
Saat Azazeal sedang berjalan mengelilingi Cluenon, semua pelayan wanita terdecak kagum melihat wajahnya. tak banyak dari mereka yang langsung pingsan dengan darah mengalir deras dari lubang hidungnya.
"Hei lihat, siapa itu yang datang!" Ucap salah satu maid memberi tahu temannya yang sedang mengelap kaca.
"Ishhh! Jangan ganggu aku kerja. Apa kau mau kena marah Nona Motty,-
Brukgh!" ambruklah salah seorang maid tepat di depannya sontak hal tersebut mengejutkan maid yang sedang mengelap cermin.
Dengan cepat ia langsung menoleh mencari penyebabnya. seketika dia langsung diam dengan ekspresi wajah terkagum, saat dia melihat Azazeal tengah lewat di depannya.
"Brukh!" Ia juga ikut pingsan sesaat setelah Azazeal melewatinya, dia terkejut melihat seorang lelaki setampan itu untuk pertama kalinya.
"Siapa lelaki barusan. sungguh indah dan rupawan!" ucapnya mengigo lirih dengan wajah merah merona serta darah nafsu keluar dari lubang hidungnya.
Sementara itu Alin Xaverias yang dari tadi mengikutinya dari belakang juga turut menyaksikan pemandangan tersebut, di mana seluruh maid tepar satu per satu setelah melihat Azazeal.
Pria itu sungguh sangat berbahaya untung lah Nona Erfyona sudah memberi tahuku cara untuk menghadapinya. Pikir Erfyona sembunyi dari balik tembok sambil mengawasinya dari kejauhan.
Setelah cukup lama membuntuti Azazeal, akhirnya dia berhenti di sebuah teras yang di bawahnya terbentang taman Istana yang sangat luas dan indah sejauh mata memandang. Azazeal diam sejenak untuk menikmati pemandangan tersebut.
Dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi di tambah oleh pemandangan taman yang indah. nampak dari wajahnya Azazeal sangat menikmatinya.
'Apa yang sedang dia lakukan di sana?' Pikir Alin kepo terus memperhatikannya dari balik tembok.
Saat Azazeal sedang menikmati pemandangan taman yang indah, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sesuatu.
"Siapa disana. Keluarlah, aku sudah mengetahui keberadanmu!" Ucap Azazeal sedikit keras yang menyadari kehadiran Alin di belakangnya yang sedang bersembunyi.
Mendengar hal tersebut sontak membuat Alin menjadi panik dan ketakutan, seketika dia langsung berbalik untuk bersembunyi dan memikirkan cara untuk mengatasi kecurigaan Azazeal.
'Gawat, apa yang harus aku lakukan. kalau aku kabur ini masih sempat tapi kalau aku kabur, aku tidak akan tahu siapa lelaki tersebut. Duuhh kenapa aku harus berada di posisi ini!' Pikir Alin mumet karena panik.
"Kenapa kamu membuntuti aku, Keluarlah jangan takut! " Ucap Azazeal memancing Alin untuk keluar dari persembunyiannya.
' Gawat sebaiknya aku segera pergi, sebelum dia mengetahui,- pikir Alin semakin panik mendengarnya untuk yang kedua kalinya.
"Kamu?- ucap Azazeal mengagetkan Alin yang muncul secara tiba-tiba di dekatnya
"Ah!" Ucap Alin terkejut hebat sampai gemetar tubuhnya, jantung berdetak kencang, bingung apa yang harus dia lakukan.
"Kenapa kamu membuntuti aku?" Sambung Azazeal bertanya.
Namun Alin hanya diam dan enggan untuk berbalik ataupun merespon pertanyaannya.
"Masa bodoh lah dengan identitasnya, yang penting aku bisa kabur dari situasi canggung ini" pikir Alin tergesa-gesa karena panik dan takut saling bercampur aduk.
Kemudian Alin mulai melangkahkan kakinya untuk pergi menjauh dari Azazeal, namun Azazeal malah menghentikan langkahnya dengan memegang pundaknya.
"Tunggu!" Ucap Azazeal menghentikan langkahnya.
Kaget karena tubuhnya di sentuh membuat dirinya merasa gugup luar biasa dan secara terpaksa Alin harus merespon pertanyaannya.
"Ti- tidak Tuan. saya tidak bermaksud membuntuti Anda, saya adalah salah satu pelayan di sini." Ucap Alin gugup karena ketakutan.
"Pelayan?" Ucap Azazeal pelan terkejut mendengar pengakuannya.
Pelan namun pasti akhirnya Alin memberanikan diri untuk berbalik dan mengobrol secara tatap muka dengannya. karena begitu gugup, ia sampai melupakan pesan penting yang disampaikan oleh Erfyona sebelumnya.
"I-iya Tuan" Ucapnya gugup sambil perlahan mengangkat kepalanya.
Saat Alin tengah mengangkat kepalanya, ia terkejut melihat kedua mata Azazeal yang sangat dekat dengannya. sehingga membangkitkan nafsunya kembali. kedua matanya di buat melongo terpana oleh keindahannya, yang membuat hidungnya lagi-lagi mengeluarkan sebuah tanda kalau dia sangat mengagumi dan tergoda oleh ketampanannya.
'Ya ampun, dia tampan sekali. aku suka warna bola matanya yang indah seperti berlian, kulitnya putih, rambutnya hitam dan kelopak matanya tajam, ohh pria ini sungguh sangat luar biasa!' Ucap Alin dalam hatinya kagum menatapnya tanpa berkedip sekalipun.
"Jadi dia berbohong ya, dari tatapan matanya saja aku sudah tau kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku.' Pikir Azazeal yang sedang bertatap wajah dengannya.
"Jadi begitu. kalau ikutlah denganku ada hal yang ingin kutanyakan padamu." Ucap Azazeal.
Namun Alin masih saja diam sambil terus menatapnya dengan tatapan kagum dan tergoda, otaknya traveling kemana-mana membayangkan hal yang tidak semestinya. membuat wajahnya kembali merah merona dengan sendirinya.
Saat Azazeal tengah berbalik dan hendak pergi ia menyadari kalau Alin dari tadi tidak memperhatikan dirinya berbicara. nampak dari matanya Alin masih saja diam dan terus menatap wajahnya dengan ekspresi wajah terangsang.
Azazeal kemudian berbalik dan menepuk kembali pundaknya, "Plek!"
Sontak Alin terkejut dan langsung tersadar dari lamunan fantasinya, seketika wajahnya menjadi merah malu sekali.
"Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud mengabaikan Anda." Ucap Alin merasa bersalah merunduk dengan ekspresi wajah takut
Azazeal langsung mengeluarkan saputangan merah dari dalam kantong bajunya dan memberikan sapu tangan tersebut kepadanya untuk mengelap darah yang keluar dari lubang hidungnya.
"Ini?" Ucap Alin bingung kenapa dia malah memberinya sebuah saputangan.
"Ambilah, aku akan menunggumu di depan ada hal yang ingin kubicarakan denganmu." Ucap Azazeal sambil menyodorkan saputangan tersebut.
Dengan tubuh yang gugup Alin berusaha untuk menerima saputangan tersebut. setelah dia menerimanya, ia penasaran untuk apa dia memberikan benda tersebut. saat dia sedang berfikir tiba-tiba meneteslah sebulir darah yang membasahi saputangan yang ia bawa.
'Ya ampun, bagaimana aku bisa lupa tentang peringatan yang telah Nona Erfyona sampaikan. Tetapi syukurlah dia tidak mencelakaiku, sekarang aku tahu kenapa Nona melarangku untuk bertatap muka dengannya secara langsung.' Pikir Alin tersadar dari pengaruh Azazeal.
"Menurutku itu bukan karena pengaruh kekuatannya, tetapi keindahan wajah dan matanya yang sangat luar biasa. sehingga bisa menghipnotis siapa saja yang melihatnya,"
...
"Meskipun begitu, dia adalah Guardian tertampan yang pernah aku lihat seumur hidup. sebelumnya aku mengira Tuan Edward lah lelaki tertampan itu, ternyata dia bukan apa - apa di hadapan lelaki ini!' Pikir Alin sambil melihat Azazeal berjalan pergi.
"Sebaiknya aku mematuhi apa yang Nona Erfyona perintahkan, lelaki ini sungguh sangat berbahaya sedikit saja aku lengah, pasti aku akan hanyut dalam keindahan tersebut!' batin Alin dalam hati sambil menatap serius ke arah Azazeal kemudian ia berjalan menyusulnya dari belakang.
"Maaf Tuan membuat Anda menunggu." Ucap Alin di sampingnya baru sampai.
"Siapa namamu?" Tanya Azazeal sambil memandang ke arah taman yang indah.
"Grish,-
"Kau jangan mencoba berbohong, kau tahu kan posisimu saat ini?" Sahut Azazeal sedikit mengancamnya.
"M-m- maafkan saya Tuan. saya sengaja berbohong untuk hal lain." Jawab Alin sedikit takut.
"Berbohong hanya akan memberimu banyak masalah. rahasia yang kau simpan dengan berbohong juga tidak akan selamanya aman." Ucap Azazeal menyadarkannya.
"Ini bukan mengenai itu tapi,- ucap Alin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Aku sudah tahu dari awal kalau kau adalah anggota Bidadari surga, bau dan energi mu bisa aku rasakan dari jarak ribuan mill. Kamu tidak perlu takut kepadaku." Sahut Azazeal.
'Tidak mungkin, Bagaimana seorang Guardians mempunyai indera setajam itu. ternyata dugaanku benar, dia bukanlah Guardian sembarangan!' pikir Alin terkejut mendengar pengakuannya.
"Saya mengerti Tuan. Nama asli saya adalah (Diam sejenak menghirup nafas panjang) Alin Xaverias." Jawabnya.
'Alin Xaverias, kebetulan sekali jadi wanita ini yang pertama kali bertemu anak Dementor itu?' Pikir Azazeal terkejut.
"Apakah kamu, wanita yang menemukan Dementor tersesat di bumi itu?" Tanya Azazeal.
"Iya, Tuan." Jawab Alin pelan mengangguk sopan.
"Ceritakan detailnya padaku." Perintah Azazeal.
"Tapi inikan berita rahasia khusus untuk Tuan Azazeal, saya takut kalau nanti beliau marah." Tanya Alin sedikit merasa ragu.
"Kau tidak perlu takut, dia tidak akan marah." Jawab Azazeal.
"Tapi,-
"Aku menjamin keselamatanmu dari-Nya." Sahut Azazeal meyakinkannya.
"Baiklah, kalau Anda memaksa." jawabnya sambil menarik nafas panjang hendak memulai ceritanya.
"Anak itu bernama Gill Fire. dia adalah anak ke lima dari pasangan Norman Khall Reed dan Anastasya Gulleen. saat ini saya rasa dia masih berumur delapan belas tahun. rambutnya putih seputih kapas. matanya biru bercahaya dengan simbol aneh di tengahnya, bahkan Sam yang merupakan Dementor utusan Tuan Azazeal tidak memiliki tanda seperti itu." Jelasnya.
"Apakah dia juga memiliki simbol yang sama pada sayapnya?" Tanya Azazeal.
"Iya, Tuan. sayap birunya sangat indah. menurut saya itu adalah sayap terindah yang pernah dimiliki makhluk hidup." Jawab Alin.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Azazeal polos.
"Ehh soal itu..." Jawab Alin malu-malu kucing dengan wajah merah merona.
"Seperti ini?" Tanya Azazeal sambil menunjukan sehelai bulu sayapnya.
"Ahh!" Terkejut melihatnya.
"Ini (Melihat kembali untuk memastikannya) ini sangat mirip sekali dengan punya Gill. Darimana Anda mendapatkan bulu ini?" Tanya Alin penasaran.
"Itu tidak penting, apa lagi yang kau tahu mengenai anak itu?" Tanya balik Azazeal.
"Hanya itu yang saya tahu Tuan, cepat atau lambat dia pasti akan segera bertemu dengan Tuan Azazeal, Pencipta bangsa Dementor." Jawabnya.
"Jadi seperti itu." ucap Azazeal pelan.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Avhriela Ivangels?" Tanya Azazeal.
"Avhriela, Ivangels. Siapa dia Tuan?" Tanya Alin penasaran.
"Avhriela Ivangels adalah nama asli dari Queen, yang diberikan oleh Tuhan sesaat setelah dia diciptakan." Jawab Azazeal
'Avhriela Ivangels, nama yang sangat indah!' Ucap Alin dalam hati kagum mendengar nama Queen yang sebenarnya.
"Dari mana Anda tahu nama tersebut?" Tanya Alin sangat penasaran.
"Dahulu Queen adalah ketua dari semua pelayan setiaku. namun karena sedikit kesalahpahaman, akhirnya dia pergi dari Istanaku." Jawab Azazeal.
'Ratu yang Agung dahulu pernah melayani lelaki ini, siapa sebenarnya dia dan kenapa Queen mau melayaninya?' pikir Alin terkejut menduga-duga.
"Siapa Anda ini sebenarnya Tuan, Kenapa Anda bisa tahu semua itu?" Tanya Alin pelan menoleh hendak bertatap muka lagi dengannya.
Azazeal tersenyum kemudian menoleh ke arahnya. "Aku Azazeal, senang bertemu denganmu!" Jawabnya menatap Alin tajam dengan mata penguasanya.