
Daren membuka kado pemberian Jebby, setelah membukanya Daren terkejut sekaligus sangat senang, itu adalah 1 set komputer terbaru yang memiliki fitur-fitur canggih yang diinginkan Daren, dia tahu tidak mungkin bisa memilikinya, jadi dia hanya melihatnya dan mengaguminya di internet, tetapi Daren tidak menyangka Jebby memberikan komputer itu untuknya.
"Kakak ipar, dari mana kamu mendapatkan ini? Ini adalah komputer terbaru produksi Perusahaan JB electronics yang baru saja dipasarkan, bahkan baru 10 buah yang di produksi. kalangan atas pun belum tentu memilikinya, bagaimana kamu bisa mendapatkannya?" Tanya Daren dengan antusias, Hasan, Maya dan Viana juga melihat ke arah Jebby dengan penasaran.
"Aku meminta sahabatku mendapatkannya untukmu" jawab Jebby dengan santai. Mengetahui Viana akan mengunjungi Maya dan Hasan karena Daren ulang tahun, Jebby langsung meminta Viko membawakan 1 set komputer keluaran terbaru produksi JB Electronics untuk dihadiahkan kepada Daren, karena Jebby tahu Daren sangat ahli soal komputer, Seteleh Jebby memberikan hadiahnya Hasan dan Maya juga masing-masing memberikan kado untuk Daren, begitu juga dengan Asyaa. Asyaa memberikan kado sebuah gambar yang dia gambar sendiri, digambar itu adalah gambar laki-laki remaja dan perempuan kecil yang sedang berhadapan dengan komputer, tetapi karena Asyaa masih kecil jadi gambarnya tidak jelas, Daren sangat senang menerima semua hadiah dari mereka,
"Asyaa juga ingin kado, mengapa tidak ada yang memberikan kado pada Asyaa" ujar Asyaa dengan raut wajah yang cemberut, ucapan Asyaa membuat semua yang ada di meja makan tertawa.
"Asyaa.. nanti kalau Asyaa akan ulang tahun kakak dan Paman Jebby akan memberikan kado boneka yang cantik untuk Asyaa ya" ucap Viana membujuk Asyaa.
"Tidak..Asyaa tidak mau boneka, Asyaa ingin komputer seperti milik kakak Daren"
"Asyaa, nanti Asyaa bisa memainkan komputer kakak Daren sesuka Asyaa ya, nanti kita juga main bersama" Daren ikut membujuk Asyaa, mendengar ucapan Daren mata Asyaa berbinar, dia tersenyum dan meminta Daren ber janji untuk mengajarinya memakai komputer baru.
***
Di Perusahaan, semua karyawan sedang sibuk bekerja karena seminggu lagi akan merayakan hari jadi perusahaan yang ke 20 tahun, Viana yang sedang memeriksa dokumen-dokumen yang diberikan Manajernya bu Riska tidak mendengar ponselnya yang berbunyi tanda pesan masuk, pesan itu dari Jebby, dia ingin Viana datang ke ruangannya, tetapi waktu sudah lama berlalu Viana tak kunjung datang, sampai tiba waktu pulang, seperti biasa Viana menunggu semua karyawan sudah pulang, barulah dia akan pulang bersama Jebby, saat Viana sedang bersiap untuk pulang Jebby datang ke ruangan Viana dengan raut wajah dinginnya, Viana yang melihat Jebby datang langsung melihat kiri kanan untuk memeriksa apakah masih ada karyawan di sekitar mereka,
"mengapa kamu datang, bukankah seharusnya kamu tunggu di mobil saja" ujar Viana dengan perasaan khawatir
"mengapa kamu tidak membalas pesanku?" Tanya Jebby
"Apa kamu mengirim pesan? maafkan aku, aku tadi tidak melihat ponsel"
"Ayo pulang" Jebby menggenggam tangan Viana, setelah mereka pergi Cindy keluar dari persembunyiannya, lagi-lagi dia memotret kedekatan Jebby dan Viana.
Cindy yang dahulu cemburu pada Viana karena begitu dipercayai oleh Manajer mereka bu Riska, makin cemburu dengan kedekatan Viana dengan Jebby, apalagi dia merasa hanya karena Viana dia dipecat dari Perusahaan, atas dasar apa Viana bisa mendekati Direktur Jebby, meskipun dia tidak memiliki niat kepada Direktur mereka, tetapi dia juga tidak akan membiarkan Viana merasa senang, bahkan seandainya saja dia tahu siapa istri Direktur Jebby dia akan melaporkan Viana, pikir Cindy dalam hatinya.
***
Pesta hari jadi PT. San Construction telah tiba, di apartemennya Jebby sedang menunggu Viana yang masih berdandan, saat Viana keluar Jebby terpukau karena Viana sangat cantik, Viana menggunakan dress panjang yang berwarna biru muda yang ditaburi manik-manik kristal transparan dengan belahan di samping pahanya, membuat paha putihnya sedikit terlihat dan terkesan seksi, rambutnya yang panjang berwarna hitam dan lurus dihiasi sebuah aksesoris rambut yang berbentuk bulu berwarna perak, terbuat dari aluminium kualitas terbaik dengan beberapa butiran mutiara di atasnya, seluruh rambutnya di sampirkan di bahu kanannya, membuat lehernya yang menggunakan sebuah kalung berlian itu terlihat jelas,
Jebby yang melihat Viana begitu memesona dalam hatinya ingin membawa Viana kembali ke dalam kamar dan tidak akan mengizinkannya keluar dari apartemen dengan penampilannya saat ini, dia tidak ingin ada laki-laki yang melihatnya, tetapi dia tidak bisa melakukan itu, karena bagaimana pun hari ini Jebby akan memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa Viana adalah miliknya,
"Apa kamu sudah siap?, Aku akan memperkenalkanmu hari ini, kamu setuju kan?" Tanya Jebby
"Mm" Viana hanya menganggukkan kepala dan tersenyum hangat kearah Jebby, tadi siang saat Jebby mengatakan bahwa dia ingin mengumumkan pernikahan mereka, sesungguhnya Viana belum siap, tetapi dia tidak ingin mengecewakan Jebby berkali-kali, sehingga dia pun menyetujui hal itu, Viana sudah tidak peduli tanggapan para karyawan nanti, dia hanya tidak ingin menjadi orang yang egois lagi yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Viana dan Jebby berangkat ke hotel tempat acara perayaan hari jadi Perusahaan diselenggarakan, mereka turun dari mobil bersama, saat akan memasuki aula Viko mendapat telepon dari kantor pusat JB Grup langsung membisikkan sesuatu pada Jebby, mendengar laporan dari Viko Jebby mengerti bahwa kantor pusat sedang ada sedikit masalah yang memerlukan arahannya.
"Viana.. kamu masuk terlebih dahulu ya, ada sedikit masalah yang harus aku tangani setelah selesai baru aku akan mencarimu, bisakah?" Tanya Jebby
"Mm.., tidak masalah. Kerjakan saja urusanmu, aku akan masuk sendiri" Viana sangat pengertian membuat Jebby tidak ingin meninggalkannya, sebelum pergi Jebby mengecup kening Viana, membuat jantung Viana berdegup lagi dan lagi"
Viana masuk kedalam aula, semua tamu dan rekan bisnis PT. San Contruction hingga pejabat daerah setempat, maupun karyawan sepertinya sudah hadir semua, mulai dari para atasan sampai para staff kecil perusahaan, Viana langsung melihat Anet yang sedang berdiri dengan Dio dan rekan-rekan yang lain,
Anet yang melihat kedatangan Viana langsung memanggilnya,
"Vianaa..ayo ke sini" Viana langsung datang bergabung dengan Dio dan Anet serta yang lainnya.
"Waaahh.. Viana kamu cantik sekali hari ini" puji Anet dengan tulus, Dio yang melihat penampilan Viana sangat terpesona, dalam hatinya andai saja Viana belum bersuami, maka dia akan langsung melamarnya, tetapi sangat disayangkan hal itu sudah tidak mungkin lagi pikir Dio.