
Beberapa minggu ini Viana sibuk mengerjakan proyek bersama Zayen, Zayen mulai mengenal Viana dengan baik, dia wanita yang cantik dan pekerja keras meskipun suaminya adalah orang yang punya segalanya, dan bisa memberikan apapun yang di minta olehnya jika dia mau, tetapi dia bukan wanita yang seperti itu, Zayen mulai memperhatikan Viana, Zayen juga sering mengajak Viana untuk makan siang, Viana tidak merasakan apapun sehingga dia juga mau di ajak makan siang, Viana juga tidak merasakan bahwa akhir-akhir ini waktunya lebih banyak bersama Zayen dibandingkan dengan Jebby karena dia hanya memikirkan pekerjaannya, kadang-kadang Zayen suka menelpon malam-malam di saat Viana sedang bersama Jebby dengan alasan pekerjaan, Jebby juga tidak merasa curiga karena dia percaya kepada Viana dan Viana sering menceritakan hal-hal tentang apa yang dia lakukan seharian kepada Jebby saat mereka sedang berduaan di dalam kamar.
Keesokan harinya di Perusahaan Jebby, seseorang menitipkan amplop berwarna cokelat di resepsionis perusahaan Jebby, di amplop itu tertulis untuk Direktur Jebby, saat Jebby datang seorang resepsionis memanggil Asisten Viko yang berjalan di samping Jebby, Viko menghampiri gadis resepsionis itu dan gadis itu memberikan amplop cokelat tadi, Viko melihat amplop itu untuk bossnya jadi dia menyimpannya, sesampai di ruangan Jebby Viko memberikan amplop itu,
"Bos ini ada amplop untuk anda, seseorang menitipkannya di resepsionis tadi pagi" ujar Viko
Jebby mengambil amplop itu dan membukanya, itu adalah beberapa lembar foto seorang wanita dan seorang pria yang tampak seperti pasangan kekasih, wanita itu adalah Viana, tetapi wajah pria itu tidak terlihat jelas karena semua foto-foto itu seperti sengaja di ambil dan menghindari wajah pria itu yang tidak lain adalah Zayen, di foto itu saat Viana sedang makan siang dengan Zayen, dan ada foto tangan pria itu seperti menyentuh rambut Viana, ada foto saat Zayen terlihat seperti merangkul pinggang Viana, melihat foto-foto itu Jebby sangat marah,
"Selidiki siapa yang mengirim ini, dan siapa pria di foto ini, sangat jelas orang yang mengirim ini ingin aku dan Viana bertengkar" ujar Jebby
"Baik, saya akan segera menyelidikinya bos, saya akan kembali bekerja" setelah itu Viko pergi, dan memberikan beberapa perintah kepada orang-orangnya untuk menyelidiki pengirim foto itu, dan pria yang di dalam foto itu,
Saat malam hari Viana yang sedang membaca buku di tempat tidur, tiba-tiba telepon di sampingnya berbunyi tanda pesan masuk, setelah membukanya Viana melihat sebuah foto Jebby yang sedang merangkul wanita cantik, Viana sangat marah melihat foto tersebut, dia melihat ke arah kamar mandi di mana Jebby yang sedang mandi itu berada, setelah Jebby keluar dengan piyama berwarna navy yang beberapa kancingnya terbuka memperlihatkan tubuhnya yang kekar itu, Jebby melihat Viana seperti memikirkan sesuatu, Jebby naik ke tempat tidur dan menarik Viana ke dalam pelukannya,
"Ada apa sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Jebby
"Aku sedang berpikir untuk menyingkirkan suami seperti kamu" ujar Viana, tanpa sengaja ponsel Viana yang sedang berada di atas kasur tertekan olehnya dan menghubungi nomor terakhir dalam riwayat panggilan Viana, itu adalah nomor Zayen, Zayen mengangkat telepon itu tetapi tidak ada suara dari seberang, tetapi tiba-tiba suara pertengkaran terdengar.
"Siapa wanita yang sedang bersamamu itu? Jelaskan padaku" teriak Viana
"Aku tidak bersama siapa pun, aku tidak selingkuh kamulah yang selingkuh" ujar Jebby dengan nada dingin
"Kamu jangan memutar balikan fakta, kamu menuduhku selingkuh hanya untuk menutupi perselingkuhanmu kan" teriak Viana lagi
"Viana, aku bilang padamu, aku tidak selingkuh, kamu yang menghabiskan waktu bersama laki-laki lain di perusahaan dengan alasan mengerjakan proyek, apa kamu pikir aku tidak mengetahuinya? Kamu salah besar Viana, aku tahu semuanya"
"Kamu jangan mengada-ngada, kamu tega menuduhku selingkuh hanya untuk menutupi kesalahanmu, kamu benar-benar licik" ujar Viana dengan nada gemetar dan air mata yang mulai menetes,
"Sudahlah Viana, aku tidak ingin berdebat denganmu, terserah apa yang kamu pikirkan, aku akan tidur di kamar lain" ujar Jebby melangkah pergi, membuka pintu kamar dan menutupnya dengan keras.
Setelah kepergian Jebby Viana menangis dan melemparkan semua barang yang dilihatnya di dalam kamar itu, di seberang telepon Zayen menyadari bahwa sepertinya ponsel Viana tidak sengaja tertekan dan terhubung kepadanya, mengetahui Viana dan Jebby bertengkar Zayen sangat bahagia, tampak seulas senyum licik tampak di wajahnya, kemudian dia mematikan ponselnya sebelum Viana menyadarinya.
Keesokan paginya di kantor, Zayen melihat Viana mengenakan kacamata berbingkai hitam membuat Viana terlihat seperti gadis genius, tetapi Zayen jelas melihat di balik kacamata itu mata Viana sedikit sembap,
"Hahahaa, meskipun aku bukan gadis genius tetapi aku ingin terlihat seperti itu" ujar Viana yang berusaha menutupi mata sembabnya, sejujurnya dia ingin mengenakan kacamata berwarna hitam, tetapi orang-orang pasti akan melihatnya dengan tatapan aneh,
Jebby sering menerima email yang berisi foto-foto Viana bersama seorang laki-laki, hal itu membuat Jebby terlihat makin dingin.
Sudah seminggu Viana dan Jebby bertengkar, tiba-tiba Jebby mendapat telepon dari teman dekatnya,
"Hallo by, apa kabar?" Tanya orang yang berada di seberang telepon
"Kabar aku baik, kamu bagaimana?" Tanya Jebby kembali
"Baguslah kalau begitu, aku dengar kamu sudah menikah?"
"Ya.. aku memang sudah menikah, bagaimana denganmu? Apa sudah menemukan orang yang cocok?"
"Tidak.. aku makin tidak bisa bersama seseorang yang aku cintai"
"Mengapa? Apa dia tidak menyukaimu?" Tanya Jebby penasaran
"Ya.. mungkin dia tidak pernah menganggapku, oh ya.. mari kita bertemu, aku sudah berada di Negara ini" ujar orang di sebelah telepon
"Kau... Bagaimana mungkin kamu sudah lama di Negara ini dan baru menghubungiku sekarang?"
"Aku takut mengganggumu"
"Baiklah, kita akan bertemu malam ini di klub Blue Night jam 9"
"Ya.. aku akan menunggumu" setelah itu telepon di tutup dari seberang"
Tiba waktunya pulang kantor, tetapi Jebby memilih untuk lembur sampai malam, dan saat jam menunjukkan pukul 20.45 Jebby menghentikan pekerjaannya dan menuju tempat dia janjian dengan teman dekatnya. Sesampainya di tempat tujuan Jebby memarkirkan mobilnya dan pergi ke salah satu ruangan pribadi milik Jebby di klub itu, saat Jebby membuka pintu dia melihat sudah ada orang di ruangan itu yang tidak lain adalah temannya Leon yang di kenal oleh Viana sebagai Zayen, Leon tersenyum memperlihatkan gigi putihnya kepada Jebby yang baru saja sampai.
jangan lupa klik favorit, like , Vote dan komen, berikan saran dan kritik yang membangun ya.. agar author bisa memperbaikinya menjadi lebih baik. Terima kasih 🥰🥰