
Jebby yang sedang memfokuskan dirinya pada kerjaan terkejut mendengar suara pintu yang dibuka dengan kuat langsung mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang melakukannya, terlihat Daren yang datang dengan raut wajah yang penuh amarah, Jebby langsung paham alasan kedatangan Daren, sehingga dia menunggu Daren yang terlebih dahulu berbicara,
"mengapa kakakku pergi dari rumah, bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tidak menyakiti hati kakakku? ujar Daren, mendengar perkataan Daren Jebby berusaha setenang mungkin, bagaimana pun Daren masih remaja dan belum dewasa, dia tidak mungkin ikut menanggapi Daren dengan emosi,
"aku tidak bertengkar dengan kakakmu" ujar Jebby
"lalu mengapa kakakku pergi dari rumah?"
"setelah aku mengetahui semuanya, aku memberitahukan kakakmu bahwa aku adalah Ayah kandung Asyaa, mendengar perkataan Jebby Daren terkejut dalam hatinya, ekspresi Daren tidak luput dari pandangan Jebby,
"dari mana kamu mengetahui bahwa Asyaa adalah putrimu" tanya Daren dengan dingin
"ini semua berkatmu Daren, jika kamu tidak mengacaukan website Perusahaanku, aku tidak mungkin bisa mengetahui semua itu" Daren sangat marah dia hanya bisa mengepalkan tinjunya untuk menahan amarahnya, dia sangat ingin memukul Jebby, tetapi bagaimana pun Jebby adalah orang yang lebih tua darinya, dan juga jebby merupakan kakak iparnya, senakal-nakalnya dia, dia tetaplah anak yang sopan yang tidak mungkin bertindak kepada orang yang lebih tua,
"Daren.. aku tahu kamu marah padaku, aku tahu kamulah orang pertama yang mengetahui bahwa aku adalah ayah kandungnya Asyaa, aku tidak tahu bagaimana caranya email yang seharusnya dikirim ke Viko oleh Dokter Felix tidak ada, aku juga tidak tahu bagaimana berkas laporan tes DNA antara aku dan Asyaa yang dititipkan oleh Dokter Felix di rumah sakit kepada asistennya bisa hilang, tetapi aku tahu semua itu adalah kamu yang melakukannya" setelah mendengar perkataan Jebby Daren yang dalam keadaan marah perlahan-lahan amarahnya mulai reda,
"aku tahu mengapa kamu menyembunyikan kebenaran ini, aku bisa mengerti, kamu mungkin merasa aku bukanlah pria yang bertanggung jawab, karena aku kakakmu mengalami kesulitan, aku juga merasa bersalah akan hal itu, disaat-saat tersulitnya aku tidak berada di sampingnya, tetapi Daren aku dan Viana tidak sengaja bertemu, dan aku tidak tahu bagaimana dia bisa di kamarku, karena aku juga sudah mabuk saat itu jadi kami tidak sengaja melakukannya, saat bangun dari tidur aku sudah tidak menemukan Viana, itu adalah pertama dan terakhir aku melihatnya, tetapi setelah itu aku mencarinya terus-menerus, aku baru bertemu dengannya setelah 3 tahun kemudian, jika kamu tidak percaya, kamu boleh menyelidiki apakah yang aku katakan ini benar atau tidak, karena aku tahu kamu sangat hebat dalam bidang IT, aku percaya kamu bisa mengerti" Jelas Jebby, mendengar penjelasan Jebby Daren mulai paham dan mengerti, jadi dia membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan Jebby, tetapi sebelum keluar Jebby berkata lagi yang membuat Daren menghentikan langkahnya,
"Daren aku sangat menyayangi kakakmu, dan aku juga menyayangi Asyaa bahkan jauh sebelum aku mengetahui dia adalah putriku, aku juga menganggapmu sebagai adikku, aku akan berusaha melindungi kalian begitu pun dengan orang tua angkatmu" mendengar pengakuan Jebby Daren tidak bereaksi sedikit pun, dia pergi meninggalkan Jebby di ruangannya,
Nina yang menunggu di ruang tamu melihat Daren yang sudah keluar dari ruang kerja Jebby langsung menghampirinya,
"Daren" Ujar Nina memanggil Daren dengan senyum manisnya, tetapi Daren hanya meliriknya sebentar saja, kemudian melangkah pergi,
Keesokan harinya di kantor, Jebby yang semalaman sudah memikirkan untuk membuat istrinya kembali sudah memiliki cara, dia memutuskan untuk mengejar Viana mulai saat ini,
Viana yang baru saja sampai di kantor sudah di sambut tatapan iri oleh teman-teman kantornya,
"Viana, seluruh kantor sudah tahu bahwa kamu dan Direktur sudah menikah, tetapi kalian juga tidak perlu memamerkan keromantisan kalian di hadapan kami yang belum memiliki pasangan ini" Ujar Anet dengan wajah yang berpura-pura menyedihkan sambil menunjuk ke meja kantor Viana, Viana melihat ada sebuket mawar merah besar yang sangat cantik terletak di mejanya, Viana langsung berjalan ke arah mejanya dan melihat bunga itu, benar saja, setelah membaca kartu ucapannya Viana tahu bahwa itu adalah bunga dari Jebby, sesungguhnya Viana ingin membuangnya, tetapi jika dia melakukan itu para karyawan akan tahu bahwa dia sedang bertengkar dengan Jebby, dia hanya bisa membiarkan bunga itu di mejanya,
Tiba waktunya makan siang, Viana yang bersiap untuk makan bersama teman-temannya, langsung di hampiri oleh Jebby,
"Sayang.. ayo kita makan bersama" ujar Jebby dengan senyum menawan, dia tidak memedulikan karyawan kantor di sekitarnya, sedangkan Viana sudah sangat malu karena di panggil sayang di hadapan teman-temannya, meski tidak ingin makan bersama Jebby mau tidak mau Viana mengikutinya,
Di restoran Viana tidak menghiraukan Jebby, dia hanya makan tanpa bicara, bahkan melihat Jebby saja tidak, Jebby berusaha mengajak Viana berbicara, tetapi apapun yang di bicarakan Jebby tidak mendapat tanggapan sedikit pun dari Viana, setelah makanannya habis Viana langsung berpamitan untuk kembali ke kantor, saat pulang kantor Viana naik taksi dan kembali ke rumah hasan dan Maya,
Saat Jebby kembali ke apartemen miliknya, hanya ada Nina yang sedang menonton tv, dalam hati Jebby sangat sedih, dia langsung pergi ke kamarnya untuk mandi,
Sudah seminggu Viana meninggalkan rumah, dan sudah seminggu juga Jebby mengejarnya, tetapi Viana belum juga memaafkannya,
Di rumah hasan dan Maya mereka sedang bersiap untuk makan malam, tiba-tiba suara bel pintu berbunyi, Maya bangkit untuk melihat siapa yang datang, dan Maya terkejut karena yang datang adalah Jebby,
"Loh, menantu? kamu sudah kembali dari perjalanan bisnis?" Tanya Maya penasaran, Jebby yang mendengar pertanyaan itu bingung,
"Apa? Perjalanan bisnis?" Tanya Jebby kembali untuk memastikan pendengarannya tidak salah,
"Iyaa perjalanan bisnis, Viana mengatakan bahwa kamu sedang perjalanan bisnis selama 1 bulan, jadi dia tinggal di sini, apakah kamu ingin menjemputnya" Jelas Maya lagi, dari penjelasan Maya Jebby baru mengerti bahwa Viana tidak mengatakan kepada orang tuanya masalah mereka, dan juga soal Viana pergi dari rumah, dia juga terpaksa mengikuti kebohongan Viana,
"Aaaa, iya.. kebetulan saya sudah pulang, saya mengira bahwa perjalanan bisnis saya mungkin akan lama, jadi membiarkan Viana tinggal di sini untuk sementara" ujar Jebby dengan senyum canggung,
"Baiklah mari masuk, kami sedang bersiap untuk makan malam, mari ikut makan malam dengan kami" Ujar maya membawa Jebby masuk.