereka yang unik langsung menghampirinya.
Sontak semua terkejut sampai terbelalak kedua mata mereka. Tuan Vergile berbicara dengan kita?' Pikir mereka terkejut.
"M-m-maaf Tuan, ada perlu apa Anda berbicara dengan wanita rendah seperti kami?" Tanya wanita yang pundaknya di pegang, dengan gugup menoleh menatap wajahnya.
"Apa maksudmu. Kenapa kalian berfikir seperti itu? Bagiku kalian itu adalah teman baruku disini." jawab Gill.
"Tuan Gill menganggap kita teman?" Kata mereka berlima terkejut bersamaan.
"Namaku Vergile, senang bertemu dengan kalian." sambil menyodorkan tangannya mengajak mereka bersalaman.
Mereka langsung berebutan meraih uluran tangan Gill. "Namaku Sonya Tuan!"
"Namaku Nina Tuan!"
"Namaku Dina Tuan!"
"Namaku Daisy Tuan!"
"Namaku Fera Tuan!"
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Vergile!" Kata mereka serempak.
"Ehehe" berusaha tetap tersenyum walau dalam pikiran Gill mereka adalah wanita yang aneh.
"Kalian sedang asik ngobrolin apa sih? kayaknya seru banget," Sahut Alin yang tiba-tiba merangkul bahu Sonya dan Daisy mengagetkan semuanya.
'Nona Alin!' Kata mereka berlima terkejut melihatnya datang mengagetkan.
"Pidatonya sudah selesai? Maaf a,-
"Ternyata Anda disini Tuan," sahut Luckas bersama anak dan Istrinya di sampingnya.
"Iya maaf kalau aku pergi begitu saja." dengan nada gurauan.
"Tuan Vergile sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena Anda telah menyelamatkan anak dan istri saya. Tanpa mereka berdua hidup saya bukanlah apa-apa. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, sekali lagi saya ucapkan terima kasih Tuan." Sambil membungkuk sangat menghormatinya.
"Sama-sama, para Iblis itu layak mendapatkannya karena mereka telah bertindak semaunya sendiri." Jawab Gill tegas sedikit marah.
"Bibi tidak apa-apa kan?" Tanya Gill pada Livia.
"Berkat Anda saya tidak apa-apa, Tuan" jawabnya dengan senyum senang diwajahnya.
"Syukurlah kalau begitu, tid,-
"Kruughh Kriiiuuughh!" Sahut perut Gill yang keroncongan.
'Sial rasa lapar ini brengsek sekali!' Pikir Gill marah mendengar perutnya berbunyi di depan semua orang yang membuatnya malu.
"Waduh suara apa itu, nyaring sekali," Goda Alin setelah mendengar perut Gill yang keroncongan. Semua orang yang mendengar suara itu berusaha untuk menahan tawanya.
"Ehehe!" Berusaha tetap tertawa walau rasa malu sudah sampai ubun-ubun.
"Mari Tuan silahkan mampir ke rumah saya, tadi Anda belum sempat memakan hidangan yang kami suguhkan." ajak Livia pada Gill.
"Aku ada ide yang lebih bagus!" Sahut Alin mengagetkan semuanya.
"Ide?" Sambung Gill penasaran.
"Mumpung semua warga sedang berkumpul. Bagaimana kalau kita adakan perayaan makan besar. Aku akan memberikan resep masakan terbaik yang pernah aku buat!" Usul Alin.
"Nona Alin akan mengajari kita masak? ... Kyaaah itu pasti akan sangat keren sekali!" Teriak lima wanita aneh tersebut.
"Apakah itu tidak akan merepotkan Anda Nona?" Tanya Luckas.
"Enggak kok, malahan aku senang bisa memasak bersama orang-baru tapi aku butuh bantuan kalian. Apakah kalian bersedia membantuku?" Tanya Alin.
"Apa yang Anda inginkan Nona? Kami akan berusaha membantu Anda.' Sahut Livia.
"Livia tolong kamu kumpulkan para Ibu untuk membantuku di dapur ... Kalian (kepada lima orang wanita aneh) tolong ajak teman-teman kalian yang lain untuk mengumpulkan bumbu dan rempah," perintah Alin yang sudah seperti pemimpin disini.
"Luckas kau kumpulkan para lelaki untuk membantumu mempersiapkan tempat makannya termasuk meja dan kursi." Sambungnya.
"Seperti yang Anda minta Nona." Sambil membungkuk menyetujuinya.
"Lalu bagaimana denganku?" Tanya Gill begitu penasaran.
"Kamu..." berfikir sejenak, dengan mata berbinar - binar Gill menunggu apa tugasnya.
"Diam saja dan jangan kemana-mana!" Sambung Alin.
'Eh yang benar saja, itu konyol sekali.' Pikir Gill sedikit kecewa dalam hati setelah mendengarnya.
"Ok baiklah semuanya! (Menepuk tangannya meminta perhatian) mari kita mulai acaranya. Para Ibu-ibu silahkan ikuti aku dan para lelaki ikuti Luckas!" Kemudian mereka semua bubar mengikuti orang yang telah di perintahkan.
'Seperti biasa aku selalu di tinggal sendiri.' Pikir Gill galau merunduk lemas.
'Hemh (Sedikit tersenyum kecil) karena kau adalah Tuan dari perayaan ini Vergile. Aku melakukan semua ini karena aku menghargai usahamu, sekarang kau diam dan tunggulah masakan kami datang.' Pikir Alin sedikit melirik ke belakang ke arah Gill yang sedang galau sambil terus berjalan pergi.