
Mendengar perkataan Nina Daren terdiam sejenak, Nina yang tidak mendengar jawaban Daren kembali memanggil namanya,
"Halo Daren, apa kamu baik-baik saja?"
"Akh iya, aku baik-baik saja" Daren kembali fokus saat mendengar panggilan Nina,
"Bagaimana pendapatmu soal agensiku?" Tanya Nina lagi,
"Nina, sampaikan maafku kepada pihak agensimu, aku tidak berminat untuk menjadi seorang aktor" jawab Daren
"Benarkah?" Suara Nina terdengar merendah karena ada sedikit rasa kecewa, hal itu jelas bisa dirasakan oleh Daren
"Maaf Nina, apakah kamu merasa kecewa karena aku tidak ingin menjadi seorang aktor?" Tanya Daren
"Ya.. aku sedikit kecewa, tapi aku mengerti, semua orang punya keinginan dan cita-cita masing-masing, oh ya Daren, apa cita-citamu?"
"Sungguh kamu ingin tahu cita-citaku?" Tanya Daren
"Ya, sudah 2 minggu kita pacaran, tetapi aku tidak tahu apa cita-citamu"
"Baiklah, cita-citaku ingin membuat kakak Viana dan orang tua angkatku bangga padaku" jawab Daren
"Aku kira kamu akan mengatakan ingin berprofesi sebagai apa jika sudah dewasa nanti"
"Oh, ya masih ada satu cita-cita lagi"
"Apa?"
"Cita-citaku yang satu lagi yaitu ingin membahagiakan kamu" ujar Daren dengan nada menggoda,
"Dasar gombal, cepat istirahatlah aku tidak ingin mengganggumu lagi"
"Baiklah, kamu jangan banyak bergerak, hati-hati dengan tanganmu"
"Ya.. aku tahu, aku matikan ya" kemudian Nina menutup telepon tersebut, setelah Nina menelpon Ghena dan Viana masuk, mereka sehabis bertemu dokter untuk menanyakan kondisi Nina,
"Kalian sudah kembali?" Sapa Nina,
"Ya, besok kamu sudah boleh kembali ke rumah, tetapi perban di tanganmu belum boleh di lepas" ujar Ghena
"Baiklah" jawab Nina dengan patuh,
Di dalam kamar Kak Mia mulai membuka pembicaraan,
"Aku dengar dari dokter bahwa kamu akan kembali ke rumah besok?" Tanya Kak Mia memastikan,
"Ya.. ibu juga tadi baru saja mengatakannya padaku" jawab Nina
"Bagaimana dengan pacarmu? Apa pendapatnya soal agensi kita yang ingin merekrutnya?" Tanya Kak Mia lagi
"Maaf Kak Mia, dia mengatakan tidak berminat untuk menjadi seorang aktor, dia mengatakan padaku agar menyampaikan maafnya ke pihak agensi kita"
"Hhmm, aku sudah menduga bahwa dia akan menolaknya, oh ya.. konferensi pers akan kita adakan besok di depan rumah sakit saat kamu akan kembali ke rumah besok ya, karena saat para wartawan tahu kamu akan kembali ke rumah besok, mereka pasti akan datang untuk mengambil gambarmu, jadi kita tidak perlu menelpon mereka satu per satu, cukup memposting kamu akan kembali ke rumah besok mereka akan berkumpul di sini, bagaimana pendapatmu?"
"Jika Kak Mia berpikir begitu, aku akan menurutinya, aku akan memberitahukan keluargaku juga"
"Oh iya, pasti para wartawan akan bertanya soal pria yang berada di sampingmu saat kamu mengalami kecelakaan, apa yang akan kamu katakan"
"Kita lihat saja besok" ujar Nina sambil tersenyum,
Keesokan harinya tepat pukul 09.00, benar apa yang dikatakan Kak Mia para wartawan sangat banyak menunggu Nina di depan pintu rumah sakit, Nina didorong oleh kak Mia di kursi roda, sutradara juga hadir untuk menghadiri konferensi pers tersebut, penyelenggara sudah menyiapkan sebuah meja untuk konferensi pers dadakan tersebut, sedangkan Ghena dan Viana serta Asyaa menunggu di dalam mobil karena latar belakang Nina yang tidak pernah diungkapkan dan dipublikasikan, para pengawal yang di siapkan Jebby juga sudah ada berjumlah 8 orang berdiri di depan para wartawan, takut ada reporter yang mendekat karena kondisi Nina yang sedang patah tulang bagian tangan kanannya,
Setelah Nina berhenti di depan para wartawan, para wartawan mulai memotret dan merekam Nina, Kak Mia selaku Manajer Nina mejadi moderator,
"Hallo, selamat pagi semuanya, saya selaku Manajernya Putri Lili, sangat berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan karena hadir pada konferensi pers dadakan ini, kami akan mengkonfirmasi apapun yang akan ditanyakan oleh rekan-rekan sekalian, kami persilahkan kepada rekan-rekan wartawan untuk mengajukan pertanyaan satu per satu terkait kecelakaan yang menimpa Putri Lili"
Setelah konferensi pers dibuka para wartawan mulai mengangkat tangan untuk bertanya, bagi yang ditunjuk oleh Kak Mia dipersilakan untuk bertanya,
"Halo, selamat pagi, pertama saya ikut prihatin dengan kecelakaan yang menimpa Putri Lili, semoga Putri Lili cepat sembuh, kita semua tahu bahwa Putri Lili kecelakaan karena sedang melakukan adegan melompat dari ketinggian 10 meter, mengapa Putri Lili sampai jatuh seharusnya semua perlengkapan sudah diperiksa dengan baik, siapa yang bisa disalahkan soal ini?" Ujar seorang reporter dari Day News
"Ya, saya mengakui itu adalah kesalahan dari pihak kami, staf kami sangat ceroboh, dia tidak memeriksa bahwa tali itu ternyata sudah ada bekas gigitan tikus, karena kecerobohannya staf itu sudah kami pecat, kami juga sudah meminta maaf secara langsung kepada Putri Lili dan dengan keluarga besar dari Putri Lili sendiri, kami bersyukur karena keluarga Putri Lili adalah orang-orang yang baik dan rasional" ujar sutradara dari drama yang di bintangi Nina tersebut
"Kita tahu bahwa sebagian besar aktris akan menggunakan pemeran pengganti jika melakoni adegan-adegan yang berbahaya, mengapa Putri Lili memilih melakukan adegan tersebut sendiri" tanya seorang wartawan dari kantor pusat berita.
"Di awal-awal karier saya, saya pernah mengatakan bahwa saya akan benar-benar mencintai pekerjaan ataupun profesi saya, jadi jika saya melakukan adegan berbahaya tanpa pemeran pengganti saya rasa tidak ada yang perlu dipertanyakan deh" jawab Nina sambil tersenyum,
"Maaf jika pertanyaan ini bersifat pribadi, kami akan sangat senang jika Putri Lili bersedia menjawabnya, akhir-akhir ini banyak gosip yang beredar berita online maupun infotainment bahwa Putri Lili sudah memiliki kekasih, dan pria itu adalah pria yang segera berlari ke lokasi syuting saat mengetahui Putri Lili kecelakaan, apakah itu benar?" Tanya seorang reporter dari kantor News Paper
"Saya rasa tanpa menjawabnya pun, rekan-rekan reporter sudah tahu jawabannya dalam hati masing-masing, bukankah kalian juga ikut menulis gosip itu"
Setelah jawaban Nina dilontarkan, semua reporter terdiam, mereka jadi bingung apakah Putri Lili benar-benar berpacaran atau tidak. Putri Lili benar-benar cerdas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan menjebak dari para reporter meskipun usianya masih belia, konferensi pers itu berlangsung selama satu jam, dan para reporter tidak berani mengambil kesimpulan bahwa Putri Lili berpacaran atau tidak, jadi tidak ada satupun media yang menulis soal asmara Putri Lili semua hanya bisa menulis soal kecelakaan dan drama yang sedang dibintangi oleh Putri Lili.