
Melihat mobil yang terus mengikuti mereka, Viana meminta pak Santos untuk mempercepat laju mobil mereka, mobil yang mengikuti itu melihat kecepatan mobil yang dinaiki Viana mempercepat laju mobilnya, maka mobil itu juga menambah kecepatannya, saat persimpangan untung saja lampu lalu lintas menandakan berhenti setelah mobil Viana lolos, sedangkan mobil mereka terhalang oleh lampu lalu lintas berwarna merah tanda berhenti, jelas saja dua orang yang berada di dalam mobil yang mengikuti Viana itu sangat kesal, orang-orang itu adalah orang suruhan Alex Pamannya Viana, setelah melihat mobil itu sudah tidak ada di belakang mereka Viana merasa lega sekaligus bertanya-tanya dalam hati mengapa orang itu mengikuti mobil mereka, tetapi sekejap saja pikiran itu dilupakan Viana setelah mobil mereka sampai di rumah sakit JB Grup tempat di mana Nina di rawat,
Sesampainya di ruangan Nina, Viana melihat di dalam ada Ghena,
"Ibu bagaimana kondisi Nina" tanya Viana
"Dia baik-baik saja, kita hanya perlu menunggu tangannya sembuh" jawab Ghena
"Iya.. kakak ipar aku baik-baik saja, Asyaa pergi ke sekolah ya?" ujar Nina yang sedang di suapi buah oleh Ghena
"Iya, aku baru saja mengantarnya ke sekolah, setelah itu aku langsung datang ke sini" jelas Viana
"Oh iya.. Daren mana?" Tanya Viana sambil melihat seisi ruangan
"Ibu tadi meminta dia kembali ke rumah dulu untuk istirahat, karena dia pasti kelelahan menjaga Nina semalaman" jelas Ghena
"Oh gitu?" Viana menganggukkan kepala tanda mengerti.
Di perjalanan ke rumah Daren yang tidak membawa motor terpaksa harus menunggu bus di halte, orang-orang di halte bus cukup ramai karena itu adalah jam-jam sibuk, saat Daren sedang berdiri dia merasakan dua orang gadis yang juga sedang menunggu bus memperhatikannya kemudian mereka saling berbisik,
"Bukankah itu adalah pria yang terpotret bersama Putri Lili saat Putri Lili kecelakaan?" Ujar salah seorang gadis,
"Ya, sepertinya itu memang dia, dia jauh lebih tampan dari yang ada di foto" timpal seorang lagi, sambil memotret Daren diam-diam, kemudian memposting foto itu di akun sosial media miliknya dengan kalimat "aku melihat langsung pacarnya Putri Lili dia jauh lebih tampan dari yang ada di foto, benar-benar bisa membuat kaki gadis-gadis lemas melihat ketampanannya, aakh Putri Lili sangat pandai memilih" belum lama foto itu di posting telah mendapat banyak like dan komentar,
"di foto ini jauh lebih tampan dari foto yang beredar sebelumnya"
"Aku juga ingin memiliki pacar yang setampan itu, tetapi apalah daya aku bukan siapa-siapa"
"Aku tidak sabar menunggu konferensi pers yang akan diadakan oleh agensi Putri Lili untuk mengetahui apakah itu benar-benar kekasihnya"
mendengar bisikan mereka orang-orang di halte itu mulai ikut melihat ke arah Daren, Daren tidak mengetahui soal fotonya yang beredar di berita online, karena dia memang belum melihat ponselnya sejak Nina kecelakaan sebab disibukkan menjaga Nina semalaman, setelah bus sampai Daren masuk, sepanjang perjalanan dia merasakan orang-orang menatapnya hingga dia ikut melihat dirinya dan mencium badannya apakah badannya bau, tetapi meskipun dia tidak mandi karena menjaga Nina semalaman, tubuhnya tidak bau hingga membuat orang-orang melihat ke arahnya, dia benar-benar ingin segera sampai di area rumahnya, setelah sampai di halte bus di area rumahnya Daren bergegas turun karena tidak tahan dengan orang-orang yang menatapnya, sesampainya dia di rumah, dia melihat Maya sedang membaca majalah di ruang tamu,
"Sayang kamu sudah kembali? Bagaimana keadaan Nina, apakah dia baik-baik saja?" Tanya Ghena
"Iya ibu, Nina baik-baik saja" jawab Daren
"Baguslah kalau begitu, kamu pergi mandi saja ibu akan menyiapkan makanan untukmu" ujar Maya sambil berdiri dan berjalan ke arah dapur.
"Baik ibu, terima kasih" Daren tersenyum manis ke arah Maya kemudian melangkah pergi ke kamarnya,
Sesampai di kamarnya Daren melihat dirinya di cermin, apakah ada sesuatu di wajahnya, tetapi setelah memeriksanya dia tidak melihat sesuatu yang dapat membuat orang-orang menatapnya, Daren merasa aneh, tetapi dia segera melupakannya dan pergi untuk membersihkan dirinya, setelah mandi dan berganti pakaian Daren turun untuk makan, setelah makan Daren kembali ke kamarnya untuk istirahat, saat sedang berbaring Daren memeriksa ponselnya, dan ada pesan masuk dari sahabatnya yang bernama Sakti, pesan itu berisi tautan yang dibagikan "hey Daren aku tidak tahu bahwa kamu adalah kekasih Putri Lili?" Daren yang membaca pesan itu terkejut, dia belum cerita soal dirinya yang berpacaran dengan Nina jadi dari mana sahabatnya tahu bahwa dia adalah kekasih aktris Putri Lili, Daren segera mengklik tautan yang dikirimkan oleh temannya, dia makin terkejut saat melihat fotonya yang sedang menggenggam tangan Nina dengan raut wajah yang khawatir, kemudian dia memeriksa sosial media miliknya yang ternyata dibanjiri oleh notifikasi yang mengikuti akun sosialnya dan menyukai postingan-postingannya, Daren benar-benar tidak habis pikir, netizen bisa mendapatkan akun sosial media miliknya hanya dalam beberapa jam, Daren juga melihat fotonya yang sedang berada di halte bus juga ada dan foto itu menjadi viral, dia mengingat sudut pengambilan gambar itu di tempat gadis-gadis tadi sedang berbisik, Daren menekan kepalanya karena sedikit sakit, ternyata orang-orang menatapnya sepanjang jalan karena dia terlibat dengan aktris Putri Lili yang tidak lain adalah Nina, saat Daren sedang membaca berita-berita di internet Nina menelpon,
"Halo Daren"
"Halo Nina, maafkan aku, karena kecerobohanku membuat publik tahu bahwa kamu berpacaran denganku" Daren segera meminta maaf saat Nina baru menyapanya,
"Daren apa yang kamu pikirkan, bagiku tidak masalah publik tahu jika aku berpacaran denganmu atau tidak, justru aku senang orang-orang mengetahui bahwa aku berpacaran denganmu agar tidak ada lagi gadis-gadis yang berani melirikmu" ujar Nina
"Apakah benar-benar tidak masalah berita ini untuk kariermu?" Daren merasa takut jika berita itu memengaruhi karir Nina
"Tidak.. itu benar-benar tidak memengaruhi karierku, justru agensiku baru saja menelpon dan mengatakan bahwa mereka tertarik denganmu, apa pendapatmu?" Tanya Nina
"Ini... Apa maksudmu? Tertarik apanya?" Tanya Daren dengan bingung
"Ya.. mereka ingin merekrutmu dan ingin melatihmu menjadi aktor, mereka merasa wajahmu yang tampan itu sia-sia jika tidak muncul di layar kaca" jelas Nina sambil tertawa.