That Strong Woman Is Mine

That Strong Woman Is Mine
Bab 62



Tidak lama kemudian dokter keluar dari UGD, Jebby segera bergegas ke arah dokter itu, begitu pun dengan yang lain,


"Dokter bagaimana kondisi adik saya?" Tanya Jebby dengan perasaan khawatir,


"Tangan kanannya patah tulang, tetapi itu akan sembuh dalam waktu 1 bulan, dan juga setelah sembuh hal itu, tidak akan berpengaruh pada kesehariannya, saat ini dia masih pingsan karena syok, kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat inap" jelas dokter


"Baik.. terima kasih dokter"


Beberapa perawat mendorong Nina yang masih pingsan ke ruang rawat inap di ikuti oleh Jebby dan yang lainnya, sesampainya di ruang rawat inap, dokter dan para perawat keluar, Ghena menjaga Nina di samping ranjang, sedangkan Daren berdiri di samping Ghena,


"Maaf bibi, aku tidak menjaga Nina dengan baik" ujar Daren dengan wajah yang tertunduk dan raut wajah yang penuh penyesalan,


"Tidak.. ini bukan salahmu, seperti kata kakakmu Viana, ini adalah kecelakaan" jelas Ghena,


Disaat mereka sedang mengobrol Nina sadar,


"Putriku sayang, syukurlah kamu sudah sadar, apa ada yang sakit" tanya Ghena bergegas memeriksa keadaan Nina


"Ibu.. aku pikir aku akan mati" ujar Nina sambil tersenyum, Nina melihat ada Daren, Jebby, Viana dan juga Asyaa,


"Apa yang kamu bicarakan" sela Ghena,


"Kalian semua ada di sini?" Tanya Nina lagi,


"Kamu jangan banyak bicara, istirahatlah dengan baik, kamu tidak tahu semuanya sangat khawatir saat mengetahui kamu kecelakaan di lokasi syuting, Manajermu juga datang tadi, beberapa menit yang lalu dia berpamitan karena harus mengurus kegiatanmu yang tertunda hari ini" jelas Viana.


Jebby merasa lega setelah melihat Nina yang baik-baik saja, dia pergi keluar dari ruangan Nina untuk menelpon,


"Halo, Viko periksa soal kecelakaan yang menimpa Nina, aku ingin penjelasan dari sutradaranya" ujar Viko


"Baik bos" saya akan segera memeriksanya.


Kecelakaan yang menimpa Nina yang di kenal sebagai Putri Lili sudah beredar di berbagai siaran tv dan berita di internet, di berita itu juga beredar foto Daren yang berada di samping Nina saat mengevakuasi Nina, ketampanan Daren memunculkan spekulasi dari netizen bahwa Daren adalah kekasih dari Putri Lili, bahkan sudah mencapai peringkat satu pada mesin pencarian dengan tagar Putri Lili kecelakaan, dan peringkat dua kekasih tampan Putri Lili, banyak netizen yang mulai berkomentar


"Semoga Putri Lili baik-baik saja, aku sangat kagum karena dia tidak menggunakan pemeran pengganti, tetapi siapa sosok tampan di sampingnya itu? Apakah pacarnya?" Komentar salah satu netizen


"Dibalik kecelakaan Putri Lili kita bisa mengetahui bahwa Putri Lili sudah memiliki kekasih hati, aku berdoa semoga Putri Lili cepat sembuh" Timpal netizen yang lain


"Kakakku adalah seorang perawat di mana Putri Lili sedang di rawat, dan kakakku mengatakan Putri Lili hanya patah tulang di bagian tangan kanannya" ujar salah satu netizen yang memberikan informasi soal kondisi Putri Lili,


"Oh tidak, aku sangat patah hati, aku begitu menyukai Putri Lili tetapi melihat sosok yang mendampinginya aku kehilangan kepercayaan diri" ujar salah satu netizen pria.


"Aku juga yakin itu adalah pacarnya, lihat saja pria itu tampak sangat khawatir di foto itu, tetapi dia sangat tampan, apakah dia seorang aktor?" Komentar netizen lain


"Jika pria itu seorang aktor aku akan menonton semua film dan dramanya, Putri Lili sangat beruntung"


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, di rumah sakit tempat Nina di rawat Daren baru sampai sehabis membelikan makanan untuk semua orang, setelah makan, Ghena menyuruh Jebby untuk mengantar Viana dan Asyaa untuk pulang,


"Jebby antarlah Viana dan Asyaa pulang ke rumah, mereka pasti sangat lelah" ujar Ghena,


"Tidak ibu.. bagaimana jika ibu saja yang kembali bersama Asyaa, ibu lebih butuh istirahat dibandingkan aku, biar aku yang akan menjaga Nina di sini" Jawab Viana


"Bibi Ghena, kakak dan kakak ipar, kalian kembalilah bersama Asyaa, biar aku saja yang menjaga Nina di sini" ujar Daren


"Tetapi Daren, kamu juga pasti lelah" ujar Ghena lagi


"Tidak bibi, aku tidak lelah kalian pergilah untuk istirahat di rumah, aku yang akan menjaga Nina"


"Baiklah, kamu juga jangan lupa istirahat di sini" Ghena mengingatkan Daren sebelum pergi,


Setelah mereka pergi Daren memperbaiki selimut Nina yang sedang tertidur itu, kemudian dia duduk di bangku tepat di samping ranjang Nina.


"Maafkan aku karena aku tidak bisa melindungimu dengan baik Nina, maafkan aku" ujar Daren sambil memegangi tangan Nina yang sedang tertidur.


Sesampainya Jebby sekeluarga di rumah, Viana membawa Asyaa ke kamarnya untuk membantunya membersihkan diri dan juga menidurkan Asyaa, begitu pun dengan Ghena dia masuk ke kamarnya sendiri, sambil menunggu Viana yang masih berada di kamar Asyaa Jebby mandi terlebih dahulu, saat dia keluar dari kamar mandi, tiba-tiba ponselnya berbunyi, itu adalah panggilan dari Viko,


"Halo boss, saya sudah memeriksa semua masalah kecelakaan yang menimpa Nona kecil, staf bagian perlengkapan bersalah karena tidak memeriksa bahwa tali itu sudah digerogoti oleh tikus, tidak ada indikasi yang menjelaskan bahwa kecelakaan itu disengaja, dan juga sutradara besok akan datang untuk meminta maaf atas kelalaian mereka"


"Baiklah" Jebby menutup teleponnya, kemudian dia mengganti pakaiannya lalu masuk ke ruang kerjanya.


Keesokan paginya, Ghena bersiap pergi ke rumah sakit,


"Viana ibu akan ke rumah sakit, kamu bagaimana?"


"Ibu pergilah lebih dulu, aku akan menyusul setelah mengantar Asyaa ke sekolah" ujar Nina


"Baiklah kalau begitu ibu pergi dulu, Nina pasti sudah bangun jadi ibu ingin segera membawa makanan yang baru saja di masak oleh bibi Ajeng"


"Iya ibu aku akan segera menyusul"


Setelah Ghena pergi, Viana mengantar Asyaa ke sekolah yang di sopiri oleh Paman Santos, setelah mengantar Asyaa Viana menyuruh Paman Santos menuju rumah sakit, saat dalam perjalanan ke rumah sakit Paman Santos menyadari ada sebuah mobil yang sedang mengikuti mereka.


"Nyonya seperti ada mobil yang sedang mengikuti kita" ujar Paman Santos


"Benarkah?" Tanya Viana sambil melihat ke belakang,


"Sejak kapan mobil itu mengikuti kita" tanya Viana lagi,


"Sepertinya setelah kita mengantar Nona kecil Asyaa mobil itu mengikuti kita"