
Liliana terkejut bukan main saat dirinya tahu Gill adalah salah satu Pelayan Azazeal di Orion. dia tahu syarat untuk menjadi pelayannya adalah kuat dan loyal, selain itu misi yang dibebankan pun terkadang sangat berat dan sangat sulit. Liliana yang merasa umur Gill masih terlalu muda merasa tidak rela dengan keputusan tersebut.
"Jujur aku tidak rela melihat mu sengsara seperti ini Vergile, beban mu sungguh sangat berat jika kau adalah pelayan Tuan Azazeal." ucap Liliana memberitahunya.
"Aku tahu. justru aku berharap diriku bisa lebih baik lagi kedepannya. aku ingin suatu saat bisa berubah menjadi orang yang dihormati sama seperti Tuanku. Diriku yang sekarang sungguh sangat menyedihkan, aku tidak ingin kalian mengetahuinya." jawab Gill.
"Sekeras apapun kau berusaha membujuknya, dia tetap tidak akan berubah Hyora. Gill itu sangat loyal pada Tuan Azazeal, mungkin jika kami diberikan misi yang sulit seperti itu kami akan mengadu dan merasa keberatan tapi dia tidak." ucap Stacia membuat Liliana semakin sedih.
"Dengan patuh Gill langsung menjawabnya "Iya" dan tunduk pada setiap perintahnya, meskipun dia sendiri tidak tahu seberat beban yang ia pikul." sambung Exifilia.
"Katakan Gill, misi apa yang telah Tuan mu perintahkan?" tanya Liliana namun Gill memilih untuk diam dan tidak menceritakannya, membuatnya tambah penasaran.
"Itu rahasia Hyora, meskipun kau bisa dipercaya tapi ini adalah sumpah kita sebagai pelayan untuk menjaga kerahasiaan. Suatu saat kau juga akan tahu, namun yang jelas misinya ini sangat berbahaya dan tidak pernah ada sebelumnya Guardians atau Pelayan yang menerima misi serupa." sahut Stacia menjelaskan.
"Daripada membicarakan diriku yang penuh dengan rahasia, lebih baik kalian ceritakan saja bagaimana kalian berdua bisa saling kenal dan saling percaya." ucap Gill mengalihkan topik dengan menyinggung Exifilia dan Liliana.
"Soal itu..." gumam Liliana ragu merasa malu.
"Hyora atau wanita yang kau panggil Liliana ini adalah Bidadari Tuhan yang kepincut dengan Tuan mu. dia bahkan sampai rela menyelinap keluar hanya untuk bertemu Tuan Azazeal!" sahut Exifilia mengumbar aibnya membuat Liliana terdiam menahan malu.
"Itu benar. Tuan sendiri sebenarnya sudah menolak cintanya dan melarang dia mendekatinya tapi si Hyora ini keras kepala, terpaksa Exifilia turun tangan dan mengusirnya secara paksa supaya ia kembali ke Istana Tuhan untuk terus bersujud padanya." sambung Stacia membongkar kedoknya.
"Sudah-sudah, peristiwa itu kan sudah berlalu-
"Jadi pria yang ibu maksud itu Tuan Azazeal?" tanya Gill terkejut, ia mengangguk pelan merasa malu untuk mengakuinya.
"Tapi Tuan Azazeal itu memang aslinya ganteng sih, aku juga mengakuinya kok. aku kira tidak ada satu pun wanita yang sepadan untuk menjadi pasangannya, yah meskipun Kak Fyona cantik tapi itu masih kurang. Jika Tuan turun ke Underworld atau ke Bumi pasti semuanya akan heboh!" sambung Gill membuat Liliana terkejut.
"Kau benar, entah apa yang ada di dalam benak Tuhan sampai dia kepikiran menciptakan makhluk sesempurna itu." jawab Exifilia.
"Apakah kalian pernah merasa jatuh cinta kepada Tuan kalian sendiri?" tanya Liliana penasarab.
"Aku tidak Munafik dan jujur kukatakan iya!" ucap Exifilia dengan santainya.
"Kau kira apa ujian terberat kami sebagai pelayannya hah?" sindir Stacia membalik pertanyaannya, "Kita sesama wanita pasti tahu rasa terberat dalam hati adalah harus memendam cinta kita sendiri." sambungnya membuat membuat mereka berdua sedih.
"Kalian pasti sangat menderita..." ucap Liliana pelan.
"Apakah ada wanita di Orion yang sama sekali tidak tergoda dengan pesona Tuan?" tanya Gill membuat mereka bertiga terkejut.
"Ada satu orang tapi aku tidak tahu apakah dia punya hati atau tidak, dia sama sekali tak memiliki emosi, ucapan dan wajahnya selalu datar saat kami ajak komunikasi." jawab Stacia.
"Siapa dia?" tanya Gill dan Liliana kompak.
"Helfeany!" jawab Exifilia singkat.
"Aku tidak pernah melihat Helfeany selama di Orion, kemana dia perginya?" tanya Gill.
"Helfeany adalah penjaga Neraka Heim gerbang satu sampai lima, dia adalah pelayan yang sangat kuat di antara kami berlima. dia adalah gadis yang tak berekspresi, sifatnya selalu datar dan dingin, gadis itu sungguh sangat mengerikan!" ucap Stacia sangat menghayati saat menceritakannya.
"Karena sifat dingin tak beremosi itu lah menyebabkan Helfeany tak punya hasrat atau nafsu lainnya. Yang ada dalam dirinya hanyalah sifat patuh dan setia!" jawab Exifilia.
"Kalau si Acquila itu bagaimana?" tanya Gill penasaran dengan wanita yang memiliki sisi berlawanan dengan gadis yang telah diceritakan.
"Apakah wajah mu mau kutumbuk Gill, sudah ku bilang jangan bicarakan pembangkang itu!" sahut Exifilia marah membuat Gill ketar-ketir.
"Dia itu gadis yang naif tak punya rasa malu, wanita itu sama halnya seperti hewan yang mau ditunggangi oleh pejantan apapun. Saat melihatnya aku jadi teringat dengan si Bidadari lacur!" sambung Exifilia.
"Si bidadari lacur?" tanya Gill penasaran.
"Namanya adalah Leona Heavelyn, dia adalah Angels yang sangat hina dan memalukan. semua Guardians pernah dia ajak berhubungan badan dalam satu malam dan itu mendatangkan murka bagi pemimpin kedua belah pihak!" jawab Exifilia.
Mendengar itu Gill sedikit terkejut karena yang dimaksud itu adalah ibunya, Anastasya. "Dia juga pernah tergila-gila dengan Tuan Azazeal namun beliau tahu wanita itu adalah Angels yang kotor dan ternoda. Dengan marah Tuan meraih sayapnya dan merobeknya pada saat itu juga, beliau menarik paksa satu per satu sayapnya sampai terputus dari punggungnya." sambung Stacia.
"Dia menjerit keras sampai seisi langit mendengarnya, itu adalah peringatan bagi para Angels yang dengan sengaja menggoda Guardians sekaligus bentuk ancaman bagi para Bidadari yang berani melakukan dosa yang sama." ucap Stacia.
"Leona itu sebenarnya wanita yang sangat cantik bahkan dia masuk apabila mencalonkan diri menjadi Angels God, tapi sepertinya Tuhan sudah tahu kebusukan hatinya." ucap Exifilia.
"Aku masih mengingat punggungnya yang robek dalam sampai tulangnya terlihat, sungguh itu adalah pemandangan yang membuat nafsu makan ku hilang. belum sampai disitu Tuan Azazeal mengutuknya menjadi wanita Iblis yang menyeramkan dengan mata merah dan kuku yang panjang. Dia lalu melempar tubuhnya ke Underworld supaya dia kekal disana selama-lamanya!" timpal Stacia.
"Apakah sekarang Tuan Azazeal ada di Orion?" tanya Liliana.
"Kau mau mencoba menyatakan perasaan mu lagi ya?" sindir Stacia membuatnya malu dan salah tingkah.
"Tidak-tidak aku hanya penasaran saja, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Apakah dia masih sama seperti yang ku lihat waktu itu." ucap Liliana lirih merasa sungkan untuk jujur.
Exifilia tersenyum mendengar itu, "Beliau pergi sudah sejak lama, mungkin bersamaan dengan datangnya Gill disini." jawab Exifilia.
"Iya itu benar, sekarang ini Orion kosong dan sepi tak ada Tuan Azazeal disana." imbuh Gill.
"Beliau sungguh Malaikat yang sibuk ya," ucap Liliana memakluminya dengan senyum manis.
"Tapi jika kau bertanya apakah dia masih sama atau tidak, jawabannya tentu saja tidak. kami lebih suka beliau yang sekarang, yang lembut dan murah senyum. percayalah jika kamu melihat senyumnya pasti kau akan tergila-gila padanya, sangat manis dan menawan hati. Sayang sekali dia tak sempat memelukku sebelum kepergiannya, si Exifilia itu hoki sekali!" lirik Stacia dengan tatapan iri padanya.
Exifilia tersenyum senang dan memerah wajahnya, "Rasa nikmatnya baru bisa aku rasakan sekarang, waktu itu aku tak kepikiran untuk benar-benar merasakannya. rasa hangatnya masih bisa aku rasakan, tubuh Tuan sungguh sangat ideal untuk ku peluk. badannya tinggi, dada bidangnya sungguh bikin aku jantungan, di tambah elusan tangannya di rambut-
Stacia langsung mengacungkan tombaknya ke arah Exifilia marah sekali terbakar api iri cemburu, "Akan ku tusuk mulut mu Exifilia jika kau masih menceritakannya!" ancamnya dengan mata menyorot tajam.
"Hei-hei apa-apaan ini?" ucap Gill bangkit berdiri dari kursi dengan kedua tangan terlentang meredam perkelahian tersebut.
"Sudah jangan di bawa serius, Exifilia kau keterlaluan menceritakan itu!" ucap Liliana mengecamnya.
Dengan wajah yang santai Exifilia memegang mata tombaknya yang tajam dan menurunkannya perlahan, "Tenang lah Stacia, aku hanya bercanda. Kau tidak ingin menambah masalah kan?" ucapnya tenang sambil menatap matanya yang marah. Stacia lalu menghirup nafas panjang lalu membuangnya perlahan sambil menurunkan senjatanya, meredakan marah dan rasa irinya.
Setelah mereka berdua tenang Gill lalu menanyakan kabar Edward pada Exifilia, dia penasaran apa yang terjadi padanya setelah peristiwa tersebut. Exifilia menjawab kalau setelah kepergian Tuan Azazeal, Edward tidak pernah ke Orion lagi.
"Mungkin Edward malu pada kami karena dia telah memikat Acquila tanpa seizin Tuan Azazeal. Yah si pirang itu sungguh pandai memainkan kata-kata, dengan sedikit kata bijak dan sentuhan hangat Acquila langsung murtad membangkang perintah Tuan. Sungguh gadis yang sangat membagongkan, aku sampai kehabisan kata-kata untuknya!" dengan senyum Stacia menjelaskannya diikuti gelak tawa oleh mereka bertiga.
"Yah biarlah, biarkan saja Edward membawanya. anggap saja itu hadiah dari Tuan untuknya, selama ini Edward juga sangat loyal padanya dan tidak pernah sekalipun mengecewakannya. Aku yakin Tuan juga tidak akan keberatan apabila Acquila diambil olehnya, malahan aku berharap Tuan menciptakan satu lagi pelayan yang baru!" ucap Exifilia.
"Sepertinya itu tidak mungkin, bisa dibilang saat ini Tuan hidup dengan sisa kekuatannya. Apabila dia menggunakannya lagi aku tidak tahu kemungkinan terburuk apa yang akan terjadi padanya." jawab Stacia mengeluarkan pendapatnya.
"Sepertinya Tuhan tidak terlalu suka dengan sifatnya yang Arogan, dahulu Tuan Azazeal terkenal sangat tegas dan tak mengenal kata ampun. Meskipun beliau telah berubah tapi aku masih bisa melihat sifat itu masih melekat pada dirinya." jawab Exifilia.
"Sepertinya ini adalah keputusan bijak yang diambil Tuhan untuk menegurnya. kekuasaan Azazeal dulu sangat Absolut dan keras, banyak Angels dan Malaikat yang dibunuh olehnya karena mencemari martabat langit. Ambisinya adalah kehormatan dan Harga diri, dia ingin menjadikan semua makhluk langit sebagai contoh yang terpuji!" ucap Liliana.
"Berapa banyak korban yang telah Tuan renggut?" tanya Gill penasaran.
"Aku sedikit lupa. berapa ya Exifilia, mungkin sekitaran 15 sampai 23 orang lah-
"Hush, kau ini ngaco! Total nyawa yang sudah Tuan renggut adalah 25 orang, aku masih mengingatnya. 3 di antaranya aku lah yang membunuh mereka atas perintahnya." sahut Exifilia.
"Kau pernah membunuh Malaikat Exifilia?" tanya Gill terkejut mendengar pengakuannya.
"Tidak, mereka bertiga adalah seorang Angels. kau mungkin tidak tahu tapi para Guardians terdahulu itu sangat lah kuat, hanya Tuan saja yang mampu menghabisi mereka. Saat ini jumlah mereka yang masih patuh kepada Tuan bisa dihitung jari, salah satunya ya Edward itu tadi!" jawab Exifilia.
"Dari semua pelayan Orion, siapa yang paling banyak membunuh?" tanya Liliana penasaran.
"Yang pertama pasti Helfeany, dia pernah membunuh sekitar 500 iblis yang membangkang. Kedua Sam dengan 246 Iblis dan Malaikat, lalu aku dengan 56 korban, setelah itu dia," menunjuk ke arah Stacia, "Dengan 22 korban, dan yang terakhir adalah Acquila yang berpikiran semua masalah bisa diselesaikan dengan kekeluargaan. Alhasil hanya dia satu-satunya pelayan yang tangannya masih bersih dari noda darah!" jawab Exifilia.
"Itu bisa saja berubah, kita tidak akan tahu siapa yang akan menjadi pemegang rekor selajutnya!" sambung Stacia menyoroti mata Gill dengan serius. Gill hanya menanggapinya santai seraya berkata, "Kita lihat saja nanti" dengan senyum bengis.
Scene berpindah kepada Acquila yang baru saja pulang ke Orion dengan membawa rangkaian bunga yang besar, terlihat juga cincin emas dengan mata berlian merah terlingkar di jari manisnya. Nampak ia begitu senang menerima semua hadiah itu, di sepanjang langkahnya ia nampak bahagia terlihat dari senyumnya yang merekah saat melihat kembali hadiah yang Edward berikan padanya.
Acquila ingin membagikan kebahagiaannya itu pada teman-temannya yang lain, namun sayang ia tak mendapati mereka ada disana bahkan setelah dia mengecek ke kamarnya. "Tumben, kenapa sepi sekali disini. Kemana mereka berdua pergi?" gumamnya bertanya-tanya sambil tolah-toleh mencarinya.
Acquila bahkan terlihat tak peduli pada temannya yang lain, dia langsung pergi begitu saja tanpa menanyakan kemana perginya mereka kepada Maid yang bertugas. Terlihat di kamarnya ada banyak sekali gaun yang sangat indah, ada juga pakaian dress dan pakaian sexy lainnya yang membangkitkan nafsu pria.
Bukan hanya bunga saja hadiah yang telah Edward berikan, ada beragam hadiah lainnya yang tak kalah bagusnya yakni, Gaun, pakaian wanita, sepatu high hills berbagai warna, boneka, coklat/cemilan manis, dan masih banyak lagi. di dalam kamar Acquila juga tersimpan foto Edward dengan pose menawan membuat hatinya kembali berbunga-bunga saat melihatnya.
Berpindah ke Edward yang baru saja selesai mandi dan rambutnya masih basah, dia berbalik dan melihat ranjangnya yang masih berantakan dengan sprei yang kusut dan taburan bunga mawar yang tercecer tak karuan, "Ya ampun tak kusangka Acquila akan seganas itu padaku. setelah Tuan pulang nanti akan langsung ku pinang gadis itu, dia sungguh sangat istimewa!" ucap Edward dengan senyum puas lalu berbalik dan bercermin merapikan rambutnya dengan sisir emas miliknya.
Saat sedang bercermin merapikan rambutnya, kedua Maid Edward datang dan bertanya apakah mereka diizinkan untuk merapikan tempat tidurnya seperti biasa. kali ini Edward menolaknya dengan alasan tidak mau menghilangkan sisa cintanya yang masih tersisa di kasur tersebut. para Maid kebingungan mendengar jawabannya itu, mereka hanya bisa patuh lalu setelah itu pergi.
Terlihat di dalam kamar Edward juga tersimpan banyak sekali foto Acquila, merchandise berupa sarung tangan dan syall buatan tangan Acquila. terlihat dia sangat menghargai semua pemberian kekasihnya itu dengan menyimpan dan menatanya secara rapi.
Berbalik ke Exifilia dan Stacia yang sedang membicarakan kegiatan yang Gill lakukan selama dia berada di sekolah. Stacia bertanya apakah seru menyamar dengan berpura-pura menjadi pelajar seperti ini. Gill mengangguk dan menjawab kalau itu seru sekali, dia menjelaskan ada banyak hal yang bisa dirinya lakukan di sekolah selain hanya belajar.
Selain menceritakan tentang kesehariannya Gill juga menceritakan soal orang-orang baru yang ia temui di sekolah ini seperti Greey, Emilia, Indyra, Vega, Alice, dan lain sebagainya. Exifilia malah tertarik dengan temannya yang bernama Greey karena barusan Gill menyebut nama Gabriel setelahnya, "Jadi si Gabriel itu punya murid juga ya?" tanya Exifilia baru tahu.
"Iya," jawab Gill singkat.
"Eeeh, apakah muridnya itu kuat?" tanya Exifilia penasaran.
"Sejauh yang kutahu sih dia lumayan, katanya Greey itu memiliki Centaurus sebagai hewan perangnya!" jawab Gill membuat Exifilia dan Stacia tertawa ngakak.
"Ya ampun Gill, hewan perang Centaurus seperti itu kau bilang kuat. Kau bercanda ya?" ucap Stacia sambil tertawa terbahak-bahak.
"Bertarung melawan Centaurus itu seperti kau sedang bermain Matador dengan banteng, jika kau punya hewan perang tipe udara Centaurus itu sudah tidak ada gunanya." timpal Exifilia.
"Tapi itu sudah sangat wah untuk ukuran siswa kelas satu, Centaurus itu kan hewan darat yang paling tinggi ketahanan fisiknya selain itu serangannya juga kuat!" ucap Liliana.
"Yah aku bisa memakluminya kenapa kau bilang begitu, tapi tetap saja hewan itu banyak sekali Counter-nya. Apakah tidak ada disini yang memiliki hewan perang Naga selain dirimu?" tanya Stacia.
"Sejauh ini ada dua orang yang ku ketahui, yakni salah satu anggota dewan dan Miranda Emilia murid dari si Alin." jawab Gill.
"Benarkah, kau tahu jenis Naga apa yang mereka punya?" tanya Exifilia.
"Lu xiu adalah Naga milik anggota Dewan. Espher Dragon adalah Naga milik Emilia." jawab Gill.
"Lumayan juga, meskipun keduanya masih masuk ke dalam golongan Naga terlemah!" jawab Exifilia. Mereka pun lanjut mengobrolkan hal yang lainnya dan bersenda gurau bersama.
Akhirnya makanan yang Gill sajikan ludes habis tak tersisa, terlihat perut Erfyona dan Alin sampai membuncit seperti wanita hamil. tubuh mereka sampai tidak kuat untuk bangun saking penuhnya makanan dalam perut mereka, "Aku akui masakan Gill memang yang terbaik, dulu aku kira dia hanya menggertak!" ucap Alin dengan senyum puas.
"Ini belum seberapa, jika kamu tahu rendang buatannya pasti kau akan ketagihan itu adalah makanan terlezat yang pernah masuk ke dalam mulutku." puji Erfyona.
"Sampai selezat itu ya Nona?" tanya Alin penasaran.
"Lidahku tidak pernah berbohong!" jawabnya.
"Ngomong-ngomong dari tadi kok mereka belum kembali?" tanya Alin penasaran.
"Entahlah, aku jadi penasaran siapa tamu yang datang." ucap Erfyona bangkit dari kursinya.
"Nona Anda mau kemana?" tanya Enrylind takut dirinya ditinggalkan.
"Aku mau melihat siapa tamu yang datang." jawabanya. awalnya Enrylind mau ikut tapi Erfyona melarangnya dan menyuruhnya untuk menghabiskan makanannya dulu. dia lalu pergi ke teras depan di ikuti oleh Alin di belakangnya.
Exifilia dan Stacia terkejut saat melihat Erfyona juga ada disana, "Kalian?" ucap Alin terkejut melihat mereka berdua.
Exifilia dan Stacia lalu bangkit dari kursinya dan membungkuk memberinya hormat. saat melihat mereka berdua Stacia jadi salah paham dengan perut mereka yang buncit dan bertanya apakah mereka hamil. seperti biasa Alin selalu iseng dan malah membuat kesalahpahaman menjadi semakin buruk.
"Ini karena ulahnya, tidak kusangka tega sekali kamu Gill" ucap Alin sambil berpura-pura sedih.
"Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri, tapi kamu malah mengotori aku" timpal Erfyona menutup wajahnya dengan telapak tangannya berpura-pura malu sekaligus sedih.
Gill hanya tersenyum mendengar hal itu, "Dasar wanita!" gumamnya pelan melihat tingkah mereka yang usil. Exifilia dan Stacia pun tak marah karena tahu Gill tak bisa menghamili wanita yang bukan dari bangsanya.
Exifilia dan Stacia lalu berpamitan kepada mereka, "Buru-buru sekali?" tanya Erfyona. mereka menjawab kalau Orion saat ini tidak ada yang jaga jadi mereka harus segera kembali.
Alin bertanya apa yang membuat mereka berdua datang kemari. Stacia menjawab tidak ada apa-apa dan hanya ingin bertemu untuk mengobrol biasa. Gill lalu bangkit dan merubah wujudnya kembali ke tubuh kecilnya setelah itu mengucapkan salam sebagai ucapan perpisahan. Mereka berdua pun pergi terbang menembus awan, beberapa detik kemudian Enrylind datang dan bertanya siapa tamu yang barusan datang.
Erfyona menjawab kalau itu adalah Stefany, "Benarkan Alin?" tanya Erfyona yang langsung mendapat anggukan, "Iya itu benar, dia datang untuk mencariku dan sedikit memberitahukan kalau Arena pertarungannya masih dalam proses perbaikan." jawabnya sengaja bersekongkol untuk merahasiakan identitas Gill.
"Oh ya sudah, aku kira siapa." ucap Enrylind percaya begitu saja dan tak menaruh rasa curiga. Mereka lalu masuk kembali ke dalam kosan dan melanjutkan obrolannya di dalam.
Namun entah darimana asalnya tiba-tiba Gill kepikiran dengan ucapan Exifilia yang sebelumnya bahwa dirinya tak bisa menghamili wanita yang bukan dari bangsanya. Dirinya yang dimaksud dalam ucapannya itu adalah wujud dewasanya yang murni berdarah Dementor lalu bagaimana dengan tubuh ini yang berdarah campuran?
Seketika dirinya teringat dengan kejadian malam itu saat dirinya melakukannya bersama Indyra, "Ada apa Gill?" tanya Liliana membuatnya terkejut.
"Tidak ada apa-apa!" Gelengnya berbohong, "Masuk lah duluan ibu, aku akan menyusul." jawabnya. Liliana tersenyum dan tak menaruh kecurigaan sedikit pun padanya, ia lalu masuk ke dalam sedangkan Gill pergi keluar untuk menemui Indyra.