The Sevent Guardian Of God

The Sevent Guardian Of God
Bab 86 ~ Gill vs Enrylind



Saat tengah mengobrol hangat, mereka di kejutkan oleh wasit arena yang berkata bahwa pertarungan utama dari acara ini akan di segera di mulai. sontak perhatian mereka langsung tertuju ke arah monitor televisi yang di gantung dalam ruang tersebut.


"Aneh sekali, suasana Arenanya mendadak berubah menjadi ramai penuh sorak sorai. Bahkan ini lebih meriah daripada pertarunganku sebelumnya. Siapa yang akan bertarung di sesi akhir ini?" Gumam Vessel bertanya pada dirinya sendiri.


"Ya ampun Vergile, kau memang sangat nekat!" ucap Greey dengan senyum.


"Vergile, dia juga ikut ya?" sambung Gabriel penasaran.


Greey mengangguk dan menambahkan, "malahan lawan yang dia pilih sungguh tidak sepadan!" ucapnya.


Terlihat dalam monitor televisi Gill mulai memasuki Arena dan berdiri sejenak mengambil nafas panjang, menghirup udara segar. "Sudah sangat lama aku tidak berdiri disini, ini pasti akan sangat seru!" ucapnya antusias sambil meregangkan otot tubuhnya.


Dengan senyum meremehkan Emilia menatap Gill dari tempat duduknya. dalam hati ia berucap kalau riwayat Gill akan tamat hari ini, dia pasti akan menanggung malu atas kekalahannya tersebut. Vania bertanya, berapa persen kemungkinan Gill bisa menang melawan Enrylind.


Tanpa ragu Emilia menjawab kalau kesempatan Gill menang darinya adalah dua persen saja, selebihnya Enrylind lah yang akan mendominasi pertarungan ini. setelah Gabriel tahu lawan yang Gill pilih adalah anggota dari Dewan Inti, awalnya ia juga sempat tidak percaya dan berkata kalau dia sangatlah gegabah.


Bersamaan dengan masuknya Enrylind ke Arena, keempat guru kelas tiga yang terdiri dari dua guru perempuan dan dua guru laki-laki langsung terbang ke udara membentuk posisi persegi dan mengaktifkan segel pelindung untuk melindungi para penonton. Vega bertanya siapa keempat guru tersebut, kenapa mereka membuat segel seperti itu pada pertarungan kali ini. Kenapa pada pertarungan sebelumnya tidak ada?


Alin menjawab kalau keempat guru itu adalah pilar pertahanan Majesty Strength Academy. dia menduga Enrylind lah yang meminta mereka untuk membuat segel tersebut, "Sepertinya Enry akan sangat serius menghadapinya, selain untuk mempertahankan nama baik Anggota Dewan. Tentu dia juga tidak mau namanya tercoreng karena kekalahannya." sambung Alin.


"Untuk siswa sekuat dirinya, apakah perlu mengeluarkan semua kekuatan hanya untuk melawan siswa kelas satu?" tanya Vessel.


"Itu justru lebih baik, gadis itu tahu betul hal sepele apa yang bisa membuatnya kalah." jawab Gabriel.


"Meremehkan musuh adalah kesalahan terbesar dalam pertarungan, Enry adalah siswa yang berpengalaman. Tentu dia tahu mengenai hal tersebut." sambung Alin.


"Yo Enry, kau masih ingat dengan janjimu kan?" sindir Gill padanya.


Enry hanya diam saja sambil terus berjalan dengan mata terpejam, dia lalu berhenti dan membuka matanya perlahan membangkitkan kekuatan tak terbatas pada dirinya. Enrylind mengeluarkan bentuk sempurna dari simbol mata terkuatnya, "Aku akan mendapatkan semua pedang itu!" ucapnya serius menatap Gill tajam.


"Kau sangat ambisius sekali ya" balas Gill lirih.


Setelah wasit memulai pertarungannya, tanpa segan Enrylind langsung melesat keras dan membuat Gill terkejut. Alhasil dia tidak dapat menghindar dan harus menerima pukulan yang menyakitkan dari Enrylind tepat di perutnya sampai tubuhnya terpelanting jauh.


Belum selesai sampai disitu, Enrylind kembali melancarkan serangan fisiknya secara bertubi-tubi. awalnya Gill masih bisa menahan serangan tersebut namun karena serangannya semakin bertambah cepat dan kuat membuat Gill tak kuasa lagi untuk menahan serangan tersebut lebih lama.


Kali ini Gill mendapat pukulan menyakitkan di wajahnya sampai membuat mulutnya berdarah, tubuhnya terpental jauh dan mendarat di tembok pembatas sampai membuatnya retak parah. kurang dari dua menit Enrylind mampu membuat Gill babak belur dengan hanya menggunakan serangan fisik, dalam hatinya dia sudah merasa puas bisa membuat Gill terpojok seperti ini.


Gabriel memuji gerakan Enrylind yang sangat cepat dan gaya bertarung yang tidak biasa. Vega juga demikian, ia kagum dengan gerakan dan gaya bertarung Enrylind tersebut. Vega berkata kalau gerakannya itu sangat mirip dengan Angels yang melatihnya dulu.


Gill tersenyum dan mengusap darah yang mengalir di bibirnya, ia lalu menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan meregangkan otot lehernya. semua penonton di buat terkejut tatkala melihat Gill mengeluarkan sayap putih kristalnya yang besar dan meruncing tajam di setiap ujung bulunya. Enrylind langsung siaga dan segera mengeluarkan pedang kelas Legendary-nya yang berwarna merah kehitaman.


Gill lalu mengepakkan sayapnya keras dan melesat cepat sampai wujudnya hilang tak kasat mata. Enrylind sontak panik dengan gerakannya yang super cepat tersebut, Fain lalu memberitahunya kalau Gill berada di belakangnya. Enrylind terkejut dan langsung menghindar secepatnya.


"JDUMB!"


lantai Arena tersebut sampai retak dan berlubang karena pukulan Gill yang meleset. ia sempat melirik ke arah Fain sejenak dengan lirikan tajam sebelum akhirnya Gill lanjut mengejarnya. Fain hanya terdiam dan merasa tidak enak karena telah mencampuri pertarungan tersebut.


"Ini tidak seperti Gill yang aku kenal. Benarkah dia orang yang sama yang berhadapan denganku dulu?" ucap Emilia bangkit dari kursi duduknya.


"Ada apa Nona?" tanya Vania di belakangnya. namun Emilia hanya diam dan terus memperhatikan Gill secara serius.


Greey dan Alin bersorak seketika menyayangkan gerakan Gill yang meleset gagal mengenainya. "Sudah kuduga kau akan melakukan itu Gill!" ucap Greey bersemangat.


"Yah pakai meleset segala lagi!" imbuh Alin turut menyayangkan hal tersebut.


Gill terus mendesak Enrylind dengan mengeluarkan pedang merahnya yang terbuat dari darah-Nya kemarin. Enrylind terkejut karena pedang darah yang kemarin ia remehkan ternyata mampu bersaing dengan Legendary Sword miliknya. semakin lama gerakan Gill semakin cepat membuat Enrylind semakin kesusahan, lelah membuatnya lengah sehingga Gill dapat melayangkan tendangan pada perutnya.


Enrylind terpental jatuh ke bawah, namun dia baik-baik saja dan mampu mendarat dengan gaya yang aman. belum sempat Enrylind menghela nafas Gill tiba-tiba sudah berada di depannya dengan pedang menghunus tajam siap menebasnya. saat mata pedang merah tersebut menyentuh tubuhnya,


"PYAR!"


Pedang tersebut pecah berhamburan seperti kaca. Gill terkejut sampai kedua alisnya terangkat, di luar dugaan Enrylind langsung mengaktifkan zirah Legendary miliknya yang berwarna abu-abu gelap. Kedua sayap hitamnya langsung merekah gagah perkasa membuat penampilannya menjadi sangar.


Tak mau menyiakan kesempatan tersebut Enrylind langsung melancarkan serangan balasan dengan menonjok pipinya keras dan di akhiri dengan tendangan mutlak yang membuat tubuh Gill terhempas menyapu lantai arena yang kasar.


"Zirah hitam itu!" ucap Alin membuat semua orang di dekatnya bertanya-tanya.


"Ada apa Nona?" tanya Greey penasaran.


"Zirah yang dipakainya itu adalah zirah Bidadari. darimana dia mendapatkannya!" ucap Alin terkejut.


"Kenapa Nona terkejut seperti itu, bukan kah itu adalah pemandangan yang biasa bagi Anda. Apa yang spesial dari zirah hitam itu?" tanya Vega penasaran.


"Zirah Bidadari adalah Zirah esklusif yang hanya bisa dimiliki oleh kami para Angels Paradise. itu adalah Zirah yang sempurna, bahannya super ringan, kokoh, serta tahan dari berbagai serangan magic. Jika Enrylind memiliki skill beladiri yang bagus maka dia akan menjadi siswa yang tak terkalahkan ketika dia memakai zirah tersebut." tutur Alin menjelaskan.


"Dengan kata lain apakah Vergile tidak bisa membalikan keadaan, setelah Senior Enrylind menggunakan zirah itu?" tanya Indyra penasaran.


"Bisa!" jawab Gabriel mengejutkan semuanya, "Tapi itu akan sangat sulit." sambungnya pelan.


Mendengar semua informasi tersebut Vessel menjadi iri sekaligus kagum pada Gill yang memiliki semangat bertarung yang tinggi. ia terus memperhatikan Gill yang sedang bangun sempoyongan sambil mengusap mulutnya yang berdarah, kulit lengannya sampai terkelupas, membuat rasa perih yang menyiksa.


Berbanding terbalik dengan Alin yang mengira kalau Enrylind lah yang akan mendominasi pertempuran. Fain justru sebaliknya, "Bahkan jika Enrylind mengeluarkan ke enam hewan sucinya, zirah, dan senjata dahsyatnya. Kau lah yang akan tetap memenangkan pertarungan ini Vergile" ucap Fain dalam hati memperhatikannya dengan tatapan serius.


"Jika kamu menggunakan kekuatan waktu dan menyalakan api hitam itu, aku yakin dalam hitungan detik kau pasti bisa memenangkan pertarungan ini. Tentu saja kau tidak ingin menggunakan elemen terkutuk itu kan, karena itu lah pertarungan ini sangat menarik bagiku. Ayo Gill tunjukan padaku, teknik superior apa yang akan kau gunakan untuk melawan Monster itu." sambung Fain dalam hati.


"Sudah ku bilang Vergile, kau tidak akan bisa menang melawanku tanpa senjata yang sepadan" ucap Enrylind.


Namun Gill tak menggubris perkataannya sama sekali dan tetap saja ngeyel keras kepala menggunakan senjata kelas pahlawan. kali ini dia mengeluarkan sebilah pedang berwarna emas yang membuat mata penonton takjub akan keindahan pedang tersebut, "Pedang emas itu cantik sekali!" ucap Vania yang nampak sangat menyukainya.


Gill kemudian berlari maju ke depan bersiap untuk menebasnya, namun di luar dugaan serangannya tersebut mampu di tangkis oleh Enrylind dengan mudah hanya dengan menggunakan tangan kosong. Pedang emas tersebut bisa dengan mudah di patahkan hanya dengan remasan tangan, itu menunjukkan kalau kekuatan Enrylind meningkat secara signifikan.


Enrylind balas menyerangnya dengan tebasan pedang yang langsung mengenai dadanya dan membuat luka yang cukup dalam. Seketika ia menendang tubuh Gill dan membuatnya jatuh tersungkur di lantai, tak menyerah sampai disitu Gill lantas bangkit kembali.


"Sepertinya kau benar, sudah cukup main-mainnya. Ku harap Zirah mu itu cukup kuat, karena tanpa kau sadari ucapan mu itu mendatangkan maut mu sendiri" ucap Gill dengan tatapan mata dingin sembari mengangkat tangannya di atas kepala dengan telapak terbuka.


"Apa yang kau bicarakan?" gumam Enrylind bingung.


Seketika suasana berubah, langit menjadi hitam, berawan tebal disertai gemuruh petir yang riuh. semua penonton berdiri dengan wajah yang panik, mereka cemas dan takut memprediksi akan ada hal buruk yang akan terjadi. Keempat pilar Majesty yang membuat segel pun turut merasakan aura yang dahsyat dari dalam awan hitam tersebut.


Mereka lantas turun dan memperingatkan semua siswa untuk meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke tempat yang aman, keadaan seketika menjadi heboh. belum sempat para siswa menyelamatkan diri, sambaran petir yang sangat keras tiba-tiba mengguncang arena.


Kali ini Gill benar-benar serius melawannya, dirinya merasa lelah dianggap remeh oleh semua orang. tanpa berfikir panjang Gill langsung mengeluarkan Egamoosa miliknya, dalam satu sambaran petir tersebut satu Arena langsung luluh lantah. petir yang menyelimuti Egamoosa menyambar tak terkendali ke segala arah dan merusak insfrastruktur bangunan.


Emilia terkejut sampai kedua alisnya terangkat, baru kali ini dia melihat ada tombak yang dikelilingi oleh aura petir ganas seperti itu. Gabriel juga terkejut, bagaimana seorang siswa muda sepertinya mampu memiliki senjata sebuas itu. Alin menjelaskan ke semua orang mengenai senjata yang Gill pakai itu, dari riwayat senjata sampai kekuatannya.


Tubuh Enrylind bergetar dan langsung mengucurkan keringat dingin tatkala dia tahu senjata yang ada dalam genggamannya itu adalah Egamoosa, tombak terkuat yang tercatat dalam buku sejarah sebagai tombak legendaris yang pernah membunuh ratusan Sentinel, iblis raksasa terdahulu.


Perlahan Gill melangkahkan kakinya ke depan membuat Enrylind mengambil dua langkah mundur ke belakang penuh kewaspadaan. namun secara mengejutkan dalam satu kilatan petir saja Gill sudah berada di hadapannya dengan tombak yang siap menghunusnya dari atas. Enrylind terkejut dan langsung melompat menghindari serangannya tersebut, kabur dari serangan Egamoosa tidak lah sama dengan serangan lainnya.


Ujung tombak Egamoosa yang gagal mengenainya langsung menancap ke dasar lantai Arena menimbulkan ledakkan petir yang dahsyat menghancurkan lantai Arena seperti pasir yang berhamburan ke udara. dalam serangan Gill yang meleset tersebut terdapat satu aura petir yang mengejar dan menyambar Enrylind, namun dengan sigap ia mampu menahannya dengan pedangnya.


Enrylind terkejut tatkala melihat pedangnya ada bekas hitam gosong terkena sambaran petir Egamoosa. selama ini pedangnya itu belum pernah sekalipun tergetas atau retak, pedang Legendarynya tersebut sangatlah kokoh dan tajam, ujungnya mengkilap membuat mental lawannya menciut.


"Tombak apa itu?" gumam Fain fokus memperhatikannya.


Semua orang yang ada di UKS di buat terkejut setelah mendengar fakta tentang senjata yang Gill pakai tersebut, "Bukankah senjata itu sangat berbahaya, Bagaimana kalau senjata itu jatuh ke tangan orang yang salah?" tanya Vega.


"Kalian terlalu meremehkannya," sahut Alin.


"Dimata orang biasa Vergile mungkin terlihat bodoh, polos, atau mungkin biasa saja. Tapi dibalik sosoknya itu dia adalah pribadi yang jenius, tegas, dan pemberani. anak itu sangat ambisius dan pantang menyerah, dia adalah Vergile seorang teman yang aku banggakan!"sambungnya dengan senyum terus memperhatikan Gill bertarung.


Terlihat Enry terus berusaha menghindari serangan Gill yang beringas dan brutal. sembari menghindar ia terus mengamati gerakannya untuk mencari celah serangan balik. 'Ketemu!' batinnya menemukan celah pada serangan Gill.


Enry langsung menggunakan kekuatan matanya untuk teleportasi di belakang Gill dan langsung menebas sayapnya, "Kena kau!"


Dalam sekali tebasan sepasang sayap kristal milik Gill patah dan membuat tubuhnya jatuh melesat ke tanah membuat debu tebal berhamburan di udara. Enrylind tersenyum puas melihat Gill jatuh keras di bawah sana.


"JDARR!"


Gill langsung menusuknya dari atas tepat di antara kedua sayapnya dan membuat pasif Egamoosa aktif. seketika petir besar menyambar tubuh Enry dan membuatnya jatuh tersungkur di tanah dengan tubuh penuh darah. Armornya hancur, badannya terkulai lemas, sungguh menyedihkan.


Dalam sekali serangan tersebut ekspektasi penonton yang tinggi seketika langsung dipaksa turun oleh kenyataan yang membuktikan bahwa Gill lebih kuat daripada Enrylind. semua mata penonton yang mendukungnya hanya bisa bengong dengan tatapan kosong melihat jagoan mereka terkapar tak berdaya.


"Nona!" ucap Vania yang kasihan melihat Emilia bengong dengan kedua alis terangkat, nampak dia begitu shok dan tidak menyangka Enrylind kalah darinya.


Disisi lain Fain hanya diam dengan kepala tertunduk tak memperlihatkan wajahnya, dia sudah menduga kalau ini lah yang akan terjadi setelah dirinya mengetahui kekuatan Gill yang sesungguhnya.


Ekspresi yang sama juga ditunjukan oleh teman-teman Gill yang menyaksikan kejadian tersebut. mereka hanya bisa bengong dan terkejut tidak menyangka, teman yang mereka kira adalah siswa yang biasa saja nyatanya adalah siswa genius yang kuat luar biasa.


"Apakah dia adalah Vergile yang sama yang kita jumpai 25 menit yang lalu?" tanya Vega semakin terpesona padanya.


"Entahlah kenapa kali ini dia terlihat berbeda. dia tidak seperti Vergile yang kita kenal." sambung Greey yang membuat teman-temannya terkejut.


Kembali ke Enrylind yang tubuhnya dipenuhi oleh luka bakar yang menyakitkan, beruntung jarinya masih bisa digerakan. Gill yang merasa bahwa pertarungan ini telah usai akhirnya melepas Egamoosa miliknya dan berjalan menghampiri Enrylind.


Namun siapa sangka saat Gill sudah berada di depannya tiba-tiba Enrylind mensummon keenam hewan perangnya dengan simbol pemanggilan yang terletak di beberapa sisi tempat tersebut salah satunya di dasar tanah yang Gill pijak. Gill terkejut dan spontan melompat mundur menghindari segel yang mulai bercahaya terang tersebut.


Seketika keluarlah ke enam hewan perangnya yang membuat heboh seisi Arena. Keenam hewan tersebut terdiri dari tiga ekor naga, dewi roh, elang hitam, dan satu ekor ular jenis viver yang sangat besar. mereka siap membentuk formasi pertahanan dimana tiga ekor naga berdiri di barisan paling depan di susul oleh ular Viver di belakangnya, sedangkan Enrylind menepati posisi empat barisan dengan Dewi ruh di barisan paling belakang sebagai penyembuhnya.


Semua penonton langsung bersorak ramai ternyata Enrylind belum kalah. Emilia balik tersenyum dan menaruh harapan besar pada Enrylind untuk memenangkan pertarungan ini.


Melihat Enrylind yang terluka parah Dewi roh langsung menyembuhkannya, namun kali ini kekuatan besar yang dimiliki olehnya tak mampu untuk mempercepat penyembuhan karena sekali lagi Egamoosa adalah senjata yang mengerikan. Beruntung tubuh Enrylind dilindungi oleh Zirah Bidadari, jika hanya zirah biasa pasti lah tubuhnya akan hancur tak tersisa.


"Ini akan sedikit sulit Tuan" ucap Froast Dragon.


Gill lalu meregangkan otot leher dan tangannya lalu berkata dengan penuh gaya, "Tapi tidak untukku!" langsung berlari ke depan sambil mengeluarkan tombak kristalnya.


Ketiga naga tersebut langsung mengeluarkan kekuatannya masing-masing, naga pertama memberinya semburan api magma yang sangat panas namun Gill bisa menahannya dengan sayap kristalnya, Naga kedua mengeluarkan petir dari kedua tanduknya namun serangan petir tersebut tak berarti apa-apa bagi Gill yang kebal elemen petir.


Saat Gill sudah mendekati naga ketiga, barulah Enrylind mengaktifkan segel pembatas antara Arena dengan penonton. Enrylind melakukannya bukan tanpa alasan karena Naga ketiga yang akan menghadang Gill mempunyai kekuatan auman yang sangat dahsyat dan terbukti dalam sekali auman Gill langsung berhenti dan spontan menutup kedua telinganya.


Sang ular lalu melilit tubuhnya membuat Gill kesusahan untuk menutup telinganya, karena eratnya jeratan sang ular membuat tangan Gill terlepas dari daun telinganya dan membuat suara tersebut masuk sehingga kepalanya sakit dan mengeluarkan darah dari telinga dan hidungnya.


"ARRGGHH!" Teriak Gill lantang ngotot membebaskan diri dari lilitan ular tersebut.


Sang ular lalu membuka mulutnya dan akan melahap tubuh Gill tapi tiba-tiba segel besar tercipta di langit tepat di atas kepala Naga Enrylind. dari segel biru tersebut tertiuplah angin dingin yang cukup besar berhembus ke bawah.


Lalu munculah Froast Dragon dengan kebuasaannya langsung mencaplok leher Naga ketiga milik Enrylind dan mengoyaknya sampai terputus dari badannya. ia langsung menginjak tubuh naga ketiga tersebut sebagai tumpuan kakinya, Froast Dragon lalu mengaum keras hingga suaranya terdengar ke beberapa penjuru dunia.


Sista terkejut bukan main tatkala melihat Froast Dragon berdiri di tengah Arena, seketika dia berlari untuk memperingatkan siswa yang asik menonton untuk menyelematkan diri. dia lalu menghampiri semua anggota dewan inti untuk membantu evakuasi.


Awalnya mereka bingung, lalu Emilia bertanya mengapa para siswa harus di evakuasi. bukankah pertarungan ini aman karena dijaga oleh pilar pertahanan majesty. Sista lalu berkata kalau Naga yang muncul itu adalah Froast Dragon. sontak Emilia terkejut karena dia mengingat dan tahu tentang naga tersebut.


"Itu adalah Naga liar yang sangat buas, bahkan Nona Alin pun belum tentu bisa mengalahkannya!" ucap Sista membuat anggota Dewan panik, kecuali Fain.


Di depan Froast Dragon keenam hewan perang yang Enrylind panggil terlihat sangat kecil bahkan tubuh mereka tidak ada setengahnya dari besar tubuh keseluruhan Froast Dragon. Tak tinggal diam kedua naga yang tersisa lalu melancarkan serangannya tapi semua itu sia-sia karena sisik Froast Dragon sangat tebal tiada duanya.


Dengan keliaran dan kebrutalannya Froast Dragon lalu menggigit sayap naga api dan mengoyaknya sampai dia mati. sisa naga petir yang langsung di pijak lehernya oleh Froast Dragon dan disembur hawa dingin sampai naga tersebut membeku sehingga dalam sekali pijak naga tersebut hancur.


Gill juga telah terbebas dari lilitan ular Viver tersebut dengan mengelurkan elemen Kristal runcingnya yang menusuk ular tersebut sampai mati. kini hanya tersisa elang biru, Enrylind, dan Dewi roh sebagai support.


Setelah sembuh total dari luka-lukanya, Enrylind segera berdiri dan mengeluarkan kekuatan pamungkasnya yakni The Great Archer Queen. sosok roh besar yang sangat cantik dengan membawa panah cahaya, seperti halnya Stella Black Wings milik Masternya jurus Enrylind ini bisa menghancurkan satu provinsi yang sangat besar.


Daya hancurnya hampir sama dengan Arigma namun untuk satu lesatan busur diperlukan mana atau energi yang sangat besar. oleh karena itu Enrylind optimis bahwa Froast Dragon bisa dikalahkan dengan serangan pamungkasnya ini. Ia lalu mengumpulkan energi dan mengalirkannya pada jurusnya tersebut, semakin banyak energi yang dialirkan maka akan semakin besar pula suhu temperatur cahaya serta tarikan busur terebut.


"SLASHH!" anak panah tersebut melesat dan mengenai tepat di bagian lehernya.


Tubuh Froast Dragon sempat bergetar dan terdorong sedikit ke belakang terkena ledakan cahaya panas yang menyilaukan tersebut, namun lagi-lagi sisik keras Froast Dragon tak bisa dengan mudah di tembus oleh serangan apapun.


Froast Dragon lalu berbalik dan melirik tajam ke arah Enrylind dengan bercak darah di mulutnya membuat penampilannya semakin agresif dan buas.


"ROARRRGGH!" aung Froast Dragon pada Enrylind.


Seketika tubuhnya bergetar dan menggigil kedinginan. untuk pertama kalinya Enrylind merasa takut dengan seekor Naga yang buas dan beringas seperti Froast Dragon. saat Froast Dragon akan menyemburnya dengan hawa dingin yang mematikan, Stefany langsung datang dan menghalangi Froast Dragon melakukannya.


"Cukup pertarungan ini telah selesai!" ucapnya keras.


Froast Dragon lalu menahan serangannya dan berkata, "Selesai kau bilang, ini baru akan jadi pertarungan yang adil. gadis itu telah membuat Tuanku terluka parah sekarang dia akan membayarnya!" ucap Froast Dragon membuat semua orang terkejut.


"Naga itu bisa bicara!" ucap Emilia terkejut begitu juga dengan Fain.


"Apakah naga beringas itu milik Vergile? Baru kali ini aku melihat ada Naga yang bisa berbahasa manusia." ucap Vega terkejut.


"Naga itu memanggil Vergile dengan sebutan Tuan, tidak salah lagi Naga itu adalah miliknya!" Ucap Greey yakin.


Alin menjelaskan kalau Naga itu bernama Froast Dragon, seekor Naga dengan elemen es paling mematikan yang ada di dunia. Vessel lalu menyela pembicaraan itu dan berkata kalau dirinya juga pernah mendengar mitosnya dari kedua orang tuanya. ia menjelaskan kalau Naga tersebut mendiami puncak gunung Orkhland yang sangat dingin, ia menambahkan kalau tempat tersebut adalah puncak tertinggi di bumi sekaligus tempat paling berbahaya bagi umat manusia.


Kembali ke Froast Dragon yang akan menyemburkan hawa dinginnya kembali. Stefany dan Enrylind sudah pasrah pada saat itu namun tiba-tiba Gill mengangkat tangannya dan berkata, "Sudah cukup Froast Dragon, pertarungan ini telah selesai." ucap Gill langsung tumbang berlutut ke tanah.


Froast Dragon yang cemas langsung merubah dirinya ke bentuk manusia dengan wujud pria paruh baya dengan rambut putih dan setelan jas yang cukup rapi, khas seoranh pengawal raja. Dia lalu menghampiri Gill dan menanyakan kondisinya, "Tuan Anda terlalu memaksakan diri!" ucapnya.


"Bantu aku berdiri!" ucap Gill lirih.


"Sebentar Tuan, saya akan mengobati luka pada tubuh Anda." jawab Froast Dragon langsung mengobatinya dengan kekuatan penyembuh yang ia punya. dalam hitungan detik tubuh Gill langsung menguap dan luka yang sebelumnya membekas dalam kini mulai tertutup dan menghilang seperti sedia kala.


Gill lalu berdiri dan mengucapkan terima kasih pada Froast Dragon, "Sudah tugas saya untuk selalu mengawal Anda Tuan!" jawabnya merendah. Froast Dragon lalu bertanya apa yang akan dirinya lakukan untuk membalas perbuatan gadis tersebut.


Gill berkata kalau pertarungan ini telah selesai dan tidak perlu bertarung lagi untuk balas dendam. ia menambahkan kalau Enrylind bukan lah musuh yang ia benci, saling sindir dan meremehkan itu wajar dalam pertarungan untuk memancing lawan mengeluarkan kekuatannya.


"Kau bisa kembali Froast Dragon, tugas mu sudah selesai." ucap Gill padanya.


Sebelum benar-benar pergi Froast Dragon kembali memastikan apakah Gill baik-baik saja. Gill mengangguk dan berkata kepada Froast Dragon untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya. Froast Dragon tersenyum dan melompat ke udara bertukar ke wujud Naganya. sebelum pergi Froast Dragon memberikan auman kerasnya sebagai tanda kalau jangan ada yang berani macam-macam pada tuannya sekaligus sebagai bukti kalau dirinya adalah Naga terkuat. ia lalu terbang menembus awan, kembali ke tempatnya.


Gill lalu berjalan menghampiri Stefany dan berkata dengan sombongnya berapa nilai yang akan dia dapat dari keberhasilannya mengalahkan Enrylind. Stefany menjawab "Enam puluh" Gill terkejut namun Stefany segera memberikan alasannya memberikan nilai enam puluh padanya.


"Kau telah membahayakan semua orang Vergile, kamu juga telah merusak fasilitas sekolah dengan Hewan perang dan senjatamu itu. Nilai enam puluh aku rasa cukup untuk membuat mu patuh dan tidak mengulangi perbuatan ini lagi kedepannya," ucap Stefany.


"Dengan hasil yang terlihat, aku jadi semakin yakin lagi untuk segera meluluskan mu Vergile!" sambung Enrylind dengan nada yang serius.


Gill lalu berjalan menghampirinya dan berkata, "Apakah kau sudah lupa dengan janjimu, Kau tidak bisa mengaturku lagi setelah aku berhasil mengalahkan mu!" bisiknya pelan di dekat telinga Enrylind yang membuatnya seketika merasa panas.


Namun karena sudah janji, akhirnya Enrylind mengalah dan terpaksa mereda amarahnya lalu berkata," Terserah kau saja!" dengan nada kesal cemberut di wajahnya. Gill tersenyum dan mengulurkan tangannya membantunya berdiri. Enrylind menerima uluran tangannya dan berdiri bersama sebagai petarung yang tangguh.