That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 97



Tiba waktunya pukul 09.00 pagi, Helena datang tepat waktu untuk menjemput Asyaa, Asyaa sempat mengajak Freya untuk ikut pergi bersama, tetapi Freya mengatakan dia masih ingin tidur, dan hari ini dia malas beraktivitas, jadi Asyaa juga tidak memaksa.


Asyaa masuk ke dalam mobil Helena, Dan Helena pun mulai mengakrabkan diri,


"Halo.. selamat pagi, apa tidurmu nyenyak?"


"Mm, bagaimana dengan kakak?" Tanya Asyaa kembali? Asya memanggil Viana kakak karena memang Helena jauh lebih tua darinya,


"Ya.. tidak begitu nyenyak" Jawab Helena dengan wajah yang berpura-pura sedih, melihat Helena yang bertingkah lucu membuat Asyaa tertawa,Helena pun ikut tertawa,


"Aku dengar dari Arbi kamu berasal dari Negara B?"


"Iya, aku dari Negara B"


"Lalu, mengapa kamu ada di sini? Apa kamu sedang berlibur?"


"Akh.. tidak, sejujurnya aku sedang mencari seseorang, aku pikir dia ada di Negara ini"


"Seseorang? Apa kekasihmu?" Tanya Helena penasaran, namun Asyaa diam saja, dia ragu untuk menjawab, Helena yang melihat Asyaa diam kembali berkata,


"Jika kamu tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa, kita juga belum cukup dekat untuk saling berbagi cerita bukan?" Ujar Helena tersenyum ke arah Asyaa,


"Tidak. aku bukan tidak mau menceritakannya, tetapi aku bingung, aku tidak tahu hubunganku dengannya ini apa"


"Loh, mengapa?"


"Aku bertemu dengannya sewaktu aku kecil, saat itu dia terluka parah, aku meminta ayahku untuk menolongnya saat itu, setelah dia sembuh dia meminta izin kepada ayahku agar bisa menjagaku, karena dia sangat merasa berhutang budi, aku dan ayahku tidak merasa dia berhutang budi, jadi dia tidak perlu menjadi penjagaku, tetapi saat itu dia bersikeras ingin bersamaku. Sejak saat itu dia menjagaku di sisinya, bahkan bisa di bilang dia menjagaku selama 24 jam, dia tidak pernah bicara kepada orang lain, tetapi denganku dia begitu lembut, dia tidak peduli kepada orang lain, tetapi denganku dia sangat perhatian, aku bisa merasakan kasih sayangnya yang tulus kepadaku, dia berjanji akan bersamaku selamanya, selama 6 bulan dia menjagaku, tiba-tiba saat aku bangun, aku tidak melihatnya lagi, ayahku mengatakan dia mungkin sudah meninggal karena menolongku dari para penculik, dia mempertaruhkan nyawanya demi aku, aku meminta ayahku mencarinya dan membawanya kepadaku, tetapi ayahku mengatakan tidak bisa menemukannya, saat itu aku jatuh sakit hingga dilarikan ke rumah sakit, selama seminggu aku tidak sadarkan diri, kemudian saat aku ulang tahun yang ke 5, ada hadiah tanpa nama yang di kirim ke rumahku, hadiah tanpa nama itu terus ada di setiap ulang tahunku, sampai usiaku 15 tahun aku mulai menyelidiki dari mana hadiah itu di kirim, setelah satu bulan menyelidiki aku baru mengetahui bahwa hadiah itu berasal dari Negara M, jadi aku yakin dia berada di Negara ini, aku tidak tahu hubungan kami ini disebut apa, yang aku tahu aku merindukannya, aku ingin menemuinya"


Setelah mendengar cerita Asyaa Helena memegang erat setir mobil, dia baru tahu ternyata Rafka rela mengorbankan nyawanya demi Asyaa,


"Jika kamu bertemu dengannya bagaimana?"


"Entahlah, aku masih tidak tahu harus bereaksi seperti apa"


Tidak lama kemudian Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah panti asuhan, ada beberapa relawan yang sudah lebih dulu tiba. Helena dan Asyaa segera turun dari mobil, setelah mengeluarkan barang-barang yang akan mereka sumbangkan, Helena menemui kepala panti di ruangannya,


"Kami sangat berterima kasih karena yayasan anda begitu murah hati kepada kami" ujar kepala panti tersebut,


"Ibu tidak perlu sungkan, kami sangat senang bisa membantu anak-anak di sini, melihat mereka bahagia adalah kebahagian tersendiri bagi kami"


"Kamu benar-benar gadis yang baik, semoga pernikahan kamu dengan Tuan Rafka tidak memiliki kendala apapun, kalian adalah pasangan yang sangat cocok dan serasi"


"Gadis itu siapa? Aku baru pertama kali melihatnya, apa dia relawan baru?" Tanya kepala panti melihat ke arah Asyaa


"Akh.. dia adalah temanku"


"Oh, begitu rupanya, Coba lihat baru datang dia sudah menjadi akrab dengan semua anak-anak yang ada di sini, sungguh gadis yang cantik dan manis" Helena melihat Asyaa yang tertawa bahagia bermain dengan anak-anak panti, tiba-tiba salah satu anak yang sedang bermain lari-larian terjatuh lalu menangis , terlihat Asyaa segera berlari ke arah anak itu dan menggendongnya, Asyaa menghiburnya hanya dengan beberapa kata dan anak itu sudah langsung terdiam, Helena membandingkan dirinya dengan Asyaa, dia bukan orang yang bisa langsung akrab dengan orang lain, Asyaa juga terlihat penyayang dan lembut, dia berpikir mungkin itulah yang membuat Rafka jatuh cinta kepada Asyaa, pikir Helena.


Setelah mengunjungi beberapa panti asuhan, Helena dan Asyaa mengendarai mobil untuk pulang, tetapi Helena merasa lapar, jadi dia dan Asyaa memutuskan untuk mencari sebuah restoran untuk makan, setibanya di restoran mereka memesan beberapa menu, tidak butuh waktu lama makanan sudah di hidangkan, mereka makan sambil mengobrol, tiba-tiba Asyaa bertanya soal Helena,


"Bagaimana denganmu kak, apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Asyaa memperlihatkan senyum manisnya sambil mengunyah makanan,


"Ada.. tetapi bukan pacar" jawab Helena menatap Asyaa penuh arti, namun Asyaa yang polos tidak memperhatikan tatapan itu,


"Loh, lalu? Apa kakak menyukainya diam-diam?"


"Tidak, aku dan dia sudah bertunangan"


"Wah, kakak pasti sangat bahagia karena memiliki laki-laki yang mau berkomitmen, laki-laki jaman sekarang kan hanya maunya pacaran, jika diajak untuk serius mereka akan kabur" jawab Asyaa cemberut


"Aku memang senang bisa bertunangan dengannya, tetapi aku tidak bahagia"


"Loh, mengapa seperti itu"


"Karena dia tidak mencintaiku"


"Tidak mencintai kakak? Bagaimana mungkin ada pria yang tidak mencintai kakak? Kakak begitu cantik, cerdas, dan baik hati apa laki-laki itu sudah buta? Lalu mengapa dia mau bertunangan"


"Baginya pertunangan kami hanyalah bisnis"


"Lalu, apa kakak betah dengan orang seperti itu? Lalu mengapa kakak tidak putus saja dengannya"


"Aku tidak bisa, karena aku menyayanginya, tetapi dia seperti kaktus, semakin aku mendekat aku akan merasa sakit karena tertusuk durinya"


"Kakak yang sabar ya, aku yakin jika kakak terus berjuang untuk mendapatkan cintanya, suatu saat pria itu pasti akan luluh"


"Apa kamu berpikir begitu?"


"Tentu saja, pria yang tidak akan jatuh cinta padamu adalah pria yang bodoh" mendengar umpatan Asyaa Helena hanya bisa tersenyum pahit, pria yang kamu doakan agar bisa jatuh cinta padaku adalah pria yang rela melakukan apa saja untukmu, pikir Helena dalam hatinya.


Setelah makan Helena kembali mengantar Asyaa ke rumah Theo, Theo yang sedang berada di balkon rumah terkejut melihat Asyaa yang turun dari mobil Helena, tadi dia tidak melihat Asyaa pergi karena sedang keluar. Theo segera menghubungi Rafka untuk memberitahunya, tetapi Rafka tidak mengangkatnya karena sedang mengadakan rapat.