
Pagi harinya saat Gill hendak masuk ke dalam kelas, ia di sapa oleh Vega dari depan pintu kelas 1B. dia langsung berlari menghampiri Gill yang tak jadi masuk kelas karena mendengar sapaannya tersebut. dengan senyum ramah yang manis Vega berniat mengambil hati Gill dengan menatap matanya dari dekat, "Minggu depan kamu sibuk enggak?" tanya Vega lembut feminim.
Gill yang dasar sifatnya cuek tak melihat aura yang berbeda dari Vega hari ini, padahal jika dilihat dari sudut pandang remaja normal Vega hari ini tampil cantik sekali. Rambutnya di kuncir dengan pita merah, baunya harum merekah khas putri Raja, bajunya bersih dan rapi, di tambah godaannya yang lucu dan menggemaskan.
"Sepertinya tidak," jawab Gill.
"Jalan-jalan yuk, katanya minggu depan ada teater drama romansa di central pusat. Bagaimana kalau kita nonton bareng?" ucap Vega mengajaknya dating.
"Sayang sekali teater-nya drama romansa, aku kurang suka. Coba saja kalau drama colosal, pasti akan seru!" jawab Gill membuat Vega sedikit terkejut karena ternyata ia tidak suka genre romansa tak seperti dugaannya. tadinya Vega yakin kalau caranya ini akan berhasil dan Gill akan mau jalan bersamanya, tapi ternyata tidak.
"Kalau nemenin aku belanja bagaimana, kamu mau kan?" ajak Vega tak menyerah sampai disitu.
'Paling nanti aku cuma di suruh bawa semua barang belanjaannya,' batin Gill dalam hati tidak enak. "Untuk apa?" tanya Gill membuat Vega mati kutu.
"Emhh, ya kita bisa melihat barang-barang yang mereka pajang." jawabnya gugup bercampur malu.
"Terus kalau kita tidak beli buat apa juga?" ucap Gill membuat Vega semrepet menahan rasa kesalnya. Terus terang Vega bertanya Gill mau atau tidak?
"Entahlah" jawabnya membuat Vega tambah kesal lagi karena keputusannya terkesan ambigu dan tidak pasti.
"Jujur sebenarnya aku malas pergi ke tempat yang ramai, bagaimana kalau jalan-jalan berdua saja ke tempat sepi yang menyejukkan?" ucap Gill membuat Vega terkejut dan tak menyangka kalau ternyata Gill adalah tipe pria yang romantis.
Vega mengangguk setuju dan langsung menanyakan lokasi tempat yang mereka akan kunjungi, "Aku tidak tahu nama tempatnya tapi sebelum kita pergi usahakan kau membawa bekal yang cukup karena perjalan kita lumayan jauh," jawab Gill.
"Oke!" ucap Vega setuju dengan mata berkedip sebelah dengan jari melingkar.
Tak lama setelah itu Greey, Indyra dan Alice pun datang menghampiri mereka. Vega menyapa mereka bertiga dengan sikap ramahnya. Nampak dari wajahnya Greey terpesona dengan penampilan Vega hari ini yang rapi dan wangi, cantik sekali puji Greey padanya.
Indyra juga mengakui kalau Vega hari ini sangat cantik dan berbeda dari biasanya. "Masa sih, berarti biasanya aku jelek dong?" balas Vega mencandainya. Indyra lalu meminta maaf dan tak bermaksud menyinggungnya, Vega tersenyum dan berkata kalau dirinya hanya bercanda.
Secara mengejutkan Alice tiba-tiba bertanya apakah ia baru saja melakukan kencan. Vega terkejut mendengarnya dan langsung gugup salah tingkah, tidak menyangka pertanyaan itu akan keluar dari mulutnya.
Greey dan Indyra tersenyum saat melihatnya salah tingkah. Gill bertanya apakah yang dikatakan Alice itu benar. Spontan Vega menepis tuduhan itu dengan beralasan kalau dia sedang mencoba style baru, ia lalu bertanya apakah style yang ia coba ini cocok? Mereka mengangguk seketika dan berkata kalau Vega hari ini terlihat sangat cantik. Vega senang mendengarnya terlihat dari raut wajahnya.
Berpindah ke Arena dengan penonton yang riuh bersorak, membuat suasana kian meriah. terlihat Greey dan Vessel mulai memasuki Arena dari arah pintu yang berseberangan. dari kelas B Vessel mendapat dukungan dari teman-temannya yang memakai pakaian maskot dan membawa snare drum untuk mengobarkan semangat. sedangkan dari kelas A Greey mendapat dukungan yel-yel dari para gadis yang memakai pakaian Cheerleaders seksi.
Saat Greey melihat ke atas ia terkejut dan langsung tersenyum bahagia ketika melihat Masternya, Gabriel datang untuk menyaksikannya. awalnya dia tidak percaya kalau Masternya itu akan datang, tapi setelah melihatnya mengobrol dengan Alin. Greey jadi yakin dan tidak sedang bermimpi. seketika semangatnya kembali berkobar dan penuh dengan keyakinan kalau dia akan memenangkan pertarungan ini.
Gill yang sudah sering melihat Guardians merasa biasa saja dan tidak terlalu terpesona oleh penampilannya yang wah. berbeda dengan Gill, ketiga teman wanitanya malah terkagum setengah mati melihat sosoknya yang rupawan. keluar lah dari mulut mereka kata pujian yang indah untuk menggambarkan sosok Gabriel yang sempurna.
Saat Gill sedang memperhatikan Gabriel, tak sengaja Alin memperkenalkan mereka dari kejauhan dan dari situlah awal mereka bertatap wajah. Gabriel memberi Gill senyum manis sebagai sapaan, begitu pula balasan yang Gill lakukan.
Penonton langsung bersorak riuh saat wasit mengumumkan pertandingan telah dimulai. tanpa banyak cakap mereka langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing, disini Greey lah yang terlihat mencolok karena mengeluarkan empat pedang koleksinya yang sangat bagus. Keempat pedang itu melayang turun dari langit setelah segel tercipta dan berjejer di depan Greey rapi siap untuk dipilih.
Greey lalu memilih salah satu pedangnya yang berwarna biru toska dan menghunuskannya ke arah Vessel, sempat terjadi obrolan ringan antara mereka berdua sebelum mulai bertarung. "Mereka ngobrolin apa sih?" tanya Indyra penasaran.
"Entahlah!" jawab Vega yang juga penasaran.
Mereka lalu berlari melesat melancarkan serangan pertama sambil menggengam erat pedangnya. semua mata langsung terfokus pada dua orang di bawah yang saling beradu skil pedang, gerakan mereka sangat lincah dalam menyerang dan bertahan. Bisa disimpulkan skil berpedang mereka tidak beda jauh berbeda satu sama lain.
Dua puluh lima menit berlalu dan mereka masih beradu pedang, belum ada yang terpojok ataupun terluka. untuk mempercepat pertarungan akhirnya Vessel mengeluarkan hewan perangnya yakni seekor naga besar bertanduk panjang. Naga tersebut memiliki wajah yang sangat buas dan garang, bahkan Greey sempat dibuat takut sesaat olehnya.
Semua penonton langsung riuh bersorak mendukung Vessel dengan Naga sebagai hewan perangnya. Gabriel sedikit terkejut melihat siswa kelas satu sepertinya mampu mensummon Naga sebagai bawahannya. Alin berkata kalau hal seperti itu sudah biasa disini dan siswa yang mempunyai Naga sebagai peliharaannya akan mendapat status dan kedudukan yang tinggi di antara siswa lainnya.
"Ini pasti akan berat untuknya, melawan Naga itu tidak lah mudah!" ucap Indyra fokus memperhatikannya di bawah.
"Kalau dia kalah, aku tidak tahu akan semalu apa dia di depan Masternya!" timpal Gill.
Saat Greey sedang termenung bingung, Gabriel memanggilnya melalui telepati. "Greey!" panggilnya membuatnya langsung terbangun dari lamunannya. Ia langsung menjawab panggilan itu dan berkata kalau dirinya sekarang bingung memikirkan cara untuk mengalahkannya. Greey bertanya apakah dia harus mengeluarkan Centaurus miliknya disini?
Gabriel berkata, "Kenapa kau tidak mengeluarkannya saja, dia mungkin bisa sedikit membantumu melawan Naga itu" ucapnya.
"Saya ragu apakah dia mau membantu saya Tuan!" jawab Greey.
"Tidak ada salahnya mencoba." ucapnya Gabriel membuat Greey tersenyum yakin. ia langsung mengangkat tangannya di atas kepala dan membuat segel di langit berwarna orange.
Penonton langsung heboh melihat segel cantik tersebut dan menunggu hewan apa yang akan segera keluar, namun hewan perang yang Greey panggil tak kunjung keluar bahkan segelnya hampir memudar. Vessel menertawakannya dan berkata kalau Hewan perang yang Greey panggil takut dengan Naga miliknya. di luar dugaan setelah Vessel berkata demikian segel tersebut langsung bercahaya dan keluarlah Naga merah dari dalamnya.
Naga itu mengaum keras menciptakan angin yang dahsyat dan membuat para penonton terkagum sekaligus terpesona. sontak auman keras itu mengundang respon Froast Dragon, ia terkejut saat pertama kali melihatnya. "Ada apa, apakah kau mengenalnya?" tanya Gill.
"Ell Drago, Sang Naga api dari gunung Einzelratt." jawabnya.
"Apakah Naga itu teman mu?" tanya Gill penasaran.
"Tidak, aku sangat membenci Naga itu. mungkin tidak hanya aku saja, tapi semua Naga dari empat arah mata angin juga membencinya. si brengsek itu gemar sekali merebut pasangan dari para Naga, dia memiliki kekuatan misterius yang dapat mempengaruhi pikiran Naga betina." jawab Froast Dragon.
"Bagaimana dengan kekuatannya?" tanya Gill.
"Dia adalah Naga biasa dengan kekuatan api, tidak ada yang spesial dan hanya elemen dasar. Jadi dia menjadi bawahan anak itu ya. setelah aku membekukan kerajaannya, Naga brengsek itu jadi tak terlihat lagi!" jawabnya.
Ell Drago marah dan bertanya dengan tegas siapa yang meremehkannya tadi. semua orang terkejut mendengar Ell Drago bisa fasih berbahasa manusia, tanpa banyak basa basi Greey langsung menunjuk Vessel sebagai pelakunya. Ell Dragon langsung menoleh ke arahnya dengan mata kuning menyala. Vessel ketakutan dan mengambil langkah mundur beberapa jengkal sebelum akhirnya dia menyuruh Naga miliknya Gidorah untuk menyerangnya.
Belum sempat Gidorah melancarkan serangan, Ell Drago sudah menyerangnya dulu dengan semburan api panasnya. di luar dugaan ternyata Gidorah memiliki kekuatan angin yang sangat besar sehingga api yang terpancar bisa dibalikannya dengan mudah. alhasil Greey menjadi terkena imbasnya, kulitnya melepuh dan tubuhnya mengalami dehidrasi.
Gidorah adalah counter terbaik untuk melawan Ell Drago karena kekuatan anginnya yang dahsyat melebihi Espher Dragon. di saat kedua hewan perang itu beradu kekuatan Vessel mengambil kesempatan untuk menyerang Greey secara mendadak. Greey yang tubuhnya lemas karena dehidrasi akhirnya terpental terkena serangan kuat yang Vessel lancarkan.
Tak mau menyerah Greey akhirnya mengeluarkan kartu As miliknya, yakni zirah pelindung cahaya yang terbuat dari emas. Sungguh sangat berkilau memantulkan cahaya.
Zirah tersebut juga memiliki sepasang sayap lebar yang kokoh, setiap helai bulunya terbuat dari baja platinum asli.
Saat Vessel mencoba untuk menyerangnya dengan gerakan cepatnya, secara mengejutkan Greey bisa dengan mudah menghindarinya. ia menghilang layaknya kilatan cahaya dan berteleport disudut lain, Vessel sampai dibuat kesal karena semua serangannya selalu dihindari olehnya. "Ayo Greey jangan jadi pengecut!" tantangnya kesal dengan suara yang lantang.
Dengan sekali kilatan cahaya tubuh Vessel langsung mendapat banyak sekali luka sayatan. semua penonton dibuat terkejut sekaligus penasaran karena mereka tak melihat gerakan Greey sama sekali, semuanya terjadi instant begitu saja. para dewan juga tak habis pikir dengan kekuatan Greey yang sedahsyat itu, "Dengan kecepatan cahaya seperti itu, bagaimana dia bisa dikalahkan!" ucap Clark kagum.
"Anak itu boleh juga." ucap Fain tersenyum merasa tertarik padanya.
Emilia penasaran karena Fain hanya menganggapnya biasa dan tak terlalu terpukau oleh kekuatan cahaya tersebut. dia lantas bertanya, "Apakah ada cara khusus untuk mengalahkan musuh dengan kecepatan cahaya seperti itu atau mungkin ada yang lebih cepat lagi dari itu?" ucap Emilia.
"Itu benar, tak ada yang spesial dari kekuatannya tersebut. kecepatan itu akan wah bagi mereka yang belum pernah melihatnya, ada banyak cara yang bisa digunakan untuk menangkis serangannya itu. Dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan orang yang kami temui kemarin." imbuh Enrylind membuat semua anggotanya penasaran.
"Maksud kami dia wah untuk ukuran siswa kelas satu, mungkin yang Senior bilang itu adalah orang dengan tingkatan lain-
"Tidak," potong Enrylind, "Orang itu adalah anak kelas satu juga. dia mewarisi kekuatan Guardian tinggi, Ruang dan Waktu. Hampir saja kami berdua di bunuh olehnya!" sambungnya membuat Emilia semakin penasaran.
"Ada murid seperti itu di angakatanku?" tanya Emilia terkejut dengan kedua alis yang terangkat.
"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, bukannya kita sudah memilahnya waktu itu- ucap pedang pembantai berdiri dari kursinya karena terkejut.
"Kita lengah dan kurang teliti, saat itu kita hanya fokus menilai mereka dari ujian bertarung. kabar buruknya adalah siswa itu tidak mau segera di luluskan, kami takut kalau anak itu akan semena-mena dengan kekuatan dahsyatnya tersebut." ucap Fain serius.
"Dan saat dia menggunakan kekuatannya itu, tak ada yang dapat menghentikannya!" timpal Enrylind.
"Siapa anak yang kalian maksud itu?" tanya Rwanda penasaran.
"Tak perlu kusebutkan namanya karena setelah pertarungan ini, dia akan tampil sebagai pertunjukan utama." jawab Fain.
"Kalau begitu kenapa tidak kita batalkan saja pertarungannya, takutnya nanti malah menimbulkan korban jiwa. jika anak itu menggunakan kekuatan aslinya maka pertarungannya akan tidak seimbang!" ucap Emilia panik.
"Tidak bisa!" jawab Enrylind membuat semua anggotanya terkejut dan cemas, "Aku tak bisa menghentikannya" sambungnya lirih merundukan wajahnya sedih.
Tak mau malu di depan teman-temannya Vessel juga mengeluarkan zirah merah darahnya dengan sayap merah mengkilap tajam. "Baiklah Greey, sudah cukup main-mainnya!" ucap Vessel dengan senyum bengis menggenggam erat pedang jagal besarnya.
Seketika Vessel mengepakkan sayapnya keras dan melesat menghilang dari penglihatan Greey. Greey panik dan tolah-toleh kesana-kemari mencari seluk beluknya, saat dia sadar Vessel sudah berada di depannya dengan pedang yang menghunus tajam.
"Gawat!" batin Greey terkejut dengan kedua alis terangkat.
"CTASSH!" Pedang Greey patah saat dia gunakan untuk menahan serangannya. semua aura kekuatan yang ada dalam pedang itu langsung keluar layaknya uap panas.
Bersyukur Greey masih bisa menghindari serangan mematikan tersebut, jika tidak bukan hanya kekalahan saja yang akan ia dapat tapi nyawanya juga akan terenggut. selain cepat, serangan Vessel juga kuat. Gabriel menjadi penasaran dengan lawan tanding muridnya itu, lantas dia menanyakannya pada Alin tentang identitas asli dari Vessel termasuk siapa Masternya.
Saat Alin menceritakan siapa itu Vessel dan Masternya, Gabriel langsung dibuat terkejut sesaat sebelum akhirnya dia tersenyum tatkala mendengar nama Lucas Frabba disebut. Alin lantas bertanya, "Apakah kau mengenal Master anak itu?" ucapnya polos.
"Lucas Frabba itu adalah seorang Guardians sama sepertiku, dia menjabat posisi 24 sedikit di atasku. Kami berteman baik, tidak kusangka anak itu adalah muridnya!" jawab Gabriel dengan senyum tidak menyangka di wajahnya.
Ia langsung memberitahukan hal tersebut kepada Greey, nampak dia juga terkejut dan tidak menyangka dengan perkataan masternya tersebut. "Kau harus berjuang keras untuk mengalahkannya Greey. Masternya pun juga orang yang kuat, dia bukan lah lawan yang remeh!" tutur Gabriel.
"Tentu saja Tuan, saya akan melakukan yang terbaik!" jawab Greey patuh. Greey lalu mengeluarkan pedangnya yang lain yang berwarna hitam. pedang itu sedikit panjang dan sedikit lebih lebar dari pada sebelumnya, berharap pedang yang ia pilih kali ini sesuai untuk menangkis pedang jagal tersebut.
Scene berpindah ke depan gerbang Orion. terlihat langkah kaki seorang pria yang mulai menyentuh dasar lantai yang mengarah masuk ke dalam gerbang dan kaki tersebut tidak asing bagi seluruh makhluk yang tinggal di Istana megah tersebut.
Sore itu Stacia sedang berdiri sendiri melamun melihat bintang sore yang indah gemerlap, angin segar menerpa rambutnya membuatnya terlihat semakin cantik. bahkan para Knight sampai terpesona dengan kecantikannya, "Demi apapun yang indah di semesta ini, Nona Stacia adalah yang tercantik dari keempat pelayan Tuan Azazeal!" puji salah satu Knight terpesona.
Tanpa Stacia sadari munculah kaki yang sama seperti di gerbang tadi tepat di belakangnya. dia masih saja melamun dan berbicara sendiri, "Tuan apa yang sedang kau lakukan sekarang, aku sungguh merindukan mu!" ucap Stacia.
Ia lalu merunduk ke bawah dan melihat sekelilingnya, saat tidak ada orang dia lalu menempelkan kedua telapak tangannya menyilang dan meletakkannya di dada lalu berkata dari hatinya yang terdalam. "Tuan aku ingin sekali memeluk tubuh mu, mengelus pipi mu, mengusap rambut mu dan aku ingin sekali mencium kening mu," Stacia lalu membuka mata dan menghirup nafas panjang lalu membuangnya perlahan.
"Mungkin ini terkesan tidak sopan tapi hati dan tubuh ini ingin sekali,-
"Stacia?" panggil seseorang mengejutkannya.
Stacia langsung terdiam mendengar suara tersebut, kedua alisnya terangkat ke atas tahu itu siapa pemilik suara tersebut. "Tuan!" ucapnya terkejut.
Kembali ke Arena pertarungan di mana Greey dan Vessel tengah ngos-ngosan kehabisan tenaga dengan masing masing luka goresan pada tangannya. Kedua zirah mereka hancur, sayap mereka patah dan kusut bukti sengitnya duel tersebut. Kedua kelas langsung mengobarkan semangat agar mereka mau berdiri dan mengalahkan lawan tandingnya.
Perlahan keduanya bangkit, melepas armornya dan membuang pedangnya, berjalan tertatih-tatih dengan tangan mengepal keras. perlahan langkah kaki mereka memanjang dan semakin keras, Greey dan Vessel berniat mengakhiri pertarungan dengan tangan kosong.
Terlihat keduanya mengarahkan pukulannya ke arah pipi dan nampak kekuatan tinju Vessel lebih unggul disini, meskipun pukulan Greey juga sempat membuatnya kesakitan namun tidak separah pukulannya yang bisa membuat mulut Greey berdarah. Vessel terus memprovokasinya dan berniat mematahkan semangatnya dengan cacian dan celaan, namun semuanya tak ada guna bagi Greey yang memiliki semangat 45.
Meski kekuatan mereka tidak seimbang namun Greey tidak mau menyerah dan terus melancarkan pukulannya. Sampai di saat terakhir dia berkata, "Aku sudah berjanji untuk tidak menyerah. walaupun kau kuat, tapi belum tentu kemenangan adalah milikmu!" teriaknya lantang memukul wajah Vessel dengan sekuat tenaga sampai membuatnya terjatuh tersungkur.
Siswa kelas A langsung bersorak gembira setelah wasit mengumumkan pemenangnya. dengan tubuh sedikit membungkuk karena kelelahan dan nafas yang ngos-ngosan Greey mengangkat tangannya di atas kepala yang baru saja ia gunakan untuk memukul Vessel dan membuatnya menjadi juara.
Gabriel tersenyum melihat murid kesayangannya tersebut menang, dalam hati ia merasa bangga dan menganggap Greey sudah seperti anak sendiri. "Selamat Gabriel, ternyata murid mu itu bandel juga ya semangatnya. Meskipun kita tadi tahu kalau kekuatan mereka tidak seimbang" ucap Alin sambil melihat Greey di bawah.
"Anak itu sangat spesial, semangat bertarungnya sangat tinggi. dia tidak akan menyerah sampai dia mendapatkan keinginannya!" jawab Greey dengan penuh kebanggaan.
Greey lalu menghampiri Vessel dan mengulurkan tangannya membantunya bangkit berdiri, meskipun awalnya Vessel sedikit bandel dan berniat menolaknya tapi akhirnya Greey mampu meyakinkannya untuk berdiri bersama.
Vega terkejut tatkala melihat Greey dan Vessel berjalan bersama saling merangkul satu sama lain, berjalan dengan tertatih-tatih masuk ke dalam UKS. dalam hati Vega tak habis pikir bagaimana mungkin siswa bandel dan sombong seperti Vessel mau menerima Greey uluran tangan Greey.
Vega lalu bertanya, "dilihat dari fisik akhir kalian berdua, sepertinya kau memang tidak bisa bisa terkalahkan Vessel." ucapnya.
"Kau benar, dia adalah lawan yang kuat yang pernah aku hadapi disini!" puji Greey.
"Diam lah Greey, kau jangan membuat omong kosong!" ucap Vessel yang sebenarnya masih kesal dirinya di kalahkan.
Greey dan Vega hanya bisa tersenyum melihat reaksi kerasnya tersebut. tak berapa lama setelah itu teman sekelas mereka pada datang dan mengucapkan selamat pada jagoan kelas mereka masing-masing. terlihat Greey banyak sekali mendapat pujian dan sanjungan dari teman sekelasnya. di detik ini lah Vega baru tahu kalau ternyata Greey lah menjadi pemenangnya, dalam hati ia merasa senang dan tidak menyangka dengan hal itu.
Saat para siswa sedang asyik mengobrol dan bercerita, mereka di kejutkan dengan kedatangan Gabriel dan Alin yang tiba-tiba. mereka semua lantas membungkuk sopan dan memberi hormat pada mereka berdua. Gabriel lalu mengucapkan selamat padanya dan bangga dengan prestasi muridnya tersebut, "Selamat Greey, kau bertarung dengan sangat baik. aku kagum pada semangat mu yang pantang menyerah itu, kamu luar biasa!" pujinya membuat Greey malu.
"Anda terlalu memuji Tuan," jawab Greey merendah dengan senyum malu.
"Selamat ya Greey." ucap Alin dengan nada lemah lembut dan senyum manis.
"Terima kasih Nona." jawab Greey.
Gabriel lalu berjalan menghampiri Vessel dan berkata, "Kekalahan bukan lah akhir dari segalanya Vessel, aku tahu kemampuan mu lebih hebat daripada Greey murid ku. Yang kau butuhkan hanyalah dorongan untuk terus berjuang" ucap Gabriel menasihatinya.
"Aku mengerti." jawab Vessel dingin masih tidak terima dengan kekalahannya.
Gabriel tersenyum dan memberitahunya kalau sebenarnya master dari Vessel adalah teman dekatnya. Gabriel memujinya kalau dia adalah Guardians yang hebat, dahulu mereka selalu berlatih bersama dan yang membuat Vessel terkejut adalah Gabriel selalu kalah saat melawannya.
Gabriel mengajaknya mengobrol sampai perlahan rasa kesalnya hilang, Gabriel sangat pandai dalam mencari topik obrolan tanpa menyinggung perasaan lawan bicara. Terbukti dari percakapan mereka yang mulai akrab.